Gereja sering jadi kedok org suci dan merasa benar menurut dia!!!

gw mengakui orang ada positif ada negatifnya, setiap hamba Tuhan itu lebih baik jadi contoh, banyak hamba Tuhan yang ngaku melayani dengan kasih,dan baik tapi pada kenyataannya menipu dirinya sendiri.

  1. Pdt,guru rohani,pelayan jemaat,pelayan gereja,dan semua yang melayani Tuhan di gereja.
    melayani? yakin? kenapa ketika ada sesamanya atau hamba Tuhan yang lain ada masalah ,tidak ikut melayani atau memberi nasihat,teguran,kekuatan ?? lebih sering males-malesan mau melayani lihat lihat orang dulu, kenal baik/dekat tidak? banyak uang/harta tidak? melayani lihat waktu,karena merasa sok sibuk?
    disitu melayani ,tapi kenapa milih???lihat waktu??sok sibuk,tidak sempat?? disitu jadi guru/pembimbing/pelayan tapi munafik?? ( orang yang menilai,bukan diri sendiri yang menilai)

ini jadi batu sandungan bagi orang yang sedang menghadapi masalah dan butuh bimbingan. lebih baik ke gereja yang benar benar hidup melayani sepenuh hati,tanpa pilih kasih. (bukan minta dilayani dengan hormat , tapi namanya disitukan melayani dan menolong sesama ,harusnya jadi garam dan terang dunia,biar hamba Tuhan yang hambar itu tertolong/merasa ibadah di gereja itu menjadi berkat)

  1. Giliran perpuluhan,sumbangan ketawa ,ramah dan senang ,tidak kasih perpuluhan dibalas dengan hal yang tidak enak,suka gunakan FT untuk menegur. kotbahnya selalu tentang keluarga,ekonomi,berkat, yang senangi jemaat , astaga di gereja selalu kotbah yagn senang senang? lalu kapan jemaat jadi dewasa,kalau yang enak enak aja??? mana kotbah yang seram-seram atau yang sentil hati jemaat??? tujuannya supaya tobat,dan menjadi orang Kristen yang dewasa?

  2. pelayan di gereja,kebanyakan di gereja itu lihat orang,kalau orang kaya/beruang/punya jabatan,dll dilayani dengan sangat hormat, sedangkan yang biasa saja, dilayani dengan buang muka/tidak mau dilihat. terus terang pelayan seperti ini tidak cocok melayani di gereja,lebih baik melayani di pasar saja.

  3. ketemu di jalan ,berlagak tidak melihat, jadi kita yang harus negur sapa dulu, baru ikut nyapa,kalau tidak pura pura tidak kenal, buang muka, lah disitu jadi pelayan Tuhan,guru pembimbing,bahkan sudah jadi pendeta, belagu banget??? lebih baik gak usah layani Tuhan,gak cocok pelayan Tuhan begitu. yang ada jemaat akan cap ini orang pilih kasih,sombong,dan yang jelek jelek lainnya. jujur kita juga eneg/mau muntah dan merasa jijik ketemu pelayan begitu,termasuk pendeta,guru rohani,dll. katanya kasih??? kenapa pilih kasih? haha omong doang ya??? mana perbuatan yang Tuhan Yesus ajarkan??? jujur, tidak perlu pelayan seperti ini di gereja,karena jadi batu sandungan/contoh negatif, lebih baik diganti pelayan yang takut akan Tuhan.

  4. kalau jemaat sombong,dibales dengan sombong lagi oleh pelayan gereja(seluruh yang melayani Tuhan di gereja), katanya dibales yang baik di gereja,kok dibales kesombongan lagi??? jahat dibales kebaikan, buktinya sendiri tidak bisa seperti apa yang Tuhan ajarkan di Alkitab.

  5. masih banyak lagi. jujur lebih baik pindah ke gereja besar yang takut akan Tuhan,dan benar benar hidup melayani,tidak suka nyakiti orang,tidak sombong,memberi contoh yang baik, seperti Kristus. mau cari nih gereja seperti ini apa aja ya? perpuluhan juga mau dikasih ke gereja yang memberi makanan rohani yang sehat dan menuai hasil dari apa yang dikatakan oleh FT lewat tindakan kasih anak Tuhan.

  6. 2 Tim 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
    bro,terima kasih untuk ayat FT ini. Firman Tuhan itu mengajar,menyatakan kesalahan,memperbaiki dan mendidik orang dalam kebenaran.
    contohnya:
    untuk jemaat didalam gereja itu sendiri

  • banyak orang Kristen ke gereja, tapi di kehidupan nyatanya penuh dengan gosip dan jelekin orang ini orang itu menjadi kegemaran sehari-hari termasuk nama orang lain dijelekin/dengan julukan.
    ini orang(jemaat) tidak ada yang menegur? karena mereka pikir ini normal dalam dunia ,dan mereka pikir ini tidak berdosa ,tapi apa kata Alkitab/Firman Tuhan? karena mereka ke gereja hanya dengar kotbah itupun bisa masuk kuping kiri keluar kuping kanan,itupun tidak ditegur oleh pendeta,pengkotbah oleh guru sekolah minggu,pembimbing,dll.
    ada FT kalau kita tahu seseorang berbuat salah, lalu kita mendiamkan orang tersebut , di Alkitab dikatakan kita berdosa. jadi 10 perintah Allah itu mencakup secara keseluruhan/meluas. kalau kita tahu itu tidak baik,pastinya harus diberitahu agar orang itu dari tidak sadar jadi sadar. kalau diam saja, dan malah ikut2an misal dalam hal gosip ,apa itu jadi berkat?

Di jaman skrg apakah ada orang2 yg melayani dgn tulus dan apakah ada gereja seperti yg saudara cari??

ada mungkin gbi,atau gbi mawar sharon,atau gereja stephen tong,atau gereja lainnya. masih ada ,termasuk gereja pastor indri,cuma dulu pernah ke dia, cuma dia pernah nyindir aku apa bukan ,soalnya pernah bilang juga waktu aku hadir disana,beliau bilang jangan seperti mr bean cari jodoh tidak berani mengungkapkan kata-kata. waktu itu dia melihat kearah saya, saya sendiri jadi tersinggung juga ,sejak itu saya tidak ke gereja itu lagi, termasuk kasih kolekte terakhir digereja itu,sebenarnya saya harapkan dia sebagai pendeta bisa menunjukan sikap kotbah tanpa menyinggung perasaan orang, saya suka sama kotbahnya berapi-api dan mengkritik keras jemaatnya ,tapi kembali lagi ke kehidupannya, apakah mencerminkan yang baik/sesuai Firman Tuhan atau sebaliknya? mencari kepuasan diluar Tuhan? kalau dia sendiri suka katain orang,julukin orang, nyakitin orang , apa itu beri contoh yang baik? saya pernah kirim pesan lewat facebooknya beliau,tapi tidak dibalas,soal ejekan/julukan.

sebenarnya semua gereja itu benar,menyembah ke Tuhan yang sama,cuma orang orangnya tidak beri contoh yang baik,tapi gak semua orang gereja gitu, ada yang baik juga, dan pengertian, ada yang blak-blakan tanpa dipikir dulu, ada yang sok gaul,kalau gak gitu gak gaul/gak dewasa. tiap orang ada plus minusnya yg si A orangnya tidak suka julukin/ledekin orang dan dia tau itu tidak baik tapi milih-milih orang, yg si B orangnya tidak suka milih-milih orang,tapi suka beri julukan ke orang orang tertentu, ini kelemahan pribadi masing masing orang,tapi alangkah baiknya kalau semua saling menegur dan memperbaiki juga menggunakan kata yang membangun bukan menjatuhkan sesamanya/kata kata omong kosong yang tidak bisa jadi berkat.

harap maklum…
namanya juga cari omzet & cari customer baru…
jadi sales pitch-nya harus bombastis dan berapi-api gitu…

yang memang sayangnya, bagi orang2 yg benar-benar menempatkan Iman dan ber-kepercayaan secara PROPORSIONAL…
hal-hal gitu jadi menggelikan dan engga korelatif sama sekali…

coba cari aja gereja yang paling engga jualan…
yg gitu biasanya memang keliatannya paling kurang atraktif, kurang kreatif, membosankan, dll…
tapi kalo memang kita niat-nya untuk mendekatkan diri pada Tuhan…
yah… atribut seperti itu tentu BUKAN hal yg utama kan…

selamat mencari…

Dari pengalaman sy gereja katolik lbh mendekati

dari pengalaman saya sebagai sales dulu
sales yang menjelek2an priduk orang lain, jangan ditanggapi lebih lanjut
pesan trainer saya
“satu jari menunjuk ke orang lain, 3 jari menunjuk ke diri kita sendiri”

salam

Sodaraku, tampaknya sodara tengah mengalami kekecewaan thd petinggi dan aktivis gereja ya? Hmm… tidak semua orang sempurna bro… Demikian juga tidak semuanya bersikap seperti itu. Hanya ada dua plhn bg bro Ardi. Pertama, bro bisa pindah ke gereja lain. Ini adalah bentuk hukuman kita pada mereka. Tapi, klo gereja yg lain juga sama kayak gitu gimana ? Mau sampai kapan ? Kedua, bro tetap di sana dengan konsekuensi mengampuni, menjadi teladan bagi mereka (jika ikut terlibat juga dalam pelayanan), dan menyerahkan mereka pada Tuhan. Biar Tuhan yang beracara. :afro:

Anda hanya orang Narsis dan merasa paling benar sendiri . :slight_smile:
Saya kasih sedikit cerita karangan saya dari dunia khayalan - tokoh nya nama nya saya :char11:
saya dlu pernah masuk gereja K - ikut ibadah lucu juga yah kok patung nya ada didepan dan semuanya
berdoa ke arah patung nya. :ashamed0004:
lalu saya berpikiran “aih mak , ga masuk nih doa ngadepin patung. cabut deh gua!!!”
Saya pindah nih ngikut gereja A , awalnya asyik ikut kegiatan nya penuh semangat.
tp lama2 kok nih kerjaan gereja berisik terus yah. lalu saya mikir " setahu ane doa tuh kagak berisik. gimana mau beres nih pikiran. cabut aja dah!!!"
kemudian saya pindah lagi nih ngikut gereja P, nah ini baru masuk - musik nya uenak lembut berdawai dan
khotbah nya mantap. lalu ada kejadian ga uenak lalu saya mikir lagi nih " busyet dah bahasa apaan nih, pake teriak2 segala. eh sekarang malah nangis2. waduh mak jang, bisa runyam nih klo disini lebih lama lagi. setahu
ane klo berkhotbah tuh harusnya makai bahasa yg dipahami dan bermanfaat. aish mending ogut cabut dah."
Lalu masuk lagi nih gereja R , mantap nih logis banget penjelasannya- paham semua nih khotbah nya. tegas
dan berpendirian nih. lalu terjadi kejadian " wah, gue perhatiin nih orang (khotbah) nya sering nyerempet masalah duit mulu nih. sikit2 duit. aish pake ngancem segala. cabut dah - merasa ditipu gua ama nih orang.
otaknya udah duniawi semua."


sebenarnya - utk keluar dari sebuah gereja lebih baik anda yg diusir daripada anda yg kabur
mksd saya - lebih baik anda sampaikan dan pertanyakan (apa) yg anda pikirkan secara face to face atau
secara langsung disisi mana yg dimana anda tidak merasa cocok???
Bukannya hanya kabur terus menerus tanpa tahu kenyataan nya.
Nah bila anda mendapatkan penjelasan yg logis - dan sesuai ke-iman-an yg anda rasakan yang kan bagus
berarti anda saja yg negatif dalam pemikiran nya.
tp bila penjelasan tersebut tidak masuk akal dan keimanan (anda) justru keraskan hati utk terus bertukar pikiran sampai menemukan kesamaan.
jikalau tidak menemukan kesamaan - saya yakin (perlakuan) yg anda terima digereja tersebut akan berubah
nah disitu anda akan melihat — tanda anda sudah diuusir .
Nah disini saya ucapkan selamat - karena anda terselamatkan dari sebuah gereja yg bukan menjadi wadah iman anda berkembang.


tp kok jadi banyak ngomognya yah :ashamed0004: :ashamed0004: :ashamed0004:

Gak usah bingung2, lihat Yesus saja

Kalau lihatnya manusia dan mengandalkan manusia, ujung2nya jaminan kecewa

Kekristenan itu perjalanan pribadi dengan Yesus, bukan gandengan sama orang lain

Kalau kamu mau tanya ada gak orang yang sungguh2 ikut Tuhan dan melayani dengan sungguh2 sampai detik ini? Saya dengan tegas jawab masih ada, dan walaupun semua orang di dunia ini menolak Yesus, saya tetap akan ikut Yesus sampai mati

Jangan lihat oknum, lihat ajaran intiNya, lihat pribadiNya

kalau tujuannya cari omset dan bombastis itu urusan pribadi dia dengan Tuhan, dan aku pikir kalau orang yang berlaku demikian itu orang bodoh, karena tidak takut sama Tuhan, yg jadi keinginan itu hal duniawi (kalau tujuannya ini lebih baik tidak perlu melayani Tuhan). tapi aku harap tidak demikian adanya,tetap melayani Tuhan didalam takut akan Tuhan. hati orang itu cuma Tuhan yang tahu isi hatinya.

aq juga ga ke gereja dimana aku suka kebaktian dan perpuluhan. aku pergi bukan karena dendam,aku tidak dendam lagi tapi yg sebabkan aku mau pindah itu mau cari gereja yang mencerminkan anak anak Tuhan yang baik dan saling menguatkan,saling menegur, termasuk yang kotbah itu tidak kotbah yang sukacitain jemaatnya terus, tapi kotbah yagn relatif yang membangun,yang menegur,yg mengkritik, yang menasihatkan, yang menghibur, dll itu semua jadi 1 ,dan harus sesuai apa kata Alkitab itu sendiri jadi disini gereja itu kembali ke gereja semua dimana gereja ini benar benar mendidik jemaatnya didalam kasih Tuhan dan hidup sesuai Firman Allah. ini gereja pilihan yang saya cari, kelihatannya mawar sharon masuk kategori gereja ini,tapi belum pernah kesana.

aku pernah ke gereja katolik, tapi kotbahnya ini monoton gitu gitu saja, lebih ke arah kebaikan. tegurannya,nasihatnya,kritiknya kepada jemaat yang suam kuku ini tidak menggertak.

cara pilihan pertama itu ,aku bukan bermaksud pindah karena tidak mau ampuni mereka, gak begitu…dihatiku mereka julukin ,aku tobat pada Tuhan,dan aku ampuni dan lupakan apa yg terjadi juga aku sabar, padahal aku dikatain,diketawain,diremehkan,dll tapi aku terus ikut Tuhan,agar jadi garam dan terang. jujur bro,aku benar benar tidak berkembang kerohanianku…kotbahnya gitu gitu aja…keluarga,ekonomi,kesehatan, pernah sekali aku datangi salah satu pendeta di gereja tersebut,aku bilang kotbahnya kenapa kurang membangun jemaat,kenapa gak pernah kotbahin tentang dosa dan akibat,kiamat,surga neraka,hukuman dan penghiburan,dan seterusnya yang lain lain,yang bisa membangun jemaat yang dewasa rohani,bukan bayi rohani. pdtnya,mereka belum saatnya karena masih ada yang bayi rohani,baru kenal Tuhan,dll dan disarankan ikut sekolah minggu untuk memperdalam kerohanian. terus mikir saya,apa harus melalui sekolah minggu aja ,sedangkan kotbah kebaktian umum yg dikotbahkan selalu yang bahagia terus,dan senangi jemaat?? gimana kalau jemaatnya tidak mau sekolah minggu,berarti dia tidak tahu mengenai Firman Tuhan secara mendalam. mau sampai kapan rohaninya bisa hidup???
contoh: kata Tuhan tidak boleh keluarkan kata yang sia -sia dari mulut,gunakan kata yagn membangun,bukan mengeluarkan kata yang mengutuk.(hal ini tidak diberitahuan secara detil,tidak disinggung secara mendalam,hingga jemaat itu masih ada yang suka julukin orang,karena dia tidak tahu bahwa kata kata dia itu salah/dosa?melainkan jatuhin jemaat lain )

pilihan ke dua,aku setuju dan itu jadi berkat, bisa sih aku seperti itu juga,tapi harus ada perubahan dong,jangan gitu gitu aja, pengajaran FTnya didalam gereja, soal hal pengangguran,berkat ekonomi,kesehatan…Kapan kotbah yang seram seramnya yang bisa suntik hati jemaat??? terus kapan majunya kalau teknikal kotbahnya tidak bisa keras?
orang kalau di bully itu tidak bisa negur sendiri,harus ada pihak lain yang membantu memberitahu ke orang yang melakukan bully,pihak gereja aja diam.

aq juga ga ke gereja dimana aku suka kebaktian dan perpuluhan. aku pergi bukan karena dendam,aku tidak dendam lagi tapi yg sebabkan aku mau pindah itu mau cari gereja yang mencerminkan anak anak Tuhan yang baik dan saling menguatkan,saling menegur, termasuk yang kotbah itu tidak kotbah yang sukacitain jemaatnya terus, tapi kotbah yagn relatif yang membangun,yang menegur,yg mengkritik, yang menasihatkan, yang menghibur, dll itu semua jadi 1 ,dan harus sesuai apa kata Alkitab itu sendiri jadi disini gereja itu kembali ke gereja semua dimana gereja ini benar benar mendidik jemaatnya didalam kasih Tuhan dan hidup sesuai Firman Allah. ini gereja pilihan yang saya cari, kelihatannya mawar sharon masuk kategori gereja ini,tapi belum pernah kesana.

apa tidak boleh,kalau seseorang rohani mau berkembang dan gak gitu saja kotbahnya?
terus terang gereja yang kotbanya senangin jemaat terus itu mengharapan perpuluhan,kolekte,nampung orang kaya, buat kantong sendiri atau buat pekerjaan Tuhan? jangan menipu diri sendiri,Tuhan lebih tahu isi hati.
jemaat yang baru percaya,itu bisa dididik dan dibentuk kerohaniannya jadi disiplin,kalau teguran itu kena ke hati,dan keras.tapi ada penghiburan juga, bukan asal keras gitu,tapi tujuannya membangun karakter rohani yang kuat.
penjelasannya mengenai kotbah itu sesuai FT di gerejaku,tapi yang di kotbahin selalu yang itu itu aja,yang senang di dengar oleh jemaat ,mungkin takut kehilangan jemaat kali kalau kotbah yang penuh teguran/keras. menurut saya pribadi ini tidak berkembang rohani saya,jadi cuma berkembang kepada hal hal FT mengenai berkat,keluarga,ekonomi,tujuan akhir kita ke Surga,dll semua yang senang senang dan bahagia,juga yang lucu lucu yang bisa buat jemaat tertawa. kalau mau yang senang terus ya itu namanya anak kecil. karena ane sendiri suka makanan rohani yang dewasa, dan ane sudah masuk ke fase pencobaan dewasa yang harus ane lewati.kalau ane kembali lagi ke anak kecil dan remaja,ane senang ditegur asal itu sesuai Firman Allah dan membangun karakter ane sekalipun itu keras dan menyakitkan tapi tujuannya itu menguatkan kerohanian.
jujur bro,aku benar benar tidak berkembang kerohanianku di gerejaku…kotbahnya gitu gitu aja…keluarga,ekonomi,kesehatan, pernah sekali aku datangi salah satu pendeta di gereja tersebut,aku bilang kotbahnya kenapa kurang membangun jemaat,kenapa gak pernah kotbahin tentang dosa dan akibat,kiamat,surga neraka,hukuman dan penghiburan,dan seterusnya yang lain lain,yang bisa membangun jemaat yang dewasa rohani,bukan bayi rohani. pdtnya,mereka belum saatnya karena masih ada yang bayi rohani,baru kenal Tuhan,dll dan disarankan ikut sekolah minggu untuk memperdalam kerohanian. terus mikir saya,apa harus melalui sekolah minggu aja ,sedangkan kotbah kebaktian umum yg dikotbahkan selalu yang bahagia terus,dan senangi jemaat?? gimana kalau jemaatnya tidak mau sekolah minggu,berarti dia tidak tahu mengenai Firman Tuhan secara mendalam. mau sampai kapan rohaninya bisa hidup???
contoh: kata Tuhan tidak boleh keluarkan kata yang sia -sia dari mulut,gunakan kata yagn membangun,bukan mengeluarkan kata yang mengutuk.(hal ini tidak diberitahuan secara detil,tidak disinggung secara mendalam,hingga jemaat itu masih ada yang suka julukin orang,karena dia tidak tahu bahwa kata kata dia itu salah/dosa?melainkan jatuhin jemaat lain )
kalau di gereja pastur indri bisa berkembang ,karena beliau keras dan kritik juga berapi api,tapi kata julukannya itu tidak menyenangkan, sejak saya sindir ke facebook beliau itu tidak dibalas,sudah 2x saya menyinggung,supaya tema pembicaraan jelas, dan beri alasannya. jadi disitu saya melihat beliau sih bagus kotbahnya tapi ada jeleknya dari sikapnya yang tidak cerminkan FT itu sendiri. coba kalau dijelaskan dan minta maaf kan itu lebih enak serta tidak ulangi lagi kebiasaan buruk suka julukin orang, jadi itu sebuah perubahan dan pertobatan, tapi tidak tahu juga ya kalau jadi gengsi karena udah jadi pendeta terkenal,ya itu tidak tahu sih, yang pasti gengsi itu tidak membuahkan kebaikan dan berkat buat orang lain.

aq juga ga ke gereja dimana aku suka kebaktian dan perpuluhan. aku pergi bukan karena dendam,aku tidak dendam lagi tapi yg sebabkan aku mau pindah itu mau cari gereja yang mencerminkan anak anak Tuhan yang baik dan saling menguatkan,saling menegur, termasuk yang kotbah itu tidak kotbah yang sukacitain jemaatnya terus, tapi kotbah yagn relatif yang membangun,yang menegur,yg mengkritik, yang menasihatkan, yang menghibur, dll itu semua jadi 1 ,dan harus sesuai apa kata Alkitab itu sendiri jadi disini gereja itu kembali ke gereja semua dimana gereja ini benar benar mendidik jemaatnya didalam kasih Tuhan dan hidup sesuai Firman Allah. ini gereja pilihan yang saya cari, kelihatannya mawar sharon masuk kategori gereja ini,tapi belum pernah kesana.

ia betul saya ikut kebaktian di gereja apa saja ,ikut dan itu lihat Yesus semua,bukan lihatin siapa yang kotbah,siapa jemaatnya, gimana orangnya, gak ,tapi saya lihat isi kotbah apa sesuai Firman Tuhan? ,terus kita perlu makanan rohani yang dewasa,agar kita jadi orang Kristen seperti Kristus.

kalau saya terus di gereja saya,kotbahnya sesuai Firman Allah,tapi kembali lagi semua yang manis dan enak didengar oleh telinga jemaat semua, semua yang berhubungan anggota gereja ,tapi tidak berani tegur keras,tegur paling lembut,senyum ,dan tidak ke permasalahan untuk dikupas secara inti dan jelas ,sehingga gambaran umum/gambaran besar dari penjelasannya saja. saya sih tidak maslah di gereja saya lagi juga,tapi jujur kotbahnya tentang FT selalu berputar dari minggu ke minggu ,tidak ada kotbah kedewasaaan rohaninya. sehingga jemaat itu ketawa,senang,tidak merasa tertegur, dll.

Alkitab itu perlu dikupas tuntas secara keseluruhan,tidak bisa sebagian saja,tidak bisa yang menyenangkan -menyenangkan saja, tapi semua harus dijelaskan dan agar jemaat juga jadi dewasa ,mana yang sesuai FT dan mana yang tidak sesuai kehendak Allah itu sendiri.

kalau di gereja protestan ,pentakosta selalu kotbahnya seperti itu saja,lebih banyak yang senangin telinga dari pada yang menegur keras,dan membentuk karakter rohani seseorang didalam kasih dan teguran,juga kritik,juga menggambarkan bahwa hidup ini tidak boleh setengah-setengah ,jadi harus mau ikut Tuhan atau mau ikut dunia??? tapi tidak tahu kalau protestan/pentakosta garis keras/dididik sungguh sungguh?
kalau mau ikut Tuhan kita harus hidup benar sungguh-sungguh jaga perkataan,perbuatan ,hidup dalam kasih,dstnya.
tapi kalau ikut dunia,mau setengah-setengah ibadahanya ya seperti itu jadinya jadi bayi rohani terus karena tidak banyak tahu tentang Firman Allah itu sendiri.

Gut… Gut… Gut… :afro: Kegelisahan serupa juga saya alami sejak empat tahun yg lalu. Tapi, Puji Tuhan melalui peristiwa itu saya belajar untuk mandiri. Saya belajar alkitab sendiri dengan metode-metode penggalian Alkitab yg dapat dipertanggungjawabkan hasil pelatiha menulis :azn: Mungkin brow juga bisa belajar nggedein diri sendiri macam saya :azn:

hmm… cari gereja ideal memang susah brow… Moga-moga ketemu ya keluarga rohani yg u idam-idamkan selama ini… Namanya juga masih manusia. Pasti ketemu kekurangan. Klo saya sih… milih dua kali ibadah. Gabung komsel yang care satu sama lain mirip jemaat mula-mula… terus ibadahnya ke tempat yg keras tuh kotbahnya. ;D

Lha kamu ini ternyata sudah tau jawabannya…

Jangan salah, makanan keras itu bukan artinya kotbah yang keras2 aja, makanan keras itu makanan yang sudah bisa kamu cerna sendiri, kamu baca Firman Tuhan sendiri, cerna sendiri, lakukan, alami kebaikan Tuhan, barulah bagikan ke orang lain dalam bentuk makanan lunak, selama kamu masih bisa dapat Firman dari luar saja kamu ini tetap makan makanan lunak, sekeras apapun kotbahnya

Walaupun kotbah itu enak didengar tapi tak dilakukan ya percuma juga…

tentu harus jadi pelaku Firman,kalau tidak jadi pelaku ya berarti sia-sia. cuma dengar tapi tidak melakukan.
aku sendiri tidak makan dari kotbah saja, tapi aku baca sendiri FT ,dan aku renungkan mohon tuntunanNya/Roh Allah.
aku ada buku Alkitab LAI yang terjemahan dari israel dan untuk Alkitab studi. terkadang aku suka baca dimana hal hal yang tidak aku mengerti,dan aku juga doa mohon Roh Kudus bimbing aku.

ada gak gereja yang begitu menurut hen hen?

cuma ada baiknya juga hal yang ditanyakan itu ke pendeta,tukar pikiran, tapi pendeta sekrang lebih sok sibuk, entahlah sibuk milih orang,sibuk ada duit ada konseling, atau apa ,gak tahu juga.

amin , fanshincan ,gereja apa itu gereja care oikumene? gereja kotbah keras itu gereja apa?

aku dlu pernah ikut gereja oikumene tiap hari ibadah,ada jam perkumpulannya ,dan pembahasan Alkitabnya itu di tempat umum di foodcourt,di restoran, dll. ibadah minggunya gereja pindah pindah,karena tidak ada gereja tetap,jadi sewa terus dari 1 tempat ke tempat lain. ditelponin tiap hari ke kita ,ikut ibadah PA. terakhir ikut ibadah PA di foodcourt ,waktu itu ada yang laki dan perempuan yg bimbing, yang perempuan pilih yang lain ,dan aku dapat yang laki milih saya, kira-kira 1jam sblumnya ditawarkan makanan dan minuman dlu. boleh tahu itu oikumene apa ya di gereja kamu bro?

Sepengalaman saya, setiap gereja punya kelebihannya masing2, saya tak pernah menemukan ada gereja yang baik dalam segala hal

Bagi saya tempat dimana saya bertobat disitulah Tuhan tempatkan saya dan soal pertumbuhan saya disitu adalah tergantung saya

Kalau memang merasa salah gereja, kalau kamu mencari Tuhan dengan sungguh2, suatu saat pasti Tuhan buka jalan untuk ke gereja lain

Ikuti saja Gembala Agung kita

memang tidak ada yang sempurna,tapi setidaknya jadi hamba Pelaku Firman Tuhan,bukan cuma dimulut saja,tapi kelakuan tidak sesuai dengan ucapan.
aku dah doa ke Gembala Agung yaitu Yesus Kristus,aku bilang ke Tuhan ,aku mau pindah gereja,karena aku merasa pribadi kurang berkembang di gereja dimana aku dibaptis, pertumbuhan itu betul diri kita juga jadi turut sama Tuhan dan jadi pelaku atau cuma omong saja ,tapi kita perlu sarapan rohani yang lebih menuntun kita lebih dekat kepada Tuhan Yesus. soalnya manusia itu harus lebih sering dikritik dan ditegur ,kenapa karena tubuh kita itu memiliki keinginan daging yang kuat ,jadi kita harus salibkan daging ini dengan Firman Tuhan juga yang menjadikan kita lebih dewasa, ada yang tegur saat kita salah, saat kita males ada yang beritahu.