free will dalam mengambil keselamatan..

Yup… :love0072:

disinilah terjadi penyetaraan yang aneh antara RANCANGAN ALLAH YANG KEKAL yang diimani dengan baik oleh bro don, tetapi disisi lain ia mengimani “kesanggupan manusia menolak Rancangan Allah”, 2 hal yang tidak mungkin dapat dipandang sebagai SETARA, selain bahwa yang “lebih rendah” yaitu FREEWILL haruslah TUNDUK/TERMAKTUB di dalam RANCANGAN KEKAL ALLAH suatu yang sifatnya “superior”.

prinsip dasar seperti ini lah yang harus dipikirkan, barulah memikirkan mengenai “salah tafsir” atau julukan lainnya :smiley:

itu pertama,

yang kedua adalah,

bahwa sesungguhnya pemberian FREEWILL yang benar2 bebas sudah dilakukan PADA KESEMPATAN PERTAMA, yaitu pada MANUSIA ADAM … dan manusia ADAM tidak dapat menjaga FREEWILL itu sehingga menghasilkan dosa permanen di dalam kemanusiaan (ALL HUMAN BEING) …

Ketika TUHAN ALLAH mengaruniakan MANUSIA KEDUA yaitu Yesus Kristus yang SEMPURNA, maka FREEWILL MANUSIA KEDUA INILAH SATU-SATUNYA YANG LAYAK DIPERHITUNGKAN … sedangkan manusia-manusia keturunan Adam yang tadinya sudah mati dan gagal itu, HANYA DAPAT SELAMAT JIKA DAN HANYA JIKA MENGIKUTI FREEWILL TUHAN YESUS … sedangkan “freewill” (huruf kecil) milik manusia-manusia, seumur jagad MASING MENGANDUNG KECACATAN, sehingga hanya NGE-SUB atau SUBMIT di bawah Yesus saja maka freewill manusia-manusia itu beroleh kejernihan.

Dan FREEWILL Tuhan Yesus sudah sangat jelas … IA MENGANUGERAHKAN KASIHNYA KEPADA SIAPA IA BERKENAN …

Jadi silahkan saja maju dengan “freewill” [huruf kecil] maka semua itu hanyalah sia-sia saja. Dan suatu yang jelas, bahwa FREEWILL yang kuat yaitu KEHENDAK BEBAS ALLAH jauh lebih dahsyat mengatasi “penolakan” anak-anak manusia.

Saya kok orangnya sederhana bro don, ketika anak-anak saya yang masih kecil dengan “freewill” kecilnya menolak untuk sarapan dan makan siang, maka saya dan istri ADA AJA CARANYA agar si kecil berhasil makan … hehehehe …

memang sih setelah mereka besar, mereka tidak pernah merasa bahwa mereka DICEKOKAN dengan makanan, tetapi mereka mengerti bahwa mereka menuruti diajak makan di warung mi keriting, diajak makan di steak house, diajak makan kentaki, disajiin bubur ayam, dikasih potongan buah mangga, dll. mereka bilang … mmmmm … ade suka … :slight_smile: … dan mereka benar-benar SUKA MAKANAN itu … tetapi dari sisi saya dan istri kami hanya tersenyum dan berkata “yes … yes … mereka makan lahap …” :slight_smile:

kanak-kanak itu tidak kehilangan “freewill” untuk menyantap makanan kesukaan, mereka hanya butuh minta sama orang tuanya , pilihan apa yang mereka suka, dan orang tua sediakan … tetapi dalam konteks “yang lebih tinggi” yaitu dilihat dari rancangan orang tua, mereka “digiring” kepada kesukaan mereka di satu sisi, dan pada MAKSUD KESEHATAN AGAR MEREKA MAKAN :slight_smile:

dan kesimpulan bro don mengenai “manusia dapat menolak keselamatan ALLAH”, itu hanya menodai pengertian mengenai ALLAH YANG MAHA KASIH … sama saja dengan mengatakan bahwa anak-anak saya SANGGUP MENOLAK TIDAK MAKAN SAMPAI MEREKA KELAPARAN … :slight_smile:

wah contoh ini terlalu sederhana ya … :slight_smile:

Salam Damai

Perjamuan=Undangan Pesta=Keselamatan
IMHO pendapat Pak Petra ada sedikit ketidak-cocokan dengan :

Yesaya 25:6-10

TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya. Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa. Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya. Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” Sebab tangan TUHAN akan melindungi gunung ini, tetapi Moab akan diinjak-injak di tempatnya sendiri, sebagai jerami diinjak-injak dalam lobang kotoran.

Matius 22:1-14

Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Sesuai reply #46 Bro Don Silver (nambahi dikit kalo boleh) :char11: :char11: :char11:

** kasih karunia keselamatan sudah di berikan/ di sediakan oleh Allah kepada Setiap Orang/Segala Suku Bangsa/Segala Bangsa-Bangsa melalui kematian YESUS KRISTUS di kayu salib, selanjutnya dgn free will nya manusia mengambil kasih karunia keselamatan tsb… :afro:

Moral Story (siapa saja) yang diundang pada Perjamuan/Undangan Pesta di Perjanjian Lama cocok dengan Perjanjian Baru :afro:

GBU
:slight_smile:

gimana anda menafsirkan ayat-ayat di bawah ini fren… :coolsmiley:
apakah Allah gagal menjaga keselamatan manusia, atau si manusia dgn free will nya meninggalkan keselamatan yg di janjikan Allah.. silahkan pendapat anda fren… :ashamed0004:

Matius 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Ibrani 10:38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

Keluaran 32:33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

Ibrani 10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

silahkan anda jawab dgn singkat dan jelas fren… :coolsmiley:

Mas bro Sauvignon,

dengan pemaparan anda, saya salut karena panjang bro :slight_smile:

Mengenai istilah " bangsa-bangsa" dalam Firman di kitab Yesaya, saya dapat mengerti.

ITU HANYALAH MASALAH BAHASA :slight_smile:

Pada waktu piala dunia Sepakbola sedang berlangsung,MATA SEMUA BANGSA DI DUNIA TERTUJU kesana, kepada pertandingan sepakbola yang bermutu. Padahal orang aborigin sibuk menggali umbi-umbian di gurun di Australia.

Kita tahu Tuhan Allah menggunakan KATA-KATA/TERM GENERAL semacam itu DI DALAM PERJANJIAN LAMA padahal kita tahu SECARA SPESIFIK ALLAH HANYA BERURUSAN DENGAN BANGSA ISRAEL.

Berkaitan dengan Firman di kitab Injil Matius, perumpamaan itu tidak menyatakan SEMUA ORANG DI DUNIA, melainkan “setiap orang yang kamu jumpai disana”, … artinya ORANG SEJAUH ALLAH MENUNJUK/MENGARAHKAN hamba-hambaNYA memberitakan Injil ke sana …

bro sauvignon tahu nggak kalo di Padang/Sumatera Barat dilarang oleh adat bagi gereja agar tidak menyebut nama gereja mereka “GEREJA KRISTEN MINANGKABAU” ?

dan bro Sauvignon pasti tahu dong ketika Rasul Paulus dalam persimpangan jalan, maka seorang malaikat mengarahkan beliau agar pergi ke Makedonia ? … ROH KUDUS sangat berkuasa menunjukan ke mana hamba-hambaNYA memberitakan Injil … [PUJI TUHAN] :slight_smile:

mas bro Sauvignon harus bersyukur bahwa pastor anda sudah membaptis anda, karena anda termasuk dalam KELUARGA YANG MENDAPAT CAHAYA INJIL … daripada ratusan tetangga saya yang TIDAK MENDAPAT JAMAHAN INJIL DI HATINYA …

Terms General memang ADA, tetapi faktanya INJIL HANYA MENYENTUH SEBAGIAN MANUSIA …

hal ini tidak dapat dijelaskan sederhana dengan “teori penolakan freewill manusia” … itu terlalu sederhana dan terlalu “dunia” … pasti ada KUASA ILAHI yang melampaui sekedar parasaan manusia yang berubah2 ini …

salam bro – Petra9

Salam Damai.

Nahhh…ini selalu jadi problem.
Kata “Semua” dalam setiap pembahasan selalu tidak ada titik temu
:ashamed0004: :ashamed0004: :ashamed0004:

IMHO, Nubuat Nabi Yesaya enggak relevan kalo dibatasi oleh Pak Petra dng “Masalah Bahasa”. :char11: :char11: :char11:

Silahkan dilanjut dengan pertanyaan Bro Don Silver

GBU
:slight_smile:

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
AKU TIDAK PERNAH MENGENAL KAMU! maka janganlah kita menjadi sok kenal, sok dekat dengan Tuhan. Orang ini tidak pernah dipilih oleh Tuhan, di mulutnya saja ia memangil nama Tuhan, padahal ia Kristen palsu. Sejak semula TUHAN SUDAH TIDAK MENGENAL DIA, sejak semula NAMANYA TIDAK ADA DI DALAM KITAB KEHIDUPAN! Jadi dengan freewill ia menolak atau menerima, semuanya itu HANYALAH SEBUAH KEPALSUAN.
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." 10:39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
Firman ini bersifat CONDITIONAL, dan keberadaan dari KONDISI itu juga telah serta merta DIPATAHKAN EXISTENSINYA oleh Tuhan pada ayat ke-39. Artinya apa? sudah bisa dijawab.

mas bro Sauvignon,

biar tidak salah paham, saya menggunakan argumen dari Alkitab.
tetapi my bro menggunakan argumen dari Sarapan Pagi :slight_smile:

ora opo-opo …
kayaknya argumen saya tidak dibaca ya my bro …

Di Kitab Yesaya Tuhan berkata “SEMUA BANGSA” dan pada masa nabi Yesaya, TUHAN ALLAH hanya berelasi spesifik dengan Bangsa Israel. Apakah itu berarti ada yang kontradiksi? tentu saja tidak, jika kita berpikir Nabi Yesaya sedang menyampaikan nubuatan. Tetapi FAKTA bahwa TUHAN MEMILIH ISRAEL dan tidak berelasi spesifik / menyelamatkan bangsa Babel, bangsa Mesir, dll semua itu mengindikasikan bahwa kata SEMUA sebagaimana dimaksud oleh nabi Yesaya PASTI AKAN TERWUJUD DI SUATU MASA DI MASA DEPAN.

Dan setelah masa depan terjadi dengan datangnya TUHAN YESUS, dan melalui pekabaran Injil Rasul Paulus sebagai Rasul bagi Bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka Nubuat Yesaya tergenapi.

Bangsa-bangsa disini BISA DILIHAT SEBAGAI “LIST OF NATION”, dan tidak dapat dipaksakan sebagai “semua orang”, karena memang faktanya dari setiap bangsa itu ADA ORANG KRISTEN, dan bukan “SEMUA BANGSA ADALAH KRISTEN” :slight_smile:

Jadi kutipan Sarapan Pagi hanya sekenanya aja berbicara “demi doktrin …” padahal ia sendiri tidak menyanggah argumen seperti ini. Jadi jika begini cara berdiskusi, setidaknya kita tahu bahwa sebenarnya bukan diskusi yang terjadi tetapi “presentasi ide masing2” secara bersamaan dan tidak ada titik temu :slight_smile:

** tulisan anda yg saya bold merah… tau dari mana org tsb tidak di pilih Tuhan fren… :mad0261:
apakah seseorg yg bernubuat, mengusir setan dan membuat mujijat demi nama Yesus bukan org yg terpilih… :’(

** tulisan anda yg saya bold biru… standard seseorg tertulis di kitab kehidupan syaratnya apa aja fren.. :coolsmiley:

Lukas 10:20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

budi memiliki 2 orang anak

anak yang pertama, budi sangat perhatikan. Ketika anak pertama tidak mau makan, maka budi menggiring anak pertama untuk makan.

bagaimanakah dengan anak ke dua ???

budi membenci anak kedua itu sejak sebelum anak itu lahir.

ketika anak kedua sakit, budi tak mau merawtnya
ketika anak kedua tidak mau makan, budi tak mau menggiring anak itu untuk makan
ketika anak kedua deman, budi tak mau perdulipadanya
ketika anak kedua jatuh, budi membuangmuka terhadap anak ke dua
ketika anak kedua menangis, budi mengusirnya dari rumah

inilah predestinasi only

itulah maha kasih versi predestinasi only

predestinasi only adalah ajaran buatan manusia, bukan ajaran alkitab.

biasanya, kaum predsedtinasi only akan langsung mengeluarkan jurus berkelit : “Apakah Tuhan berhutang budi pada manusia, shg Tuhan harus menyelamatkan manusia ?”

kalau begitu, saya balik bertanya pada kalian

“HAI ayah ayah, apakah kalian para ayah, berhutang budi kepada anak anakmu, sehingga engkau mengulurkan tanganmu, ketika anakmu sakit, ketika anakmu jatuh, ketika anakmu terluka ???”

jawab itu dengan hati nuranimu.

ia, itu ajaran “predestinasi only tentang anak bernama budi” buatanmu sista …hehehe :slight_smile:

kau nyebut budi, kau definisikan sendiri, kau sebut sendiri nama ajaranmu itu “predestinasi only” … selamat ya. saya bahkan tidak mau menyanggahnya :slight_smile:

bro don, sangat jelas Tuhan bersabda “AKU TIDAK MENGENAL KAMU!!!” … apa sabda ini sulit dimengerti ???

jadi kau dapat berpura-pura sampai linglung mengira dirimu dengan freewill mu dapat memilih Tuhan atau berpura-pura hebat dapat menolak Dia, padahal kau tidak pernah sedikitpun bertanya APA TUHAN SUDAH MEMILIH ANDA, APA TUHAN SUDAH MENGENAL ANDA ???

Kristen palsu adalah orang-orang yang mengira ia Kristen padahal mereka adalah para penipu terhadap diri mereka sendiri, dan kepada orang lain [sedangkan Tuhan tidak dapat mereka tipu]

bro don, orang-orang yang bernubuat demi nama Tuhan, dan membuat mujizat demi nama Tuhan, bahkan TUHAN dengan tegas berkata mereka adalah penipu !!!

justru disinilah seharusnya manusia-manusia dapat belajar bahwa FREEWILL MANUSIA DAPAT BERBUAT APA SAJA, TERMASUK “PRETENDING TO BE A MAN OF FAITHFUL” padahal mereka adalah “MAN OF SINFUL”

Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. 11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. 11:15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

ini adalah wujud hati seorang yang mengaku memiliki kasih, sengaja memberikan kesan bahwa ia mengasihi anak-anak, mengasihi orang lain, dan mencoba membawa pembacanya agar memikirkan ALLAH sebagai TUHAN MAHA KASIH…

oke, jujur saja sis, itu berhasil, karena TUHAN ALLAH JAUH LEBIH DARI ITU …

tetapi jangan menjadi naif, bahwa dengan pikiran KASIH itu, lalu HAL KEADILAN LALU HILANG …

Padahal, sebelum berbicara kasih, ALLAH mulai dari KONTEKS KEADILAN/HUKUM …

Itulah sebabnya Kitab Perjanjian Lama penuh dengan tindakan atau potret TUHAN ALLAH yang “keras” ALLAH yang selalu menegakkan HUKUM …

Jika membaca bagaimana TUHAN ALLAh memerintahkan untuk membasmi bangsa yang dilewati rombongan Exodus Israel, apakah “pikiran kasih” di benakmu itu LANGSUNG MENUDUH ALLAH ???

