Gereja Sebagai Trend Bisnis Masa Kini

Melihat situasi ekonomi yang sulit akhir-akhir ini, juga melihat pengajaran yang makin amburadol, dikarenakan penyalah gunaan jabatan dalam Gereja dan sebagainya maka dari pada malu malu dan malu maluin mending langsung aja deh,…

Hari hari ini semakin banyak juga jemaat yang gampang ketipu, dengan cerita cerita fantastis, gak perlu mikir banyak dengan buka buka Alkitab. Cuma seneng mendengar kotbah yang menyenangkan telinga. Apa lagi yang berbau “ngeroh”, maksudnya yang bisa liat setan setan.

Disinilah peluang baru kita dimana kita bisa menggabungkan bisnis dan sisi rohani. Secara bisnis kita untung banyak, dan bisa berlindung dibawah "payung "secara rohani. Kesimpulan nya, sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui.

BISNIS GEREJA / GEREJA BISNIS
Buka bisnis gereja mau gak???
Kayak gereja “tetangga” sebelah. Masak cuma mereka aja yang boleh mengeruk keuntungan,… he he he he

Modal 16.500.000 (murah kan?)

Sewa gedung = Rp 10juta, lengkap dengan fasilitas musik
Biaya pembicara = RP 500.000 (dikit banget kali, gak apa2. kan pelayanan)
Team musik + WL+ singer+ tamborin = 1juta
2 artis(@=1juta) = 2juta, malah mungkin bisa gratis. Dimanfaatkan aja. bilang aja pelayanan, he he he
Keamanan/ polisi ( supaya gak ada yang ganggu ) = yah, 1juta
Kartu undangan dan iklan = 1juta (wah gede banget)
Makan makan= 2juta lah
Total pengeluaran = Rp 16.500.000,-

Estimasi pemasukan:
Jemaat yang hadir 1.000 orang
Kolekte @ 5000 = RP 5.000.000
Korban tantangan = 20 juta ( kok bisa,… ya ialah masa ya iya dong. nama nya juga perkiraan )
Todong si pengusaha dan sponsor untuk investasi = 10juta (namanya aja gereja preman, eh gereja bisnis)
Total pemasukan = Rp 35.000.000

Catatan :

Pembicara nya harus lucu, bisa ngayal liat sorga, pinter cerita (PENDETA= Pendek pinter cerita, wkwkwkw) menarik (ganteng kayak saya lah minimal), trus bisa menghipnotis jemaat agar bisa memberi persembahaan dengan embel2 supaya dengan “memberi”, si jemaat akan menjadi kaya raya.
Dijamin gak perlu susah susah cari jemaat deh,… COLONG aja dengan embel embel ini. Dipastikan sebagian besar pindah ke “kolam” kita.
Total pemasukan - Total pengeluaran ( Rp 35.000.000 - Rp 16.500.000)

Jadi, total keuntungan bila buka bisnis seperti ini untuk sekali ibadah adalah Rp 18.500.000

Untungkan saya bilang,…

Hayo, siapa yang mau gabung,…

PRIHATIN, PRIHATIN !!!

Semoga ini hanya sebatas tulisannnnn…

Sumber : Lambok A. Sitorus

Saya pernah bikin hitung-hitungan dengan beberapa teman dulu pada masa awal krisis 1997, dan memang GEREJA adalah BISNIS yang paling menguntungkan… tp beware…

Memang sekarang ini susah membedakan mana yg benar2 gereja, mana yg “gereja bisnis”.
Kalau kita bilang satu gereja adalah “gereja bisnis” maka kita akan dikutuk rame2…ha…ha…ha…
Roh agamawi seringkali membutakan mata rohani kita utk dpt mengerti keadaan dunia.

Sedihnya melihat dunia ini…

“cinta buta” memang membahayakan… termasuk cinta buta sama Tuhan…
cinta buta sama Tuhan menjadi mudah dikibuli… so, cintailah dengan segenap akal budi juga… kritis terhadap gereja semacam ini berguna menyelamatkan substansi gereja sebagai saluran berkat.

itulah kenapa Tuhan menciptakan kita manusia dengan berakal budi…
supaya kita bisa menguji segala sesuatu dan melakukan yang berkenan bagi Nya…
GBU

Aduh, makanya saya gak setuju bahwa ada gereja sistem “franchise”.

seperti tadi saya jalan-jalan ada iklan menarik
“Gereja satu jam saja”
keren… kejar setoran… :smiley:

@santo
wah sistem bisnis nya gimana tuh ???
hahaha…

@satya
wuih… promo nya masih kurang menggiurkan…
hahaha…

prihatin ada gereja kaya gini

Yah dikasih lisensi atas brand merk gereja. Jemaat yang mau buka gereja di mana saja, dipersilahkan, hanya membagi keuntungannya ke pusat. Gereja kaya gini parah, bahkan pelayan musik, MC, singer dibayar uang. Pernah berbincang-bincang dengan salah satu pelayan disana, tiap kali “pertunjukkan” pasti ada bayaran. Saya mah heran, kalau saya melakukan pelayanan di gereja saya gak pernah ada bayarannya?

Salam

Gereja sekarang KEBANYAKAN dikelola sebagai wadah bisnis.
Pendeta berprofesi sebagai pembicara seminar “Marketing Firman Tuhan”.

Ingin peroleh Firman Tuhan di gereja? Anda harus bayaaaaaar… :’(
Ingin diberkati Tuhan lewat pendeta? Anda harus bayaaaaaaar… :’(

Gereja ibarat sekolah, pendeta ibarat gurunya.
Bersyukurlah jika gereja anda tidak seperti mereka. :afro:

Mari kita berduka karena gereja dan pemimpin gereja ga sadar… atau sadar dan membiarkan hal ini tetap terjadi…

kemungkinan sih sadar, tapi mereka tau ada uang dibalik gereja

Dengan semakin banyaknya permasalahan kehidupan, ini merupakan ladang yg subur bagi pendirian rumah ibadah (gereja). Bagi para bisnisman handal ini merupakan peluang emas yg tdk boleh dipandang sebelah mata. Tidaklah heran bila diluar banyak terdapat orang Kristen yg bermuka dua, angel di hari Minggu dan ular di hari Senin-Sabtu.
Trus knp cukup banyak jemaat yg tahu gerejanya gak beres, tapi tetap berjemaat di gereja tsb ? Mungkin jg dah bingung utk menemukan mana gereja yg bukan bisnis. Jelas di gereja yg berorientasi bisnis tidak akan ada urapan shg jemaatnya cepat atau lambat akan mengalami kekeringan rohani. Mungkin lebih baik berdoa di rumah kali ya drpd bersekutu dng para ular di gereja bisnis.

saya kurang sependapat… sedapat-dapatnya kita bersekutu sebagai satu umat yang saling menguatkan… dan menegur… kalo ga salah Fil 2:1-4 cf. Heb 10:24-25

serem … mempermainkan Tuhan dan keselamatan jemaat karena cinta kepada mamon

Kalo dpt gereja yg tulus bukan bisnis oriented mungkin bisa saling menguatkan dan menegur. Fenomena yg ada di gereja bisnis seringkali terlihat jurang antara si kaya dan si biasa2 saja, shg tdk ada interaksi antara mereka, dan pendeta maupun pengerja jg tdk berusaha menjembataninya…Sy merasa di forum ini malah kita bisa saling menguatkan dan menegur dng ketulusan. Jujur saja berada di forum ini lebih banyak manfaatnya bagi sy, drpd sy hrs berada di gereja bisnis. Ingat bagaimana bro dan yg lainnya telah membantu sy mengatasi permasalahan dng si iblis dlm subjek Persekutuan dng Setan. Tapi apa yg gereja sy lakukan dahulu utk membantu sy ? Susah di jaman skrg ini untuk mengetahui mana gereja tulus mana yg bisnis-oriented. Mungkin kita dirikan gereja sendiri aja kali ya, khusus utk para FKers :afro: ;D

Bro… beda antara relasi dunia maya dan dunia nyata itu berbeda…

Firman Tuhan mengatakan besi menajamkan besi manusia menajamkan sesamanya…

Menurut saya apa yang bro lihat adalah karena saya tidak mendapat “untung” dari persekutuan itu lebih baik saya tidak terlibat…

Jujur bagi saya itu sifat egois… dan Tuhan mengajar kita untuk merendahkan hati, so dengan cara yang berbeda kita tetap mendukakan Tuhan…

Kalau anda ingin gereja berubah masuklah, terlibatlah dan ubahlah… anda akan mengerti artinya bergulat dalam kenyataan hidup…

Sudah pernah bro sy masuk & terlibat & “bergulat” dng para pengerja gereja bisnis. Maksud hati ingin memberikan mereka masukan sbg cermin , tapi yah dasar mrk semua lebih tahu & pinter, maka yg terjadi adalah perdebatan. Terjadi 2 kubu, ada yg pro dan kontra. Saat ini diketahui gereja tsb telah tutup.
Sejak waktu itu, sy belum mau lg terlibat dlm grj, drpd dianggap jd batu sandungan, mending jd jemaat biasa. :wink: