GEREJA DIRUSAK MASA (KUMPULAN ARTIKEL)

Kerusuhan Temanggung Tiga Gereja Dirusak Massa Penulis: Regina Rukmorini | Editor: Glori K. WadriantoSelasa, 8 Februari 2011 | 12:24 WIB

TRIBUN JOGJA/KRISNA KRISNA SUMARGO Suasana rusuh di sidang Richmond di PN Temanggung Jawa Tengah Selasa (8/2/2011).
1TERKAIT:
• Polisi Kuasai Jalan Sudirman, Temanggung• Massa Sempat Menyerbu Terdakwa• Letusan Tembakan Terdengar di PN Temanggung• Massa Beringas, Bakar Satu Truk Dalmas

TEMANGGUNG, KOMPAS.com — Setidaknya tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah, rusak karena menjadi sasaran amuk massa menyusul kerusuhan dalam persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan di Pengadilan Negeri Temanggung, Selasa (8/2/2011).

Gereja Bethel Indonesia yang berjarak sekitar dua kilometer dari PN Temanggung mengalami kerusakan akibat pembakaran oleh kelompok massa tersebut. Sebuah bangunan sekolah taman kanak-kanak yang berada di lingkungan gereja terbakar pada sejumlah bagian. Termasuk enam unit motor hangus terbakar akibat insiden tersebut.

Selain itu, pembakaran juga terjadi di Gereja Pantekosta Temanggung. Belum diperoleh laporan mengenai dampak pembakaran di gereja tersebut. Sementara itu, Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus juga sempat dirusak massa. Bagian depan gereja rusak dilempari batu.

Kondisi terakhir di Kota Temanggung masih mencekam. Toko-toko di pusat kota menghentikan aktivitasnya. Sejumlah pedagang kaki lima pun harus tutup lebih cepat akibat kerusuhan ini. Sementara arus lalu lintas menjadi kacau-balau.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, sidang perkara penistaan agama ini diwarnai kerusuhan. Hanya sesaat setelah jaksa penuntut umum membacakan tuntutan 5 tahun untuk terdakwa Antonius, massa langsung menyerbu terdakwa dan meja sidang.

Segera setelah itu, majelis hakim langsung diamankan dan dilarikan ke luar ruang sidang. Massa di luar mengamuk, memecahkan kaca-kaca jendela, dan membakar kendaraan yang ada di sekitar gedung pengadilan.

Kasus yang menjerat warga asal Manado ini terjadi pada 3 Oktober 2010. Ketika itu Bawengan, yang menggunakan KTP Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menginap di tempat saudaranya di Dusun Kenalan, Desa/Kecamatan Kranggan, Temanggung.

Sedianya ia hanya semalam di tempat itu untuk melanjutkan pergi ke Magelang. Namun, waktu sehari tersebut digunakan untuk membagikan buku dan selebaran berisi tulisan yang dianggap menghina umat Islam. Karena itu, sejak 26 Oktober 2010 ia ditahan

5 Motor di Gereja Bethel & 3 Mobil di Gereja Kanisius Temanggung Dibakar

Parwito - detikNews

http://www.detiknews.com/read/2011/02/08/132315/1562480/10/5-motor-di-gereja-bethel-3-mobil-di-gereja-kanisius-temanggung-dibakarJakarta - Massa yang mengamuk di depan PN Temanggung, Jawa Tengah

semakin bengis. Tak cuma membakar mobil Dalmas di depan pengadilan, 3

gereja pun diserang. Sejumlah kendaraan yang terparkir di gereja

tersebut dibakar.

3 Gereja yang diserang yakni Gereja Bethel Indonesia Jl Soepeno,

Gereja Kristen Protestan Kanisius, dan Gereja Katolik Temanggung.

Di Gereja Bethel, massa membakar 5 motor dan pos satpam. Pintu gereja

juga ikut dijebol. Kantin gereja, kantor serta sekolah Kristen

Shekinah yang berada di halaman gereja dirusak.

Seorang satpam Gereja Bethel, Heru mengatakan, sekitar pukul 10.30

WIB, tiba-tiba ada segerombolan orang datang dan menyerang gereja.

Massa melempari gereja dengan batu dan balok-balok kayu. Sontak Heru

dan sejumlah guru di sekolah menyelamatkan diri dari serangan batu massa.

"Saat itu saya sedang berada di dalam pos satpam. Tiba-tiba

segerombolan massa datang dan melempari batu. Saya lari mengamankan

diri, begitu juga dengan guru-guru di sini," ujar Heru.

Tak puas dengan melempari batu, massa kemudian membakar pos satpam dan

5 motor yang tengah di parkir di halaman gereja. Setelah itu massa pun pergi.

Massa lalu menyerang Gereja Kanisius. Di gereja ini, massa membakar 3

mobil. Kemudian massa beralih ke Gereja Katolik. Di Gereja Katolik,

massa melempari gereja dan menjebol pintu masuk.

Benar2 sudah kerasukan roh jahat…

Ya begitulah, antikrisnya sudah semakin jelas. Doakan saja siapa tahu antikrisnya bertobat menjadi pengikut Kristus.

Bener2 kan?
Sudah jelas2 anarkis begitu kenapa msh ngotot anggep dirinya plg bener :S

Buat Bapak Pdt. AA. Yewanggoe, bukankah Bapak adalah salah satu tokoh yang katanya mewakili Kristen dan sudah menghadap Bapak Presiden SBY ? Dimanakah Bapak sekarang ? Kok nggak ada suaranya di TV atau media ? atau mungkin saya yang kelewatan beritanya.

polisi Indonesia menangkap tersangka teror 8 di Jawa Tengah

Posté mer, 26/01/2011 - 7:00pm par Anonymous

SOLO - indonesian anti-teror polisi menangkap 8 tersangka teroris diyakini berada di balik plot pengeboman dua kantor polisi dan tiga gereja di kota Solo Jawa Tengah, kata para pejabat Selasa.

Para pejabat mengatakan Antok, 28, yang diduga sebagai pemimpin kelompok kelompok, ditangkap di Purwosari, Sukoharjo. 7 lainnya individu, semua di bawah usia 20, dibawa ke penjara di Klaten, Globe Jakarta dilaporkan.

Pihak berwenang juga menduga kelompok bertanggung jawab atas ledakan kecil yang meledak di pasar Kliwon Solo dan sebuah gereja Desember lalu, serta bom meledak di sebuah masjid Yogyakarta dua hari sebelum hari Natal lalu.

Meskipun kelompok itu dalam tahap awal pengembangan dan belum dikaitkan dengan Jemaah Islamiyah, jaringan teror regional, pihak berwenang menyatakan keprihatinan khusus mengenai usia muda anggotanya. Selain itu, selama penangkapan, beberapa item yang potensial dapat digunakan untuk merakit bom fatal disita, termasuk bubuk hitam, kalium klorat, dan detonator buatan sendiri.

Menurut laporan, Antok dihubungkan dengan Sogir, pembuat bom dikenal yang telah dilatih di bawah master bahan peledak Azahari Husin, bertanggung jawab untuk perakitan bom yang menewaskan 202 orang di tahun 2002 serangan Bali. Azahari ditembak dan tewas dalam serangan polisi di tempat persembunyiannya di Batu, Jawa Timur, pada bulan November 2005, dan Sogir ditangkap di Klaten Juli lalu.

DATA PERUSAKAN - PEMBAKARAN - PENUTUPAN GEREJA DI INDONESIA

June 1996 - Jan 1998

Sejak pertengahan tahun 1996 terdapat beberapa peristiwa yang sangat
mencolok sebagai berikut :

  1. Siantan - Kalimantan Barat, 30 Maret 1996. Gereja Misi Injili di desa Peniti Kec. Siantan Kab. Pontianak dirusak dan dibakar.

  2. Sidotopo, Surabaya - Jawa Timur, 9 Juni 1996. 10 gedung gereja dihancurkan oleh massa yang berjumlah sekitar 3000 orang disertai perampokan dan pelecehan seksual.

2.1. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jl. Sidotopo Indah Wetan II/26.
2.2. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) “POGOT” Jl. Sidotopo Wetan Indah II/62-64.
2.3. Pos Pelayanan"SILO" GPIB “Cahaya Kasih” Jl. Bulak Raya.
2.4. Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Firman Hayat” Jl. Tenggumung Baru Selatan 51.
2.5. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Jatisrono Tengah 11.
2.6. Gereja Kemah Injil Indonesia “Kalvari” Jl. Bulak banteng Madya 4.
2.7. Gereja Pentakosta Tabernakel Jl. Wonosari Wetan Baru Gg. Sekolahan 22.
2.8. Persekutuan Doa Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Bulak Banteng Wetan IV/2-4.
2.9. Gereja Sidang Jemaat Pantekosta (GSJP) Jl. Tenggumung Karya III/54.
2.10. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Sidotopo Wetan Indah.

  1. Wates, Kediri - Jawa Timur, 14 Juni 1996. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) diserang dan dirusak oleh 2500 oknum massa pada jam 02.00 dini hari.

  2. Pare, Kediri - Jawa Timur, 25 Juni 1996. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dirusak massa, peralatan/perlengkapan gereja dikeluarkan dan dibakar oleh 200 oknum massa pada jam 12.00 tengah hari.

  3. Pondok Gede, Bekasi - Jawa Barat, berturut-turut 16 , 20 & 21 Juli 1996. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dirusak oleh massa.

  4. Bekasi - Jawa Barat, 17 September 1996. Gereja St. Leo Agung (Katolik) dirusak dengan kerugian materi sekitar 700 juta rupiah.

  5. Situbondo , Panarukan, Wonorejo, Asembagus, Besuki, Ranurejo - Jawa Timur, 10 Oktober 1996. 24 gedung gereja dirusak dan dibakar oleh massa yang berjumlah kurang lebih 3000 orang. Peristiwa ini membawa korban 5 orang yang mati syahid karena terbakar (Pdt. Ishak Christian & kel.).
    Situbondo

7.1. Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bukit Sion - dibakar.
7.2. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) - dihancurkan.
7.3. Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) - dibakar.
7.4. Gereja Sidang Jemaat Pantekosta (GSJP) - dibakar.
7.5. Gereja Kristen Jawi Wetan - dibakar.
7.6. Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) - dibakar.
7.7. Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) - dihancurkan.
7.8. Gereja Katolik Bintang Samudra - dibakar.

Panarukan

7.9. Gereja Katolik - dibakar.
7.10. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) - dibakar.

Wonorejo

7.11. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) - dirusak.
7.12. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) - dibakar.
7.13. Gereja Bethel Tabernakel (GBT) - dibakar.
7.14. Gereja Katolik - dirusak.

Asembagus

7.15. Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) - dibakar
7.16. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) - dirusak.
7.17. Gereja katolik - dibakar.

Besuki

7.18. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) - dirusak.
7.19. Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) - dirusak.
7.20. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) - dirusak.
7.21. Gereja Katolik - dirusak.

Ranurejo

7.22. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) induk - dibakar.
7.23. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) cabang - dibakar.
7.24. Gereja Kristus Tuhan (GKT) - dibakar.

  1. Tasikmalaya - Jawa Barat, 26 Desember 1996. 15 gedung gereja dirusak dan dibakar. 4 orang meninggal dalam peristiwa kerusuhan ini.

8.1. Gereja Katolik “Hati Kudus Yesus” berikut pastori, Jl. Sutisna Senjaya 50 - dibakar.
8.2. Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl. Veteran 49 - dibakar.
8.3. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Panyeurutan 10 - dibakar.
8.4. Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Selakaso 61 - dibakar.
8.5. Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Tentara Pelajar - dibakar.
8.6. Gereja Gerekan Pantekosta (GGP) “Ebenhaezer” - dihancurkan.
8.7. Gereja Kristen Indonesia (GKI) “Sion” Jl. Tentara Pelajar 8 - dihancurkan.
8.8. Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jl. Veteran 72 - dirusak.
8.9. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jl. Merdeka 24 - dirusak.
8.10. Gereja Yesus Sejati , Jl. Empang Sari 32 - dirusak.
8.11. Gereja Kristen Immanuel (GKIm) Jl. Mayor Utarya 11 - dirusak.
8.12. Gereja Kerasulan Baru, Jl. Tentara Pelajar 50 - dirusak.
8.13. Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jl. Mekarsari, Cipanas Cipatujah - dihancurkan.
8.14. Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Cikaong Ading kalaksanaan Cipatujah - dibakar.
8.15. Kapel Gereja Katolik Jl. Raya Ciawi Ds. Palemanggu - dibakar.

  1. Desa Arjasa, Situbondo - Jawa Timur, 13 Januari 1997. Gereja pantekosta di Indonesia (GpdI) ditutup Camat Arjasa (Drs. Mansejar) walau seluruh masyarakat lingkungan sekitar, babinsa dan kapolsek menyetujui adanya gereja
    tersebut.

  2. Rengasdengklok - Jawa Barat, 30 Januari 1997. 5 gedung gereja dirusak satu diantaranya dibakar habis.

10.1. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Raya Bedeng - dibakar.
10.2. Gereja Kristen Indonesia (GKI) - dihancurkan.
10.3. Gereja Bethel Tabernakel (GBT) induk Jl. Raya Bedeng - dihancurkan
10.4. Gereja Bethel Tabernakel (GBT) cabang - dihancurkan.
10.5. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bantar Jaya - dihancurkan.

  1. Ambon - Maluku, 10 Februari 1997. TK-SLTP-SMU Katolik dibakar dengan harapan gereja Katolik didalamnyapun terbakar. 6 orang pelaku tertangkap.

  2. Sumenep, Madura - Jawa Timur, 11 Februari 1997. Gereja Sidang Persekutuan Injili Indonesia (GSPII) ditutup berdasarkan Surat Perintah Bupati Sumenep.

  3. Cipaku, Bogor - Jawa Barat, 12 Februari 1997. Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) diserbu dan dihancurkan massa.

  4. Cisewu, Garut - Jawa Barat, 22 Februari 1997. Gereja Kristen Pasundan (GKP) dibakar.

  5. Rancabuaya, Garut - Jawa Barat, 6 Maret 1997. Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) dihancur-robohkan.

  6. Wonosobo - Jawa Tengah, 9 Maret 1997. 2 gedung gereja GKJ dan sekolah Katolik dilempari batu oleh oknum-oknum yang baru pulang pengajian umum di malam hari.

  7. Surabaya - Jawa Timut, 13 Maret 1997. Gereja Kristen indonesia (GKI) Jl.
    Ngagel dilempari pelajar-pelajar STM.

  8. Surabaya - Jawa Timur, 28-30 Maret 1997. Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Petra” dilempari batu oleh oknum-oknum melalui gerbong Kereta Api. 8 orang pelaku tertangkap.

  9. Widodaren, Ngawi - Jawa Timur, 28 Maret 1997. Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Immanuel” pos PI cabang Kedung Gudel dirusak.

  10. Surabaya - Jawa Timur, 12 April 1997. Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Sulung dan Gereja Katolik Jl. Kepanjen dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal pada pukul 19.00.

  11. Surabaya - Jawa Timur, 13 April 1997. Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) Jl. Bubutan disebelah kantor polisi dilempari batu.

  12. Semanding, Tuban - Jawa Timur, 15 Mei 1997. Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) desa Bejagung dibakar massa.

  13. Banjarmasin - Kalimantan Selatan, 23 Mei 1997. 12 gedung gereja dirusak satu diantaranya dibakar rata dengan tanah

23.1. Katedral Kudus/Sasana Sehati, Jl. Lambung Mangkurat - dirusak.
23.2. Gereja Santa Maria Kelayan, Jl. Rantauan Timur - dirusak.
23.3. Gereja Hati Kudus Yesus, Jl. Veteran Merpati - dirusak.
23.4. Gereja GKE EBEEN EZER, Jl. S. Parman No. 96 - dirusak.
23.5. Huria Kristen Batak Protestan Resort Banjarmasin, Jl. P. Samudera No. 83 - dibakar.
23.6. Gereja G.K.K.A, Jl. Veteran No. 85 - dirusak.
23.7. Gereja Yesus Sejati (GYS), Jl. AES. Nasution - dirusak.
23.8. Gereja GPDI Pantekosta, Jl. Veteran No. 35 - dirusak.
23.9. Gereja Jemaat GBI Bethani, Jl. Veteran - dirusak.
23.10. Gereja Terang Kristus, Jl. Lambung Mangkurat - dirusak.
23.11. GBI Jemaat Siloan, Jl. RK. Ilir - dirusak.
23.12. GPIB Jemaat Banjarmasin, Jl. Gatot Soebroto - dirusak.
23.13. GPPS Jemaat Banjarmasin, Jl. Lab. SMP 6 - dirusak.

  1. Pasuruan - Jawa Timur, 23 Mei 1997.

24.1 Gereja Pantekosta Sion - dirusak.
24.2 Gereja Bethel Indonesia - dirusak.
24.3 Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat - dirusak.
24.4 Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Halmahera - dirusak.
24.5 Gereja Katolik - dirusak.

  1. Kudus - Jawa Tengah, 23 Mei 1997. Gereja Kristen Muria Indonesia dirusak.

  2. Cikarang, Lemah Abang, Bekasi, Tangeran - Jawa Barat, 23 Mei 1997.
    Cikarang

26.1. Gereja Kristen Pasundan Pos Cikarang - dirusak & dibakar…
26.2. GPDI Cikarang - dilempari massa. Lemah Abang
26.3. Gereja Pantekosta Yerusalem Lemah Abang - dirusak.

Bekasi

26.4. Gereja Kristen Pasundan - dilempari massa.

Tangerang

26.5. GPDI Kisamun - dilempari massa.
26.6. GBI Betlehem - dilempari massa.
26.7. Gereja Katolik Santa Maria - dilempari massa.

  1. Kebayoran Lama - Jakarta Selatan, 23 Mei 1997. Gereja Bethel Injil Sepenuh Rawa Kemiri diserbu, dirusak dan coba dibakar massa dalam beberapa gelombang.

  2. Pamekasan, Madura - Jawa Timur, 23 Mei 1997. Gereja Katolik Jl. Jokotole dirusak.

  3. Kadipaten - Jawa Barat, 26 Mei 1997. Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Brawijaya dirusak massa dan Gedung / Balai pertemuan GKP di Cideres juga dilempari massa.

  4. Bangkalan, Madura - Jawa Timur, 14 Juni 1997. Gereja Bethel Indonesia (GBI) dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dirusak dan dibakar. Sebelumnya, pada saat kampanye Gereja Katolik dilempari batu.

  5. Desa Betet, Kec. Pesantren, Kodya Kediri - Jawa Timur, 10 Juli 1997. Gereja Pantekosta Tabernakel “Yesus Penolong” ditutup oleh kakandepag Kodya Kediri.

  6. Cisarua, Bogor - Jawa Barat, 21 Juli 1997. Bukit Doa “Bukit Zaitun” yang sedang dipakai retreat mahasiswa STT-SETIA diserbu dan dibakar massa.

  7. Kandangan, Kediri - Jawa Timur, 27 Juli 1997. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) “Puthuk” dibakar sekitar 300 massa pada pukul 22.30 wib.

  8. Bandung - Jawa Barat, 15 Agustus 1997. Gereja Baptis Baitlahim Sukamenak dilarang beribadah lagi di tempatnya oleh masyarakat sekitar sehingga pindah ke markas Koramil.

  9. Barito Pasifik - Kalimantan Selatan, 22 Agustus 1997. Gereja Kristen Oikumene (GKO) di dalam kompleks Barito Pasifik dibakar.

  10. Desa Barako, Gorontalo - Sulawesi Utara, 5 September 1997. Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow dirusak massa.

  11. Ujung Pandang - Sulawesi Selatan, 15-16 September 1997. Gereja Katolik “Kristus Raja” Jl. Andalas 61 UP. dirusak, kendaraan, peralatan ibadah dan Alkitab di bakar di luar gedung. GKKA juga dirusak. 6 sekolah Katolik dan beberapa sekolah protestan dirusak. 13 gereja lainnya hanya dilempar selewat saja.

  12. Bandung - Jawa Barat, 28 September 1997. Gereja Isa Almasih Arcamanik Bandung diminta untuk menghentikan kegiatannya oleh ketua RT setempat karena alasan stabilitas & keamanan.

  13. Cisarua, Bogor - Jawa Barat, 14 Oktober 1997. Siswa-siswi Kristen SMEA VII Jakarta yang sedang mengadakan retreat di Villa Syuga diserbu 60 pemuda dan 2 siswa/i terluka.

  14. Kepanjen, Malang Selatan - Jawa Timur, 15 Oktober 1997. Gereja Kristus Tuhan ditakut-takuti dan ditutup oknum aparat serta melarang untuk tidak mengadakan ibadat dalam bentuk apapun.

  15. Mumbulsari, Jember - Jawa Timur, 17 Oktober 1997. Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) dirusak dan dirampok oleh massa sebelum akhirnya ditutup oleh aparat Pemda dan Oknum ABRI.

  16. Plosorejo, Garum, Blitar - Jawa Timur, 27 Oktober 1997. Gereja Kristen Baithani dihancurkan massa.

  17. Tanggul, Jember - Jawa Timur, 3 & 10 November 1997. Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bethany ditutup oleh aparat depag.

  18. Sanan Kulon,Blitar - Jawa Timur, 13 November 1997. Gereja Utusan Pantekosta (GUP) dibongkar paksa dan Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI) dibakar massa. 3 Orang polisi menjadi korban bacokan kebringasan massa.

  19. Bantul - Yogyakarta, 16 November 1997. Gereja Persekutuan Injili Baptis Indonesia (GPIBI) didesak untuk menutup ibadahnya dan dirusak oleh 500 massa didukung oleh aparat (Muspika).

  20. Kota Gede - Yogyakarta, 22 November 1997. Pepanthan (Cabang) Gereja Kristen Jawa (GKJ) “Modalan” dan “Babadan Gedongkuning” dibakar massa. Setelah sebelumnya mengintimidasi gereja-gereja di Bantul.

  21. Kota Gede - Yogyakarta, 24 November 1997. Gereja Kristen Jawa (GKJ) dilempari.

  22. Karya Tani - Lampung, 25 November 1997. Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) yang sedang dibangun diserbu dan dihancurkan / dibakar massa.

  23. Bandung - Jawa Barat, 9 Desember 1997. Kanwil Depag. Jabar dengan resmi memerintahkan penghentian pembangunan Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan dan memohon walikota mencabut kembali IMBnya.

  24. Limus Tunggal, Cileungsi Bogor - Jawa Barat, 20 & 27 Desember 1997. Terjadi penyerangan dan perusakan sarana umum setelah perayaan Natal.

  25. Tambun, Bekasi - Jawa Barat, 21 Desember 1997. GKII diteror pada saat merayakan Natal. Perayaan Natal terhenti dan gereja dilempari para pemuda . Gembala Sidang meloloskan diri dengan memanjat tembok.

  26. Bumi Serpong Damai, Tangerang - Jawa Barat, 23 Desember 1997. Gereja Kristen Oikumene (GKO) diserbu dan dihancurkan massa walau berada di tengah komunitas non-muslim.

  27. Songgon, Banyuwangi - Jawa Timur, 23 Desember 1997. Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) dibakar massa ketika pendetanya sedang tidak berada di tempat.

  28. Citepus, Subang - Jawa Barat, 25 Desember 1997. Pos Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) Bethel diblokade massa luar daerah dan kendaraan gereja dicoret-coret dengan paku serta melarang diselenggarakannya perayaan Natal.

  29. Langensari, Ciamis - Jawa Barat, 29 Desember 1997. Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh (GMAHK) diperintahkan untuk dibongkar paksa oleh Muspika atas desakan MUI setempat.

  30. Bandar Lampung, 3 januari 1998. Warga RSS Sukabumi Indah sejak 27 Desember 1997 diintimidasi para pemuda dan sejak 3 Jan’98 mulai melarang ibadah rutin. (Gereja Baptis)

  31. Kalisat, Jember - Jawa Timur, 19 Januari 1998. Gereja Kristen Jawi Wetan ditutup oleh Camat.

  32. Puger, Jember - Jawa Timur, 20 Januari 1998. Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) dilempari batu oleh demonstrasi massa.

  33. Kragan, Rembang - Jawa Tengah, 26 Januari 1998. Kapel Gereja Katolik Kragan dirusak massa. Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kragan dirusak dan teras dihujani batu. Toko-toko milik keturunan dan Kristen dijarah dan dirusak total.

  34. Desa Bulu Banjar, Kab. Tuban - Jawa Timur, 28 Januari 1998. Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) dirusak massa. Kursi, s.sytem, kipas angin, mimbar, papan nama rusak berat.

ehmmmm… banyaknya :’(

Penutupan, Perusakan, Pembakaran 374 Gereja Di Indonesia

Dari tahun 1945 s/d 1964 terdapat 2 buah rumah ibadah / Gereja yang
dirusak. Sejak 1965 sampai 1 Juli 1997 dalam setiap tahunnya terjadi
peningkatan jumlah Gereja yang ditutup, dirusak atau dibakar.
Lebih-lebih sejak diberlakukannya SKB 2 Menteri (Menteri Agama dan
Menteri Dalam Negeri) No. 1 tahun 1969. SKB 2 Menteri ini sebenarnya
bertentangan dengan :

1.UUD 1945 Pasal 29 ayat 2
2.Pancasila
3.Tap MPRS nomor XX tahun 1966
4.Dasar-dasar Hak Asasi Manusia

Peristiwa pengrusakan Rumah Ibadah atau Gereja yang tercatat dengan baik oleh kami berawal pada bulan Juni 1967 dan bulan Oktober 1967 yang terjadi di daerah Aceh dan Makassar (Ujung Pandang).

Terjadinya perusakan dan atau pembakaran Gereja sering dikemukakan oleh oknum-oknum maupun tokoh masyarakat sebagai dasar balasan dosa atas peristiwa kerusuhan di Timor-Timur pada permulaan tahun 1996 .
Yang sebenarnya terjadi adalah permasalahan antara suku pendatang dan penduduk asli Timor-Timur, yang membawa dampak pada proses marginalisasi masyarakat Timor-Timur dalam segala bidang, yaitu sosial, politik, agama dan budaya. Yang dirusak pada waktu itu satu Surau (Masjid) dan satu Gereja Protestan.

Jelas bahwa situasi Timor-Timur tidak dapat dijadikan alasan yang rasional, karena masalah utamanya adalah budaya dan politik, bukan
agama.

Tabel 1.
Periode Jumlah Persentase(%) Rata-rata/tahun
1945-1954 0 0 0
1955-1964 2 0 0.2
1965-1974 46 13 4.6
1975-1984 89 24 8.9
1985-1994 132 35 13.2
1995-1997 105 28 52.5

Total 374 100%

Pada tahun 1965 s/d 1974 (10 tahun)
terjadi pengrusakan 46 Gereja atau rata-rata 4,6 gedung Gereja yang dirusak per tahun.

Kemudian antara tahun 1975 s/d 1984 (10 tahun) jumlah Gereja yang dirusak meningkat 89 buah atau rata-rata 8,9 per tahun.

Demikian pula antara tahun 1985 s/d 1994 (10 tahun) terjadi peningkatan 2 x lipat dari jumlah sebelumnya, yaitu 132 buah atau rata-rata 13,2 per tahun. Dan dalam 2 tahun terakhir, 1995-1997 (2 tahun), terjadi peningkatan yang sangat mencolok dimana jumlah Gereja yang dirusak menjadi 105 buah atau rata-rata 52,5 per tahun (lihat Tabel 1). Bila dihitung dalam kurun waktu 10 tahun yang akan datang (1995 s/d 2004), apakah mungkin bisa terjadi lagi peristiwa perusakan Gereja yang jumlahnya mencapai 300 buah gedung Gereja?

Hingga 1 Juli 1997, telah terjadi penutupan, perusakan dan pembakaran
374 Gereja. Perusakan tersebut diatas, belum termasuk perusakan rumah ibadah agama lain seperti Vihara maupun fasilitas Pemerintah, swasta dan fasilitas umum.

Tabel 2.
Propinsi Jumlah Persentase(%)
1.Jatim 104 27
2.Jabar 82 22
3.Jateng 47 13
4.Sulsel 36 11
5.Kalimantan 30 5
6.DKI Jaya 21 5
7.Sumut+Aceh 12 4
8.DI. Yogya 10 3
9.Sumsel+Lampung 7 2
10.Bali 5 2
11.Sulut 2 1
12. Daerah Lain 18 5

Sejak 1996 terjadi beberapa peristiwa yang sangat mencolok :

1.Peristiwa Kendari - Sulawesi Tenggara, selama 1996 enam gereja
dirusak (data menyusul)

2.Peristiwa Siantan - Kalimantan Barat, 30 Maret 1996, dimana Gereja
Misi Injili di desa Peniti, Kecamatan Siantan Kabupaten Pontianak
dirusak dan dibakar.

3.Peristiwa Surabaya (Minggu Kelabu), 9 Juni 1996, dimana 10 gedung Gereja dihancurkan didaerah Sidotopo oleh massa sebanyak 3000 orang disertai perampokan dan pelecehan sexual. Gereja yang dirusak adalah:
1.Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) , Jl.Sidotopo Indah Wetan
II/26.
2.Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) “Pogot”, Jl. Sidotopo
Wetan Indah II/62-64.
3.Pos Pelayanan “SiloM” GPIB “Cahaya Kasih”, Jl. Bulak Jaya.
Gereja Bethel Indonesia (GBI) Firman Hayat, Jl. Tenggumung Baru Selatan 51.
4.Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Jl. Jatisrono Tengah 11.
5.Gereja Kemah Injil Indonesia Kalvari, Jl. Bulak Banteng Madya 4.
6.Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT), Jl. Wonosari Wetan Baru Gg.Sekolahan 22.
7.Persekutuan Doa Gereja Bethel Indonesia (GBI), Jl. Bulak
Banteng Wetan IV/2-4.
8.Gereja Sidang Jemaat Pentakosta Di Indonesia, Jl. Tenggumung
Karya III/54.
9.Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Jl. Sidotopo Wetan
Indah.

4.Peristiwa Wates, Kediri-Jawa Timur, 14 Juni 1996, dimana Gereja
Kristen Jawi Wetan (GKJW) diserang dan dirusak massa + 2.500 orang oknum pada jam 02:00 dini hari.

5.Peristiwa Pare, Kediri-Jawa Timur, 25 Juni 1996, dimana Gereja
Pentakosta di Indonesia (GPdI) pada jam 12:00 siang dirusak
dan perabotannya dikeluarkan dari gereja serta dibakar dihalaman
gereja oleh massa + 200 orang oknum.

6.Peristiwa Bekasi - Jawa Barat, 17 Juli 1996 di mana gereja katolik dibakar oleh masa yang tidak dikenal.

7.Peristiwa Situbondo-Jawa Timur (Kamis Hitam), 10 Oktober 1996, dimana 24 gedung Gereja dirusak dan dibakar oleh massa sebanyak 3000 orang. peristiwa ini sangat luar biasa menyedihkan karena seorang Pendeta dari Gereja Pentakosta meninggal dunia terbakar didalam gedung Gereja beserta keluarga dan seorang Penginjil. Terdapat 5 orang meninggal dunia, yaitu Pdt. Ishak Christian, Ribka Lena Christian (istri), Elizabeth Christian (anak), Nova Samuel (keponakan) dan Rita (Penginjil).
Gereja yang dirusak/dibakar adalah:
Situbondo:
1.Gereja Bethel Indonesia/GBI Bukit Sion (di bakar)
2.Gereja Pantekosta di Indonesia /GPdI (di hancurkan)
3.Gereja Bethel Injili Sepenuh/GBIS (di bakar)
4.Gereja Sidang Jemaat Pantekosta/GSJP (di bakar)
5.Gereja Kristen Jawi Wetan/GKJW (di bakar)
6.Gereja Pantekosta Pusat Surabaya/GPPS (di bakar)
7.Gereja Protestan Indonesia Barat/GPIB (dihancurkan)
8.Gereja Katolik (di bakar), Panarukan
9.Gereja Katolik (dibakar)
10.Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI (di bakar), Wonorejo
11.Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI (di rusak)
12.Gereja Kristen Jawi Wetan/GKJW (di bakar)
13.Gereja Bethel Tabernakel/GBT (di bakar),
14.Gereja Katolik (di rusak), Asembagus
15.Gereja Bethel Injili Sepenuh/GBIS (di bakar)
16.Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI (di rusak)
17.Gereja Katolik (di bakar), Besuki
18.Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI (dirusak)
19.Gereja Bethel Injili Sepenuh/GBIS (dirusak)
20.Gereja Kristen Jawi Wetan/GKJW (dirusak)
21.Gereja Katolik (di rusak), Ranurejo
22.Gereja Kristen Jawi Wetan/GKJW (Induk) di bakar
23.Greja Kristen Jawi Wetan/GKJW (cabang) di bakar
24.Gereja Kristus Tuhan /GKT (di bakar).

8.Peristiwa Tasikmalaya - Jawa Barat (Kamis Hitam), 26 Desember 1996 dimana 15 Gereja dirusak dan dibakar serta 4 orang meninggal dunia. Gereja yang dirusak/dibakar adalah:
1.GKI Tasikmalaya,
2.Gereja Pentakosta di Indonesia,
3.Gereja Bethel Indonesia (GBI),
4.Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Eben Haezer,
5.Gereja Kristen Pasunda,
6.GKI Sion,
7.Gereja Katolik " Hati Kudus Yesus",
8.HKBP (Huria Kristen Batak Protestan),
9.Gereja Yesus Sejati,
10.Gereja Kristen Immanuel,
11.Gereja Bethel Tabernakel,
12.Gereja Kerasulan Baru,
13.Gereja Bethel Tabernakel,
14.Gereja Kristen Pasundan,
15.Gereja Kristen Palemanggung.

9.Peristiwa Rengasdengklok-Jawa Barat (50 km dari Jakarta), 30
Januari 1997, dimana 5
Gereja dirusak, adalah:
1.Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jawa Barat
2.Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Rengasdengklok
3.Gereja Bethel Tabernakel (GBT),
4.Gereja Bethel Tabernakel (GBT) cabang,
5.Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI)

10.Peristiwa Ambon, 10 Februari 1997, dimana sekolah TK, SMP, SMU Katolik dibakar dengan harapan gedung Gereja disampingnya ikut terbakar. Tetapi untung cepat diselamatkan oleh penduduk sekitarnya sehingga gedung Gereja tersebut tidak terbakar. Pelakunya 6 orang oknum.

11.Peristiwa Garut-Jawa Barat, 22 Februari 1997, dimana Gereja Kristen Pasundan (GKP) di desa Cimahi Kecamatan Cisewu - Garut habis
dibakar.

12.Peristiwa Garut - Jawa Barat, 6 Maret 1997, dimana Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) didesa Purbayani, Garut dirusak rata
dengan tanah.

13.Peristiwa Surabaya , 13 maret 1997, dimana Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jl. Ngagel Surabaya dilempari batu oleh oknum-oknum
pelajar STM.

14.Peristiwa Surabaya, 28 - 30 Maret 1997, dimana Gereja Bethel
Indonesia (GBI) Petra di jalan Kalibutuh dilempari batu oleh
oknum-oknum melalui gerbong kereta api. 8 orang oknum telah
ditangkap polisi.

15.Peristiwa Ngawi, 28 Maret 1997, dimana Gereja Bethel Indonesia (GBI) Immanuel - Pos PI, di desa Kedung Gadul, Kecamatan Widodaren - Ngawi, dirusak.

16.Peristiwa Wonosobo, Jawa Tengah, 9 Maret 1997, dimana 2 buah Gereja Kristen Jawa (GKJ) dan sebuah sekolah Katolik di lempari Batu oleh oknum-oknum yang baru pulang mengikuti pengajian umum pada malam hari.

17.Peristiwa Surabaya, Jawa Timur, 12 April 1997, dimana Gereja Bethel Indonesia di jalan Sulung Surabaya dan Gereja Katolik dijalan
Kepanjen dilempari batu oleh sekelompok pemuda tidak dikenal pada
jam 19:00.

18.Peristiwa Sumenep-Madura, 15 April 1997, dimana Gereja Sidang Persekutuan Injili Indonesia (GSPII) ditutup oleh surat perintah Bupati Sumenep.

19.Peristiwa Bojonegoro, 12 Mei 1997, dimana Pos Gereja Pantekosta di Indonesia desa Mojopangi, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Kedung Adem.

20.Peristiwa Tuban-Jawa Timur, 15 Mei 1997, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban dibakar oleh massa.

21.Peristiwa Manado-Sulawesi Utara, 22 Mei 1997, dimana Gereja Masehi Injili Minahasa Eklesia dekat jembatan Megawati dirusak dan Gereja Pantekosta di Indonesia Tominting Jl.Soputaro juga dirusak.

22.Peristiwa Bogor, Jawa Barat, 22 Mei 1997, dimana Gereja Bethel
Injil Sepenuh (GBIS) di Batu Tulis Bogor dirusak.

23.Peristiwa 23 Mei 1997 terjadi perusakan dan atau pembakaran di
Banjarmasin, Pasuruan, Surabaya, Jakarta-Tanggerang, Bekasi,
Sampang, Kudus dan Pamekasan. Gereja yang dirusak /dibakar adalah
:
Banjarmasin :
1.Katedral Kudus/ Sasana Sehati, Jalan Lambung Mangkurat;
2.Gereja Santa Maria Kelayan, Jalan Rantauan Timur;
3.Gereja Hati Kudus Yesus, Jalan Veteran Merpati;
4.Huria Kristen Batak Protestan Resort Banjarmasin, Jl.Pangeran
Samudra 83;
5.Gereja Jemaat GKE Eben Ezer, Jalan S. Parman 96;
6.Gereja Kebangunan Kalam Allah, Jalan Veteran 85;
7.Gereja Yesus Sejati, Jalan A.I.S Nasution;
8.Gereja Pantekosta di Indonesia, Jalan Veteran 35;
9.Gereja Bethel Indonesia Lentani, Jalan Veteran;
10.Gereja Terang Kristus, Jalan Lambung Mangkurat;
11.Gereja Bethel Indonesia Jemaat Siloan, Jalan R. K. Ilir;
12.Gereja Protestan di Indonesia Barat Jemmat Banjarmasin, Jalan
Gatot Subroto;
13.GPPG Jemaat Banjarmasin, Jalan Lab. SMP 6.

Pasuruan:
1.Gereja Pantekosta Sioan;
2.Gereja Bethel Indonesia;
3.Gereja Protestan di Indonesia Barat;
4.Gereja Katolik;
5.Gereja Bethel Indonesia, Jalan Halmahera.

Surabaya:
1.Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Sepanjang,
2.Gereja Bethel Injil Sepenuh Pandaan;

Jakarta-Tanggerang:
1.Gereja Katolik;
2.Gereja Bethel Indonesia;
3.Gereja Bethel Injil Sepenuh Rawa Kemiri.

Kudus Jateng:
1.Gereja Kristen Muria Indonesia, Tanjung Karang.

Pamekasan:
1.Gereja Katolik, Jalan Jokotole.

Sampang-Madura:
1.Gereja Pantekosta di Indonesia Jl. Panglima Sudirman No 9.

Cikarang Jabar:
1.Gereja YKP,
2.GPdI,
3.GBI. Tanggerang

Jabar:
1.Gereja Katolik,
2.GPdI,
3.GBI. Lemah Abang

Jabar:
1.GBIS. Kadipaten

Jabar:
1.GKP. Kelurahan

Cideras:
1.GKP

24.Peristiwa Bangkalan-Madura, 14 Juni 1997 dimana Gereja Bethel Indonesia, Gereja Pantekosta di Indonesia dirusak dan dibakar, dan Gereja Katolik saat kampanye dilempari batu.

Menurut Sebaran daerah terjadinya kerusuhan tersebut, propinsi Jawa
Timur mendudki tempat teratas.
Jumlah Gereja yang rusak, yaitu sebanyak
104 (28%), kemudian menyusul Jawa Barat 82(22%), Jawa Tengah 47 (11%),
Sulawesi Selatan 36(11%) dan seterusnya. (Lihat Tabel 2 dan Gambar 3).

Sedangkan perkembangan perusakan gedung Gereja dalam 4 bulan terakhir,
yaitu bulan Maret
sampai dengan akhir Juni 1997 menunjukkan angka yang terus meningkat.
Per 1 April 1997 tercatat
327 gedung Gereja yang dirusak massa, jumlah ini terus meningkat pada
bulan berikutnya: per 1 Mei 1997 bertambah menjadi 330 gedung Gereja
yang dirusak massa, per 1 Juni 1997 tercatat 358 gedung Gereja yang
dirusak massa dan terakhir pada tanggal 1 Juli 1997 jumlah keseluruhan
gedung Gereja yang rusak sebanyak 374 buah (lihat gambar 4). Adapun
nama-nama Gereja yang dirusak dapat kita lihat pada laporan
peristiwa-peristiwa yang terjadi selama tahun 1997 pada halaman 7 dan
8.

Banyak orang bertanya, siapakah sebenarnya kelompok perusuh itu ? Dan
siapakah sebenarnya otak penggerak kerusuhan-kerusuhan ? Seperti yang
ditulis di surat-surat kabar serta isu yang beredar dimasyarakat,
sebagai pemicu atau penyebab perusakan gedung Gereja tersebut adalah :

kebencian pada warga negara keturunan Cina
kebencian pada umat Kristiani
kesenjangan sosial dan ekonomi
alasan politik, ekonomi, budaya dan lain-lain.

Menganalisis fakta dilapangan dan cara perusakan gedung gereja tersebut,
maka alasan-alasan yang dikemukakan diatas terkesan mengada-ada dan
tidak rasional, bahkan Pangab Jendral M. Faisal Tanjung (Kompas, 8
Januari 1997) menyatakan adanya aktor intelektual dibalik peristiwa-
peristiwa perusakan tersebut diatas. Namun sampai sekarang belum ada
pengadilan yang membuktikan pernyataan Pangab tersebut. Selain itu K.H.
Abdurahman Wahid (Gus Dur) menyatakan bahwa peristiwa kerusuhan yang
terjadi selama ini didanai sebesar 300 milyar rupiah dan uang tersebut
ditanam disalah satu bursa saham di Jakarta (Jawa Pos dan Surya 11 Juni
1997).

Catatan HAM 2010; Buram HAM Tahun Kelam

Ditulis oleh M. Syafii

Senin, 10 Januari 2011 23:40

Penutupan gereja. Kejahatan lingkungan. Pembunuhan wartawan.

“Cepat keluar. Gereja liar ini kami segel,” teriak anggota Gerakan Reformis Islam Jawa Barat melalui pengeras suara. Massa Front Pembela Islam berjaga di lokasi.

Massa melempari rumah yang dijadikan tempat ibadah jemaat Huria Kristen Batak Protestan Bhetania. Rumah ibadah itu disegel Pemerintah Kabupaten Bandung, dua hari setelah peringatan Hari Hak Asasi Manusia sedunia, 10 Desember.

Penyegelan disaksikan aparat Polrestabes Bandung. Alasannya, menjaga keamanan agar tidak jatuh korban.

Tidak puas hanya menyegel, Satpol PP Kota Bandung menyita asat rumah ibadah di Perumnas Rancaekek, 19 Desember 2010.

Menteri Agama Surya Darma Ali mengatakan, penutupan rumah ibadah di Rancaekek tidak terkait masalah antar-umat beragama. Rumah ibadah HKBP Bhetania ditutup karena tidak punya izin.

Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf meminta masyarakat harus mewaspadai gerakan intoleransi antar-agama yang dibangun kelompok tertentu. Dia meminta Forum Kerukunan Umat Beragama menjembatani persoalan agama agar tidak meluas.

“Benih-benih intoleransi di Jatim saat ini semakin menguat. Masyarakat harus bisa menahan diri,” kata Syaifullah Yusuf, 28 Desember 2010.

Penghormatan terhadap kebebasan beragama diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Dan negara wajib memberikan perlindungan terhadap warganya dari ancaman perampasan hak beribadah.

Intoleransi Antar-Agama

Setara Institute mencatat, dinamika kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia memprihatinkan. Pada tahun 2007 setidaknya terjadi 185 tindakan intolerasi dalam 135 peristiwa pelanggaran. Tahun 2008 terjadi 367 tindakan dalam 265 peristiwa pelanggaran. Selama tahun 2009 terjadi 291 tindakan dalam 200 peristiwa pelanggaran toleransi beragama.

Semua pelanggaran tersebut berhubungan dengan organisasi Islam radikal. “Pada tahun 2010 jumlahnya hampir sama dengan tahun sebelumnya,” kata Bonar Tigor Naipospos, Wakil Ketua Setara Institute, pekan lalu.

Kasus intoleransi antar-umat beragama umumnya terkait pendirian tempat ibadah agama minoritas, kriminalisasi Jemaat Ahmadiyah, kelompok yang dianggap aliran sesaat, dan penistaan agama. “Pelakunya sejumlah organisasi radikal dan massa anonim. Dua kelompok itu yang menonjol sampai sekarang,” ujar Bonar.

Menurut Bonar, pemerintah setengah hati menyelesaikan konflik agama. Pemerintah pusat selalu menekankan penyelesaian melalui pemerintah daerah. Selain itu, Forum Komunikasi Umat Beragama yang didirikan untuk menjembatani toleransi antar-umat, tidak jalan. Setara Institute menduga kekerasan berlatar agama terkait politik.

Politikus ragu bertindak karena kelompok pelaku kekerasan agama dinilai potensial mengerahkan dukungan massa. Politikus cenderung “buang muka” jika kekerasan terjadi menjelang pilkada atau pemilu. Menjaga perolehan suara kondusif. “Padahal, mereka hanya minoritas dan bukan mayoritas. Tidak banyak, tapi agresif,” kata Bonar.

Tuhan kasihani anak2-Mu
Di mana pimpinan gereja saat ini?
ssedih dengan mereka

PGI Minta Umat Kristen Tenang Dan Tidak Membalas Aksi Bakar Gereja

Tue, 8 February 2011

view :701

Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) segera merespon aksi pembakaran gereja di Temanggung Jawa Tengah dengan meminta agar agar umat Kristiani tenang dan tidak membalas aksi massa. Hal ini disampaikan melalui Ketuanya Pdt. Andreas Yewangoe mendesak aparat kepolisian untuk serius dalam menjaga keamanan untuk mencegah kecemasan umat beragama.

“Tapi, kami minta agar aparat betul-betul menjaga keamanan. Jangan biarkan kewibawaan negara dikuasai sekelompok orang. Ini bisa menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat, karena menjaga keamanan adalah tugas kepolisian,” ujarnya saat dihubungi Selasa (8/2). Dirinya sangat menyesalkan tindakan anarkis massa yang tidak pada tempatnya dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Menurutnya, masyarakat bisa menggunakan istrumen hukum jika memang tidak puas pada hasil sidang. Dalam hal ini PGI telah mendapat laporan mengenai sejumlah gereja yang dibakar massa. Namun hingga saat ini pihaknya belum memastikan detailnya. “Kami masih terus mengumpulkan informasi,” ujarnya.

Pembakaran gereja oleh sekelompok massa ini dipicu putusan sidang penistaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung, Jawa Tengah, siang tadi. Massa yang tidak puas dengan vonis lima tahun untuk terdakwa Antonius Richmond Bawengan, sebelumnya mengamuk dan menggulingkan truk polisi yang akhirnya melebar ke wilayah lain di sekitarnya. Sebanyak sembilan orang mengalami luka dan kini dalam perawatan di RSUD Temanggung.

Sumber: www.jawaban.com

[b]Data & Analisis[/b]

Perusakan dan Penutupan Gereja di Indonesia (Beberapa Kasus 1996-2005)
30 Maret 1996

Gereja Misi Injili di desa Peniti Kec. Siantan Kab. Pontianak, Kalimantan Barat dirusak dan dibakar.

9 Juni 1996
Sidotopo, Surabaya - Jawa Timur, 10 gedung gereja dihancurkan oleh massa yang berjumlah sekitar 3000 orang.
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jl. Sidotopo Indah Wetan II/26.
-Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) “POGOT” Jl. Sidotopo Wetan Indah II/62-64.
-Pos Pelayanan"SILO" GPIB “Cahaya Kasih” Jl. Bulak Raya.
-Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Firman Hayat” Jl. Tenggumung Baru Selatan 51.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Jatisrono Tengah 11.
-Gereja Kemah Injil Indonesia “Kalvari” Jl. Bulak banteng Madya 4.
-Gereja Pentakosta Tabernakel Jl. Wonosari Wetan Baru Gg. Sekolahan 22.
-Persekutuan Doa Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Bulak Banteng Wetan IV/2-4.
-Gereja Sidang Jemaat Pantekosta (GSJP) Jl. Tenggumung Karya III/54.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Sidotopo Wetan Indah.

14 Juni 1996
Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Wates, Kediri - Jawa Timurdiserang dan dirusak pada jam 02.00 dini hari.

25 Juni 1996
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pare, Kediri - Jawa Timur dirusak massa, peralatan/perlengkapan gereja dikeluarkan dan dibakar. Kejadian pada jam 12.00 tengah hari.

16, 20 & 21 Juli 1996
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pondok Gede, Bekasi - Jawa Barat dirusak oleh massa.

17 September 1996
Gereja St. Leo Agung (Katolik) Bekasi - Jawa Barat,dirusak dengan kerugian materi sekitar 700 juta rupiah.

10 Oktober 1996
24 gedung gereja di Situbondo , Panarukan, Wonorejo, Asembagus, Besuki, Ranurejo - Jawa Timur dirusak dan dibakar oleh massa yang berjumlah kurang lebih 3000 orang. Peristiwa ini membawa korban 5 orang yang mati syahid karena terbakar (Pdt. Ishak Christian & keluarganya)
Situbondo
-Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bukit Sion - dibakar.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) - dihancurkan.
-Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) - dibakar
-Gereja Sidang Jemaat Pantekosta (GSJP) - dibakar.
-Gereja Kristen Jawi Wetan - dibakar.
-Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) - dibakar.
-Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) - dihancurkan.
-Gereja Katolik Bintang Samudra - dibakar.
Panarukan
-Gereja Katolik - dibakar.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) - dibakar.
Wonorejo
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) - dirusak.
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) - dibakar.
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) - dibakar.
-Gereja Katolik - dirusak.
Asembagus
-Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) - dibakar
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) - dirusak.
-Gereja katolik - dibakar.
Besuki
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) - dirusak.
-Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) - dirusak.
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) - dirusak.
-Gereja Katolik - dirusak.
Ranurejo
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) induk - dibakar.
-Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) cabang - dibakar.
-Gereja Kristus Tuhan (GKT) - dibakar.

26 Desember 1996
15 gedung gereja di Tasikmalaya - Jawa Barat dirusak dan dibakar. 4 orang meninggal dalam peristiwa kerusuhan ini.
-Gereja Katolik “Hati Kudus Yesus” berikut pastori, Jl. Sutisna Senjaya 50 - dibakar.
-Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl. Veteran 49 - dibakar.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Panyeurutan 10 - dibakar.
-Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Selakaso 61 - dibakar.
-Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Tentara Pelajar - dibakar.
-Gereja Gerekan Pantekosta (GGP) “Ebenhaezer” - dihancurkan.
-Gereja Kristen Indonesia (GKI) “Sion” Jl. Tentara Pelajar 8 - dihancurkan. -
Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jl. Veteran 72 - dirusak.
-Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jl. Merdeka 24 - dirusak.
-Gereja Yesus Sejati , Jl. Empang Sari 32 - dirusak.
-Gereja Kristen Immanuel (GKIm) Jl. Mayor Utarya 11 - dirusak.
-Gereja Kerasulan Baru, Jl. Tentara Pelajar 50 - dirusak.
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) Jl. Mekarsari, Cipanas Cipatujah - dihancurkan.
-Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Cikaong Ading kalaksanaan Cipatujah - dibakar.
-Kapel Gereja Katolik Jl. Raya Ciawi Ds. Palemanggu - dibakar.

13 Januari 1997
Gereja pantekosta di Indonesia (GpdI) di desa Arjasa, Situbondo - Jawa Timur ditutup Camat Arjasa (Drs. Mansejar) walau seluruh masyarakat lingkungan sekitar, babinsa dan kapolsek menyetujui adanya gereja tersebut.

30 Januari 1997
5 gedung gereja di Rengasdengklok - Jawa Barat dirusak satu diantaranya dibakar habis.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jl. Raya Bedeng - dibakar.
-Gereja Kristen Indonesia (GKI) - dihancurkan.
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) induk Jl. Raya Bedeng - dihancurkan
-Gereja Bethel Tabernakel (GBT) cabang - dihancurkan.
-Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bantar Jaya - dihancurkan.

10 Februari 1997
TK-SLTP-SMU Katolik di Ambon Maluku dibakar dengan harapan gereja Katolik di dalamnyapun terbakar. 6 orang pelaku tertangkap.

11 Februari 1997
Gereja Sidang Persekutuan Injili Indonesia (GSPII) di Sumenep, Madura - Jawa Timur ditutup berdasarkan Surat Perintah Bupati Sumenep.

12 Februari 1997
Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Cipaku, Bogor - Jawa Barat diserbu dan dihancurkan massa.

22 Februari 1997
Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Cisewu, Garut - Jawa Barat dibakar.

6 Maret 1997
Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) di Rancabuaya, Garut - Jawa Barat dihancur-robohkan.

9 Maret 1997
2 gedung gereja GKJ dan sekolah Katolik di Wonosobo - Jawa Tengahdilempari batu oleh oknum-oknum yang baru pulang pengajian umum di malam hari.

13 Maret 1997
Gereja Kristen indonesia (GKI) Jl.
Ngagel Surabaya - Jawa Timurd dilempari pelajar-pelajar STM.

28-30 Maret 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Petra” Surabaya - Jawa Timur dilempari batu oleh oknum-oknum melalui gerbong Kereta Api. 8 orang pelaku tertangkap.

28 Maret 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) “Immanuel” pos PI cabang Kedung Gudel Widodaren, Ngawi - Jawa Timurdirusak.

12 April 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Sulung dan Gereja Katolik Jl. Kepanjen Surabaya - Jawa Timur dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal pada pukul 19.00.

13 April 1997
Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) Jl. Bubutan Surabaya - Jawa Timurdisebelah kantor polisi dilempari batu.

15 Mei 1997
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) desa Bejagung Semanding, Tuban - Jawa Timurdibakar massa.

23 Mei 1997
13 gedung gereja di Banjarmasin - Kalimantan Selatan dirusak satu diantaranya dibakar rata dengan tanah
-Katedral Kudus/Sasana Sehati, Jl. Lambung Mangkurat - dirusak.
-Gereja Santa Maria Kelayan, Jl. Rantauan Timur - dirusak.
-Gereja Hati Kudus Yesus, Jl. Veteran Merpati - dirusak.
-Gereja GKE EBEEN EZER, Jl. S. Parman No. 96 - dirusak.
-Huria Kristen Batak Protestan Resort Banjarmasin, Jl. P. Samudera No. 83 - dibakar.
-Gereja G.K.K.A, Jl. Veteran No. 85 - dirusak.
-Gereja Yesus Sejati (GYS), Jl. AES. Nasution - dirusak.
-Gereja GPDI Pantekosta, Jl. Veteran No. 35 - dirusak.
-Gereja Jemaat GBI Bethani, Jl. Veteran - dirusak.
-Gereja Terang Kristus, Jl. Lambung Mangkurat - dirusak.
-GBI Jemaat Siloan, Jl. RK. Ilir - dirusak.
-GPIB Jemaat Banjarmasin, Jl. Gatot Soebroto - dirusak.
-GPPS Jemaat Banjarmasin, Jl. Lab. SMP 6 - dirusak

23 Mei 1997
Pasuruan - Jawa Timur
-Gereja Pantekosta Sion - dirusak.
-Gereja Bethel Indonesia - dirusak.
-Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat - dirusak.
-Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jl. Halmahera - dirusak.
-Gereja Katolik - dirusak.

23 Mei 1997
Gereja Kristen Muria di Kudus - Jawa Tengah Indonesia dirusak.

23 Mei 1997
Cikarang, Lemah Abang, Bekasi, Tangerang - Jawa Barat,
Cikarang
-Gereja Kristen Pasundan Pos Cikarang - dirusak & dibakar.
-GPDI Cikarang - dilempari massa. Lemah Abang
-Gereja Pantekosta Yerusalem Lemah Abang - dirusak
Bekasi
-Gereja Kristen Pasundan - dilempari massa.
Tangerang
-GPDI Kisamun - dilempari massa.
-GBI Betlehem - dilempari massa.
-Gereja Katolik Santa Maria - dilempari massa.

23 Mei 1997
Gereja Bethel Injil Sepenuh Rawa Kemiri Kebayoran Lama - Jakarta Selatan diserbu, dirusak dan coba dibakar massa dalam beberapa gelombang.

23 Mei 1997
Gereja Katolik Jl. Jokotole Pamekasan, Madura - Jawa Timur dirusak.

26 Mei 1997
Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Brawijaya Kadipaten - Jawa Baratdirusak massa dan Gedung / Balai pertemuan GKP di Cideres juga dilempari massa.

14 Juni 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bangkalan, Madura - Jawa Timurdirusak dan dibakar. Sebelumnya, pada saat kampanye Gereja Katolik dilempari batu.

10 Juli 1997
Gereja Pantekosta Tabernakel “Yesus Penolong” Desa Betet, Kec. Pesantren, Kodya Kediri - Jawa Timur ditutup oleh kakandepag Kodya Kediri.

21 Juli 1997
Bukit Doa “Bukit Zaitun” Cisarua, Bogor - Jawa Baratyang sedang dipakai retreat mahasiswa STT-SETIA diserbu dan dibakar massa.

27 Juli 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) “Puthuk” Kandangan, Kediri - Jawa Timur dibakar sekitar 300 massa pada pukul 22.30 wib.

15 Agustus 1997
Umat Gereja Baptis Baitlahim Sukamenak Bandung - Jawa Barat dilarang beribadah lagi di tempatnya oleh masyarakat sekitar sehingga pindah ke markas Koramil.

22 Agustus 1997
35Gereja Kristen Oikumene (GKO) di dalam kompleks Barito Pasifik Kalimantan Selatan dibakar.

5 September 1997
Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow Desa Barako, Gorontalo - Sulawesi Utara dirusak massa.

15-16 September 1997
Gereja Katolik “Kristus Raja” Jl. Andalas 61 Ujung Pandang -Sulawesi Selatan dirusak, kendaraan, peralatan ibadah dan Alkitab di bakar di luar gedung. GKKA juga dirusak. 6 sekolah Katolik dan beberapa sekolah protestan dirusak. 13 gereja lainnya hanya dilempar selewat saja.

28 September 1997
Gereja Isa Almasih Arcamanik Bandung Jawa Barat diminta untuk menghentikan kegiatannya oleh ketua RT setempat karena alasan stabilitas & keamanan.

15 Oktober 1997
Gereja Kristus Tuhan Kepanjen, Malang Selatan - Jawa Timur ditakut-takuti dan ditutup oknum aparat serta melarang untuk tidak mengadakan ibadat dalam bentuk apapun.

17 Oktober 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Mumbulsari, Jember - Jawa Timur dirusak dan dirampok oleh massa sebelum akhirnya ditutup oleh aparat Pemda dan Oknum ABRI.

27 Oktober 1997
Gereja Kristen Baithani Plosorejo, Garum, Blitar - Jawa Timur dihancurkan massa.

3 dan 10 November 1997
Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bethany Tanggul, Jember - Jawa Timur ditutup oleh aparat depag.

13 November 1997
Gereja Utusan Pantekosta (GUP) dibongkar paksa dan Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI)Sanan Kulon,Blitar - Jawa Timur dibakar massa. 3 Orang polisi menjadi korban bacokan kebringasan massa.

16 November 1997
Gereja Persekutuan Injili Baptis Indonesia (GPIBI) Bantul - Yogyakarta didesak untuk menutup ibadahnya dan dirusak oleh 500 massa didukung oleh aparat (Muspika).

22 November 1997
Pepanthan (Cabang) Gereja Kristen Jawa (GKJ) “Modalan” dan “Babadan Gedongkuning” di Kota Gede - Yogyakarta dibakar massa. Setelah sebelumnya mengintimidasi gereja-gereja di Bantul.

24 November 1997
Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kota Gede-Yogyakarta,dilempari.

25 November 1997
Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Karya Tani - Lampung yang sedang dibangun diserbu dan dihancurkan / dibakar massa.

9 Desember 1997
Kanwil Depag. Jabar dengan resmi memerintahkan penghentian pembangunan Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Fajar Pengharapan Bandung dan memohon walikota mencabut kembali IMBnya.

21 Desember 1997
GKII Tambun, Bekasi - Jawa Barat diteror pada saat merayakan Natal. Perayaan Natal terhenti dan gereja dilempari para pemuda . Gembala Sidang meloloskan diri dengan memanjat tembok.

23 Desember 1997
Gereja Kristen Oikumene (GKO) Bumi Serpong Damai, Tangerang - Jawa Barat diserbu dan dihancurkan massa walau berada di tengah komunitas non-muslim.

23 Desember 1997
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Songgon, Banyuwangi - Jawa Timur dibakar massa ketika pendetanya sedang tidak berada di tempat.

25 Desember 1997
Pos Gereja Protestan di Indonesia bag. Barat (GPIB) Bethel Citepus, Subang - Jawa Barat diblokade massa luar daerah dan kendaraan gereja dicoret-coret dengan paku serta melarang diselenggarakannya perayaan Natal.

25 Desember 1997
Gereja Masehi Advent Hari Ke Tujuh (GMAHK) Langensari, Ciamis - Jawa Barat diperintahkan untuk dibongkar paksa oleh Muspika atas desakan MUI setempat.

3 Januari 1998
Warga RSS Sukabumi Indah Bandar Lampung sejak 27 Desember 1997 diintimidasi para pemuda dan sejak 3 Jan’98 mulai melarang ibadah rutin. (Gereja Baptis)

19 Januari 1998
Gereja Kristen Jawi Wetan Kalisat, Jember - Jawa Timur ditutup oleh Camat.

20 Januari 1998
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Puger, Jember - Jawa Timur dilempari batu oleh demonstrasi massa.

26 Januari 1998
Kapel Gereja Katolik Kragan dirusak massa. Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kragan, Rembang - Jawa Tengah dirusak dan teras dihujani batu. Toko-toko milik keturunan dan Kristen dijarah dan dirusak total.

28 Januari 1998
Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Desa Bulu Banjar, Kab. Tuban - Jawa Timur, dirusak massa. Kursi, s.sytem, kipas angin, mimbar, papan nama rusak berat.

4-15 Agustus 2002
Poso, Sulawesi Tengah. Massa membakar enam gereja.

15 September 2002
MAssa di Pulau Halmahera mambakar habis 3 gereja.

18 September 2002
Kekerasan komunal menghancurkan lima gereja di Pulau Haruku, Sulawesi Tengah

6 September 2002
Pemerintah daerah Bandung mengeluarkan sebuah surat yang memerintahkan penutupan sebuah Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yang telah beroperasi selama 11 tahun.

22 Maret 2004
GPII Sidang Penuaian Ds. Sekarawangi, Kab. Bandung ditutup berdasarkan surat 01/MUI-DS/2004 tentang penyampaian hasil musyawarah yang intinya bahwa kegiatan ibadah yang dilaksanakan tidak ada ijin resmi sehingga harus ditutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

3 Oktober 2004
Bangunan sekolah sementara Sang Timur yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Katolik Santa Bernadet Ciledug, Tangerang, ditutup oleh FPI dan masyarakat karang tengah. Ibadah tidak lagi berlangsung di tempat itu dan pagar sekolah Sang Timur masih dalam keadaan tertutup sehingga kendaraan pengantar sekolah hanya dapat sampai di jalan yang berjarak sekitar 350 m dari area sekolah.

21 Februari 2004
Gereja Gerakan Pantekosta (GPP) yang berlokasi di Desa Tawali, Kecamatan Cikalong Wetan Kab. Bandung secara normatif ditutup oleh Muspika Kecamatan Cikalong Wetan, Kab. Bandung

April 2005
Sebuah gereja di Ciseu Kabupaten Garut ditutup.

16 Juli 2005
Peristiwa penutupan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Perum Gading Tutukan Soreang, Kab Bandung yang dilakukan oleh Muspika setempat.

27 Juli 2005
Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Katapang, Kabupaten Bandung ditutup.

31 Juli 2005
Peristiwa pembongkaran Tempat Pembinaan Iman Gereja Isa Almasih (GIA) di Karangroto, Kecamatan Genuk - Semarang oleh Camat setempat.

7 Agustus 2005
Peristiwa penutupan Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) serta penangkapan dan persidangan 3 (tiga) orang pembina Minggu Ceria, yaitu dr. Rebecca, Ibu Ratna Mala Bangun, Ibu Ety Pangesti yang dituduh melakukan pemurtadan dan Kristenisasi oleh MUI di Kec. Haurgeulis, Kab. Indramayu. Hingga saat ini ketiga Ibu tersebut ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Indramayu dan proses persidangan masih berlanjut.
Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) di Kampung Warung Mekar, Ds. Bungursari RT 6 / RW 3, Kec. Bungursari, Kab. Purwakarta oleh Front Pembela Islam (FPI) Wilayah Purwakarta

14 Agustus 20052005
Pukul 09.45 Wib gereja-gereja yang berada di Komplek Permata Cimahi, Kel. Tani Mulya, Kec. Ngamprah, Kab. Bandung diserang dan ditutup, yaitu :
-Gereja Anglikan
-Gereja Sidang Pantekosta
-Gereja Pantekosta di Indonesia
-GSPdI
-GKI Anugrah
-Gereja Bethel Injil Sepenuh

22 Agustus 2005
Gereja Kristen Pasundan Dayeuhkolot, Bandung, ditutup paksa

(Sisilia Pujiastuti/berbagai sumber)

[b]Presiden Perintahkan Kekerasan Temanggung Diusut[/b]

Kupang (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan pengusutan dan penegakan hukum dalam aksi kekerasan yang terjadi di Temanggung, Jawa Tengah.

“Presiden mengecam keras tindakan anarkis yang dilakukan masyarakat dan merusak tempat peribadatan dan fasilitas di Temanggung,” kata Menko Polhukam Djoko Suyanto kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Nusa Tenggara Timur di Kupang, Selasa sore, disela-sela kunjungan kerja Presiden Yudhoyono di provinsi tersebut.

Ia menambahkan, Yudhoyono juga menginstruksikan Kepolisian Daerah Jawa Tengah mencari pelaku kekerasan dan memprosesnya secara hukum.

Presiden juga memerintahkan seluruh pemerintah daerah, kepolisian dan TNI untuk secara aktif mendeteksi potensi-potensi kekerasan serta mencegah untuk tidak terjadi.

“Lakukan deteksi dini dan bila terjadi segera ditindak dengan tegas,” kata Djoko Suyanto.

Terakhir, kata Menko Polhukam, Presiden memerintahkan seluruh aparat di daerah melaksanakan tugas dengan baik dan sesuai dengan kewenangannya, khususnya mencegah agar tidak terjadi tindak kekerasan di daerahnya.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Ketua Komisi III Benny K Harman mengatakan DPR prihatin atas insiden di Temanggung dan mengharapkan kasus itu segera diusut.

“Kami dari DPR merasa prihatin dan menyesalkan, kami minta aparat penegak hukum segera mengambil langkah untuk mencegah, instruksi presiden harus segera dilaksanakan oleh aparat penegak hukum,” katanya.(*)

[b]INILAH.COM, Jakarta - Gubernur Lemhanas Ahmad Muladi meminta agara semua pelaku dan provokator yang terlibat kasus pembakaran gereja di Temanggung ditangkap dan diadili.[/b]

“Harus cepat diusut. Tangkap saja orang-orangnya yang melakukan pembakaran itu. Pimpinan-pinannya yang jadi provokator harus cepat ditangkap. Tangkap dan adili,” tegas Muladi di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/1/2011).

Menurut politisi Partai Golkar ini, dalam negara demokratis tidak boleh ada tindakan anarkistis. Tindakan cepat harus dilakukan, agar tidak merembet ke daerah lain. “Anarki itu tidak boleh di negara demokrasi. Harus diusut cepat. Kalau tindakannya cepat tidak akan terjadi merembet ke daerah lain,” ujarnya.

Ia menyarankan agar pemerintah bekerjasama dengan ulama untuk melakukan program deradikalisasi. “Habis itu harus ada program deradikalisasi. Program represif itu harus dibarengi dengan deradikalisasi. Tokoh-tokoh ulama yang moderat harus memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Tapi tindakan tegas secara hukum harus dilakukan,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, kerusuhan terjadi di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2011). Sebanyak satu buah gereja dan satu sekolah dibakar. Satu buah gereja dan satu kantor polisi dan dua pos polisi juga dirusak massa.

Kerusuhan dipicu ketidakpuasaan massa terhadap tuntutan jaksa untuk terdakwa kasus penistaan agama yang digelar di Pengadilan Negeri Temanggung, Jl. Jenderal Sudirman, Temanggung. Jaksa menuntut terdakwa, Antonius Richmond Bawengan (58 tahun), dengan hukuman lima tahun penjara.

Antonius dituding sengaja menistakan agama dengan menyebarkan buku dan selebaran ke warga Desa Kranggan, Temanggung. Buku tersebut berisi hujatan terhadap beberapa agama, terutama Islam.

Massa tidak puas dengan tuntutan jaksa tersebut dan melampiaskannya ke gedung pengadilan. Massa juga merusak gereja dan kantor polisi. [tjs]

[b]INILAH.COM, Surabaya - Tokoh NU Ulil Abshar Abdalla sekaligus pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) melalui akun twitternya @ulil memberikan runtutan kronologi kerusuhan Temanggung[/b].

Menurutnya kerusuhan di Temanggung ini terkait dengan pengadilan terhadap Antonius R Bawean atas tuduhan penistaan agama. Kejadian bermula sekitar Oktober tahun lalu, Antonius singgah di rumah saudaranya di Temanggung. Saat itulah dia sebarkan buku dan selebaran.

Ada dua buku dan selabaran yg dibagikan Antonius pada malam hari lewat sela-sela pintu rumah penduduk. Selebaran itu berisi keterangan yang menghina agama, bukan hanya Islam, tapi juga agama lain.

Saat Antonius bagikan selebaran itu, ada warga yang melihat. Langsung dilaporkan ke Ketua RT yang kebetulan seorang polisi. Dia kemudian ditangkap.

"Saya belum tahu persis apa isi selebaran dan buku yang dianggap menistakan agama-agama itu. Warga yg mendapat selebaran itu juga tak banyak,"katanya, Kamis (08/02/2011).

Singkat cerita, Antonius penyebar selebaran itu diadili. Sudah kira-kira sebulan ini sidang berlangsung, Setiap sidang selalu dihadiri massa yang tampaknya marah dengan kasus penistaan agama ini.

“Hari ini, sidang membacakan tuntutan. Oleh jaksa, Antonius dituntut hukuman 5 tahun. Massa marah. Mereka ingin hukuman mati,” imbuhnya.

Massa lalu ngamuk, menyerang kantor pengadilan, dibubarkan oleh polisi, tapi terus menyebar ke mana-mana. Massa kemudian menuju ke beberapa gereja yg jaraknya sekitar 1 km dari gedung pengadilan. Ada 2 gereja dibakar, satu dirusak.

Sedikit gambaran soal massa yang ikut bergerak hari ini banyak dari mereka yg berasal dari luar kota seperti Pekalongan dan lain-lain.

Tampak sekali massa diorganisir secara rapi dan banyak di antaranya yang datang dari luar kota. Sejak sidang kasus Antonius memang kota Temanggung agak tegang, terutama ketegangan itu dirasakan oleh masyarakat Kristen.

"Hari ini, sekolah Katolik yang ada di dekat gereja Katolik dirusak, diliburkan sejak pagi. Ada sekitar 8 polisi yang jaga di sana,"ungkapnya.

Melihat rentetan peristiwa ini, timbul pertanyaan: siapa yang organisir massa ini? Motif apa yg ada di baliknya? “Saya tak tahu, sebesar apa kekuatan polisi yg diterjunkan di Temanggung. Tapi melihat berita, mereka sudah berupaya maksimal,” ungkapnya. [beritajatim.com]

[b]PGI: TIDAK ADA "IBADAH LIAR" DI NEGARA INI [/b]

Menyikapi aksi sweeping ormas-ormas keagamaan terhadap gereja-gereja yang mereka anggap ‘liar’, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyatakan sikapnya melalui keterangan pers yang ditandatangani Kepala Biro LITKOM PGI Pdt Henrek Lokra, M.Si seperti dimuat di situs PGI.

Peristiwa sweeping terakhir yang diikuti penyegelan rumah oleh Satpol PP terjadi di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Minggu (12/12/2010). Rumah-rumah yang disegel tersebut digunakan sebagai tempat ibadah Jemaat HKBP Betania, Gereja Kemah Injili Indonesia-Jemaat Filadelfia, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Pentakosta-Jemaat Immanuel, Gereja Pantekosta Tabernakel-Jemaat Maranatha, Gereja Pentakosta di Indonesia, dan Gereja Katolik.

Sedang dua rumah lagi dipakai oleh Gereja Bethel Injil Sepenuh dan Gereja Kristen Oikumene, sebelumnya juga pernah didemo oleh ormas-ormas Islam, tidak disegel.

Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI menegaskan, tidak ada ‘Ibadah Liar’ di negara ini, yang dilakukan oleh anggota gereja-gereja di Indonesia. Jika terjadi sweeping oleh aktivis Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok yang menamakan dirinya Gerakan Reformasi Islam (Garis), PGI mempertanyakan apakah wewenang kelompok-kelompok tersebut untuk melakukan aksi penertiban terhadap gereja-gereja yang sudah sekian lama mengurus izin pembangunan rumah ibadah yang begitu sulit di republik ini?

Terhadap sikap anarkis kelompok-kelompok tersebut, MPH-PGI mendesak pemerintah melalui Kepolisian RI untuk menghentikan aksi anarkis tersebut. Ketika pemerintah melalui aparat penegak hukum membiarkan aksi ini terus berlangsung, maka PGI menilai pemerintah dengan sengaja membiarkan kewenangan hukumnya ‘dibajak’ oleh kelompok masyarakat tertentu.

Jika kondisi ini terus berlangsung, negara ini makin lama makin kehilangan kewibawaannya, dan pada akhirnya setiap orang boleh berbuat apa saja yang dikehendakinya. Keadaan ini dapat membawa negara kepada kegagalan, hal yang sangat merugikan kita semua. Demikian tulis keterangan pers bertanggal 14 Desember 2010 tersebut.

Selanjutnya MPH-PGI menghimbau seluruh gereja dan komunitas Kristen di sekitar Jakarta dan Jawa untuk tetap bersikap tenang, tidak melakukan tindakan-tindakan yang semakin memperkeruh suasana. Desakan kepada pemerintah akan terus dilakukan untuk memperlihatkan kewibawaannya dengan menegakkan konstitusi yang menjamin kebebasan beragama dan beribadah. Kedua hal ini menyangkut hak yang paling asasi dari manusia, sehingga diperlukan solidaritas dari setiap manusia yang berkehendak baik. (Terangdunia/Hart)

Sumber: terangdunia.com

[b]Daerah Gagal Atasi Intoleransi Beragama [/b]

Rabu 15. of Desember 2010 12:50

Jakarta – Pemerintah pusat harus turun tangan dalam menangani berbagai kasus intoleransi beragama di berbagai wilayah di Indonesia, karena pemerintah daerah sudah kewalahan. Sebuah kebijakan nasional diperlukan untuk mengatasi hal ini.

“Presiden sebagai pe­mim­pin tertinggi perlu turun tangan karena kasus (kekerasan) ini bukan hanya terjadi di satu tempat saja, tetapi terjadi di banyak daerah. Pemerintah lokal seperti kewalahan karena tingginya perpolitikan di daerah menyebabkan mereka ragu-ragu bertindak. Jadi, harus ada kebijakan nasional untuk menangani masalah intoleransi,” ungkap Wakil Ketua Setara Institut Bonar Tigor Naipospos kepada SH, di Jakarta, Rabu (15/12), menanggapi kekerasan terhadap kebebasan beribadah yang terjadi berulang kali.
Minggu (12/12) lalu, tujuh rumah ibadah komunitas Kris­ten di Rancaekek, ­Bandung disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja karena dinilai menyalahi perda soal pendirian rumah ibadah. Satpol PP dalam aksinya melibatkan kelompok lain yang menamakan diri Barisan Islam.
Bonar mengakui, di mana pun selalu ada orang atau kelompok yang berpandangan radikal. Namun, pemerintah ha­rus memastikan bahwa mereka boleh saja berekspresi atau mengeluarkan pendapatnya, asalkan tidak melakukan kekerasan.

Hal senada dikatakan Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Jeirry Sumampouw dan Direktur International Crisis Group (ICG) Sidney Jones.
Menurut Jeirry, aktivitas ibadah tak bisa dilarang. Kalaupun mereka beribadah di rumah tinggal, itu karena izin pendirian rumah ibadah tak juga didapat.
Sementara itu, Sidney mengatakan, jika aksi penyegelan karena alasan tak mengantongi izin, maka hal itu tak perlu dilakukan dengan cara intimidatif. “Lepas dari adanya izin atau tidak, pemerintah tidak bisa melakukan pembiaran intimidasi terhadap kelompok agama,” ungkapnya.
Jeirry mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi ke Rancaekek dan mendapati bahwa warga setempat sebenarnya tak punya masalah dengan komunitas Kristen di sana. Namun, provokasi muncul dari segelintir orang yang kemudian mengajak kelompok dari luar kampung.
“Warga setempat bahkan mencoba menghalangi perusakan atau penyegelan gereja. Pada kejadian Minggu (12/12), ada beberapa gereja yang dijaga oleh warga sekitar, seperti gereja Gema Injil, gereja GKI, dan beberapa gereja yang lain,” ungkapnya.
Direktur The Wahid Institute Yenny Zannuba Wahid dalam keterangan persnya hari ini juga mengecam tindakan massa dari Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), Gerakan Reformasi Islam (Garis) dan aparat Satpol PP Kecamatan Rancaekek yang melakukan aksi razia terhadap sejumlah rumah yang dijadikan tempat ibadah jemaat HKBP.
“Tindakan main hakim sendiri ini sesungguhnya bisa diminimalkan jika aparat terkait tak memberi angin, seperti kasus yang terjadi oleh Satpol PP dan Camat Rancaekek. Kalaupun memang terbukti rumah-rumah tersebut tak berizin, kelompok-kelompok tersebut tidak berhak melakukan penyegelan,” ungkapnya.

Desentralisasi Jadi Pemicu
Akhir November lalu, ICG mempublikasikan temuan bahwa salah satu penyebab tingginya intoleransi beragama di Indonesia adalah terjadinya delegasi kekuasaan (terkait soal keagamaan) ke pejabat daerah lewat desentralisasi. Padahal, masalah keagamaan seharusnya tetap dipegang pemerintah pusat.
Penyebab lainnya adalah kegagalan pemerintah untuk secara efektif mencegah ataupun menindak hasutan dan intimidasi terhadap pemeluk agama minoritas; tumbuhnya organisasi-organisasi Islam yang suka main hakim sendiri; kebingungan dari negara dalam menentukan batasan terhadap kebebasan berekspresi yang sah sehingga ada keengganan untuk menindak aktivitas hate speech (ungkapan kebencian); dan juga kegiatan penginjilan yang agresif di daerah muslim.
Namun khusus untuk kasus di Rancaekek, Jeirry memastikan tak ada kristenisasi di sana. “Warga-warga gereja jemaat di sana sudah beragama Kristen,” ungkapnya.
Tapi Jeirry mengakui di Rancaekek ada warga dengan latar banyak gereja (denominasi). Hal inilah yang sering kali tak dipahami oleh umat agama di luar Kristen.
Namun rekomendasi ICG dalam riset yang dikeluarkan akhir November lalu mengingatkan perlunya perhatian terhadap “isu kristenisasi” ketika membuat strategi untuk mengurangi ketegangan antaragama. Ini karena isu tersebut digunakan oleh kelompok radikal Islam untuk merekrut anggota baru. Lima tahun terakhir, menurut penelitian tersebut, jaringan teroris di Indonesia sudah makin lemah dan terpecah belah. Namun, eksploitasi yang sistematis terhadap ketakutan menguatnya pengaruh Kristen, mungkin bisa dimanfaatkan kelompok teroris buat merekrut orang-orang baru. (dina sasti damayanti/sihar ramses simatupang/fransisca ria susanti)

Sumber: sinarharapan.co.id

[b]Umat Kristen Indonesia Tak Digubris Presiden SBY[/b]Thursday, 16 December 2010 19:20

Terangdunia.com. Umat Kristen Indonesia meminta bantuan kepada presiden untuk melindungi mereka dari para penyerang. PGI juga menyerukan ini ke dunia internasional, antara lain dengan meminta perhatian Gereja Protestan di Belanda (PKN). Namun upaya tersebut tidak digubris oleh presiden SBY.

Massa Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI) dan Gerakan Reformasi Islam (Garis), melakukan aksi razia terhadap perumahan di Rancaekek, kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Minggu (12/12). Aksi tersebut sebetulnya dapat dicegah jika pemerintah melindungi kebebasan beragama dan menjalankan ibadah serta memberikan izin yang lebih mudah bagi pembangunan gereja.

“Jadi yang selalu diganggu adalah rumah beribadah yang katanya harus punya izin,” ujar Gomar Gultom, sekretaris umum PGI kepada Radio Nederland.

Izin itulah yang selalu dituntut sekelompok masyarakat dari agama lain. Sejauh ini kalau gereja sudah memperoleh izin tidak ada gangguan yang berarti. Izin untuk mendirikan rumah ibadah sama seperti izin bangunan lain yang dibutuhkan pemerintah.

PGI selalu meminta kepada pemerintah agar menjalankan tugas dan serta kewajiban melindungi kebebasan orang beribadah. “Kalau rumah ibadah belum ada, pemerintah harus membantu mencarikan jalan keluar. Misalnya dengan memberi ruang atau tempat buat orang menjalankan ibadah di tempat lain.”

Sebetulnya PGI sudah meminta supaya presiden SBY menindak para pelaku kerusuhan dan pelaku kekerasan. Juga meminta kepolisian untuk tidak membiarkan warga melakukan sweeping, karena itu adalah pekerjaan polisi. “Janganlah wewenang kepolisian diambil alih oleh sekelompok masyrakat. Kalau hal seperti ini dibiarkan maka negara ini akan chaos.”

Sejauh ini mereka belum mendengar langkah yang positif dari SBY. Karena sudah bertahun-tahun kejadian ini terjadi. “PGI sendiri sudah tiga kali menyurati presiden. Menyurati kepolisian dan parlemen. Tapi sampai saat ini tidak ada respons yang positif.”

Sementara itu PGI juga sudah meminta perhatian internasional. Terutama beberapa staf kedubes, atau komisi hak-hak asasi manusia yang kebetulan datang ke Indonesia. Termasuk di antaranya meminta perhatian mitra kerja di luar negeri seperti Gereja Protestan di Belanda (PKN).

“Dan meminta perhatian mereka supaya melobi negara-negara di Eropa untuk memberi perhatian ke sini. Kita bukannya ingin mengadu ke luar negeri. Tetapi karena masalah kemanusiaan dan hak beribadah adalah masalah universal. Oleh karena itu adalah masalah kita bersama.”

Yang diperoleh PGI justru simpati dan keprihatinan. Beberapa gereja bahkan sudah menyurati presiden SBY. Misalnya gereja Lutheran di Amerika itu sudah menyurati langsung. Tapi sampai saat ini tidak ada respons dari presiden SBY. (RNW)

Sumber: terangdunia.com

[b]Massa Razia Gereja HKBP di Rancaekek – Bandung[/b]

Massa dari Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), dan Gerakan Reformasi Islam (Garis) melakukan aksi razia terhadap sejumlah rumah yang dijadikan tempat ibadah kristiani di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (12/12/2010). Mereka datang bersama aparat Satpol PP Kecamatan Rancaekek.
Sekitar pukul 09.00, sebanyak 200-300 orang dari kelompok massa tersebut mendatangi rumah-rumah yang diduga digunakan sebagai tempat ibadah tanpa izin. Mereka berdemonstrasi mendesak pemerintah segera menyegel tempat tersebut dan memintah umat kristiani beribadah di tempat ibadah yang seharusnya bukan di rumah warga.
Lokasi yang dirazia sebanyak tujuh rumah, antara lain, rumah yang digunakan sebagai Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Betania Rancaekek di Kompleks Bumi Rancaekek Kencana. Pihak Satpol PP Kecamatan Rancaekek kemudian menyegel rumah tersebut.
Massa sempat melakukan orasi di depan tempat ibadah tersebut. Puluhan jemaat yang akan melakukan ibadah terpaksa menghentikan aktivitasnya. Massa sempat berhadap-hadapan dengan jemaat, tetapi tidak sampai menimbulkan bentrokan dan aksi anarki.
Tindakan razia seperti ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, razia terhadap tempat ibadah HKBP juga dilakukan massa dari kelompok yang sama di Bekasi dan di tempat-tempat lainnya terhadap tempat ibadah yang tidak berizin. Meski demikian, tindakan razia dan penyegelan ini mendapat penentangan dari sejumlah pihak karena dalam praktiknya pendirian tempat ibadah sering kali sulit mendapatkan izin sehingga warga terpaksa menggunakan rumah tinggal.

Sumber : kompas.com

[b]Tujuh 'Gereja' Disegel Senin, 13 Desember 2010[/b]

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Tujuh rumah yang dijadikan gereja di kompleks perumahan Bumi Rancaekek Kencana, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, disegel. Selain tak memenuhi aturan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), tujuh bangunan itu juga dinilai melanggar Peraturan Bersama Menteri (PBM) antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9/2006 dan Nomor 8/2006.

Tujuh gereja tersebut adalah Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Gereja Kristen Oikoumene (GKI), dan tiga lainnya adalah Gereja Pentakosta. Penyegelan terjadi setelah warga perumahan itu bersama massa dari organisasi masyarakat (ormas) Islam melakukan aksi unjuk rasa menuntut agar tujuh gereja itu ditutup, Ahad (12/12). Akhirnya, Satpol PP Kabupaten Bandung menyegel tujuh bangunan itu meskipun penghuni rumah masih boleh tinggal di dalamnya.

Kapolres Kabupaten Bandung, AKBP Hendro Pandowo, mengakui bangunan-bangunan yang dibuat tempat ibadah itu memang tak berizin. Perizinan awalnya bukan untuk tempat ibadah, melainkan sebagai rumah tempat tinggal biasa. “Itu ditutup karena memang tak berizin,” kata Hendro, kemarin.

Hendro mengaku, sudah mengingatkan agar pemilik rumah tidak memaksakan pembangunan gereja jika tidak memenuhi syarat perizinan dan PBM dua menteri itu. PBM Nomor 9/2006 dan Nomor 8/2006 yang merupakan revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri Nomor 1/1969, menjadi pedoman dalam kerukunan umat beragama yang juga mengatur mengenai pendirian tempat ibadah.

Dalam penutupan gereja itu, Polres Bandung menurunkan sekitar 100 polisi ditambah personel dari Satpol PP Kabupaten Bandung guna mengantisipasi kemungkinan bentrokan fisik. Untuk menghindari terjadinya konflik, Hendro meminta diadakannya pertemuan mediasi antara warga, pihak gereja, dan Pemerintah Kabupaten Bandung pada Senin (13/12) ini di kantor Kecamatan Rancaekek.

Menurut Camat Rancaekek, Meman Nurjaman, memanasnya hubungan antara warga dan pihak gereja berawal sejak 14 November lalu. Ketika itu, warga yang beragama Islam sudah ingin berdemo menuntut penutupan gereja, tetapi camat selalu melarangnya.

Maman sudah tiga kali menerbitkan surat pemberitahuan agar umat Kristen tak menjadikan bangunan rumah itu sebagai gereja. Namun, mereka tak mengindahkannya. “Upaya pertemuan sudah pernah kami lakukan, tapi gagal karena cenderung hati kedua pihak memanas,” kata Meman.

Sekretaris Forum Ulama Umat Islam Hedi Muhammad mengatakan, warga kompleks itu sudah resah dengan keberadaan gereja dalam lima bulan terakhir. Sejak itu, sudah dua kali dilakukan upaya mediasi antara warga, pihak gereja, dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Hanya saja, pertemuan itu tidak pernah menemukan titik temu.

Warga yang tidak mampu untuk menghadapi sendiri pendirian gereja itu, kemudian meminta bantuan ormas-ormas Islam agar ikut melakukan mediasi sebelum terjadi konflik. “Kami sebenarnya tidak membawa organisasi. Ini suara umat Islam, sebab hampir semua ormas Islam ikut prihatin. Kami juga tidak ingin terjadi konflik horizontal,” kata Hedi.

Hedi berharap, pertemuan mediasi ketiga itu tetap mengacu pada aturan yang ada di PBM dua menteri yang mengatur pendirian rumah ibadah sehingga dapat meredam kemarahan umat Islam. Dia menegaskan, tujuh gereja itu dipaksakan keberadaannya, padahal sudah jelas-jelas tidak sesuai dengan PMB dua menteri.

Misalnya, jumlah jemaat satu gereja tidak sampai 60 orang. Padahal, dalam PMB dinyatakan bahwa untuk mendirikan gereja harus ada penganut minimal 60 orang. “Kalau di sana, hanya ada dua tiga orang sudah membangun gereja,” kata Hedi.

Pimpinan Jemaat HKBP Bumi Rancaekek Kencana, Bagia Hutagalung, mengakui gereja yang ditempatinya memang banyak tak berizin. Namun, ia membantah anggapan bahwa jumlah jemaat gerejanya tidak lebih dari 60 orang. “Kalau HKBP ada sekitar 90 kepala keluarga dan 400 jemaat,” ungkapnya.

Bagia mengaku mendirikan gereja tanpa izin karena selama ini kesulitan untuk mendapatkan izin dari warga. “Saya ke warga, disuruh ke RT. Setelah ke RT disuruh ke RW. Dari RW disuruh ke warga lagi. Kami diputar-putar,” ujarnya. “Kalau begini, kami ibadah ke mana?” Dia meminta agar pemerintah dapat mencarikan solusi untuk menjamin keberlangsungan jemaatnya dalam beribadah.

Penyegelan tempat ibadah di Bandung tak hanya terjadi kali ini. Sebulan lalu, warga Kampung Jiwanaya, Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, juga mendesak penutupan gereja.

Alasannya, karena izin bangunan yang diduga kuat menjadi gereja di lingkungan mereka telah disalahgunakan. Saat itu, kemarahan warga mereda setelah pihak gereja menandatangani kesepakatan untuk tidak menjadikan bangunan itu sebagai gereja. c26 ed: rahmad budi harto

Sumber: Republika.co.id

Infonya banyak amir tante…
Sayangnya salah board n salah thread…
Udah ada stickied thread tuh… :o