Gimana cara kotbah

Mohon saran dari temen-temen… Bagaimana caranya kotbah jika:

  1. Komposisi jemaatnya tidak imbang. Misalnya, 45 % anak SMP, 35 % anak SD, dan sisanya usia dewasa (lebih dari 30 tahun) ? Bahasanya memakai bahasa gaul atau formal ? Saya kemaren pake bahasa formal dengan tujuan untuk menetralisir anak muda zaman sekarang yang udah kejakarta-jakartanan… Kasian juga sama orang dewasa dan anak SD-nya. gitu saya mikirnya saat itu…
  2. Waktunya agak siangan dikit saat itu… (kurang lebih jam sebelas siang) jadi audiens terutama anak mudanya dah agak ngantuk ato lemes. Orang saya sapa jawabannya enggak antusias gitu. Saya pancing pake hadiah juga enggak ngangkat :ashamed0004: Kira-kira ice breakernya kayak apa ya biar semangat lagi gitu ?
  3. Gimana ya ngajak audiens aktif ? Saya tanyain soal cerita Alkitab aja pada diem. Dipancing-pancing pake petunjuk juga ga pada jawab. Apa pertanyaannya yang terlalu susah ato dari awal saya yang enggak menarik ya ?

Makasih ya buat jawaban kalian semua … Biasanya sih disuruh kotbah ama jemaat yang setipe gitu… Klo kumpulan orang dewasa, ya dewasa semua. Klo anak muda, ya anak muda semua. Jadi, gampang dalam pemilihan bahasa dan ilustrasi kotbahnya… Selain itu, juga enggak pernah lebih dari belasan orang sih… Jadi bingung ketika kotbah di depan hampir seratus orang dalam satu ruangan dengan rentang usia yang beda-beda… Waktunya juga… kalo enggak malem ya pagi hari… enggak pernah jam-jam nanggung kayak gitu. :coolsmiley:

Shalom,

Dgn komposisi seperti itu, sebaiknya satu materi khotbah disajikan dalam tiga tingkatan. Waktu yg tersedia dibagi tiga, sesuai proporsi materi khotbah. Dahulukan menyampaikan materi khotbah kpd anak SD, kemudian ke anak SMP dan kpd orang dewasa terakhir.

Ttg hampir sama sekali tidak ada respon jemaat, itu bukan lagi krn komposisi tadi.

Namun satu hal penting adalah, khotbah bukan pidato. Khotbah menyampaikan firman Tuhan, sedangkan pidato menyampaikan opini, gagasan manusia. Mungkin saja banyak yg berbicara di hadapan jemaat, merasa telah khotbah padahal sedang berpidato atau jenis berbicara lainnya. Maka langkah pertama berkhotbah adalah menyerahkan diri kpd Tuhan utk menuntun dan menentukan “bagian mana dari firman Tuhan yg akan disampaikan kpd jemaat”.

Saat menyampaikan khotbah, melakukan penyerahan diri kepada Tuhan.

Demgan demikian, sekiranya pun materi khotbah yg sukar dipahami, tidak perlu risau dengan sambutan jemaat, sebab jemaat tdk sedang menyambut yg berkhotbah, tetapi menyambut firman Tuhan. Jika jemaat tdk menyambut, jemaat bukan tidak menyambut yg berkhotbah, tetapi tidak menyambut firman Tuhan.

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

Terima kasih atas masukannya pak… cuma saya bingung.

Berarti klo materi kotbah untuk anak SD selesai, tu anak boleh keluar gitu ? Trus pesannya beda-beda ya… misalnya untuk anak SD cuma 1 point aja. SMP 5 point. Org dewasa komplit. Apa enggak bosen tu yg dewasa karena udah tau dr awal poinnya apa aja ? Ni acaranya cuma one moment at one place at same time…

Teknik dan cara kotbah yang baik tanya sama mbah google banyak jawabannya.
Namun diatas semua teknik yang telah kita pelajari, tanya Tuhan, sebab menyampaikan pesan Tuhan lebih penting daripada sekedar kotbah yang baik.

Good luck bro.

:afro: terima kasih untuk jawabannya… Sebelum ke sana, saya mo nanya yang udah pengalaman gitu… :ashamed0004:

teori banyak (kata banyak) + praktek banyak (buat banyak) = kualitas sangat bagus

teori sedikit (kata sedikit) + praktek banyak (buat banyak) = kualitas cukup bagus

teori banyak (kata banyak) + praktek sedikit (buat sedikit) = kualitas kurang bagus

teori sedikit (kata sedikit) + praktek sedikit (buat sedikit) = kualitas tidak bagus

Salah satu cara yang sering dipakai adalah dengan menggunakan audio visual atau video. Begitu banyak video-video yg bisa diunduh di youtube, tinggal sesuaikan saja dengan tema khotbah.

Jika menggunakan powerpoint, hindari menuliskan poin-poin yg berlebihan. Cukup kata-kata penting yg merupakan keyword dari poin-poinnya disertai gambar-gambar yang menarik (lucu) dan mendukung tema. Jenis font dan color juga bisa jadi pertimbangan. Pernah nonton presentasi iphone oleh Steve Jobs? Nih orang memang dewa banget. Selama presentasi, semua mata orang hanya tertuju kepadanya seperti berharap dia akan melakukan sebuah mujizat.

Khotbah juga akan lebih mantap jika didukung dengan audio yang baik. Pastikan hal ini terjadi. Jangan sampai telinga audiens jadi sakit ketika mendengar suara masbro.

Selamat melayani Tuhan.

Setuju… :afro: kategori sedikit dan banyak tu menurut mas bro seberapa ya ? Misalnya, untuk teori klo cuma tiga point utama aja berarti sedikit. Klo mpe lima ato lebih itu dah banyak…

Hello, menarik nih… Saya juga pernah punya pengalaman mirip seperti itu, walau waktu itu hanya di usia muda aja.

Sepertinya harus pinter2 milih topik yang sifatnya umum, seperti pelayanan, mengampuni dsb. Intinya cari topik yang semua kalangan mengalami pergumulan.

Lalu, perlu juga cari ilustrasi yang “eye catching” seperti membawa benda dan melakukan eksperimen sederhana.

:ashamed0002: soal topik saya enggak bisa milih oom… udah ditentuin ama panitia. Kemaren, dia minta Kematian Yesus membangkitkan kehidupan/ Semangat Belajar ama Bekerja. :ashamed0004: Pusiing… Btw, makasih untuk masukannya…

Ah… bisa tuh, yang masih sekolah suruh belajar, yang udah kerja ya makin giat kerja, hehe

;D karena kemaren mayoritas masih pada sekolah jadinya yang takkotbahin cuma mrka (suruh nggak putus asa klo UN ga lolos, enggak usah kecewa kayak 2 org murid yg mo ke Emaus, dst). Salah yak ;D