Gereja 1 jam????

kok aneh ya sekarang ada gereja 1 jam… tadi waktu jalan lihat spanduknya… katanya …kami menghargai waktu anda… pujian 20 menit… firman 30 menit…dsb… ni kok tambah aneh ya…

kalo waktu untuk bersekutu di buat makin sedikit dan mengalah pada waktu di luar bersekutu bersama jemaat yang rata2 cuma 2 jam di hari minggu…lama2 ada gereja 30 menit …

saya benar2 bingung…
ada saudara2 d fk yang bisa beri masukan???
apa kita lama2 akan mementingkan "waktu pribadi " dibanding waktu berjemaat ???

Kalau satu jam, misa di Gereja Katolik juga cuma 1 jam kok bro, itupun sudah termasuk sakramen Ekaristi, dan sejauh ini memang sudah mencukupi, kecuali untuk acara khusus. Tetapi yang penting adalah memang cukup waktunya, jangan di-cukup-cukupkan karena ‘waktu’ kita yang semakin sempit. Ke Gereja kan untuk memuliakan Tuhan, jadi berikanlah waktu yang terbaik dengan rela.

Syalom

hmm biasanya klo gereja yg suka promosi kemana-mana emang rada2 gimana gitu.biarpun rasanya ga afdol gitu liat gereja ngikutin maunya jemaat(kesannya ga punya otoritas rohani gitu).jgn2 nanti pemimpin/gembala gerejanya bisa ‘disetir’ sama jemaat lagi??saya rasa gereja seperti itu cocok buat jemaat yg demen jalan2/kongkow2 di hari minggu :ashamed0004: .

lho bro bruce… bukannya 2 jam bro??? waktu misa di hari minggu???

wah saudaraku ini langsung tahu…^^
yup yup yup ^^
nice share…
soalnya buat saya makin lama makin banyak yang tidak "umum " muncul…
kesannya lama2 asal absen di hari minggu beres deh^^… lama2 30 menit dan tutup deh gereja…
ada info bro pencetusnya???

benar bro ^^…itu kesan yang saya dapat pertama kali … setor absen d greja untuk formalitas…lalu jalan2 deh ^^…

itu juga pertanyaan saya… sangat sangat bertanya… apa ada member lain ya yang ada masukan???

gereja 1 jam itu dapat apa yah?

kok pu hau^^… share boleh dong ^^

03 June 2010
Gereja Satu Jam Saja

Sejak Februari 2010, Pendeta Samuel Gunawan membuka gereja baru yang unik. Gereja Satu Jam Saja, nama gereja ini, menyelenggarakan kebaktian rutin setiap Ahad di Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmat Surabaya.

Meski baru lima bulan berdiri, menurut Samuel, gereja ini sudah banyak menarik perhatian jemaat dari Kota Surabaya dan sekitarnya. Buktinya, kebaktian mingguan itu digelar sampai 1o sesi. Sekadar perbandingan, misa atau kebaktian di Surabaya paling banyak empat atau lima sesi.

“Puji Tuhan, banyak jemaat yang tertarik dengan tawaran kami. Rupanya, orang kota yang sibuk sangat cocok dengan konsep kebaktian satu jam saja,” ujar Samuel Gunawan yang saya hubungi, Kamis (3/6/2010).

Mengapa disebut ‘Satu Jam Saja’?

Berdasarkan pengalamannya sebagai evangelis, Samuel menemukan fakta bahwa banyak orang Kristen di kota-kota besar yang mulai enggan ke gereja pada hari Minggu karena kebaktian terlalu lama. Khotbah, puji-pujian, kesaksian, doa-doa… makan banyak waktu.

Selain itu, sering kali lama kebaktian sangat sulit ditebak. Karena itu, Samuel memberanikan diri untuk membuka gereja dengan konsep satu jam.

“Kebaktiannya tidak berpanjang-panjang, tapi padat dan efektif. Puji-pujian, pembacaan Alkitab, khotbah, dan sebagainya kami padatkan. Yang penting, inti kebaktian tidak hilang,” tegasnya.

Bahkan, jikapun ada bintang tamu yang diundang untuk memberikan kesaksian, pengelola gereja ini mengatur sedemikian rupa agar durasi kebaktian tetap satu jam. Belum lama ini, misalnya, pelawak Polo dari Srimulat Jakarta diminta memberikan kesaksian tentang pengalaman imannya. Meskipun kesaksian Polo ini menarik, ada bumbu lawaknya, durasinya diatur sedemikian rupa sehingga lama kebaktian tetap satu jam.

“Harus satu jam, karena jemaat di luar sudah menunggu untuk sesi berikutnya,” ujar Samuel lagi.

Sejumlah jemaat mengaku pas dengan konsep kebaktian yang singkat dan padat ala Gereja Satu Jam Saja. Dan, sesuai dengan keinginan Samuel Gunawan, banyak jemaat yang tadinya aras-rasan ke gereja makin semangat ikut kebaktian.

“Saya sudah beberapa kali ikut kebaktian di gerejanya Pak Samuel dan cocok. Kalau kebaktian terlalu lama, kita yang susah. Apalagi, kalau lagu-lagunya diulang-ulang dan berpanjang-panjang,” kata Xin Lan, pengusaha berusia 60-an tahun

sumber
http://hurek.blogspot.com/2010/06/gereja-satu-jam-saja.html

Berdasarkan pengalamannya sebagai evangelis, Samuel menemukan fakta bahwa banyak orang Kristen di kota-kota besar yang mulai enggan ke gereja pada hari Minggu karena kebaktian terlalu lama. Khotbah, puji-pujian, kesaksian, doa-doa... makan banyak waktu.

bukan kebaktiannya yg telalu lama kali,tp emang orang2nya(yg enggan ke gereja) lebih mencintai kesenangan dunia(yg ‘memabukkan’)/kedagingan ketimbang berada di hadirat Tuhan.saya rasa problem utamanya itu deh.

“Saya sudah beberapa kali ikut kebaktian di gerejanya Pak Samuel dan cocok. Kalau kebaktian terlalu lama, kita yang susah. Apalagi, kalau lagu-lagunya diulang-ulang dan berpanjang-panjang,” kata Xin Lan, pengusaha berusia 60-an tahun

ini pun aneh ^^

kebaktian lama kok susah??bukannya enak bisa lama2 di hadirat Tuhan??tp klo pd dasarnya kedagingan/cinta dunia sudah meradang dalam diri ya mau ibadah dimanapun juga sulit merasakan/menikmati hadirat Tuhan.lama2 komsel juga disunat waktunya jadi 1 jam nih??

benar… di dalam tubuh gereja sendiri makin lam juga makin banyak yang aneh…

Ke gereja kok pengen cepet2 ;D

Aneh-aneh aja

menurut saya biar Tuhan saja yang menghakimi.

karena kalo memang niat pendeta tsb adalah untuk menjangkau orang2 yang malas ke gereja, maka saya setuju dengan yang dy lakukan. kalo niat nya tidak sejalan dengan Firman Tuhan, tentu saya ngga setuju.

untuk saat ini kan siapa yang bisa tahu niat nya pendeta tsb apa.

Moga2 aja Tuhan menjawab juga, " Aku juga banyak kerjaan nih, jadi jangan arepin apa apa dari aku ya, aku mau jalan ke mall yang baru Aku bangun tuh disorga, emang cuman kalian yang bisa jalan ke mall"?? Nah kalau sudah gt entar hidup mereka gak enak, biar mata nya terbuka.

Bukan hati jahat ya, tapi justru baik karena mending dipukul sekarang daripada dihukum belakangan bukan?.. Tapi yang begini biasanya ada yang bela, (iblis, makanya kelihatannya hidupnya makin enak, karena iblis bela dihadapan Tuhan, … Bukan menghakimi ya, tapi kelihatannya memang demikian, semakin menyeleweng, semakin enak… Hahahaha)…

benar… masa jemaat malas makin di restui??? apakah ibadah harus tunduk pada keinginan jemaat???

“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” (1 Tesalonika 5:21).