Fraksi Kiri Israel Desak Eropa Akui Palestina

Kampanye kemerdekaan negara Palestina semakin memanas setelah sekitar 20 penulis dan intelektual yang tergabung dalam Fraksi Kiri Israel menandatangani petisi yang mendesak Uni Eropa untuk mengakui keberadaan negara Palestina dengan garis batas 1967.

Dilansir media nasional Israel Imemc, Jumat (27/5) penandatanganan juga dilakukan oleh beberapa kelompok terkemuka, antara lain Professor Aniel Kahneman yang diberikan penghargaan nobel, mantan Presidium Knesset Avraham Burg dan mantan Menteri Luar Negeri Jenderal Alon Liel.

Surat dalam petisi itu bahkan menyerukan dunia untuk mengakui kemerdekaan negara Palestina. Pada 17 April, banyak artis dan para intelektual telah menandatangani petisi yang menyerukan pemerintah Israel untuk mengakui Palestina, berdasarkan garis batas 1967. Para pejabat Palestina sendiri telah direncanakan akan segera meminta pengakuan kepada PBB atas berdirinya negara Palestina di Tepi Barat, Gaza, dan timur Jerusalem meskipun Presiden Amerika Serikat, Barack Obama memperingatkan bahwa hal ini takkan berarti.

Pejabat Senior Palestina, Nabil Saath mulai bicara saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak usulan Obama yang mengatakan bahwa perbatasan Israel dan Palestina harus berdasarkan garis 1967. Dalam peperangan, Israel mencaplok wilayah yang mana Palestina hendak mendirikan negara. Lewat dari penyangkalan Netanyahu, Saath semakin yakin bahwasannya Israel bukanlah mitra yang tepat untuk menciptakan perdamaian. “Kami akan terus meningkatkan dialog diplomatis untuk mendapat pengakuan sebagai sebuah negara,” ujar Saath.

Kampanye kemerdekaan negara Palestina sendiri adalah seluruh perjuangan rakyatnya tanpa membedakan Agama, golongan, dan ras tertentu. Dikhawatirkan kampanye ini akan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang ingin meraih diatas nama agama. Satu hal yang perlu diwaspadai namun perlu dibijaki dengan tepat.

Source : Berbagai Sumber/DPT