Gemuk Tapi Tetap Sehat? Itu Tidak Realistis

Jika Anda berusaha membuat tekanan darah Anda ke tingkat normal, tidak darah tinggi, ternyata menurut sebuah penelitian ternyata yang sangat mempengaruhi adalah berapa berat badan Anda bukan seberapa fit-nya Anda.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang kelebihan berat atau obesitas kemungkinan untuk mengalami darah tinggi lebih besar. Namun mereka yang berat badan berbanding tingginya proposional, lebih kecil mengalami darah tinggi.

Untuk itu disarankan, untuk mereka yang ingin menurunkan tekanan darah untuk menurunkan berat badan. Menurut Dr. Susan Lakoski, kardiologis dari Universitas Texas Southwestern Medical Center, menurunkan berat badan efektif dalam menurunkan tekanan darah.

“Sangat tidak realistis sehat tapi gemuk,” ungkap Dr.Susan.

Untuk menentukan seberapa fit-kah seseorang, pada penelitian melihat dari seberapa lama para responden berjalan di treadmill dengan berbagai kecepatan.

Memeriksa tekanan darah untuk berada dalam level normal sangat penting untuk mencegah serang strok dan jantung. Untuk itu, mulai saat ini selain olahraga yang teratur dan makan makanan bergizi, pastikan Anda menjaga berat badan ideal. Mari jaga kesehatan tubuh kita sehingga bisa memaksimalkan hidup untuk memuliakan Tuhan. :afro:

Sumber : Gemuk Tapi Tetap Sehat? Itu Tidak Realistis | AnakMuda

wow… harus mengurangi berat badan nih…

iya neh, gw lg mau turunin kiloan dan ratakan perut neh… bantu doakan ya…hehehe

saya sudah lost 10 kilos dan masih akan terus berjalan… :slight_smile:

wow… u ngapain aja bs turun 10 kilo?

hwow keren … rajin ngejim n makan makanan rendah kalori ya?

gw malah kebalikannya … naik 10 kg dalam 5 bulan saja :char11:

wah,padahal pengen gemuk…hahahahaa

ada rahasianya…

mau tau dong rahasinyaaa… bagi2 … =)

rahasianya cuma 1…

DISIPLIN…

disiplin dalam hal apa neh?
disiplin makan 5 kali sehari…hahaha

@hyper: set dah naek 10 kilo dalam 5 bln…napa bs bgt tuh?

benar, sehari makan 5 kali… (ini serius, gak bercanda…)

tubuh kita diciptakan Tuhan dengan sangat luar biasa. dia bisa beradaptasi dengan apa yang terjadi di sekitar dia. banyak orang berpikir kalau kita mengurangi makan itu akan mengurangi berat badan juga, hal itu tidak sepenuhnya benar. yang terjadi apabila kita mengurangi makan (misal makan pagi, atau makan siang sengaja kita lewatkan) tubuh kita akan berpikir kalau saat ini lagi susah untuk cari makan. dan reaksinya adalah dia menyimpang cadangan makanan dalam tubuh kita dengan wujud lemak. tentunya hal ini tidak kita ingin kan, benar? jadi untuk mencegah tubuh menyimpan cadangan makanan terlalu banyak harus sering2 makan. tertapi kualitas makanan juga harus diperhatikan.

diet sayur dan buah… :slight_smile:

Dari seharian kerja lapangan, trus brenti bgt, jadi seharian duduk di kantor. Tapi porsi makannya tetep sama. Jadilah tubuhku menimbun lemak … tapi dulu kata orang2 gw kurus bgt, jadi nambah 10 kg tetep enak dipandang loh :char11:

@thegreat: kayaknya itu yg bikin gw susah nurunin berat badan lagi … karena gw suka nge-skip di jam makan… hmm … thanks infonya bro …

wah jadi penasaran spt apa sis hyper…hehe

kl gw diet karbohidrat khususnya nasi, kurangin nasi dan bnyk makan serat… dan gw jalan keliling rmh sore2…hehe… kyknya sih lumayan krn celana jadi rada kendor ne tp lum nimbang lg sih…

nah itu, jangan sampai kelewatan jam makan… tapi bisa disiasati dengan makan buah/cracker rendah kalori…

jalan saja kuang maksimal bro steavan… kalo niat saya kasih tipsnya…

artikel from Mr. Julius Halim:

Membakar Lemak Cepat dan Ramping dengan Latihan HIIT

High Intensity Interval Training adalah sebuah jenis latihan hasil studi para ahli kebugaran dimana hasil studi menunjukkan bahwa metode ini lebih efektif daripada latihan aerobik yang konstan atau jogging. Latihan ini akan meningkatkan performansi dengan latihan yang singkat. HIIT ini merupakan salah satu bentuk latihan kardio yang sangat berguna untuk membakar lemak dalam latihan yang singkat dan intensif. Umumnya HIIT memiliki durasi 15-30 menit.
Salah satu model latihan yang sederhana dari HIIT ini adalah seperti kombinasi lari(kecepatan tinggi) dan jogging (kecepatan sedang). Umumnya rasio yang digunakan adalah 1:2 dimana anda melakukan 60 detik jogging dan 30 detik lari.
Jadi model latihan yang anda lakukan akan berupa jogging – lari – jogging – lari – joggin – lari dst.
Saya yakin anda mulai penasaran dengan cara berlatih ini dan ingin segera mempraktekkannya, tetapi harap dibaca dulu artikel ini sampai selesai. Lakukan pemanasan terlebih dulu selama 5 menit jogging. Kemudian bagi pemula lakukan siklus jogging – lari ini sebanyak 6 siklus maksimal (Untuk yang mahir silakan dilakukan hingga 8 siklus).
Setelah menyelesaikan semua siklus tersebut lakukan pendinginan berupa jogging dan jalan.
Proses ini membuat tubuh anda berapa diluar zona kenyamanan terus dibandingkan dengan jogging atau lari saja. Jika kita melakukan satu hal tertentu berulang-ulang tanpa ada perubahan maka tubuh akan memasuki zona kenyamanan dan bisa melakukan adaptasi sehingga pembakaran lemak tidak secepat saat awal anda berlatih (hebat bukan tubuh kita?)
Tetapi jika anda merubah terus menerus prosesnya dengan cara HIIT ini maka tubuh anda akan terus berusaha maksimal sehingga konsumsi oksigen (dan termasuk lemak yang dibakar) menjadi maksimal juga. Hal ini sudah melalui studi dari King, dimana konsumsi oksigen saat melakukan HIIT mencapai lebih daripada aerobik dan bahkan setelah berlatih pun konsumsi oksigen yang tinggi terus berlangsung.

coba pakai cara ini bro… btw, saya sudah turun 1 kg lagi jadi total 11 kg sampai saat ini… :slight_smile:

thanks bos… jalan kaki krn ajak doggy aye jalan…hehe

@thegreat: joging (60 detik) - lari (30 detik)?? abis lari kecepatan tinggi, blum masuk siklus kedua, langsung gempor kayaknya… :ashamed0004:

kalau kepanjangan ya gak usah selama itu, pokoknya rasio 1:2… coba aja…