Salah besar !

Pikiran demikian TIDAK MENCERMINKAN KEHENDAK ALLAH …

Kitab Perjanjian Lama bersifat memberikan gambaran ALLAH MAHAKUASA, MAHA ADIL DENGAN HUKUMNYA YANG KUDUS … !

IA ALLAH yang sangat menggentarkan siapa saja, ALLAH yang digambarkan MENGHUKUM !!!

Apakah lalu gambaran KEADILAN HUKUM ini merupakan “buatan pikiran manusia”? … Salah ! Itu Gambaran Alkitab tentang ALLAH.

Orang2 yang “mengidolakan freewill” seharusnya belajar menerima ALLAH YANG MENGHUKUM agar menjadi kapok dengan pikiran mereka yang mengagung-agungkan potensi manusia itu … padahal di HADAPAN HUKUM ALLAH YANG KUDUS, potensi freewill manusia itu tak lebih dari kain lap kotor dan jorok, dimana api sudah siap baginya.

[quote=Yesaya 64:5-6]Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka, sebab kami berdosa; terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala.
64:6. Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. [/color]

HANYA MANUSIA YANG SANGGUP MENGAKU DIRINYA NAJIS YANG SANGGUP MELIHAT ALLAH ITU KASIH !

selebihnya adalah para penuntut-penuntut hak !

penjelasan yg bagus fren… :afro:

kita semua tahu bahwa Musa di pakai Allah secara luar biasa, setuju fren… :happy0062:
apakah Musa tidak masuk Tanah Kanaan krn predestinasi Tuhan, atau krn kesalahan free will Musa… ? :coolsmiley:
silahkan jawaban anda yg singkat dan jelas fren… :char11:

ketika bro don dihukum Tuhan karena melakukan sebuah dosa, maka HUKUMAN TUHAN tersebut akibat dosamu.

ketika Musa karena sangat kesal, marah kepada bangsa Israel, lalu dengan marah ia memukulkan tongkat pada tebing batu, dan keluarlah air … semua itu dilakukannya dengan emosi, dan lupa pada hikmat Tuhan yang ada padanya.

Jika TUHAN berkenan menghukum kita karena kesalahan kita, maka kita harus bersyukur bahwa TUHAN TIDAK MEMBINASAKAN kita. Tetapi satu hal yang pasti, Musa hanya memandang tanah perjanjian dengan rindu, kaki tuanya tidak dapat menjejak tanah itu,melainkan muridnya Yosua. Tetapi satu kepastian yang tidak dapat disangkal adalah bahwa Musa ADA BERSAMA Elia ketika Tuhan Yesus menjumpai mereka. Musa telah mendapat ANUGERAH lebih dari tanah perjanjian Kanaan, yaitu SORGA KEKAL :slight_smile:

dengan kebebasan manusianya Musa terpeleset, tetapi KASIH ANUGERAH ALLAH PADA MUSA telah membuktikan ia berada di SURGA.

itulah yang harusnya kita imani bro don, kita anak-anak TUHAN ini di dalam kelemahan kehendak bebas kita pasti akan terpeleset, tetapi meski di dunia fana ini TUHAN memberikan kita hukuman, tetapi KASIH ANUGERAH KESELAMATAN menjadi pegangan yang kuat, bahwa kelak kita akan bertemu dengan Musa di SORGA MULIA :slight_smile:

apa jawabannya kepanjangan ? :slight_smile:

menurut saya sih krn free will Musa yg tidak percaya, dan melanggar kekudusan Tuhan… kan ada ayatnya tuh fren… :char11:

Bilangan 20:12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."

jadi sdh sangat jelas sekali, bahwa itu semua krn free will Musa… :happy0062:
ternyata free will Musa, bisa melawan kehendak Tuhan juga tuh fren.. :ashamed0004:

silahkan anda perhatikan ayat di bawah ini fren… :happy0062:

Yohanes 1:11-12 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.(free will) Tetapi semua orang yang menerima-Nya (free will) diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya (free will) dalam nama-Nya;

Hallo Sist, sorry saya ga punya banyak kesempatan beberapa waktu terakhir. Jadi baru buka udah jauuuuh tertinggal. But it’s ok, let’s me participate in this topic karena menurut saya ini penting untuk dishare dengan temen-temen sekalian, syukur2 bisa dijadiin bahan diskusi dan di crosscheck dengan Pastor / Pendeta masing-masing yg mungkin mereka bisa menambahkan secara lebih luas dan menjadi berkat buat sesama murid Kristus.

Pertama: Apa itu “dosa asal”…??

Dosa asal adalah suatu benih dosa yang tertanam di dalam diri manusia sebagai keturunan Adam. Dosa asal menyebabkan manusia sejak di dalam kandungan sudah tidak bersifat netral, tetapi memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Kecenderungan ini akan menjadi matang di dalam pertumbuhan manusia tersebut.
Mazmur 51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Kedua: Apa definisi kata dosa…??
Kalau kita ingat, manusia telah menyalahgunakan kebebasannya dan telah melawan Firman Tuhan untuk tidak memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Manusia lebih memilih taat kepada tipuan ular yang membujuknya untuk mau menjadi seperti Allah, celik matanya untuk melihat dosa, dan akhirnya membawa kepada kematiannya. Inilah “kejatuhan”, disini “kejatuhan” merupakan istilah khusus yang merepresentasikan peristiwa besar, yaitu jatuhnya Adam dan Hawa kedalam dosa, yang berdampak kepada seluruh umat manusia.

Jadi dosa secara esensial berarti pelanggaran terhadap kehendak dan Firman Allah. Dosa juga bisa dimengerti sebagai:

  1. tidak tepatnya sasaran yang harus kita capai (Roma 3:20 Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa).

  2. Perbuatan kejahatan atau amoral. (Roma 5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
    5:12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?
    5:13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.)

  3. tidak melakukan apa yang seharusnya kita lakukan secara positif (Yakobus 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.)

Ketiga: apa perbedaan dosa dan dosa asal…??
Dosa asal tidak menjadikan manusia dihakimi, karena Allah tidak menghakimi manusia dan membuang manusia ke neraka berdasarkan dosa asal, sampai nantinya dosa ini sudah matang dan menjadi perbuatan dosa yang dia lakukan sendiri (Roma 1:18-32).

setuju bro don,

penjelasan saya cukup jelas, bahwa Musa dihukum karena MARAH, tetapi satu yang bro don tidak tangkap dalam penjelasan sebelumnya. Meski kehendak bebasnya Musa yaitu kemarahannya menghasilkan hukuman TUHAN di bumi ini [catat: DI BUMI INI] tetapi ANUGERAH KEHIDUPAN KEKAL TETAP ADA PADA MUSA.

Itu yang hendak saya tekankan. Justru kisah Musa ini menegaskan kembali bahwa ORANG-ORANG PILIHAN TUHAN bisa saja berbuat dosa, karena mereka hidup di dalam tubuh dan hati yang sudah tercemar dosa, tetapi SATU HAL PASTI adalah bahwa TUHAN MEREKA JAUH LEBIH KASIH, MELAMPAUI KELEMAHAN KEBERDOSAAN MEREKA.

7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, 7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. 7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? 7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Manusia Kristen masih hidup di dalam suasana tubuhnya dan lingkungannya yang ter expose kepada dosa, tetapi KASIH ANUGERAH KESELAMATAN OLEH TUHAN YESUS di dalam hati dan jiwa mereka BEGITU KUAT DAN DAHSYATNYA sehingga sanggup menjadi JAMINAN KEHIDUPAN KEKAL … :slight_smile: