Gereja Yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik itu yg mana?

Mengutip dari Wikipedia Gereja Ortodoks,
“Gereja Ortodoks yang memisahkan diri dari Gereja Yang Satu yaitu Gereja Katolik Roma.
Tapi menurut pandangan Gereja Timur (empat wilayah patriarkhal), Roma lah yang jatuh dalam kesesatan (dengan memaksakan kekuasaan paus dan mengubah Pengakuan Iman Nicea) dan memisahkan diri dari Gereja Yang Satu. Perpecahan ini disebut skisma.
Sampai sekarang Gereja Ortodoks tetap menganggap dirinya sebagai Gereja Yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik. Gereja Katolik Roma juga mengklaim hal yang sama.”

  1. Kalau dua2nya mengklaim hal yg sama, lalu yg mana yg benar?
  2. Apakah pengertian gerejanya yg salah shg ada pemahaman spt itu?

itu mah tergantung motivasi-nya aja mas…

Saya menyatakan bahwa dari Bandung ke Jakarta harus melalui jalur Puncak karena jalur ini lah yang terbaik

Si Joko menyatakan bahwa dari Bandung ke Jakarta harus melalui tol Cipularang karena jalur ini lah yang terbaik.

coba mas pembela menjawab pertanyaan mas sendiri atas dua hal diatas gimana:

  1. Kalau dua2nya mengklaim hal yg sama, lalu yg mana yg benar?
  2. Apakah pengertian orangnya yg salah shg ada pemahaman spt itu?

mnrt mas gimana?

pertanyaan kali ini bagus:

antara ortodox dan Roma itu memang komparasi yang cukup layak… bisa diperbincangkan.

tapi yang menarik adalah, bahwa yang mengangkat topik ini adalah orang yang menjadi angota Gereja yang sudah jelas tidak satu, kudus dan apostolik… saya salut terhadap rasa ingin tau anda… :smiley:

Yang satu itu yang mana? Bro rodrick sama sampean itu satu ga? Timur dan Barat satu ga? Dua-duanya mengaku satu, berarti salah satunya palsu.

Masalah Gereja yang “tidak satu”, bisa dibahas di tempat lain.

Salam… ;D

iya itu layak dibicarakan… tapi yang pasti Gereja saya dan Gereja bro Roderick itu sama2 apostolik.
itu memang bisa dibicarakan… tapi lucu juga ketika membicarakan mana satu antara Roma dan ortodox mana apostolik antara roma dan ortodok, oleh angota gereja yang sudah jelas tidak satu dan tidak apostolik… tanya dulu maksudnya apa? apa memang mau cari Gereja tau Gereja mana yang lebih apostolok atau lebih benar diantara roma dan Ortodox? trus kalau sudah tau mau apa?? mau pindah?? great kalau begitu! saya mendukung sekali jika pindah ke ortodox ataupun roma… jelas keduanya adalah tetep yang lebih pas disebut kristen. :smiley:

Orang bertanya wajar loh mas…apalagi orang luar, kalau ada orang di luar Kristen bertanya tentang Yesus atau kekristenan saya pasti jawab dengan senang hati mas.

Semua gereja bisa mengaku apostolik mas, saya juga bisa bilang gereja yang “Tidak satu” itu apostolik, saya punya gereja yang juga apostolik. Yang jadi pertanyaan mana yang “SATU” dan mana yang cuma “SEMPALAN”.

Salam… :slight_smile:

mari kita tunggu bersama jawaban dari mas TS tentang pertanyaan tsb…

jawaban saya: SAMA dgn jawaban mas TS…

tapi dengan syarat: Bahwa Jawaban mas TS itu BENAR-BENAR MENJAWAB PERTANYAAN lho…
bukan malah ngutip ayat & tanya yang lain lagi… ehehe…

wah pertanyaan bagus… tapi saya sungkan menjawabnya… lihat saja sejarahnya…
kalau sama ortodox saya sangat menghormati… ajaran kami masih sama2 kaya dan dalam akan kaidah…

kalau ajaran protestanisme… saya sama sekali tidak respect… maaf ya… kadang terdengar seperti sekolah minggu bagi saya… tapi ga semua lho ya… cuma kebanyakan…

Kalau boleh tau apa yang membuat anda ga respect mas? Saya jebolan Sekolah Minggu Baptis mas, kira-kira bagus ga mas?

Salam… :smiley:

sory saya kurang begitu paham babtis… di daerah saya… babtis kurang populer, jadi menghalangi saya untuk mengenal… karena tidak mengenal, saya tidak bisa memberi pendapat apalagi penilaian… saya hanya berharap, protestan jenis babtis ini tidak termasuk golongan protestan yang kothbah dan “theologi” nya terdengar seperti sekolah minggu…

mungkin anda bisa tanya sama orang2 yang ahli di bidang ini… yaitu menilai hal belum mereka kenal…

Loh maksud mas theologi dan khotbahnya seperti sekolah minggu itu gimana mas? Terbuka aja mas, saya tidak ada masalah mas sama Katholik. Tapi kalau mas mau bermasalah sama saya sih ya saya ga masalah juga mas.

Monggo mas, biar tau lebih dalam lagi nih, jadi saya nanti bisa jelasin ke mas juga, karena sepertinya mas ada kepahitan sama Protestan.

Salam… :smiley:

TS nya belum jawab? Kapan Jawab e?
Jangan lama lama jawab e

kepahitan?? emmm… bagaimana itu ya? kalimat itu tidak familiar di ajaran saya… jadi saya ga tau… yang pasti saya berusaha obyektif sajalah…

kalau ditanya yang bagaimana… ya kothbah2 yang sering saya denger itu sepertinya “level” nya itu “level” sekolah minggu buat saya… iman anak2 yang ditekankan… itu menurut saya…
makanya saya tidak suka dan tidak respect ke kothbah pendeta protestan setidaknya yang pernah saya ikuti.

jauh dari kedalaman dan ke eleganan… ini konser atau ??? lebay menggebu2…
kadang2 saya yang gemar nonton konser rok mikir begitu… dan itu hak saya… toh saya ga ganggu dan berbuat melawan hukum…

tapi kayaknya model babtis ga begitu ya…? jangan digeneralisir ya… saya berkata berdasar pengetahuan dan pengalaman saya saja… dan secara sejarah, saya memang memilih untuk tidak protestan.

to be deep in history, is ceased to be protestant… itu tag line saya suka… :slight_smile:

ok lah… apa masih mau dilanjut? oot ga nih?

ditambahin gula aja toh mas…
kalo bakat diabetik yah pakai aspartame atau sakharine gitu ya cincai deh…

gitu aja kok repot… kata gus dur…
hehe…

btw… maaf kalao oot ya mbak mod…

tapi daripada lupa…

memang cukup kontradiktif bagi saya lho…
saya sering denger Acara / Kegiatan yg judulnya “PENDALAMAN IMAN”
tapi secara SUBSTANSI kok jebul isinya:

  • Bulak balik titik koma di kutipan
  • Brainwash terhadap organisasi
  • Nyalahin golongan lain
  • Strategi gimana biar berdebat menang → terus ujungnya: “Tak jemput ya besok minggu”
  • dll…

Kalo kata saya acara ginian cocoknya di kasih judul: “PENDANGKALAN IMAN”
karena they are mostly CONTRARY to what Faith is all about, i.e:

  • Comtemplation: as opposed to literal texts
  • Love to all Mankind: as opposed to Organisational Exclusiveness & the “Superiority Complex”
  • Humble-ness: as opposed to Pointing fingers to the “different” others
  • Intimate Relation with God: as opposed to “Selling Jesus” and trying to convert as many as possible
  • dll…

well anyway… hehe…
just my two cents…

oooh…hanya karena itu mas…dilanjut lain kali aja mas…kembali ke topik, saya tunggu tanggapan TS saja, menurut saya prostanisme juga apostolik mas, cuma mungkin apostolik yang anda maksud itu agak beda dengan yang protestan maksud.

Salam… :slight_smile:

kalau dibilang hanya karena itu sih ga juga ya mas… setap orang punya caranya sendiri mencari kebenaran… yang jelas saya telah MEMILIH menjadi katolik…

logikanya, namanya memilih, maka saya harus mencari data sebanyaknya sebagai bahan pertimbangan…
yah salah satunya adalah: to be deep in history…

yang saya sebut itu hanya hal sepele yang kelihatan dari luaran saja…

btw, ok mas… jangan kita perpanjang ini lagi… setidaknya saya melihat anda cukup nice sebagai protestan… hehehe… saya suka gaya anda yang cool… :afro:

Seharusnya sih, nggak begitu ya… hahahahaha… kalau melihat gereja sebagai visible church ya akhirnya begitu… yang satu menuduh yang lain, yang satu secara exclusive menutup diri terhadap yang lain, dan seolah2 melakukan monopoli ‘keselamatan’. Saat2 seperti ini kemudian kebencian mengambil alih, dan akhirnya membuat kita semua berbuat dosa lagi.

aku berpendapat bahwa gereja apapun didunia ini selama ada pengakuan yang sama akan Allah Tritunggal, Ketuhanan Kristus, Kematian Kristus yang menyelamatkan, KedatanganNya kembali, Ketuhanan Roh Kudus, Dan Pengakuan adanya umat Allah yang kudus diatas bumi ini yang akan eksis selama-lamanya, aku pikir kita sudah minum dari satu sumber, dan diselamatkan oleh satu Tuhan dan berpegang pada satu dasar.

Hanya saja pertanyaannya, kenapa ada orang Protestan yang memandang gereja katolik sebagai agama lain dan bukan saudara mereka ( aku ada pengalaman pribadi yang lucu, dimana temanku tidak tahu kalau orang Katolik juga menyebut Yesus sebagai Tuhan dan Allah sebagai Bapa ). Seharusnya katolik,orthodox dan protestan atau apapun itu adalah gereja… dan perbedaan mereka, disebut ‘batas denominasi’ bukan batas agama… seharusnya di indonesia baik katolik maupun protestan ataupun ortodox seharusnya disebut sebagai agama Kristen, tapi berbeda denominasi.

Dan menarik sekali untuk dicermati… Gereja Katolik juga telah mencapai keputusan-keputusan yang baik dalam konsilinya, dalam konsili vatikan ke-2 ada dokumen yang berjudul “Orientialium Ecclesiarum”, dimana memutuskan bagaimana sikap gereja katolik Roma terhadap gereja ortodox, yaitu “saudara”, “satu iman”, “satu Tuhan”.

Dan ada satu dokumen lagi yang berjudul “dignitatis humanae”, kemungkinan akan adanya keselamatan diluar gereja katolik roma dan bahkan diluar Kristus, karena mungkin saja ada manusia yang sama sekali tidak pernah mendengar injil Kristus tetapi memiliki sifat,sikap yang baik, kemudian moralitas yang luar biasa tinggi bahkan orang kristen sendiri keliatan buruk dibandingkan dengan mereka. ( dokumen ini mungkin agak sedikit aneh bagi kaum protestan ), tapi yang mau aku sorot disini adalah bagaimana sebenarnya otoritas gereja Katolik Roma sendiri pun, sebenarnya tidak seextrim beberapa orang yang menghakimi orang dengan sembarangan, mereka juga sadar akan banyak kesalahan dimasa lampau, mereka juga diberikan anugerah untuk sadar dan terus bertumbuh didalam iman dan kedewasaan rohani.

aku bergereja di gereja protestan, aku pikir kalaupun ada perbedaan doktrin, atau ajaran2 yang bukan fundamental, itu bukanlah masalah, melainkan hanya menunjukkan keragaman gereja, yang diikat oleh satu batu penjuru… saling menghujat bukanlah jalan keluar…

Malah membuat kita sesama orang2 berdosa yang sudah ditebus saling membenci, dan kita lebih parah dari iblis, iblis sendiri tidak terpecah2 kerajaannya.

Kemudian mengenai klaim apostolik, aku berpendapat yang apostolik bukan hanya tradisi tapi juga iman, khususnya pengakuan iman, silakan saja jika merasa mewarisi tradisi yang apostolik dalam liturgi, maupun administrasi.

Namun mengingat kembali bahwa tradisi dan budaya, sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan dan zaman, yang kadang kala bisa mendatangkan perbedaan pandangan dan tafsiran, aku lebih memilih untuk berpegang kepada kitab suci dan pengakuan iman, yang sudah jelas, diakui oleh pihak katolik, ortodox maupun protestan sebagai warisan apostolik yang sah dan fundamental…

Iya, mungkin ini maksudnya apostolik sejati, jadi ga benar kalau apostolik itu cuma Gereja Timur dan Barat, Protestan bukan apostolik.

Ya ga benar itu… :smiley:

wah, saya harus mengakui bahwa mas hermes cukup bijak… ada beberapa gal yang saya setujui…
berangkat dari pola pikir yang bijak ini, maka dialog, sekali lagi dialog antara protestan dan katolik akan lebih menarik dan berbobot…

semoga makin banyak protestan seperti anda… dan makin sedikit protestan yang pengetahuannya berisi teori2 konspirasi yang kejam terhadap katolik… yang tentu saja akan sangat sulit dipertanggungjawabkan… lebih ironis lagi jika jelas teori2 dan tuduhannya itu tidak bertanggungjawab, namun memaksakan diri dan tidak menyadari kekeliruan pikirnya itu.

buat mas hermes:

bener bahwa kekristenan mainstream akan sepakat pada pokok2 iman utama, misalnya trinitas, dll…

namun jika kita terus perdalam dan menarik perbedaan2 ajaran yang ada dalam kekristenan sampai ke potensi maksimal, maka bisa terjadi perbedaan yang fundamental pula…

lalu, jika TUhan nya sama, Kitabnya pun sama, Roh Kudus yang dimohon bimbingan pun sama… maka kenapa berbeda?

apakah perbedaan itu dikehendaki TUhan? jika iya, kenapa Tuhan berdoa agar kita satu?

saya setuju, jika kesatuan sempurna itu belum bisa tercapai, maka cara yang paling baik adalah berusaha saling mengenal dengan positif, dengan tulus… bukan nya sebaliknya, selalu mencari2 celah dan cela ajaran lain, bahkan yang dibuat2 dengan teori2 spekulatifnya. ini memprihatinkan… jaman sekarang menjadi protestan tidak harus otomatis anti katolik bukan? :smiley: