Gereja Baptis Tegaskan Esensi dan Definisi Pernikahan

Gereja Baptis Australia secara remi mengeluarkan keputusan mengenai esensi dan defini dasar mengenai pernikahan sesuai dengan yang tertuang dalam Firman Tuhan. Mereka menegaskan bahwa pernikahan yang benar dihadapan Tuhan adalah seorang pria bersama seorang wanita, dan bukan pernikahan sejenis.

Dirilis christiantoday, Anggota sinode gereja Baptis di Australia mendesak kepada pemerintah agar tidak memperlebar definisi tentang pernikahan dengan menyertakan hubungan sesama jenis. “Baptis Australia mendesak Perdana Menteri Julia Gillard, dan politisi, agar menentang perluasan definisi hukum pernikahan dengan memasukkan pasangan seks sesama jenis,” kata Presiden Nasional Baptis Ministries Australia, Pendeta Dr John Beasy.

Sementara itu menurut juru bicara publik Baptis, Pendeta Benson, hal ini didasarkan pada alasan-alasan budaya, juga keyakinan teologis yang dipegang tentang sifat dan tujuan pernikahan sesungguhnya yang menghalangi pelebaran definisi perkawinan dengan menyertakan pasangan seks sesama jenis.

"Sebuah masyarakat yang kuat membutuhkan komitmen yang kuat untuk pernikahan dan keluarga. Pernikahan paling baik dipahami sebagai persatuan seorang pria dan seorang wanita, dan hukum yang terbaik adalah seperti itu, "kata Pendeta Benson.

“Selama lebih dari 400 tahun Baptis telah menegaskan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam semua hal, termasuk iman dan perilaku. Alkitab mengajarkan bahwa konteks seks hanya cocok untuk hubungan seksual antara seorang wanita dan seorang pria yang sudah menikah satu sama lain. Mereka yang berpendapat sebaliknya telah menyimpang jauh dari etika dan pemahaman Alkitab otentik tentang pernikahan,” katanya.

Berpegang pada Firman Tuhan dan semua janjinya akan tergenapi. Namun siapa yang berjalan diluar dari Firman Tuhan itu akan mendapat bagiannya.

Source : ChristianToday - dpt

berita yg bagus bgt ya…

seandainya gereja2 di NKRI bersatu dan berani bebicara demi kesejahteraan bangsa…

itu dia pointnya…^^