Gereja mana yg majelisnya duduk di barisan belakang ?

Sebagai pelayan Tuhan sebaiknya para majelis tidak untuk bermegah di depan mimbar dan sebaiknya menjadi teladan bagi jemaat sebagai pelayan, hamba, gembala bagi Tuhan.
Untuk itu biarlah para jemaat yg mengisi deretan kursi di sekitar mimbar karena jemaatlah yg ingin mendekati hadirat Tuhan.

Itu kalau di negeri lain, kalau di INDONESIA, kursi didepan kosong bukan karena kursi panas, tetapi karena banyak orang enggan duduk didepan, disorot pendetanya, kalau mau ke toilet serba tidak enak, dan belum lagi kalau ada call atau lagi chatting, mungkin pasang status, malu kalau didepan. Karena itu bangsa kita sudah terlatih duduk dipaling belakang dan yang datangnya terlambat, salah sendiri terlambat dan terpaksa duduk dikursi “hina” yang didepan depan.

Seperti itu kira-kira dinegri ini…

Ada baiknya jika kursi depan tengah dan belakang tidak ada pembedaan (kwalitas dan jenis kursinya) agar kita melihat bahwa tidak ada pembedaan siapa saja yang duduk dimana saja.

yang nyruh duduk didepan malah pendetanya kok…

salah satu bentuk penghormatan kepada para majelis, tidak jelas apa motivasi para pendeta / gembala sidangnya yang menyuruh majelisnya duduk dikursi depan.

mungkin salah satu alasan :

  • karena jemaat tua-tua, jadi perlu pemandu sorak untuk menyanyi dengan riang gembira.

  • karena yang suka chating justru para majelis, yang suka cengigisan di belakang. jadi supaya mereka tidak menjadi batu sandungan.

  • atau motivasi yang lain dalam tanda kutip.