Gagasan Lama PI Pribadi PB

Terinspirasi:

  • Ada yg tahu ttg gagasan lama Penginjilan Pribadi menurut catatan PB: keempat Injil, Kisah Rasul+surat2 kiriman?
  • Disebut gagasan lama karena memang sudah lama sekali tercatat di PB?
Yohanes 1:41-42 41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." 42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19:10).
Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia (Matius 4:19).
Yohanes 4:1-45 (dialog di sekitar sumur Yakub).

Ada pendapat+memulainya?

[b]Penginjilan Pribadi[/b]

Membangun Hubungan Dengan Orang Yang Akan Diinjili
Injil Yohanes mencatat bahwa Andreas berhasil membawa saudaranya kepada Tuhan Yesus. Keberhasilan ini dapat disebut sebagai Penginjilan Pribadi yang sangat efektif. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: Kami telah menemukan Mesias, yang artinya Kristus (Yoh 1:41).
Dari contoh Andreas ini, kita dapat belajar tentang seorang yang sudah mengenal Tuhan Yesus mempunyai panggilan untuk mencari orang lain yang terhilang, dimulai dari lingkungan saudaranya. Andreas mempunyai hubungan dengan orang yang akan dibawanya kepada Tuhan Yesus. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:10).
Pelayanan Penginjilan Pribadi yang paling efektif didasarkan pada hubungan pribadi perseorangan. Rahasia dari perkataan Andreas, “… kami telah menemukan” adalah pencarian seseorang akan kepuasan yang telah dipenuhi di dalam pengenalannya kepada Tuhan Yesus Kristus. Penginjilan secara pribadi adalah membagikan pengalaman keselamatan pribadi di dalam Tuhan Yesus kepada orang lain. “ia (Andreas) membawanya (Simon) kepada Tuhan Yesus” (Yoh 1:42).
Bagaimanakah hal ini dapat dilaksanakan? Tuhan Yesus memberikan jawaban-Nya. Ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia (Mat 4:19). Kasih kepada Tuhan Yesus akan menghasilkan kasih kepada sesama manusia.
Penguasaan cara membangun hubungan dengan sebanyak mungkin orang akan memberikan banyak peluang untuk Penginjilan Pribadi. Di antaranya, sebelum orang itu diinjili maka syarat utamanya adalah mengenal keberadaan orang yang bersangkutan selengkap mungkin. Peluang yang dapat dimanfaatkan melalui lingkungan keluarga, teman/sahabat, atau melalui perantaraan orang dan keluarga-keluarga yang sudah dikenal.

Pembicaraan Sesuai Dengan Situasi Dan Kondisi
Pelayanan Penginjilan Pribadi dapat dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi setempat. Yohanes 4:6-15 memberikan pedoman kepada kita tentang tempat penginjilan itu di pinggir sumur Yakub dan waktunya siang hari/kira-kira pukul dua belas. Pembicaraannya diawali dengan apa yang sedang dialami saat itu “menimba air”. Air dibutuhkan oleh perempuan Samaria itu. Dialog Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria ini dapat menjadi pedoman Pelayanan Penginjilan Pribadi:

  • Memanfaatkan apa yang sedang terjadi/data sekarang sebagai bahan pembicaraan untuk penginjilan: air minum untuk diarahkan kepada air hidup.
  • Lokasi/tempat Penginjilan: ada respon dari orang yang dijumpai. Hindari tempat tertutup, khususnya untuk penginjilan lawan jenis.
  • Suasana: tenang.
  • Hasilnya: petobat baru memberikan kesaksian kepada orang lain.