Gereja Roma Tolak Jasad Penjahat Perang Nazi

Ada berita yang mengejutkan, sekaligus menyedihkan :’(
apakah benar demikian?

http://img820.imageshack.us/img820/2351/3g07.jpg

ROMA – Pemerintah dan Gereja di Kota Roma, Italia menolak mengurus jasad penjahat perang Nazi, Erich Priebke, di wilayah mereka. Priebke diosebut terlibat dalam pembantaian warga Italia selama Perang Dunia II.

Seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (15/10/2013), jasad Erich saat ini masih disemayamkan di sebuah rumah sakit di Roma. Nasib jasad Erich menjadi perdebatan panas di Ibukota Italia tersebut.

Priebke merupakan mantan kapten pasukan khusus Nazi, SS. Dia menghabiskan hidupnya dalam pelarian di Argentina sebelum akhirnya diekstradisi ke Italia pada 1995. Pada Perang Dunia II, Priebke membantai setidaknya 335 warga.

Priebke wafat di rumah pengacaranya, Paolo Giachini. Dia menghembuskan nafas terkahirnya dalam usia 100 tahun.

Giachini sempat meminta Vatikan untuk mengadakan upacara pemakaman. Namun, permintan Giachini ditolak mentah-mentah Vatikan. Pejabat Vatikan, Kardinal Agustino, bahkan melarang seluruh gereja di Roma mengabulkan permintaan Giachini. (why)

* Apakah sikap gereja spt ini mencerminkan kasih?
Bukankah ajaran Tuhan Yesus adalah mengampuni kesalahan 70 X 7 kali?

Menurut saya, isunya di sini lebih ke masalah nasionalisme.
Jadi tidak berhubungan langsung dengan gereja.

Salam

setujuuuu…

Ini gereja yg mana ya? Apa gak perlu ada penjelasan yg gambalang dari gereja soal arti semuanya ya? Apa gak ada resiko adanya pihak-pihak yg ambil kesempatan sbg ‘hero’?

Atau itu memang metoda nya : “Saya kan sudah bilang, nah kini kau merasakan dan tahu artinya”.

Binguung neh, gak nyampe …

coba perhatikan baris pertama:

ROMA – Pemerintah dan Gereja di Kota Roma, Italia menolak mengurus jasad penjahat perang Nazi, Erich Priebke, di wilayah mereka. Priebke diosebut terlibat dalam pembantaian warga Italia selama Perang Dunia II.

Jadi bukan hanya isu politik/negara, tapi gereja sdh ikut berpolitik?
Bukankah itu menyedihkan?

semasa hidup yang bersangkutan menyatakan tidak menyesali perbuatannya. ini mungkin yang menyebabkan reaksi-reaksi diatas

apakah seseorang yg tdk pernah mengakui perbuatannya tdk bisa diampuni?
dan tdk bisa diberikan tanah sekedar utk pekuburannya?
kalau gitu apa bedanya dgn agama yg disebelah?

untuk poster topik :
harap sertakan link referensi yang menjadi sumber berita

Ya, dalam hal ini gereja berpolitik. Tapi keputusan tentang jasad tsb jangan lantas disangkutpautkan dengan ayat Alkitab, karena dasar keputusan mereka dalam kasus ini belum tentu Alkitab.

Tidak menyedihkan. Justru seharusnya gereja (semua gereja, tidak hanya Katolik) turut berperan serta dalam memberikan pendidikan politik bagi umat Kristen, sehingga gereja bisa menjadi terang bagi negara.
Tentang hal ini, silakan simak video Ahok
Pernyataan Basuki AHOK bagi GEREJA TUHAN / Kekristenan di INDONESIA

Salam

Pertanyaannya apakah gereja dlm tindakannya bisa melepaskan diri dari Alkitab?

Pendidikan politik yg diberikan gereja harus tetap berlandaskan Alkitab dgn menunjukan kasih,
tanpa itu gereja bukan apa2 krn sama dgn mereka yg diluar.
Adalah kesalahan besar ketika gereja berpolitik praktis tanpa berlandaskan kebenaran Alkitab.
Seringkali politikus menarik benang merah yg salah dari apa yg Alkitab maksudkan.

Ini linknya http://international.okezone.com/read/2013/10/15/414/881834/gereja-roma-tolak-jasad-penjahat-perang-nazi

Mungkin bukan melepaskan diri, tapi menyesuaikan diri dengan konteks per kasus. Tentang ini saya tidak berhak menjawab lebih jauh karena saya tidak mewakili gereja Katolik.

Ya, saya setuju.

Salam

ya itu semua hanya utk refleksi kita semua agar berani menyatakan warna kita sbg “gereja”.
Thx, JBU