Gempa ... Oh Gempa

JAKARTA --Gempa berkekuatan 7,3 pada skala richter mengguncang beberapa wilayah di daerah Pulau Jawa, Rabu (2/9) pukul 14.55 WIB. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di kordinat 8,223 LS dan 107,449 BS di kedalaman 30 kilometer bawah permukaan laut, sekitar 142 kilometer di barat daya Tasikmalaya, Jabar. Gempa ini juga berpotensi menimbulkan tsunami

Meski pusat gempa berada di Tasikmalaya, namun guncangan bisa terasakan hingga beberapa daerah semisal Jakarta, Bandung, Sukabumi dan lainnya. Di Jakarta, sebagian warga dan karyawan yang bekerja di gedung-gedung pencakar langit di Ibu Kota dibuat panik. Mereka berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.

Meski sudah berada di luar gedung, namun guncangan gempa masih terasa kuat. Bahkan, saking kuatnya guncangan gempa, kendaraan yang diparkir pun turut bergoyang. ‘’ Gempanya cukup lama juga,’’ ujar Imam, salah seorang karyawan di bilangan Buncit Raya, Jaksel.

Siapa yang terasa gempanya ? Lapor dong !!! ;D

iya nih gempanya bener2 ngebuat pusing, plus gemeteran…
untung gak ada yang terluka atau rusak…

BMG Cabut Peringatan Potensi Tsunami Akibat Gempa

Rabu, 02 September 2009 | 15:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Badan Meteorologi dan Geofisika mencabut peringatan tsunami akibat gempa yang berpusat di Tasikmalaya. Sebelumnya, BMG mengeluarkan peringatan bahwa gempa berkekuatan 7,3 skala ritcher pada kedalaman 30 kilometer itu berpotensi tsunami.

Gempa yang berpusat pada 142 kilometer barat daya Tasikmalaya ini terasa hingga 35 detik di Jakarta. Gempa terjadi pukul 14.55 WIB dan menyebabkan berbagai kerusakan di beberapa wilayah seperti Bandung, Sukabumi, Cianjur, dan beberapa gedung tinggi di Jakarta.

Hubungan telepon seluler juga mengalami gangguan beberapa saat. Situs Badan Metereologi dan Geofisika di www.bmg.go.id juga tak bisa diakses.

sumber: tempo

Jumlah Kerugian Akibat Gempa Belum Bisa Diperkirakan

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) hingga kini belum bisa merinci jumlah kerugian akibat gempa 7,3 scala richter yang menimpa sebagian pulau Jawa. Inventarisir masih terus dilakukan menyusul kerusakan yang terjadi pasca gempa.

“Inventarisasi belum bisa diperkirakan, dan belum bisa dihitung berapa jumlah kerugiannya,” kata Humas BPBN Priyadi Kardono, Rabu (3/9/2009).

Dijelaskan dia, hingga kini pihaknya masih terus mengumpulkan informasi terkait kerusakan akibat gempa. Data sementara dari beberapa wilayah menunjukkan kerusakan bangunan yang diakibatkan gempa sebanyak 17.000 lebih bangunan rusak.

“Total bangunan rusak berat 8.585 dan bangunan rusak ringan sebanyak 9.111,” ungkapnya.

Bangunan rusak berat terbanyak terjadi di wilayah Tasikmalaya. Tercatat 1.470 rumah mengalami rusak berat, sedangkan bangunan yang rusak ringan berjumlah 1.418 bangunan. Di Garut, bangunan rusak berat sebanyak 965 dan rusak ringan sebanyak 1.840 bangunan.

Kerusakan bangunan juga terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat yakni, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Bogor, Ciamis dan Kuningan.


Takut Longsor Susulan, Proses Evakuasi Korban Dihentikan
detikcom
detikcom - Kamis, September 3

Belasan rumah tertimbun longsor dan 9 orang ditemukan tewas akibat tertimbun tanah pasca gempa di desa Cikangkareng Kecamatan Cibinong, Cianjur, Jawa Barat. Namun evakuasi terpaksa dihentikan karena masih terjadi longsor susulan.

"Proses pencarian korban dihentikan karena masih terjadi longsor susulan,"kata Kapolsek Cibinong AKP Iwan Mustawan saat dihubungi detikcom, Rabu (3/9/2009).

Menurut Iwan, rencananya para petugas akan kembali melakukan pencarian besok. Sejumlah alat berat saat ini juga sudah disiapkan untuk membantu proses evakuasi korban.

“Besok pagi kalau sudah mulai terang akan diekvakuasi kembali, saat ini alat berat yang ada belum bisa menjangkau lokasi,” tambah Iwan.

Meski demikian jaringan komunikasi yang sebelumnya sempat terputus di lokasi longsor sudah mulai lancar. Pemerintah daerah setempat pun saat ini sudah membangun posko-posko bantuan untuk keperluan logistik warga yang selamat.

“Satuan tugas di Kecamatan juga sudah membangun tenda darurat, termasuk untuk makan sahur,” pungkasnya.

900 Rumah Ambruk, 12 Orang Tewas di Tasikmalaya
detikcom - Kamis, September 3

900 rumah ambruk akibat diguncang gempa berkekuatan 7,3 scala richter di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 12 orang juga ditemukan tewas menyusul bencana alam tersebut.

“Korban tewas di Kecamatan Cipatujah diketahui sebanyak 7 orang, di Kecamatan Cigalontang 5 orang, dan 21 lainnya luka-luka. Sedangkan 900 rumah ambruk dan 512 lainnya rusak ringan,” kata Humas Kabupaten Tasikmalaya, Iwa Kustiwa di kantornya Jl Pemuda, Tasikmalaya, Selasa (2/8/2009).

Lokasi terparah akibat gempa terjadi di Cigalontang, Cipatujah dan Cisaup. Jumlah korban maupun kerusakan akibat gempa, menurut Iwa, baru terdapat di tiga kecamatan ini. Sisanya, sebanyak 15 kecamatan lainnya hingga kini belum memberikan informasi mengenai korban maupun kondisi bangunan.

Pemda Kabupaten Tasikmalaya sendiri saat ini sudah membuka posko pengaduan yang terletak di halaman kantor Pemda Tasikmalaya. Hingga kini petugas posko masih mengumpulkan data-data sekitar korban gempa.

“Besok informasi resmi baru bisa dilihat,” tambah Iwa.

Meski dibuka selama 24 jam, hingga pukul 23.45 WIB, belum ada masyarakat yang mendatangi posko. Selain di Pemda Tasikmalaya, masing-masing kecamatan juga membangun posko bantuan bagi para korban.

Pasca Gempa, Pasar Cigurubuk Tasikmalaya Dilalap Api
detikcom - Kamis, September 3

Warga Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali ditimpa musibah. Setelah sore tadi diguncang gempa berkekuatan 7,3 scala richter, kali ini sebuah pasar yang terletak di tengah kota Tasikmalaya ludes terbakar.

“Api mulai menyambar sejak pukul 20.00 WIB,” kata seorang warga Luthfi (26) saat ditemui detikcom di lokasi kejadian, Pasar Cigurubuk, Tasikmalaya, Selasa (2/9/2009).

Ratusan kios yang terletak di blok A Pasar Cigurubuk tampak hangus terbakar. Api terlihat menyambar dari sebuah kios yang terletak di bagian utara pasar.

Sementara ini, baru 2 unit mobil pemadan kebakaran yang diturunkan. Penyebab kebakaran sendiri hingga kini belum bisa dipastikan. Dugaan sementara api diduga akibat kosleting listrik akibat gempa yang menguncang sore tadi.

Puluhan Rumah di Purwakarta Rusak Akibat Gempa
Liputan 6 - Kamis, September 3

Purwakarta: Sekitar 40-an rumah di Desa Pasirangin, Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Jawa Barat,rusak berat akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang terjadi Rabu (2/9). Sebagian dinding rumah warga ambrol. Salah satu bangunan di lingkungan Pondok Pesantren Jabalulrohman tidak dapat digunakan lagi lantaran atap dan dindingnya roboh. Dinding masjid di ponpes ini juga runtuh.

Kepala Desa Pasirangin, Komaruddin, menjelaskan, gempa yang mengguncang wilayahnya berlangsung sekitar lima menit. Warga langsung berhamburan keluar rumah. Masyarakat yang rumahnya rusak akibat gempa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sejauh ini belum dilaporkan adanya korban dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah

Jalan Raya Cisauk Tasikmalaya Retak 100 meter
Liputan 6 :Kamis, September 3

Akibat gempa 7,3 SR, jalan raya di kecamatan Cisauk, Tasikmalaya, retak-retak sepanjang 100 meter. Sebuah jembatan yang menghubungkan jalan tersebut juga retak.

Kecamatan Cisauk terletak 11 km sebelum Kota Tasikmalaya.

Pantauan detikcom, Rabu (2/8/2009), lebar retakan tersebut mencapai 20 cm.
Sekitar 10 petugas polisi tampak menyisir jalan dan akan memasang police line di sepanjang jalan tersebut.

“Karena takut longsor, kita memasang police line. Kita imbau warga hati-hati” ujar seorang petugas polisi.

Menurut pengakuan warga, di daerah ini juga ada sebuah masjid yang roboh dengan kubah yang hancur. Beberapa rumah di Cisauk juga hancur.

kaki gw sampe sekarang masih pegal gara2 nurunin tangga dari lantai 16 kemarin…

hehehe ;D Jantung gw malah sampai berdenyut gara-gara gempa … ;D

ternyata kalian ber2 masih punya rasa takut jg toh???
g kirain karena jagoan FK tuh ng ada rasa takut

hehehehe

Non Shica, jantung berdenyut itu tandanya aku masih hidup pas gempa … begitu … ;D

gw biasa aja sih…karena kantor gw kebetulan gw lagi di bawah… cuman waktu tu kepikiran saat diluar yang masih gempa… seperti film hollywood… yang alien keluar dari bawah tanah. kenapa gw gag tau mikirnya kesana. makanya gw sering liad ke bawah … seperti ada mahkluk yang muncul sejenis alien dan kita bakal di kejar kejar… hehehe :smiley:

wkwkwkwkw…

Nih berita lama yang terlupakan.
Gempa selalu berhubungan dengan bulan baru dan bulan purnama.

Jadi hati2lah saat bulan purnama :afro:

http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/06/2153442/bulan.baru.dan.purnama.jadi.alternatif.peringatan.dini

Bulan Baru dan Purnama Jadi Alternatif Peringatan Dini

Selasa, 6 Januari 2009 | 21:53 WIB

BANDUNG, SELASA — Fenomena bulan baru dan bulan purnama berpotensi dijadikan alternatif lain sistem peringatan dini menjelang kejadian bencana alam gempa bumi. Fenomena bulan baru dan purnama dikatakan berpotensi menyebabkan pelepasan energi di lempeng bumi.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin, Selasa (6/1), terkait alternatif astronomi dalam sistem peringatan dini gempa bumi.

Menurut Thomas, hal itu disebabkan perbedaan dua arah gaya bumi, menuju dan menjauhi bulan atau matahari. Hal itu dikatakannya rentan mengganggu atau melepaskan energi dalam struktur lempeng bumi, khususnya di daerah perbatasan waktu pagi dan magrib.

“Dengan adanya kejadian ini, sangat mungkin lempengan yang sudah rawan lantas bergerak,” katanya.

Bulan purnama, dikatakan Thomas, terjadi ketika bumi berada di antara bulan dan matahari. Untuk Januari 2009, bulan purnama pada tanggal 11 Januari. Sementara itu, bulan baru ketika bulan berada di antara matahari dan bumi dan terjadi tanggal 26 Januari 2009.

Thomas memberikan beberapa contoh gempa bumi yang terjadi di Indonesia beberapa waktu terakhir. Beberapa di antaranya bahkan berkekuatan tinggi dan memakan banyak korban jiwa.

Di antaranya, gempa Alor pada 12 November 2004 terjadi menjelang bulan baru, 28 Ramadhan 1425 dan gempa Nabire pada 26 November 2004 terjadi menjelang purnama, 13 Syawal 1425.

Selain itu, gempa Aceh pada 26 Desember 2004 terjadi saat purnama, 14 Dzulqaidah 1425; gempa Simeulue pada 26 Februari 2005 terjadi setelah purnama, 16 Muharram 1426; dan gempa Nias pada 28 Maret 2005 terjadi setelah purnama, 17 Safar 1426. Gempa Mentawai pada 10 April 2005 terjadi pada bulan baru, 1 Rabiul Awal 1426, dan gempa Yogya pada 27 Mei 2006, terjadi menjelang bulan baru, 29 Rabiuts Tsaniah 1427, juga termasuk di dalamnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar para ahli dan pakar gempa bumi bisa menimbang hal ini sebagai salah satu sumbangan peringatan dini gempa bumi. Diharapkan, dalam bulan baru dan purnama, kewaspadaan bisa ditingkatkan. Tujuannya, agar kejadian gempa bumi tidak menimbulkan korban.

Bagi masyarakat, hal ini bisa dijadikan pegangan. Bagi mereka yang hidup di daerah rawan bencana gempa bumi, hal ini merupakan sumbangan peringatan dini lainnya. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa mandiri mempersiapkan sebelumnya atau menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi.

CHE

@ cloud

sepertinya sering deh ada bulan purnama, tapi ndak ada gempa

g gak takut tuuh, biasa az…

malah seru bisa chat si SB FK sambil goyanggoyang, hehehe…

Truz kalian-kalian yg kena gempa ini di tenda-tenda pengungsi gitu, ato tetep di rumah masing2?