free will dalam mengambil keselamatan..

Yang sedikit-sedikit mencap lain sesat… sedikit-sedikit mencap lain sesat… sesat kok sedikit-sedikit? ;D :2funny:

:char11: :tongue:

Apakah INTERVENSI tersebut bersifat SELALU atau KADANG-KADANG?
Ayb. 7:18 dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat? Mzm. 7:11 (7-12) Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat. Yes. 27:3 Aku, TUHAN, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya; 1Kor. 15:30 Dan kami juga--mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?
Jika kadang-kadang, dalam kondisi bagaimana INTERVENSI ALLAH MENYELAMATKAN ORANG SESAT tersebut terjadi ?
Ayb. 7:18 dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat? Mzm. 7:11 (7-12) Allah adalah Hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat. Yes. 27:3 Aku, TUHAN, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya; 1Kor. 15:30 Dan kami juga--mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?
monggo ngana lanjut :char11:
:char11: :tongue:

waduh… kalo saya sih belum sampai ke level tsb fren… :ashamed0002:
krn saya masih memiliki keinginan daging sih fren… buktinya saya masih suka memilih melawan kehendak Tuhan, saat dalam situasi tertentu… :ashamed0004:
jadi saya menganggap, free will saya belum saya serahkan kpd Tuhan sepenuhnya… :’(

saya pastikan ya fren… :happy0062:
berarti jawaban anda adalah… semua org yg diselamatkan, hanya orang yg sudah di predestinasikan Allah sebelum dunia ini di ciptakan.

pertanyaan kedua adalah… :happy0062:
** apakah seseorg bisa selamat, tanpa org tsb beriman kpd YESUS KRISTUS… :coolsmiley:

silahkan anda baca dgn teliti, lalu di jawab dgn singkat dan jelas fren… :happy0062:

jawaban anda bagus sekali :afro:

sebegitu banyak ayat yg anda kemukakan menunjukkan hal yg sama : manusia harus menggunakan will nya untuk merespon / mau percaya kepada kristus untuk bisa selamat
SAMPAI DISINI SAYA SETUJU DG ANDA :afro:

mungkin yg menjadi perbedaan doktrin freewill dg predestinasi adalah pertanyaan dibawah ini :
“Apakah manusia bisa menggunakan will nya untuk merespon / mau percaya kepada kristus atas kemampuan diri sendiri atau dengan bantuan roh kudus?

predestinasi = menganggap atas bantuan roh kudus, karena setelah kejatuhan adam, manusia dalam kondisi non posse non peccare (tidak bisa tidak berdosa atau not able not to sin)… anda pasti tahu pengajaran siapa ini :afro:
sehingga manusia tidak akan mampu merespon sesuatu yang kudus (tidak berdosa) dari dirinya sendiri

bagaimana dengan doktrin freewill = … silahkan anda terangkan … jujur saya tidak mengerti

itu bukan punya institusi grii bro, cuman punya jemaat salah satu grii

:coolsmiley:

Saya paham TULIP anda, si Calvin kalah debat dengan Servetus sama seperti ini:

"Irresistible grace": This doctrine, also called "efficacious grace", asserts that the saving grace of God is effectually applied to those whom he has determined to save (that is, the elect) and, in God's timing, overcomes their resistance to obeying the call of the gospel, bringing them to a saving faith. This means that when God sovereignly purposes to save someone, that individual certainly will be saved. [u][b]The doctrine holds that every influence of God's Holy Spirit cannot be resisted, but that the Holy Spirit, "graciously causes the elect sinner to cooperate, to believe, to repent, to come freely and willingly to CHRIST."[/b][/u]
Yang mana doktrin tersebut sudah patah disini oleh (thanx to) Pendeta Yahya Waloni :happy0025:

12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah YESUS!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “YESUS adalah Tuhan”, selain oleh ROH KUDUS.

Itulah sebabnya pentingnya:

2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan KRISTUS YESUS sebagai batu penjuru.

Karena:

8:14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.
8:15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh ROH KUDUS.
8:16 Sebab ROH KUDUS belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan YESUS.
8:17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima ROH KUDUS.
8:18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian ROH KUDUS terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka,

Apostolik (Penumpangan Tangan Rasuli) :afro:

NB:

Yang diblod merah saling bertentangan :cheesy:

Yang bold hitam membuktikan bahwa kalau hanya dibaptis tanpa Apostolik, maka belum dipenuhi oleh ROH KUDUS :happy0025:
[/quote]

Ini contoh paling gampang:

Freewill contohnya adalah ketika seorang reformed menyangkal TUHAN Yesus demi Muhammad ;D :2funny:

maaf bro mungkin mata saya agak rabun, tapi saya tidak dapat menemukan jawaban anda atas pertanyaan saya yang saya beri warna hijau :

jawaban anda bagus sekali :afro:

sebegitu banyak ayat yg anda kemukakan menunjukkan hal yg sama : manusia harus menggunakan will nya untuk merespon / mau percaya kepada KRISTUS untuk bisa selamat
SAMPAI DISINI SAYA SETUJU DG ANDA :afro:

mungkin yg menjadi perbedaan doktrin freewill dg predestinasi adalah pertanyaan dibawah ini :
“Apakah manusia bisa menggunakan will nya untuk merespon / mau percaya kepada KRISTUS atas kemampuan diri sendiri atau dengan bantuan ROH KUDUS?

predestinasi = menganggap atas bantuan ROH KUDUS, karena setelah kejatuhan adam, manusia dalam kondisi non posse non peccare (tidak bisa tidak berdosa atau not able not to sin)… anda pasti tahu pengajaran siapa ini :afro:
sehingga manusia tidak akan mampu merespon sesuatu yang kudus (tidak berdosa) dari dirinya sendiri

bagaimana dengan doktrin freewill = apakah atas kemampuan diri sendiri atau dengan bantuan ROH KUDUS?
mohon anda terangkan … jujur saya tidak mengerti pengertian anda

sorry bro, jangan beralasan mata rabun karena doktrin calvin kacau balau! Baca dengan teliti bagaimana TULIP (I=“Irresistible grace”) bertentangan dengan Alkitab!

Tidak bisa tentunya. Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan yang telah direncanakan, disediakan dan ditentukan Allah Bapa.

@bro ond32

Sampai disini saya sepaham dengan anda, kecuali beberapa detail yang masih perlu saya klarifikasi di bawah ini :

jadi dengan kata “absolutely” maka DOSA BESAR juga termasuk di dalam bagian yang DAPAT DIMINTAKAN AMPUN. Untuk kesimpulan ini saya tidak minta konfirmasi lagi kepada anda, karena sudah sangat jelas.

Dengan demikian, pertanyaan kepada anda bro:

  1. Jika dengan penyesalan dosa dan permohonan ampun seorang yang telah ditebus PASTI diampuni, maka hampir pasti SEORANG KUDUS KAPAN SAJA BISA DITEBUS, karena menjelang ajal setiap orang memiliki kesempatan berdoa kepada Allah?

  2. Roh Kudus berdoa bersama dengan roh kita atas hal tak terucapkan (Roma 8:26-28), dimana kerinduan keselamatan adalah kerinduan semua orang tertebus, sehingga itulah TEMA DOA MENJELANG AJAL MANUSIA ?.

Dari kekuatan 2 hal di atas, dimana perlunya pengudusan/pengampunan jenis lain?

  1. Apakah dapat saya katakan bahwa dengan ketidak hadiran PERMOHONAN AMPUN SEBELUM AJAL MENJELANG maka dibutuhkan pengudusan jenis lain?

monggo :slight_smile:

bro kita sedang bahas predestinasi dan freewill kenapa anda berbelok ke Irresistible grace ?

saya ulangi tulisan saya :

maaf bro mungkin mata saya agak rabun, tapi saya tidak dapat menemukan jawaban anda atas pertanyaan saya yang saya beri warna hijau :

jawaban anda bagus sekali :afro:

sebegitu banyak ayat yg anda kemukakan menunjukkan hal yg sama : manusia harus menggunakan will nya untuk merespon / mau percaya kepada KRISTUS untuk bisa selamat
SAMPAI DISINI SAYA SETUJU DG ANDA :afro:

mungkin yg menjadi perbedaan doktrin freewill dg predestinasi adalah pertanyaan dibawah ini :
“Apakah manusia bisa menggunakan will nya untuk merespon / mau percaya kepada KRISTUS atas kemampuan diri sendiri atau dengan bantuan ROH KUDUS?

predestinasi = menganggap atas bantuan ROH KUDUS, karena setelah kejatuhan adam, manusia dalam kondisi non posse non peccare (tidak bisa tidak berdosa atau not able not to sin)… anda pasti tahu pengajaran siapa ini :afro:
sehingga manusia tidak akan mampu merespon sesuatu yang kudus (tidak berdosa) dari dirinya sendiri

bagaimana dengan doktrin freewill = apakah atas kemampuan diri sendiri atau dengan bantuan ROH KUDUS?
mohon anda terangkan … jujur saya tidak mengerti pengertian anda

sebelumnya kamu berkata kalo kamu ingin belajar, tetapi koq malah muter2 toh…!

lho… yang memotong2 postingan kamu itu siapa…? :mad0261:

Ketika kita berdiskusi apa Rencana Allah terhadap Robot Gedeg, ini postingan kamu ;

Dibantah oleh Calvin : "Sebab tidak semua orang diciptakan dalam keadaan yang sama; tetapi untuk yang satu ditentukan kehidupan yang kekal, untuk yang lain hukuman yang abadi. "

jadi yang bener Calvin atau Kamu…?
Jadi Allah Menetapkan Manusia utk Binasa atau TIDAK…?
A. Iya, Allah menetapkan Manusia utk Binasa
B. Tidak, Allah Tidak Menetapkan Manusia utk Binasa

Silakan Kamu jawab aja, nga usah ngalor ngidul…!

:idiot2:
Bukan standar ganda Apanya…? lah wong Jelas Calvin mengunakan Standar Ganda (Alias Munafik) tidak diikuti oleh Gereja-Nya…!

Sekarang Kamu Jawab “KENAPA YESUS MENDOAKAN [ie. Mengampuni] ORANG2 YANG TIDAK TERPILIH”…?
Luk 23:34 YESUS berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”.==> YESUS Mengampuni semua Orang Berdosa, BUKAN HANYA Orang2 PILIHAN)[/b]

SILAKAN…!

Sudah saya Jawab Bukan…?

Liat lagi;
Saya Kutip dari Katolisitas : http://katolisitas.org/2009/08/24/mengapa-YESUS-memilih-salib-untuk-menebus-dosa-manusia/
Gereja Katolik percaya bahwa KRISTUS telah mati untuk menebus seluruh umat manusia, baik yang beragama Nasrani/Kristen maupun yang beragama lain. Hal ini dapat dilihat dari dokumen Gereja, Katekismus Gereja Katolik (KGK, 1260), yang mengatakan:

Sebab karena KRISTUS telah wafat bagi semua orang, dan panggilan terakhir manusia benar-benar hanya satu, yakni bersifat ilahi, kita harus berpegang teguh, bahwa ROH KUDUS membuka kemungkinan bagi semua orang, untuk bergabung dengan cara yang diketahui oleh Allah dengan misteri Paska itu” (GS 22) (Bdk. LG 16; AG 7.). Setiap manusia yang tidak mengenal Injil KRISTUS dan Gereja-Nya, tetapi mencari kebenaran dan melakukan kehendak Allah sesuai dengan pemahamannya akan hal itu, dapat diselamatkan. Orang dapat mengandaikan bahwa orang-orang semacam itu memang menginginkan Pembaptisan, seandainya mereka sadar akan peranannya demi keselamatan.“

Dengan pengertian di atas, maka tidaklah perlu dipertanyakan mengapa penyaliban KRISTUS diserahkan kepada orang-orang kafir bangsa Yahudi. (tambahan limited : Luk 23:34 YESUS berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”.==> YESUS Mengampuni semua Orang Berdosa, BUKAN HANYA Orang2 PILIHAN)

Karena YESUS KRISTUS menderita dan mati di kayu salib untuk menebus dosa semua orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi, baik Nasrani maupun non-Nasrani, maka Tuhan telah menyediakan keselamatan bagi semua orang. Namun, Tuhan juga menciptakan manusia dengan kehendak bebas, sehingga manusia dapat menerima maupun menolak keselamatan yang ditawarkan oleh Allah. Oleh karena itu, kalau ada orang, termasuk sebagian bangsa Yahudi, yang menolak keselamatan yang telah diberikan oleh KRISTUS, maka hal ini diakibatkan oleh kesalahan mereka sendiri, yang tidak mau menerima keselamatan yang ditawarkan oleh KRISTUS.

==========

Saya tidak menanggapinya, karena kamu tidak menanggapi utuh postingan saya;

Ajaran Manusia (CALVIN) VS Ajaran Alkitab (St. Agustinus)

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemikiran_etis_Agustinus
Dasar etika Agustinus adalah etika yang menekankan pentingnya kehendak bebas dan anugerah Allah sebagai dasar perbuatan etis manusia.[2] Menurut Agustinus, Allah mengetahui segala hal sebelum manusia bertindak.[2] Namun, hal itu bukan berarti segala sesuatu telah terjadi menurut takdirnya (takdir merupakan bentuk penolakan dari kamauan kehendak bebas).[2] Allah memang berkuasa, namun Allah tetap memperbolehkan manusia untuk berkehendak.[2]

Ajaran Manusia (CALVIN) VS Ajaran Alkitab (St. Agustinus)
Predestinasi St. Augustine : “God created us without us: but he did not will to save us without us

Predestinasi Calvin : "God created us without us: but he did not will to save us without us"

Liat bedanya antara ajaran Manusia (Calvin) dengan ajaran Alkitab…?

Silakan Kamu Tanggapi yang ini dulu…!

===========

Mengenai “Human Will”, sebenarnya pertanyaan kamu sudah saya jawab perbedaannya di Point 3…!

  • ) Setelah manusia menerima Sakramen Baptis, maka manusia tetap bisa berdosa dan hanya dengan pertolongan rahmat Allah yang diberikan secara khusus, manusia bisa tidak berdosa.

gini supaya kamu nalar, “Apakah Setelah dibaptis kamu tidak dapat melakukan Dosa…?”

Itu Bedanya Ajaran Asli dan Abuse-an…!

setelah membaca kisah kehidupan agustinus, tampaklah jelas bagi saya, kalau agustinus adalah orang yang benar benar telah bertobat. Orang yang meninggalkan dosanya dan masuk kedalam KRISTUS. Tulisan tulisannya menjadi sumber inspirasi banyak orang

sangat berbeda dgb calvin. Calvin hanya membajak dan mengabuse ajaran Agustinus. Terlepas dari itu, kehidupan calvin sangat bertolak belakang dgn ajaran alkitab. Pembunuhan pembunuhan keji yang dilakukan calvin DENGAN SENGAJA, seharus tidak pernah terjadi pada seorang yang mengaku sebagai seorang petobat sejati.

Agustinus dan calvin, bagaikan pertobatan asli dan abal abal

TIDAK ADA yang berani menjawab ini dengan jujur kah ?

Lalu apa yang kalian dapatkan di gereja selama ini ?

Firman Tuhan kah atau ajaran manusiakah ?

saya tegaskan :

  • predestinasi tidak memaksa manusia berbuat dosa dan tidak ada hubungannya menentukan manusia berbuat dosa, manusi tanpa dipaksa tuhan sudah terus menerus berbuat dosa (non posse non peccare)
  • predestinasi mencerahkan will manusia shg mampu percaya kpd KRISTUS karena manusia dalam kondisi non posse non peccare setelah kejatuhan adam

Jadi Allah Menetapkan Manusia utk Binasa atau TIDAK…?

  • bisa dibilang ya, karena tidak dipilih adalah implikasi logis dari memilih
    tapi (saya ulangi lagi) bukan berarti allah yg membuat manusia berdosa

kalau anda mengatakan calvin berstandar ganda karena mengartikan kata dunia berdasarkan konteks,
maka GK juga juga berstandar ganda karena GK mengartikan kata dunia berdasarkan konteks,
sebab bila kata dunia diartikan sesuai konteks maka ajaran GK akan kacau balau juga
(baca argumentasi saya yg anda quote tsb)

saya paste disini dan saya edit sedikit… biar lebih sopan
jika dunia diartikan mentah2 semua orang percaya & tidak percaya (seluruh dunia) seperti yg anda maksud, maka :

  • Yoh 1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
    menjadi : Ia telah ada di dalam seluruh manusia dan seluruh manusia dijadikan oleh-Nya, tetapi seluruh manusia tidak mengenal-Nya.
    ngaco masa Ia telah ada di dalam seluruh manusia?

