Gereja Masih Dipercaya Membawa Pengaruh Positif

Kebanyakan orang Amerika percaya bahwa kehadiran gereja adalah positif bagi lingkungan masyarakat mereka, sebagaimana diungkapkan oleh sebuah studi terbaru. Bahkan, lebih dari setengah (53%) mengatakan kehadiran gereja “sangatlah” positif dan seperempat dari seluruh responden mengatakan “agak” positif, sebagaimana ditemukan Barna Group. Hanya 5% yang memiliki pandangan yang kurang baik perihal pengaruh gereja pada masyarakat, dengan mengatakan kehadiran gereja adalah negatif.

Selain kelompok muda (yang berusia antara 18-27 tahun) bersama dengan kelompok ateis, mereka yang tidak pergi ke gereja dan memiliki pandangan liberal merupakan kelompok yang paling mungkin memiliki pandangan negatif mengenai gereja. Namun studi menemukan mayoritas di antara mereka, kecuali bagi kaum ateis dan agnostic, percaya bahwa gereja secara umum memiliki pengaruh yang positif pada lingkungan masyarakat mereka.

“Gereja masih dianggap sebagai elemen penting dari sebuah komunitas, bahkan di antara mereka yang tidak pergi ke gereja sekalipun,” ujar David Kinnaman, presiden dari Barna Group, dalam laporannya yang dirilis pada hari Rabu. “Pandangan positif ini sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa sebagian besar orang dewasa yang tidak pergi ke gereja merupakan mantan jemaat gereja atau mereka sesekali mengunjungi gereja. Jadi meskipun mereka tidak memiliki keterlibatan pribadi dengan gereja, namun mereka memiliki pemahaman akan layanan dan bantuan yang dapat diberikan gereja bagi komunitas mereka.”

David juga mengamati bahwa kebanyakan orang Amerika yang tidak memiliki afiliasi keagamaan atau kepercayaan “tidak memusuhi gereja secara terang-terangan”. Respon mereka lebih dicirikan sebagai ketidakpedulian.

Saat ditanyakan apa yang gereja bisa lakukan untuk membantu komunitas mereka, jawaban yang paling umum adalah membantu orang miskin (29%), menerapkan nilai-nilai alkitabiah dalam kebudayaan (14%), melayani kaum muda, keluarga dan manula (13%), dan mengajarkan pemahaman Alkitab serta memberikan bimbingan rohani (12%).

Saat ditanyakan pengajaran seperti apa yang harus diberikan gereja, responden survei mengatakan gereja harus menanamkan moral dan nilai-nilai serta menumbuhkan rasa memiliki, menunjukkan belas kasihan dan cinta terhadap orang lain, dan membawa kesatuan bagi masyarakat, menurut hasil penelitian ini.

Layanan lainnya yang dapat diberikan gereja adalah membantu dalam pemulihan, menyediakan konseling dan kelompok dukungan, dan secara esensial membantu orang untuk mengembalikan hidup mereka kembali ke jalurnya. Hal ini digolongkan oleh 10% responden Amerika yang disurvei.

7% mengharapkan gereja untuk membantu masyarakat mengenai masalah keuangan seperti membantu para pengangguran atau menyediakan bantuan keuangan maupun konseling. Hanya 1% orang Amerika yang percaya bahwa gereja harus terlibat dalam dunia politik.

David menyimpulkan penelitian ini dengan mengatakan, “Tampaknya ada ketidakterkaitan bagi kebanyakan orang Amerika antara melayani masyarakat dengan menolong seorang individu menemukan jalan kepada Tuhan melalui Kristus.”

“Bahkan di antara banyak warga gereja, memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dianggap sebagai penawaran yang tepat bagi program pelayanan publik,” ujarnya. “Namun, hal ini tampaknya kehilangan pola alkitabiah yang penting: Anda mengubah masyarakat dengan mentransformasi hidup.”

Hasil survei ini didasarkan pada wawancara online yang dilakukan oleh Barna Broup OmniPollSM. Sampel acak dilakukan terhadap 1.021 orang dewasa yang dipilih dari seluruh Amerika Serikat, usia 18 tahun ke atas, pada tanggal 10-18 Februari 2011 lalu.

Melakukan perbuatan baik memang baik adanya, namun perintah Tuhan bagi setiap kita jelas adanya: memberitakan kabar baik kepada setiap orang, diterima maupun ditolak, baik atau tidak baik waktunya. Alat penjangkauan paling efektif adalah dengan menjadikan hidup kita sebagai kertas terbuka yang menunjukkan bagaimana kasih Tuhan telah mentransformasi hidup kita secara total. Jika bukan kita yang memberitakan keselamatan, siapakah yang Anda harapkan akan melakukannya?

Source : christianpost.com