FPI Menolak Perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi di Aceh

FPI Menolak Perayaan Natal dan Tahun Baru Masehi di Aceh

BANDA ACEH (voa-islam.com) - Front Pembela Islam (FPI) menolak dengan keras perayaan Natal Bersama dan Tahun Baru Masehi dalam bentuk apapun karena tidak sesuai dengan syariat Islam dan adat istiadat Aceh. Penolakan tersebut berdasarkan fatwa MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) Banda Aceh Nomor: MPU/169/SE/2013.

Demikian kata Juru Bicara (Jubir) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI Aceh, Tgk Mustafa Woyla, di Banda Aceh, Sabtu 14 Desember 2013. Menurutnya, umat Islam di mana saja, terutama di Aceh, harus mencegah pengaburan atau pencampuran agama.

“Dengan adanya penerapan syariat Islam secara resmi oleh Pemerintah Aceh yang merupakan bagian dari NKRI, maka perayaan tersebut juga melawan pemerintah. Muslim dan muslimah harus saling menasehati tentang ini,” kata Mustafa.

Mustafa mengatakan, perayaan Natal dan Tahun Baru tidak ada dalam istiadat di Aceh. Menurutnya, kedua hal tersebut dibawa oleh penjajah Belanda bersama penindasan ekonomi dan penistaan agama.

“Kami minta kepada semua pihak untuk menghormati adat istiadat Aceh karena Indonesia adalah bangsa yang santun beradab dan berbudi luhur serta saling menghormati adat budaya suatu wilayah. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” kata Mustafa. [Thayeb Loh Angen/jabir/voa-islam.com]

Perhatikan pernyataan terakhir yang dibold. Mengapa semua yang berbau Kristen sepertinya dianggap bawaan penjajah?

Well, entah bagaimana ceritanya agama kristen identik dengan dunia barat. Padahal yg aku dengar Nazaret itu di midle east.
Anyway, klo anda ada di aceh.
Rayain natalnya sembunyi2 saja seperti org Tionghoa merayakan imlek di jaman pak Suharto.
Cuma mengunjungi keluarga.

Kalau ada penolakan budaya lain, artinya tidak saling menghormati. Itu namanya standar ganda: maunya dihormati tapi tidak mau menghormati golongan lain.

Salam

:mad0261: belum kapok ya, kemaren diazab dengan tsunami oleh Tuhan gara-gara melarang perayaan Natal ? Mudah-mudahan, mereka yang melarang mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus. Mari, doakan bersama-sama!

Aceh, dengan keangkuhan dan kesombongannya tidak sadar bahwa dirinya telah berjalan mundur kebelakang menjauhi peradaban.

Sepertinya yang ditentang adalah hal-hal yang berbau Barat/Kristen. Nyaris tak terdengar ada yang menolak perayaan Imlek di kalangan umat Islam.