  • 1 Yoh 3:13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
    menjadi : Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila saudara seiman maupun yang tidak seiman (seluruh dunia) membenci kamu.
    ngaco masa saudara seiman membenci kita karena KRISTUS?

  • 1Yoh :29. …Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
    menjadi : . …Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa orang percaya dan tidak mau percaya (seluruh dunia).
    ngaco… berarti tidak mau percaya kepada KRISTUS juga ikut ditebus?

sekarang menurut anda kata dunia secara konsisten harus diartikan apa?
anda artikan apapun pasti hasilnya kacau bil tidak memperhatikan conteksnya

23:34 YESUS berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

mereka disana menunjuk kesiapa ? ada beberapa kemungkinan :

  1. spesifik orang membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
  2. spesifik orang yang menyalib tuhan
  3. semua manusia
    anda memilih yg terakhir, apa dasar anda bahwa yg dimaksud YESUS saat itu adalah semua manusia dan bukan yg ke 1 atau ke 2?

kalaupun YESUS mengampuni, dosa mana saja yg diampuni yaitu dosa yg tidak mengerti telah mereka perbuat? kemungkinan :

  1. dosa menyalibkan YESUS
  2. seluruh dosa dalam hidupnya
    anda memilih yg terakhir, apa dasar anda bahwa yg dimaksud YESUS saat itu adalah seluruh dosa dalam hidupnya dan bukan hanya dosa menyalibkan YESUS?

berlanjut…

saya tidak tahu darimana anda belajar calvinisme, sepertinya pengertian anda akan calvinisme berbeda sekali dg calvinisme yg saya mengerti (atau mungkin saya yg salah mengerti calvinisme :tongue:), sehingga anda begitu negatif akan ajaran calvin
saya akan coba jelaskan satu per satu, semoga anda mau bersabar…

sayang sekali anda jarang sekali beri kesimpulan sehingga saya sulit sekali menyimpulkan maksud anda.

menurut pengertian saya diatas mengatakan bahwa keselamatan juga untuk orang yg tidak pernah mengenal / mendengar injil tetapi mencari kebenaran dan melakukan kehendak Allah sesuai dengan pemahamannya akan hal itu

memang dalam hal ini reformed menolaj hal tsb karena menganggap keselamatan hanya melalui kristus, tidak ada jalan lain.
tetapi untuk perdebatannya saya rasa perlu topik khusus, karena akan oot disini

saya sedikit kurang mengerti beberapa kalimat anda jadi sulit untuk menanggapinya,
yaitu tolong jelaskan maksud dari :

  • Predestinasi St. Augustine : “God created us without us: but he did not will to save us without us
  • color=blue]Predestinasi Calvin : "God created us without us: but he did not will to save us without us"[/color]
    kalau saya tidak mengerti jelas apa arti kalimat tsb menurut anda dan menanggapinya maka akan terjadi salah paham

=================================

saya kurang mengerti hubungan kalimat2 anda, karena sedikit sekali penjelasan anda

kalau kami percaya bukan setelah menerima sakramen baptis tapi setelah dilahirbarukan manusia manusia bisa tidak berdosa. untuk perdebatannya akan oot disini

karena kami percaya bukan baptis tapi dilahirbarukan, maka jika pertanyaannya “Apakah Setelah dilahirbarukan kamu tidak dapat melakukan Dosa…?”

masih dapat berdosa… setelah disorga baru tidak bisa berdosa

bro bejo2,

membahas mengenai “membunuh” dan hubungannya dengan “ajaran” itu sebuah topik yang lain yang tidak cocok dibahas disini. Monggo anda buat thread sendiri, moga2 banyak peminatnya.

jawaban jujur sih ada.

agar anda tidak terlalu kesepian, saya jawab aja menurut pemahaman sendiri :

membunuh dilarang Tuhan, sama seperti mencuri.

pada intinya semua hal adalah : MENGAMBIL DENGAN PAKSA itu dilarang.

  • membunuh : mengambil paksa nyawa orang
  • mencuri : mengambil paksa barang orang
  • bersaksi dusta : mengambil paksa kebenaran orang
  • berzinah : mengambil paksa kekudusan orang

Tetapi ada juga hal tersebut yang DIIJINKAN TUHAN terjadi misalnya dalam hal PERANG, dan termasuk hal ajaran sesat. Bahkan TUHAN YESUS justru masuk ke dalam HUKUMAN MATI itu, darahNYA tercurah untuk keselamatan kita semua.

Bukan berarti TUHAN menyetujui pembunuhan, tetapi pembunuhan dipakai TUHAN sebagai kejadian melalui mana maksud keselamatan terjadi.

Apakah TUHAN “menetapkan” Servetus harus mati oleh api? jawabnya YA !
Tuhan mengijinkan hal itu terjadi sebagai peringatan kepada orang lain agar jangan menyesatkan. Apakah berarti dengan Tuhan mengijinkan hal yang buruk terjadi lalu hal itu menjadi tanggungjawab TUHAN? TIDAK, hal itu tetap menjadi tanggungjawab manusia.

Apakah John Calvin bertanggungjawab? jawabannya SAYA TIDAK TAHU, karena saya tidak tahu informasi suasana, kejadian riil yang terjadi saat itu. yang kita tahu adalah pembunuhan itu terjadi.

apakah dengan ditembaknya Amrozi oleh pasukan polisi maka dapat menunjukkan bahwa hakim dan polisi penembak itu bersalah? jawabannya BELUM TENTU, kita lihat dulu case nya.

Sepertinya anda terlalu jauh mengaitkan sesuatu.

Mesti diteliti dulu BAGAIMANA HUKUMAN MATI diterapkan dalam masyarakat Eropa pada masa Reformasi awal. Mengingat Pengadilan Katolik juga memberi hukuman yang sama, bahkan HUKUMAN BAKAR [Calvin mengusulkan dipenggal].

demikian bro

Kamu sama sekali tidak paham apa yang kamu bicarakan, Predestination tidak ada hubungannya dengan bantuan ROH KUDUS karena Predestination berarti telah ditetapkan sebelum diciptakan, sedangkan ROH KUDUS adalah Penolong untuk membantu kita dalam menjalani kehidupan, kalau sudah ditentukan, maka tidak ada yang berubah, kalau tidak ada yang berubah, untuk apa ada Penolong dalam menjalani kehidupan?

Itulah sebabnya untuk dapat menjelaskan kepada kamu yang TULIP sendiri IQ kamu belum nyampe, dimana 5 Points Calvin tidak pernah berdiri sendiri, makanya saya menunjukkan betapa I dalam TULIP bertentangan dengan Alkitab!!!

Kalo ini juga belum paham, maka IQ kamu benar-benar jongkok!!!

atas dasar apa, saudara petra9 mengatakan kematian servetus adalah penetapan/predestinasi Tuhan ?

penjelasan Yopi tentang TULIP tidak bisa berdiri sendiri adalah benar, karena sistem pengajaran TULIP itu saling terkait.

Buktikan satu BENAR, maka kebenaran yang satu akan membenarkan yang lain sehingga mereka semua menjadi benar.

sebaliknya, Buktikan satu SALAH, maka kesalahan yang satu akan menyalahkan yang lainnya, dan semua menjadi salah.

jadi para pengkritik TULIP hanya cukup saja mencari kelemahan dari salah satu dari T.U.L.I.P maka ia telah berhasil menjatuhkan.

Sedangkan para penganut TULIP perlu mengetahui semua rangkaian itu untuk mempertahankan kealkitabiahan nya :smiley:


Jadi diminta kepada Yopi, agar apabila mengambil sebuah bagian dari TULIP untuk “menyerang” bagian lainnya, mohon juga beri penjelasan KAITAN LANGSUNGNYA agar pemirsa tidak perlu lagi membangun sendiri atau menduga-duga

monggo :slight_smile: