Gereja Dibongkar Dengan Alasan Jaga Perdamaian

Sebuah gereja Pantekosta di Bogor dihancurkan paksa oleh Kepolisian Bogor atas permintaan sekelompok masyarakat dengan alasan tidak sesuai dengan IMB pada Senin, 19 Juli 2010 lalu, demikian berita yang dirilis oleh Compass Dirict pada 22 Juli.

Pada pembongkaran tersebut terjadi bentrokan dengan anggota jemaat Gereja Pantekosta Narogong, yang berada di desa Limusnunggal, Cileungsi. Akibatnya polisi menangkap 10 orang jemaat, namun setelah di interogasi mereka dibebaskan, demikian keterangan Komisaris Polisi Zulkarnain Harahap. Pada bentrokan tersebut beberapa orang jemaat dan petugas kepolisian terluka.

Belasan jemaat berusaha mempertahankan gereja, namun mereka tidak berdaya oleh desakan petugas kepolisian yang melakukan pembongkaran. Menurut Eddy Hidayat, pemimpin operasi polisi ini, pembongkaran terjadi karena bangunan menggunakan ijin tempat tinggal namun digunakan untuk ibadah.

Koordinator gereja Pantekosta tersebut, Hotlan P. Silaen menyayangkan sikap polisi yang tidak netral, malah lebih berpihak pada umat Muslim yang melakukan tekanan untuk membongkar tempat ibadah mereka.

“Bentrok antara warga dan petugas bisa dihindari jika saja polisi bersikap netral dan tidak terpancing dengan situasi,” demikian ungkap Hotlan.

Menurut keterangan Kapten Junaedi Syamsudin, sebenarnya warga sekitar termasuk mereka yang non-Kristen telah menerima kehadiran gereja itu. Hingga tahun 2008 lalu muncul sebuah organisasi bernama Forum Persaudaraan Muslim Limusnunggal, kelompok ini berupaya secara terus menerus untuk menyingkirkan gereja di wilayah tersebut.

Tiga bulan lalu, kelompok tersebut melakukan sebuah tindakan kembali, yaitu mendatangi para pejabat kabupaten dan meminta bupati mendengarkan permintaan mereka. Hal ini ditanggapi bupati dengan berjanji akan melakukan pembongkaran paksa pada 19 Juli.

Deputi Senior Komisaris Polisi Tomex Kurniawan menyatakan kehadiran polisi adalah dengan maksud yang baik, agar konflik tidak terus menyebar. Sebabnya ratusan orang telah memblokir jalan dan siap untuk melawan jika rumah ibadah tersebut tetap dihancurkan. Para petugas polisi berusaha menenangkan dan menjaga para warga dari upaya melawan para petugas yang akan melakukan pembongkaran. Kurniawan menyatakan bahwa dua petugasnya terluka saat mencoba untuk memelihara perdamaian.

Ini adalah potret gerakan radikalisasi agama yang sedang menyebar di pinggiran kota Jakarta saat ini. Berbagai upaya untuk menyingkirkan gereja terjadi diberbagai tempat dipinggiran Jakarta, mulai dari wilayah Bekasi hingga ke daerah Jawa Barat seperti Bogor. Namun sayangnya pihak berwenang seringkali berpihak kepada mereka yang menyebut dirinya mayoritas. Berita tentang apa yang terjadi terhadap umat Kristen di pinggiran Jakarta ini santer terdengar diberbagai media massa internasional, namun sayangnya di Indonesia sendiri berbagai media seperti bungkam. Ini saatnya suarakan keadilan bagi umat Kristen yang teraniaya kepada para petinggi negeri ini. Pakah dengan beralasan menjaga perdamaian, nasib kaum minoritas harus diabaikan? Bukankah kebebasan untuk beribadah dilindungi oleh UUD 45.

Sumber : Jawaban

nasib kaum minoritas…

kenava setiap ada pembongkaran gereja jarang masuk tivi ya…
padahal kalo ada pembongkaran rumah ibadah tetangga, langsung heboh…
fiuh… semoga gereja ini semakin kuat, bisa mendirikan gereja di tempat lain

Semoga iman jemaat dikuatkan

Huahahaha … huahaha haha… ajaran sinting!!! TING! bener-bener sinting!!! alasan perdamaian tapi ngancurin yang laen huahahaha…hahahaha huahahaha bener-bener gebleg!!! BLEGGGG!

itu gereja pantekosta apa ya ??? GPDI kah ???

Tenang aja…
Masih banyak bangunan lain untuk dipake buat ibadah kok. Toh yang dihancurkan cuma bangunannya bukan ‘GEREJANYA’. Kalo di bongkar ya ibadah di rumah jemaat pindah2… Masih banyak kok stocknya… ;D ;D

penindasan terhadap non muslim yg terjadi di Indonesia sebenarnya terjadi juga di semua negara mayoritas muslim!! gimana caranya nyadarin mrk yaah? soalnya banyak dari mereka merasa benar siih! dan ketidaktoleranan bagi mereka adalah ibadah! binunn mad0261

parah2…

doa di rumah, eh mereka marah,… katanya melanggar…
doa di rumah ebadah eh… mereka marah lagi… katanya menggangu perdamaian.

he he he… serba susyah ngadepin muslim

TUHAN YESUS ampuni mereka sebab mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat. Perkenalkan diriMU, TUHAN YESUS dalam hidup mereka sehingga jika TUHAN YESUS berkenan mereka juga di selamatkan, mereka juga kepunyaanMU, kasihani mereka TUHAN. Amin

hidup sebagai Kristen, memang seperti hidup dalam ruangan yg setiap detik semakin menyempit… huft, , begitu berat, lebih baik, "Tetaplah Berrdoa "

kenapa orang buka cafe lebih gampang dari pada buka gereja :’(

itulh kita manusia tidak pernah mau bertanya pada diri sendiri, siapa aku ini…? dan siapa yg menciptkan aku,? kalau kita bertanya seperti itu pasti kita bisa menyadari apa yg kita perbuat selama ini baik dari segi positif maupun segi negatifnya. padahal Negara indonesia adalah negara Hukum, Negara Majemuk,! tetapi mana buktinya,?muda2han Tuhan bisa mengampuni orang yg bersalah…

Berdoa buat mereka yang teraniaya dan dianiaya . Jesus now everything . tetaplah berdoa.

Makanya tunduklah pada pemerintah supaya tidak jadi mengasihani diri sendiri…
Gereja jangan mengasihani diri sendiri…
sebab iblis berjaga2 dimana2, kalau ada kesalahan sedikit ia akan menggunakannya untuk kepentingannya…

salam
note:
tanpa mengurangi rasa hormat kepada saudara2 yang gerejanya dirobohkan…

aneh jg pas bc brtnya, kalau tmpt maksiat untuk menghancurkn moral manusia seperti doli di sby dibiarkan terbuka dan bebas2 sj, sedangkan tmpat ibadh, tp org memperbaiki moral dan htinya menjadi lebh baik di hancurkan. dosa benar2 telah membutakan mati manusia,shg tak bs membedakan hal yg baik. untuk apa yg terjdi qta bawa dlm doa sj, ingat slalu firman Tuhan tak akan pernah sia-sia bila kita imani. semakin di gencet qt tetp berikn kasih, krn itu sm dengan menaru bara di ats kepala mereka.
kata Tuhan, ingatlh sebelum kamu di siksa dan di aniaya, Aku telah lebih dulu mengalaminya.
Tuhan tetap menyertai kita sampai maranatha.

Gue kan udah sering bilang = “JERUK MANA MUNGKIN MAKAN JERUK”.

Karena di dalam ajaran agama tetangga, emang diajarkan untuk memerangi orang kafir di manapun orang kafir tersebut berada. Darah orang kafir itu HALAL untuk ditumpahkan.

Orang kafir adalah orang-orang yang berlainan keyakinan dengan agama tetangga.

Maka dari itu mereka merasa benar karena sudah menjalankan perintah agama.

Semoga TUHAN selalu memberikan ketabahan bagi saudara2 kita yg teraniaya.

@adhitya
ya mengenaskan memang… tapi kita patut berdoa agar hati mereka bisa melihat apa yang benar dan berhenti dari tingkah lakunya yang jahat…