GAMBAR DIRI sebagai anak Tuhan .

Gambar diri adalah cermin kepribadian seseorang , sebagai anak Tuhan , Gambar diri yang dipulihkan adalah ; Seperti manusia pertama Adam dan Hawa , memiliki “ Batin ( spirite ) “ yang sehat ! Yang dimaksud adalah bisa berhubungan dengan Tuhan pencipta dengan baik dan “ Hati “ yang sehat penuh kasih , hormat , taat , percaya dan berharap hanya kepada Tuhan saja ,

Gambar diri yang telah dipulihkan bisa dilihat dari suka cita , damai sejahtera dan kebenaran hidupnya . Sebab manusia setelah jatuh dalam dosa Gambar dirinya menjadi rusak ! Contoh ;

  1. Takut gagal , maka berusaha mengejar sukses hidup dengan cara apapun , mengasihi diri sendiri , tidak berani melangkah untuk mengambil resiko , ragu-ragu bertindak .

  2. Takut tertolak , ketagihan hidup menyenangkan hati orang lain agar dirinya dihargai , dipuji , diterima , takut kesepian , takut dikritik , rasa tidak aman , mudah tersinggung .

  3. Takut dihukum , selalu merasa tertuduh setiap bertindak , mudah terintimidasi , takut berbuat sesuatu , memusuhi lingkungan / komunitasnya , sulit masuk hadirat-Nya .

  4. Terikat kebiasaan buruk / dosa , rasa malu karena dosa yang tidak mau dilepaskan , minder , mudah putus asa , jaga image dalam komunitasnya agar dihargai orang lain .

Pemulihan gambar diri yang sehat adalah sesuai dengan citra / gambar diri dari “ Yesus Kristus “ yang bisa kita lihat sebagai berikut ;

> Memiliki Kepribadian , tidak ketagihan akan kesuksesan hidup !
> Tidak mencari perkenan manusia, tetapi perkenan Bapa !
> Tidak merasa tertuduh dalam setiap keputusan , percaya langkah hidupnya benar !
> Tidak berpura-pura dalam segala perkataan-Nya , ( memiliki integritas ) luar dan dalam sama !

Kalau unsur-unsur itu tidak ada itu menunjukkan gambar dirinya masih rusak belum dipulihkan . Langkah hidup mengalami “ Pemulihan Gambar diri “ belajar lewat ,

[center]Mazmur 26 : 1 - 2 , Melalui kebenaran Firman Tuhan ini kita bisa belajar dari Daud bagaimana perjalanan kehidupan yang sesuai dengan panggilan-Nya , sehingga “ Gambar diri sebagai anak Tuhan nampak !”

Daud sudah diurapi untuk menjadi Raja Israel , tetapi belum juga menjadi Raja , Daud harus melalui proses dulu ( dikejar-kejar Saul ) agar saat menjadi Raja siap gambar dirinya ! Kita sebagai umat Tuhan walau sudah menjadi anak Tuhan tidak langsung GAMBAR DIRINYA langsung terbentuk, tetapi lewat proses ketaatan “ Kebenaran Firman “ barulah gambar diri terbentuk !

• Daud berseru ( berdoa ) mohon dipulihkan / transformasi hidupnya sampai Tuhan menyatakan “ Keadilan “ ( menggenapi janjiNya ) ini mengajarkan langkah mengalami pemulihan gambar diri , Ada kerinduan lebih dulu setelah itu berdoa dengan sungguh-sungguh agar Tuhan menggenapi janji-Nya / memulihkan hidupnya , mungkin sedang susah , bermasalah , mengalami kehidupan yang statis ( stagnant ) tidak ada kemajuan dalam semua area hidupnya .

• Setelah berdoa Tuhan akan memberi petunjuk ( lewat FirmanNya ) langkah-langkah hidup apa yang harus dilakukan untuk mengalami “ Pemulihan gambar diri “

Tanpa kerinduan Tidak akan ada campur tangan Tuhan karena “ Puas diri / merasa nyaman “ ( comfort zone ) kondisi seperti itu bisa mendatangkan pencobaan hidup lebih besar sebab Tuhan tidak mau umat yang dipanggil untuk rencana-Nya yang besar terhenti karena umat-Nya puas diri tidak mau bergerak lebih jauh lagi , Sarana menuju panggilan yang luar biasa lewat berseru / berdoa dan taat FirmanNya ! sampai mengalami pemulihan gambar diri seutuhnya sesuai dengan kehendak Tuhan !

Daud mohon petunjuk Tuhan karena ; Hidupnya tulus , percaya dan tidak ragu-ragu akan janji-janji dan rencana-Nya yang luar bisa , karena percaya janji-Nya luar biasa , Daud berseru agar Janji-janji-Nya dinyatakan dalam hidupnya .

Bersambung …


Daud mengatasi keadaan dalam hidupnya dengan benar yaitu tidak marah kepada Tuhan , Bandingkan dengan Asaf saat mengalami masalah dalam perjalanan hidupnya ia mengatakan ,

Mazmur 73 : 13-14 , “ Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih , dan membasuh tanganku , tanda tak bersalah . Namun sepanjang hari aku kena tulah , dan kena hukum setiap pagi . “ Asaf baru menyadari perjalanan hidupnya yang benar bukan dengan kemarahan dan iri hati setelah ia bersekutu lebih dalam dengan Tuhan . ( ayat 17 )

Daud berkata “ Ujilah aku , ya Tuhan , dan cobalah aku ; selidikilah batinku dan hatiku .“ Sikap ini menunjukkan bagaimana seseorang bisa mengalami “ Pemulihan gambar diri sebagai anak Tuhan “ yaitu ;

a. Minta dengan tulus agar Tuhan mau mengoreksi hidupnya ,dianalisa apakah sudah berkenan ( hidup dijalur-Nya ) atau belum , ini berbicara Daud menyadari hidupnya masih belum sempurna , tidak mau puas diri / merasa nyaman dengan kondisinya saat ini . ( Comfort zone )

b. Menyadari wilayah batin dan hati merupakan wilayah yang paling penting untuk diselidiki sebab batin dan hati merupakan tempat seseorang menyembunyikan gambar dirinya ! ( orang lain bahkan mungkin dirinya sendiri tidak mau mengingat dosanya )

Cara inilah yang menghasilkan petunjuk dari Tuhan , bagaimana gambar diri bisa dipulihkan yaitu memohon dengan “ Kerendahan hati agar Tuhan “menyelidiki “ Batin dan hatinya “

Sebab yang Tuhan lihat bukan hanya hal-hal yang lahiriah saja tetapi hatinya , ( Yes 29 : 13 ) itulah sebabnya Tuhan mengatakan dalam Lukas 18 : 9 – 14 , Pemungut cukai dibenarkan dan mendapat anugrah Allah , sedang orang Parisi tidak !

[i][b]• Orang Parisi puas diri merasa cukup dan benar dalam kehidupannya menunjukkan juga bahwa ia sombong rohani merasa sudah lebih dari orang lain .

• Pemungut cukai menyadari dan koreksi akan kekurangan dan kelemahan dalam kehidupannya , menghasilkan seorang yang rendah hati dan mau dikoreksi .[/b]
[/i]
Melalui kisah orang parisi dan pemungut cukai ,

kita melihat seharusnya Gereja ( Hamba Tuhan pemimpin , pelayan dan Jemaat ) bukan menjadi persekutuan orang Parisi yang buta mata rohaninya , puas diri merasa dirinya sudah benar , sebaliknya kalau Gereja diisi dengan orang yang dirinya seperti Pemungut cukai masih banyak kekurangan , kelemahan , merasa tidak layak , Gereja menjadi persekutuan orang yang merendahkan diri dihadapan Tuhan , Maka Gereja akan mengalami tuntunan , bimbingan dan akhirnya berkat Tuhan .

Nilai ( Values )
Patokan nilai yang merupakan gambar diri sebagai anak Tuhan adalah seberapa nyata Karakter Tuhan Yesus nampak dalam hidupnya salah satu karakter dari Tuhan Yesus apakah sudah ada dalam hidup kita bisa kita lihat lewat , Filipi 2 : 4 – 11 .

Taat ( Obedience )
Nilai hidup yang bisa kita pelajari lewat pembacaan tersebut adalah “ Taat sampai mati “ kepada Allah Bapa bukan hanya sesaat atau kadang taat kadang tidak , tetapi ketaatan-Nya dimulai dari awal saat KelahiranNya dikandang binatang yang hina sampai mati diatas kayu salib , Ketaatan-Nya bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana , tetapi melalui perjuangan dengan cara “ mengosongkan diriNya “ ( Yunani Kenoun artinya melayani habis-habisan ) dari awal sampai akhir pelayanan-Nya Yesus tetap Taat secara konsisten !

Pemahaman ini menolong kita untuk mengetahui bagaimana seseorang menghambakan diri yaitu dengan taat hidup menurut kehendak Allah , tujuan hidupnya adalah menyenangkan hati Allah maka hidupnya akan jadi berkat bagi banyak orang yang kita layani !

Bersambung …


Hamba ( Servant / doulos )
Pertanyaan selanjutnya adalah Kristus menjadi hamba siapa ? Hamba Allah , melayani kehendak Allah atau hamba manusia melayani kehendak manusia ?
[b]
[[center]i]Jawabannya adalah Yesus melayani kehendak Allah sepenuhnya , akibat taat kepada Tuhan barulah taat melakukan perintah-Nya ! Alkitab membuktikan hal ini dalam banyak ayat-ayat menuliskan bahwa seluruh hidupNya hanya untuk melayani “ kehendak Allah “ lebih dulu ! Yoh 4 : 34 / 8 : 29 . Baru kemudian bisa dilihat dengan taat mengikuti kehendak Allah Bapa untuk menyelamatkan ( melayani ) manusia .

Dalam hal ini kita harus tahu Tuhan Yesus tidak terjebak melayani semua kemauan , keinginan dan idealisme manusia sehingga bisa mengatur kehendak dalam hidupNya ., yaitu menyenangkan hati Bapa lebih dari manusia ! ( Markus 1 : 35-38 )

Ketaatan didalam batin dan hati menghasilkan seorang yang suka melayani

1 Yohanes 3 : 16
Kebenaran ini menjelaskan kepada kita bagaimana seharusnya menjalani hidup ini apakah cukup asal kita mendapat keselamataan dan puas diri tanpa memikirkan orang lain yang belum diselamatkan , yaitu dengan rela menyerahkan nyawa bagi saudara-saudara yang lain , dalam bentuk melayani dan membawa mereka untuk mengenal Tuhan dengan sehat dan benar .

1 Yohanes 4 : 20
Firman Tuhan ini menjelaskan apabila kita mengatakan bahwa “ aku mengasihi Allah “ , tetapi disisi lain tidak peduli kepada sesame manusia yang kelihatan , Alkitab mengatakan ia adalah pendusta , karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan , tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan !

1 Korintus 9 : 19 .
Kita bisa belajar dari Rasul Paulus yang mengatakan “ Sesungguhnya aku bebas terhadap semua orang , aku menjadikan diriku hamba dari semua orang , supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang . “ karena Rasul Paulus hidup dalam ketaatan kepada Tuhan maka hasilnya adalah pandangan hidupnya jadi berubah , hidup tidak untuk diri sendiri tetapi jadi berkat bagi banyak orang yang belum diselamatkan .

Tetapi kita perlu mewaspadai hal-hal berikut ini supaya jangan salah tafsir dalam melayani Allah dengan sepenuh hati dan melayani sesama Yaitu :

• Melayani Allah bisa disalah tafsirkan dengan hidup mengisolir diri / bertapa dan waktu hidupnya hanya membaca Alkitab , berdoa , berpuasa , dan menyembah Tuhan , dengan maksud menyenangkan hati Allah , dan berpikir yang penting antara aku dan Tuhan saja , tetapi disisi lain mengabaikan tugas melayani sesama , jelas paham ini salah hanya tahu sebagian tetapi tidak tahu kehendak Allah sepenuhnya .

• Melayani sesama bisa juga disalah tafsirkan dengan memuaskan kehendak manusia , untuk menyenangkan hati manusia , sehingga kehendak dan selera orang - orang dijadikan tujuan , dan mendahulukan kepentingan orang-orang melebihi kepentingan diri sendiri , kepentingan keluarga akibatnya pelayanan bukan hasil ketaatan terhadap kehendak Allah , melainkan diperalat , dieksploitasi , diperbudak , dipermainkan , dan didikte orang lain , pelayanan yang benar seimbang , bijaksana dan sesuai kehendak Allah !

Oleh sebab itu pengertian melayani Allah dan sesama harus seturut kehendak Allah ! untuk Tahu kehendak Allah maka kita harus terus meningkatkan hubungan dengan Tuhan . Sebab ada akibat dari ketidak taatan secara total , banyak orang tidak selamat dan mati dalam dosanya karena kita sebagai sebagai anak-Nya tidak pernah memberitakan injil kepada mereka .
Pelayanan pasti membutuhkan pengorbanan waktu , tenaga , pikiran perhatian, uang, juga korban perasaan . Berbicara akan hal ini ada contoh dalam Lukas 10 : 25 – 37 :

Bersambung …


• Melalui perumpamaan tentang orang Samaria yang menolong sesama berdasarkan “ hukum yang kedua yaitu kasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri “ secara spontan ia menolong menanggung resiko membayar biaya hotel dan perawatan dari orang yang terluka karena perampokan itu , tanpa banyak pertimbangan , seandainya orang Samaria itu hanya mau menanggung biaya sebagian saja , tanpa mau membawa orang sakit itu sampai dihotel dan membayar biaya sampai sembuh , maka sia-sia saja pertolongannya itu bukan !

Lewat perumpamaan ini kita lihat apakah kita sudah praktek “ Kasih kepada sesama “ ( yang kuat mendukung yang lemah ) dengan ikut segala progam Gereja seperti memberi persembahan minggu pertama renovasi , perawatan gedung , minggu ketiga untuk kegiatan sosial dan Natal .

• Kebutuhan sesama kita dijawab melalui apa yang kita berikan kepada Allah dengan rela hati , Yesus melakukan mujizat merubah air menjadi anggur karena para pelayan mau menyediakan air bagi-Nya , tanpa protes ( Yohanes 2 : 5,7 ) mujizat memberi makan 5000 dan sisa 12 keranjang tidak akan terjadi kalau tidak ada anak yang merelakan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan miliknya . ( Mat 14 : 17 - 21 )

[center]
[i][b]Jadi kebutuhan sesama bisa dijawab melalui apa yang kita berikan kepada Tuhan lewat persembahan waktu , tenaga , pikiran dan uang kita dengan rela hati bukan terpaksa .

Dalam hal ini jangan terjebak , memberikan pertolongan kepada sesama bukan berarti tidak ada waktu membangun hubungan dengan Tuhan dan lupa pada kehendak Tuhan , yang akhirnya akan menghancurkan perlayanan itu sendiri !

Mengapa ? karena kita melayani seperti robot / monoton tanpa kreatifitas , contohlah Tuhan Yesus selalu menyingkir mencari tempat untuk membangun hubungan dengan Bapa , sehingga bisa tahu batasan dalam pelayananNya , batasan dalam menolong manusia , tidak melebihi tujuan utama Allah Bapa kepadaNya !

Jalan menuju ketaatan adalah hidup melekat kepada Yesus , sehingga menghasilkan buah-buah dalam kehidupan kita , sebab diluar persekutuan yang intim dengan Tuhan tidak mungkin bisa menghasilkan buah kehidupan apapun termasuk ketaataan dan suka melayani ! ( Yoh 15 : 4 , 5 )

Inilah nilai “ Gambar diri “ yang Tuhan inginkan muncul dalam hidup kita , dengan hidup dalam Ketaatan total kepada kehendak Allah Bapa , yang berbuahkan kita melayani sesama agar mereka tidak binasa tanpa keselamatan ! . Amin .