Gereja bkn soal ibadah yg indah dg musik, khotbah yg menarik, dan gedung megah

http://www.sarapanpagi.org/bunuh-diri-jeritan-minta-tolong-vt989.html

Bunuh diri “jeritan minta tolong”

Melihat 2 hari terakhir berita koran dan TV, sungguh mengenaskan, seorang ibu muda (Junania Mercy 37) meracuni ke-empat anak-anaknya, memandikan mereka, menyisir rambutnya, kemudian disandingkan bersama-sama dengan rapi diatas tempat tidur. Kemudian baru sang ibu mengakhiri hidupnya dengan minum racun yang sama.

Sungguh sayang, karena Allah sangat menghargai satu nyawa sekalipun. Saya yakin Allah yang adil dan pengasih menempatkan anak-anak tak berdosa itu di Surga.Tapi, bagaimanakah dengan sang ibu? Malang sekali jika ada orang yang sama-sekali tak punya seseorang yang menjadi “a shoulder to cry on”, seorang yang bisa di-curhati, seorang yang bisa bersimpati ketika dia sedang kesusahan. Namun ibu Mercy merasa sendirian dalam memikirkan tentang keinginan untuk mati, tak tahu kemana harus berteriak minta tolong. Menurut para ahli psikologi bunuh diri semacam ini adalah suatu tindakan “a cry for help”

Kejadian yang cukup menyayat hati, 4 orang anak kecil itu bagaikan sedang tidur saja, sang ibu ingin anak-anaknya ditemukan dalam keadaan bersih dan rapi. Bisa dibayangkan bahwa ibu itu menyaksikan anaknya sekarat, entah muntah, entah buang-air, entah badannya kejang-kejang karena keracunan. Ia merekamnya dengan sebuah ponsel kemudian ia membersihkannya dan menata mayat anak-anaknya dengan rapi. Waktu yang mungkin cukup panjang prosesnya. Kemudian ia memilih pakaian pesta terbaiknya dan mengakhiri hidupnya. Dan tentu saja mayat sang ibu ketika ditemukan tidak sebersih anak-anaknya. Suatu nyali yang mungkin kesannya “berani” dengan tekat bulat untuk mati, namun sebenarnya apa yang dia lakukan ini adalah “the last cry for help”.

Bunuh diri biasanya dari kekecewaan yang besar karena apa yang diinginkan, dicintai atau diharap-harapkan tidak didapatkan, hal ini sering menimbulkan penyesalan karena kegagalan dan akibatnya timbul keinginan bunuh diri. Ibu Mercy adalah gambaran seorang yang mempunyai tekanan berat, persoalan rumah-tangga, ekonomi dan problem kesehatan anak ke-2nya yang mempunyai penyakit kelainan darah yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Tak tahu kemana lagi harus meminta tolong, dan ia kemudian menjerit dengan jeritan yang tak terungkapkan dengan suara, ia bunuh diri.

Berita TV kembali merekam acara penghiburan di sebuah rumah persemayaman jenazah tempat mereka disemayamkan, disitu ada pendeta yang menyampaikan firman penghiburan dan sekelompok pemuji sedang menyanyikan lagu-lagu penghiburan, saya menghargai sigapnya Gereja datang pada suasana tersebut dan membantu penguburannya. Dan kemudian timbul andai-andai. “Tuhan, betapa indahnya kalau saja para pelayanMu itu datang kepada ibu Mercy sebelum ia nekat memustuskan untuk mengakhiri hidupnya”. Ya, ini hanya andai-andai, namun memang pelayanan diakonia sungguh sangat penting.

Saatnya Gereja Tuhan tak hanya berfikir mengembangkan sayapnya dengan banyaknya cabang-cabang dan meraup domba-domba gemuk, ada banyak sekali orang yang malang perlu pertolongan yang bersifat rohaniah dan yang jasmaniah. Gereja bukan soal ibadah yang indah dengan musik, khotbah yang menarik, dan gedung megah. Gereja adalah juga sebagai tempat perlindungan bagi orang-orang yang susah, karena gereja dan hamba-hambaNya yang adalah juga kepanjangan tangan Allah untuk menolong orang-orang yang malang.

Blessings,
BP
March 14, 2007

Tangan Kristus menjamah mereka yang sakit kusta, berjabat tangan dengan para pendosa, membelai mereka yang terluka, membangun mereka yang miskin, menguatkan mereka yang lemah

Tangan istriNYA, gereja, sibuk dengan bon bon pembelian, dekorasi dekorasi, surat menyurat, menghitung lembaran perpuluhan, berjabat tangan dengan hartawan

Saatnya gereja melupakan mimpi kecilnya dan memulai melihat kembali visi Kristus, kepala mereka.

Salam

Kitab Suci Perjanjian Baru, yang ditulis dalam bahasa Yunani, menyebutnya[i] ekklesia[/i] -- Gereja. Dalam kehidupan sosial politik Yunani-Romawi kata ini bermakna kumpulan dari warga negara sipil dengan kekuasaan legislatif, yang dipanggil bersama untuk menentukan masalah-masalah umum dan menyatakan kehendak mereka yang berkuasa. Tetapi dalam Septuaginta, yang ditulis di Alexandria selama beberapa abad sebelum era Kekristenan -- istilah ini memiliki suatu [u]makna agamawi, yang berarti kumpulan dari umat Allah, umat yang terpilih yang telah dipanggil oleh Allah sendiri [b]untuk pelayanan bagi Dia[/b][/u]. Jadi penerapan dari kata ini untuk Jemaat Kristen dalam Perjanjian Baru menandakan bahwa, bahkan dari permulaannya jemaat ini mengetahui dirinya sebagai suatu [b][u]lembaga yang dipanggil untuk suatu pelayanan khusus[/u][/b]. Ini bukan hanya sekedar suatu masyarakat persaudaraan atau masyarakat rohani, tetapi Gereja, kumpulan dari mereka yang nampak yang telah dipanggil untuk menyatakan kehendak Allah dan menjalankan karyaNya. "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. " (IPet. 2:9-10 dst). Disinilah definisi tentang Gereja kita temukan di dalam surat Petrus yang pertama. 
  • Alexander Schememann

Gereja bkn soal ibadah yg indah dg musik, khotbah yg menarik, dan gedung megah.

Setuju Gan. :smiley:

[email protected]

SO…??LANTAS apakah setelah membaca tulisan [email protected]…tsb …?? kita lantas digiring supaya kita mempunyai opini yang sama yaitu kita punya alasan menghakimi pihak gereja yang mana dombanya mati bunuh diri…?? Kalu demikian kan, kita menjadi under estimate terhadap gereja bukan…?? dan kita menghakimi para gembala gereja itu juga bukan…??
Bagi saya sih…saya mengangap itu suatu tragedi rumah tangga / keluarga kristen saja…kenapa bisa terjadi prahara seperti itu…?? yA KITA PUN TIDAK BISA MEREKA-REKA ( berasumsi saja ) bukan…??. Pasti ada sebab akibtanya. kenapa kenekatan seperti itu terjadi juga pada keluaraga Kristen. DAN KELUARGA YANG BUKAN KRISTEN JUGA.
Apakah itu suatu kebetulan saja…??atau Yang dikarenakan gerejanya gereja Gembalanya megah…?? Khotbahnya yang menarik dan ditambah cara beribadahnya dng musik yang indah juga…?? Sehingga dianggap teledor dalam pelayannan sampai ketingkat rumah jemaatnya ( sbg domba pelayannan gereja tsb )…???

Ya…may be yes and may be not…bukan…??

Salam.GBU

Yupz…setuju dng @Purba seharusnya kt tidak terburu-buru menyalahkan Gereja…

pasti ini nanti buntut2nya tentang perpuluhan…

:smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley:

LHOO…apakah bisa dikorelasikan juga …kesitu juga ya broo…??
Coba kalau menurut anda konteksnya seperti apa begitu…??

Hehee…jangan dong kalao itu hanya anda yang mereka-reka…saja…?? Hayyooo dong coba di jelaskan jika anda punya ide disitu…PASTI LANGSUNG DI SERGEP DEH…SAMA YANG HAUS AKAN MASALAH perpuluhan…!!

Salam.

Si repento cocok tuch sama sizxcvbn, gereja salah terus, tidak boleh minta perpuluhan, gereja tak boleh bergedung, tak boleh bernyanyi di ibadah dengan musik, terakhir ajaran pendeta gereja banyak nga benernya…cocok banget sama sizxcvbn :smiley: ;D :cheesy:

gereja = juga seharusnya bermakna komunitas pelayan dan pelayanan.

Pelayanan = membantu umat lain yg sedang dalam kesusahan.

Kalau di lihat-lihat yang ada sekarang kebanyakan bukan seperti itu.

Yah… namanya manusia… masih susah melepas cinta diri.

Mungkin pengajaran paling berharga dari YESUS adalah PENGORBANAN.

Dengan berkorban (mulai dari hal kecil) mata hati sedikit demi sedikit dibuka menjadi lebih peka terhadap suara TUHAN. Semakin besar pengorbanan semakin bisa melihat kerajaan TUHAN secara real.

Saat ini mata hati manusia tertutup oleh cinta diri. Bagai orang terkena penyakit catarak.
Hanya bisa sembuh jika lapisan catarak diangkat.
Mata hati kita juga terselimuti lapisan bernama cinta diri. Dan obat untuk menghilangkan selaput tsb. cuma satu : berkorban untuk orang lain.

