Gereja Kingmi Papua Tak Terima Dituduh Separatis

Kecewa karena dituding sebagai pengikut gerakan separatis Papua Merdeka, jemaat Gereja Kingmi (Kemah Injil Indonesia) Papua ramai-ramai mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Rabu (20/07/2011).

“Aksi tersebut akan diselingi dengan doa. Kita minta Dewan harus melihat masalah ini dan mencari jalan keluarnya,” demikian pernyataan Selpius Bobii, aktivis Papua sebagaimana dirilis oleh Tempo Interaktif.

Menurut Bobii, sebuah situs online Australia memuat pernyataan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayor Jenderal TNI Erfi Triassunu yang menyebut Gereja Kingmi Papua sebagai separatis di hadapan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Papua di ruang siding Komisi A pada Senin, 18 Juli 2011 lalu.

Pdt. Dr.Benny Giay, Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia Papua juga mempertanyakan adanya surat pangdam kepada institusi-institusi di Papua. Surat dengan nomor R/773/Iv/2011 dengan tanggal 30 April 2011 itu menuliskan ‘Jika konflik tak bisa dipecahkan melalui dialog, akan diambil tindakan tegas.’ Bahkan ada isu yang menyatakan Pangdam menuduh pendirian Sinode Gereja Kingmi Papua ditujukan untuk membangun gereja berbasis kedaerahan dan kesukuan yang akan memperkuan jariangan masyarakat Papua untuk memperjuangkan kemerdekaannya.

Namun Pangdam XVII/Cendrawasih Mayor Jenderal TNI Erfi Triassunu sendiri membantah bahwa dirinya menuding Gereja Kingmi Papua sebagai separatis.

“Tidak benar demikian. Kami perlu sampaikan juga bahwa dugaan adanya surat rahasia yang menyudutkan pihak tertentu adalah tak benar,” katanya.

Pangdam menyatakan bahwa surat yang ia kirim merupakan sikap Kodam XVII/Cendrawasih dalam melaksanakan tugasnya untuk melindungi warga negara Indoesia dan tidak ada maksud tersembunyi dibaliknya.

Papua sendiri merupakan salah satu daerah kantong Kristen yang masih sering dilanda konflik, baik antar suku maupun dengan pemerintah. Isu-isu SARA seperti yang diungkapkan di atas berpotensi menimbulkan disintergrasi, untuk itu semua pihak hendaknya berkepala dingin dan tidak reaktif. Mari kita doakan rekan-rekan kita di Papua agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan dengan baik.

Source : Tempo Interaktif