Gereja Milik Tuhan Atau Greja Pribadi?

Syalom.
saya mw curhat tentang pelayanan saya.

saya pemain bass di suatu Gereja,
sebelum Gembala saya yg lama meninggal dunia, Pelayanan itu tidak tidak Vakum

setelah Pendeta lama meninggalkan kami, anak pendeta tersebut mengambil alih pelayanan sang ayah,
dan mulai terjadi perang saudara antara mreka yg bersaudara…
dan imbas nya ke pemain musik…

semulanya jarak antara gereja saya dan rumah itu sekitar 2km,
tiap malam jumat saya pergi latihan, dan pada setiap hari minggu pelayanan,
dulu sebelum pendeta lama meninggal saya di bayar 10rb/minggu sebagaai pengganti bensin…
tp sekarang Rp. 5 pon saya tidak dapat…
dan 1 lg, pendeta saya suka menjelekan pemain musik di atas mimbar… apa itu layak?

sebenarnya bangunan gereja itu dibangun dgn uang siapa fren… :coolsmiley:
kalo uang keluarga, ya punya keluarga dong.
kalo uang jemaat, ya punya jemaat.
yg punya Tuhan itu para jemaatnya, bukan bangunan gerejanya… :ashamed0004:

tidak ada siapapun yg bisa melarang anda bertumbuh didalam Tuhan. jika gereja ditempat anda tidak membantu dalam pertumbuhan iman anda, tidak masalah anda cari gereja yg lain. lebih baik cari gereja yg membangun iman, dibandingkan yg menjatuhkan iman anda. asalkan tujuan anda bukanlah semata kpd materi lho… :char11:

coba saja beberapa bulan lagi ditempat anda, apakah ada kemajuan atau tidak. kalo tidak… ya lebih baik cari gereja lain, ok fren… :happy0025:

klo masalah basic sech gak tw jg tuh bangun ny pake uang siapa,
tp Yesus sewaktu kecil pernah bilang klo tmpt ibadah itu pny Bapa di surga, klo gak salah sewaktu dia pergi bareng ma mami Maria and Daddy ny…
dr situ kan bisa di bilang bahwa greja itu bukan pny perseorangan…

klo materi mah, capee dech… :rolleye0014: :rolleye0014:
tp kan tuntutan pendeta baru ini bnyk, tp tuntutan pemain musik tidak di gubris…
apakah cma pendeta yg hamba Tuhan?
kami yg pemain musik bukan hamba nya?

pernah dia (sang pendeta) berkata “PEMAIN MUSIK JGN MAIN MUSIK KALAU TIDAK BISA MENGHARGAI SAYA”
di atas mimbar ngomong gtu…
kan jd geram :mad0261: :mad0261:

kalo si pdt ngomong gitu mah ga masalah fren… kecuali dia menghina pribadi langsung, boleh anda gigit tuh… :char11:

kalo bangunan gereja, ya punya yg bangun gereja dong. kalo ga percaya sbg pembuktian, coba anda pasang tulisan “disewakan” didepan gereja. siapa yg menghajar anda, apakah Tuhan atau manusia… :ashamed0004:

semua pengikut YESUS adalah hamba Tuhan, makanya kita bisa mengabarkan injil kpd org lain. kalo gereja anda menuntut lebih kpd anda, bukankah itu bagus fren… itu tandanya anda sangat dihargai dalam profesionalitas melayani. tetaplah bergereja ditempat anda, krn tdk ada kesalahan pemimpin gereja anda, ok fren… :happy0025:

pendetanyaa g da salah yah??

gne loch kak yg ku maksud dengan permintaan pemain gak di gubris…
main drum dengan beat koyak trus di tempel sma lem,(maen pasti takut koyak lg)
senar bass sudah karatan smua,(jari telapak tangan jd sakit gak karuan)
tuts keybord sudah banyak yg mati…(emosi krn kunci g nymbung)
terus terang aja gmn perasaan kakak main musik gtu?
sudah berkali2 di ingat kan untuk perbaikaan, tp apa daya?
dia sibuk dengan uang yg tidak pernah ada pembukuan…
al hasil, duit g jelas kmn,
skarang jemaat tinggal 9 kluarga…

oh gitu toh… cuma kurang perhatian doang. patungan aja kumpulin uang bersama teman, utk memperbaiki yg rusak dgn yg baru… :ashamed0004:
anggap saja berkorban utk Tuhan, kan Tuhan juga tau kerinduan hati anda utk melayani Nya. nanti pasti akan dibimbing kearah yg terbaik buat anda deh, ok fren… :happy0025:

Shalom,

Bangunan gereja juga mestinya milik Tuhan. Kalau dipasang tulisan “disewakan” memang Tuhan tidak “menggebuk” yang memasang plakat itu. Manusia saja yang mau mengambil alih hak “menggebuk”.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.

Ya itulah karena gereja dianggap sebagai tempat jualan Injil.

Makanya Tuhan Yesus marah karena baitnya dipakai untuk berdagang “injil”.

Mungkin di Kristen perlu adanya lembaga waqaf.

kalo mnrut saya mah jelas milik Tuhan dan bersama (jemaat)…
zaman sekarang emang ud anehlah… ;D ;D

bukan menurut anda saja, tapi memang sudah seharusnya milik Tuhan dan jemaat fren… :afro:
cuma prakteknya kan lain tuh… gereja adalah milik org yg memulai membangunnya… :char11:

iya bner jga bro… praktek skrang memang membingungkan dan hanya menimbulkan kontroversi doang…
ya asalkan para pengurus dan pemlikny melakukan tindakan yang bermanfaat untuk jemaat dan gereja jga :smiley: :smiley:

harusnya Gereja kan menjadi tempat bertumbuh dan berkembangnya iman…

Kalau pendetanya aja ga bisa menjadi contoh… gimana jemaatnya bisa bertumbuh…

coba lihat dari sisi keimanan juga sis

gereja yang di singkirkan di akhir zaman

Perbedaan gaya memimpin pasti ada antara ayah dng anak. Nah pada saat si anak memimpin apa motivasi dia, apakah gereja sbg pelayanan atau gereja sbg ladang bisnis. Bila gereja sbg pelayanan, maka problem yg dihadapi sis jg hrs menjadi perhatiannya utk solusi, kalo perlu pake uang pribadi dah. Tapi kalo gereja sbg ladang bisnis, maka tdk heran bila si anak pdt gak mau rogoh kocek pribadi utk perbaikan alat2 musik.
Bila memang tdk ada perbaikan, sy sih setuju utk sis cari gereja lain saja, drpd iman sis gak tumbuh + melayani Tuhan dng hati jengkel krn alat musik rusak.

Shalom,

Sebetulnya, manajemen yang dipelajari dan dipraktikkan bidang sekular bersumber dari Alkitab. Kini dunia sudah menerapkan manajemen modern yang sebenarnya ada yang masih berlandaskan pada manajemen modern yang ada pada Alkitab. Tetapi sangat disayangkan, ada umat Tuhan yang tidak menerapkan manajemen modern itu, sehingga milik Tuhan dikelola secara pribadi atau secara keluarga atau secara kelompok terbatas dan dengan percaya sepenuhnya kepada manusia (bukan percaya sepenuhnya kepada Tuhan), membiarkan pengelolaan milik Tuhan secara tidak transparan alias tertutup pada pribadi, keluarga atau kelompok terbatas.

Padahal manajemen modern yang berakar dari Alkitab bisa diterapkan secara Alkitab. Sistem pembukuan modern, sistem pengendalian modern, sistem audit modern dan berbagai perangkat dan teknologi modern bisa diterapkan secara Alkitabiah untuk mengelola milik Tuhan. Terhadap pengelolaan milik Tuhan dalam zaman keimamatan orang Lewi sekalipun bisa diterapkan sistem akuntansi, pengendalian dan audit modern.

Bahkan dengan sistem akuntansi, pengendalian dan auditing modern, persembahan dan juga perpuluhan milik Tuhan bisa aman tanpa yang menerima, menghitung, mencatat dan menyimpan serta yang memeriksa penerimaan dan pengeluaran uang milik Tuhan itu tidak mengetahui berapa persembahan/perpuluhan si A, tetapi aman dan tidak gelap.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.