Ada gereja-gereja dimana orang pengatur bukan saja tidak mau membantu orang yang sedang dalam kesusahan, tetapi mereka juga merintangi orang yang mau membantu… Sangat menyedihkan…

setuju gan

HIHIHI …SEMUA KELIHATAN BERKORBAN LHO…!! Yang diluar dari iman kristen saja ( sodara kita )…banyak yang berkorban dan lebih baik dari kita yang beriman kristen.

Tapi jangan pernah melupakan, bahwa Jika "KONTEKS MAKNA "berkorban hanya TERBATAS PADA : karena KITA LEBIH DIMAMPUKAN melihat ORANG DILUAR KITA diukur dari sisi diri pribadi kita BAHWA KITA MAMPU SEGALA-GALANYA ( finansial maupun non finansial ) yang KEMUDIAN TERIMPLEMENTASIKAN dalam berniat dan diwujudkan dalam bentuk tindakan melakukan pengorbanan seperti yang dimaksud oleh tulisan [email protected]…?? Wahh…itu bentuk pengorbanan yang diperkenalkan oleh [email protected] PAUL II dan disupport oleh [email protected]…tsb adalah tipe / ala pengorbanan orang dunia kebanyakan lho…!!
Kenapa demikian…?? ya karena Hanya dasarnya karena mata hati tertutup dan mata belekan / terselaput belek.

Jadi walaupun sudah beriman KRISTEN DAN BERGEREJA …??..TAPI harus belajar dahulu bgitu…mulai darii yang kecil…?? BARU KEMUDIAN YANG BESAR…?? Lha…ITUPUN kalau masih di beri kesempatan hidup oleh Tuhan itu orang ya…??
Kalau tidak…??? HEHEHE…
Lha wong …yang kecil 10% ( perpuluhan ) saja masih…berargumen…??..gimana mau melakukan yang 100% YA…??

sO…?? Menurut saya untuk berkorban itu…?? dlam kontek maknnya yang lebih besar dan lebih agung bukan karena
keberadaan yang ada pada diri si manusianya ( cinta diri lah, mata hati tertutuplah, mata tertutup belek lah )…Namun
dikarenakan karena kita sudah meng-imani Yesus KRISTUS Dengan AJARAN " KASIH " nya.

Karena dng Kasih, TIDAK ADA LAGI UKURAN BESaR DAN KECILNYA…dan harus belajar terlebi dahulu…?? jika ada masih cara seperti itu diterapkan didalam konsep ajaran Gerejanya ( Bukan konsep AJARAN DALAM ALKITAB loh.)…seperti itu…?? Wahh…artinya type pengorbanan yang seperti itu, pasti memeiliki pamrih.

Contoh pengeorbanan seperti yang Tuhan Yesus lakaukan adalh tipe yang paling PARI PURNA, Dan contoh yang alain masi ada seperti JANDA YANG MEMBERI persembahan…dll nya.

MOHON MAAF, pandangan saya ini tidak untuk maksud apa-apa terhadap [email protected] Paul & [email protected] repento…Hanya disini bermaksud melihat komparasinya…dari stigma yang ada dalam ALKITAB…dan seperti itulah yang menurut saya sesuai
dng ajaran isi Alkitab ( ALKITABIYAH )…

Salam, GBU

Sedikit banyak setuju dengan anda…

Udaaaahhh… Yang nyalah2in orang lain… Berkaca dulu, sudah apa yg bisa loe berkorban untuk orang lain…?

Pake bawa2 ayat Alkitab… Macam betoolll loe…

100 - 90 = 10 bukan pengorbanan

100 - 100 = 0 pengorbanan

Ngitungnya cuma perpuluhan doang sich loe…

He he he…

Anda ini bro Purba…

Kan saya sudah berkata bahwa pengajaran paling berharga dari YESUS adalah pengorbanan.

Saya kan cuma mengatakan apa yg sekarang terjadi, bahwa manusia-manusia yg ada dalam gereja sekarang ini banyak yg tertutup mata hatinya. Tentu boleh juga berkata saya termasuk manusia itu.

Dan saya mengajak kita semua, yang masih belum menyadari bahwa pengorbanan itu penting, untuk belajar mulai dari yg kecil-kecil.

itu saja kok.

Betul kata anda : perpuluhan saja masih berargumen.
Tapi argumen apa dulu ?

Apa kita tidak mau berkorban memberi sepuluh persen ?

Bukan itu…

Yang kita argue dari perpuluhan adalah banyak pendeta yg menakuti umat dengan perpuluhan.

[email protected]

Hehehehe…harap ga perlu di ambil hatilah Broo…??
Namanya saja berpandangan kan…??
Supaya ada warna dalam hal namanya " berkorban "…banyak sisi pandang yang mendasarinya…tapi jangan sampai lupa akan Yang diteladani TYK mengenai makna “Kasih” tsb

Salam.GBU

betul… betul…

betul, memang ada pendeta2 merintangi orang yang mau membantu… Sangat menyedihkan…

saya rasa ini banyak terjadi dimana-mana

Mohon klarifikasinya, apa maksudnya dengan gereja atau pendeta merintangi yang hendak membantu???

Kalimat ini berbau provokasi dan menebar kebencian tanpa dasar yang jelas. Nadanya seakan suci tetapi sama saja juga tidak berbuat apa-apa seharian duduk didepan layar LCD mengumpat sini dan sana tanpa tahu apa yang sedang diperbuatnya.

Saya setuju dengan anda.

Terkadang iri hati membusukan tulang dan jiwa, melahirkan begitu banyak nada-nada sinis dan menebar kebencian terhadap sesuatu yang tidak jelas apa tujuan dan maksudnya. Saya pernah menjumpai seorang yang sakit hati dan akhirnya mengatakan hal-hal yang negatif tentang sebuah gereja dan pendetanya, kembali lagi soal uang dan uang. Apa saja yang dilakukan oleh gereja tersebut semua dimatanya negatif dan ia juga “meracuni” teman-teman yang lain dengan pandangan negatifnya. Seakan pendetanya kaya dari perpuluhan, tidak transparan dengan uang gereja, mencari keuntungan pribadi, memihak yang kaya-kaya saja dan meninggalkan yang miskin, nada-nada yang seperti itu yang diucapkan dan disampaikan dengan mempertontonkan serentet peristiwa yang bisa memiliki asumsi ganda.

Lebih parah dari itu, seorang temannya akhirnya menjadi lebih “gila” dari dirinya dalam melawan gereja tersebut. Lebih agresif dan lebih bernafsu untuk menjatuhkan gereja dan pendetanya (entah apa tujuannya) dibandingkan orang pertama yang terjangkit sakit hati dan iri hati. Padahal temannya tidak pernah bersangkut paut ataupun terlibat konflik dengan gereja terserbut dengan pendetanya tidak pernah juga mengalami masalah sosial. Itulah efek dari “racun” yang ditebarkan oleh lidah.

Kejadian yang diceritakan adalah sepenggal kehidupan manusia yang tidak dapat mengambarkan keseluruhan komunitasnya. Seperti yang dikatakan SHIPIROZ PURBA bahwa kita tidak dapat menghakimi gereja dan pendeta dengan sekilas pandang hanya karena gereja itu megah, dengan musik yang lengkap dan mewah.

Gereja besar tentu banyak pengunjungnya, sebagian adalah jemaat gereja tersebut, sebagian adalah tamu. Ada tamu yang datang sesekali karena ia jemaat gereja lain, ada juga tamu yang sudah tahun-tahunan tetapi tetap juga ia adalah tamu, sebab ia tidak pernah mendaftarkan diri untuk menjadi anggota sehingga tercatat sebagai jemaat yang harus digembalakan, diundang dalam acara komunitas kecilnya di sekitar rumah dan mengikuti pendidikan-pendidikan yang diwajibkan bagi umat.

Tamu menahun inilah yang sering kali tidak menikmati pelayanan dari gereja secara penuh selain ibadah rayanya.

Didalam sebuah gereja yang besar, ada pelayanan pembiayaan berobat gratis. Saya memiliki teman yang sakit dan masuk rumah sakit, lama tanpa asuransi dengan biaya yang sangat besar, tahukah anda bahwa gereja membayar seluruh biayanya tanpa prosedur seperti mengurus klaim asuransi. Tidak ada yang tahu kecuali dia dan teman dekatnya, juga para pengurus gereja yang bertugas untuk hal-hal seperti itu. Mungkin anda jika berjemaat disana tidak tahu apa yang dilakukan gereja-gereja tersebut, karena mereka mengamalkan perbuatan kasih tanpa harus diumumkan keseluruh pelosok gedung gereja. Jangan kita menghakimi, demikian tegur Yesus dengan keras saat bicara soal menghakimi sesama.

Jika anda ingin lebih tahu apa yang telah dilakukan gereja anda dalam pelayanan kasih, silahkan bergabung dengan pelayanan mereka, jangan didepan pagar gereja dan tidak melihat pengumuman perbuatan kasih yang telah dilakukan dipajang di pintu pagar anda katakan mereka tidak melakukan apa-apa. Terlibatlah maka anda akan tahu dan berhenti mencela tanpa bukti nyata.

Uang memang berbahaya, banyak orang jatuh dalam dosa karenanya, baik yang berlimpah maupun yang kekurangan. Karena itu pesan Tuhan, cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Jangan jadikan aku kaya ataupun miskin kata Amsal.