Fungsi Gereja

Shallom saudara-saudari terkasih. Hanya sekedar curhat saja. Saya harap mari tanggapan kita yang sudah sama-sama lama melayani bisa dengan kepala dingin dan terbuka. Terima kasih

Jujur berapa waktu ini saya sedang mengalami kekecewaan yg amat sangat sama gereja. Susah kalo cuma bisa bilang “lihat Tuhan saja”. Wong yang kita hadapin ya manusia juga.

Saya ga bilang saya sudah benar, ga merasa diri udah perfect juga ngga sama sekali ngga. Disini saya cuma mempertanyakan apa sih fungsi kita? Apa sih fungsi gereja? Semua terlalu kemana2.

Bayangkan. Di daerah tempat saya tinggal nanti (saya tinggal di sebuah daerah di Jakarta Barat) dalam radius 5km ke depan nya akan ada 6 gereja di bwh sebuah sinode yang sama. Semua selalu ngomong masalah jangkau jiwa tapi dalamnya ga lebih dari persaingan adu banyak2an jemaat dan income. Bila perlu rebut2in jemaat gereja tetangga kita. Apa ini yg lagi gereja besar Indonesia jalankan? Yg lagi gereja di kota besar jalankan??

Semakin melihat dan terlibat di dalam. Semakin saya melihat…apa iya kita masih bergantung sama Tuhan? Apa iya kita cuma peduli apa kata Tuhan? Apa iya kita bukan sedang sungkan sama donatur-donatur besar gereja kita?

Bahkan ada satu org yg sangat dekat dengan gembala saya. Senior lah Bapak ini, dan dia ngmng dr mulutnya sendiri “ni lho usahaku tuh ini…pabrik ini milik saya…tapi jgn cerita2 Bapak Gembala ya, biarlah aku dikenal org biasa aja dengan ekonomi yang cukup saja, supaya aku ga diminta2i sumbangan dan disuru nabur untuk acara2”. Bukan pelit lho orang ini, si Bapak ini dikenal murah hati dan baik hati nya sejak beliau muda. Tapi disini beliau melihat bahwa sudah “too much”

Seperti itukah image gereja even di mata pengerja nya sendiri?

Lalu fungsi kita tuh apa sih sbnrnya? Fungsi kita melayani untuk apa? Untuk apa acara2…event2 yg kt buat? Apa iya untuk Tuhan? Atau untuk rebut2in jemaat tetangga dengan bikin acara yg “ok punya”? Is it for His glory or it is just a mere “show time”?

Saya ga sampe hilang cinta sama Tuhan. Tapi saya jd kehilangan motivasi untuk melayani di gereja.

Dapat untung ngga, ilang waktu dan materi iya, lalu menuai makian.

Sekian dulu kiranya dari saya, mohon maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung. Saya hanya sedang berusaha terbuka. Thank you and God Bless.

Begitulah @dharma itu memang reealitanya dalam dunia gereja ada berbagai macam warna dan rasa dari setiap gereja, sedikit banyak mengalami ketidaksempurnaan itu. Sebaiknya jika kita ingin kehidupan kerohanian kita diberkati, alangkah baiknya untuk merubah hidup kita sendiri seturut kehendak Tuhan, hal ini lebih efektif loh untuk akhirnya merubah situasi di luar kita. Jadi diri kita dulu dibenahin, pandang saja pada Yesus bukan manusia. Dimana-mana mas bro yang tidak beres jika mau dicari or diadain, pasti ada. Namun untuk menjadi mulia inilah yang sulit, kita harus berani bayar harga.

Saya dulu sempat kok kepikiran kayak mas bro, rasa tdk ikhlas di hati bila ada yang tidak beres di suatu gereja atau dimanapun, tapi itu mental kanak-kanak rohani. Bagi kita yang dewasa rohani, bukan itu yang jd fokus hidup atau mendominasi di pikiran kita. Tapi kita prioritas apa yang nyenengin hati Tuhan dan mana yang tidak, kita tdk akan berkutat untuk mencari pembenaran dan akhirya tanpa sadar men-judge bahkan banyak yang pahit hati. Saya sudah lewati fase-fase diatas tsb.

Skrg sih jika saya menemui hal yang tdk sesuai di dalam seluruh aspek hidup yang saya jalanin, saya banyak berdoa cerita ke Tuhan mohon pencerahan agar hati dan pikiran saya tdk tercemar dg berbagai kelakuan manusia di zaman skrg ini.

Jadi catet mas bro point penting inu: bagaimana masing-masing kita menjaga hati dan pikiran kita tidak tercemar dengan kondisi2 di luar sana yang bisa bikin pahit hati.

Ingat jangan kondisi tsb menghambat pertumbuhan kerohanian kita, di tuntut kedewasaan kerohanian kita dalam bersikap, berpikir bahkan bertutur kata agar hidup kita sendiri tidak menjadi batu sandungan dalam pertumbuhan iman kita dan juga bagi sesama.

Tuhan Yesus Berkati

Ya beginilah mas, situasi gereja zaman sekarang yang mana ragi dunia sudah masuk kedalamnya, yang salah satunya terlalu disibukkan dengan berbagai macam kegiatan/program-program yang direncanakan yang dibungkus bersifat rohani…Tetapi gereja lupa akan hal pemuridan, memberi makanan rohani/firman Allah kepada jemaat-jemaatnya selain hari minggu, tidak tegas akan dosa-dosa jemaat supaya jemaat dapat bertobat, dan lain sebagainya…Mungkin bukan mas, satu-satunya yang mengalami itu tetapi pasti banyak dari saudara-saudara kita yang lain…Namun hal yang terpenting, jangan sampai hal yang mas alami menganggu hubungan mas dengan sesama saudara-saudara di gereja terlebih lagi hubungan dengan ALLAH…Kembalikan saja ke pribadi kita sebagai gereja ALLAH/ bait ALLAH yang selalu berdoa syafat kepada ALLAH dengan mengucap syukur, menjaga hidup kita selalu kudus di mata ALLAH, dan lain sebagainya…
Saran saya, kalau pun mas merasa pelayanan di gereja sekarang cukup terbebani, carilah pelayanan yang dimana tidak banyak orang mau terlibat atau dipandang sebelah mata…Mungkin dari situ akan terlihat pertolongan ALLAH dan kita akan menjadi tau siapa diri kita sebenarnya…Dan biarlah kesempurnaan itu, ALLAH yang menilai dan kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin…Apabila, ada yang merasa kurang sempurna katakanlah dengan rendah hati : maaf atau oh iya, saya akan lakukan lagi…

Mungkin ini saja, pendapat dan saran saya…Semoga berkenan bagi saudara…Terima kasih

hmmm… memprihatinkan memang. :’( tapi, biarlah Tuhan Yesus yang menghakimi. Tokh, yang tahu motivasi aslinya khan Tuhan ? So, gimana tuh ? Tetaplah fokus melayani, jangan kepaitan sama Tuhan Yesus ya…

Dari buah2nyalah kita mengenal pohonnya,
tdk usah terpengaruh oleh tindakan segelintir org
btw, melayani itu bukan digereja lho tempatnya, tapi di market place mulai dari keluarga
Biarkan Tuhan yg menampi setiap org yg mengaku sbg anak2-Nya

Yaach itulah memang yang banyak terjadi pada kenyataannya pada sebagian gereja-Nya, tetapi bukan maksudnya terjadi pada seluruh gereja-Nya juga lhoo… :happy0062:

Sebenarnya yang saya tau bahwa Tugas yang seharusnya di emban oleh Gereja adalah “MEMBAWA UMAT KEMBALI KEPADA RENCANA ALLAH YANG SESUNGGUHNYA” yang sudah Allah kerjakan sejak dunia ini di ciptakan, dan mengajarkan Umat apa yang sesungguhnya menjadi "KEHENDAK TUHAN"dalam setiap kehidupan anak -anak-Nya.

Heeummh… :rolleye0014: Maka sebaiknya, Jika kita melihat Gereja atau orang lain yang “MUNGKIN” sudah menyeleweng dari Kehendak Allah yang sesungguhnya itu, Mengapa tidak kita mulai dari diri kita saja dahulu untuk kembali masuk dalam Rencana-Nya …,sambil kita terus mendoakan mereka… :slight_smile:

Salam…

Sudah terlalu banyak hamba-hamba Tuhan dan atau pelayan-pelayan gereja mengalami ini, termasuk ane. Tapi ketahuilah bahwa, memang betul melayani tanpa motivasi itu tidak enak tetapi lebih tidak enak lagi punya motivasi tanpa melayani. Ini pengalaman pribadi ane. Sungguh. No tipu-tipu. Justru ketika ane tidak melayani lagi, ane mendapati bahwa ane semakin lama semakin jauh dari Tuhan. Pelayanan ane? Hanya menjadi operator lcd, usher dan kolektan. Tidak lebih dari itu.

Kehilangan motivasi? Cari dan temukan motivasi itu kembali. Carilah di antara jemaat (kaum awam), carilah di dalam dan luar gereja, juga di forum ini. Pada akhirnya, tetaplah dan teruslah melayani. Siapa pun bisa melayani dalam situasi yg nyaman tetapi tidak untuk situasi yg penuh tekanan.