Gimana tanggapan kalian mengenai Hamba Tuhan yang....

Tmn"…

Gimana tangapan teman" jika seorang Hamba Tuhan memiliki perkerjaan lain?
Gambarannya, beliau itu sebagai hamba Tuhan tapi diluar sana beliau juga mempunya pekerjaan misalnya karyawan di sebuah perusahaan…

Gimana tanggapan temen" mengenai pelayanan beliau? :coolsmiley:

Salam kenal Bro…

Soal hamba Tuhan yg bekerja diluar Pelayanannya harus dilihat apa yg menyebabkan:

  1. kalau sebabnya hanya krn dia ingin mendapat penghasilan tambahan, menurut saya itu tidak etis, krn komitmen seorang Hamba Tuhan (baca: pendeta) adalah pelayanan FULL TIME…

  2. kalau sebabnya krn kondisi yg mendesak, misal: Hamba Tuhan di sebuah gereja kecil nun jauh di pelosok sana, krn (mungkin) kondisi jemaat yg juga kekurangan, dengan sangat-sangat terpaksa si HT ini harus bekerja sampingan selain untuk menghidupi dirinya sendiri & keluarganya, juga utk biaya operasional gerejanya, juga untuk membantu jemaat yg membutuhkan bantuan, kalau kasusnya begini menurut saya Tidak ada masalah, justru saya sangat salut sama HT yg begini, (saya pernah baca artikel tentang seorang Hamba Tuhan yg harus nyambi jd penarik becak) daripada si HT berkeliling kesana kemari sambil menyodorkan Proposal permohonan bantuan dana ( baca: cari sumbangan)

Tuhan memberkati

Iya bro tidak etis memang. Tapi dilihat dr kondisi Ekonomi dan Kebutuhan keluarga (istri dan anak") dimana semakin hari itu semakin mahal. Menerima Gaji sebagai Full Timer saja saya rasa tidak cukup bro. Gimana pendapat anda?

:ashamed0004:

Hamba Tuhan itu maksudnya pendeta doang? Atau pelayan" Tuhan lain (seperti pemain musik misalnya)?

[quote author=serafin link=topic=41974.msg610235#msg610235 date=1329647276]
Iya bro tidak etis memang. Tapi dilihat dr kondisi Ekonomi dan Kebutuhan keluarga (istri dan anak") dimana semakin hari itu semakin mahal. Menerima Gaji sebagai Full Timer saja saya rasa tidak cukup bro. Gimana pendapat anda?

:ashamed0004

Halo Bro… salam kenal

Yah kembali lagi ke komitmen awal sebagai hamba Tuhan, bukankah HT terikat dgn janjinya dihadapan Tuhan (Ikrar waktu di tabiskan sbg HT)
Konteks “sampingan” disini kita lihat dulu, kalau itu hanya part time mungkin tdk masalah, tapi kalo itu Karier pasti akan timbul masalah.
Tapi coba ingat ada Firman Tuhan yg mengatakan : (saya lupa ayatnya) “Burung di udara Dia beri makan, Rumput di padang Dia pelihara” jadi kalo kita sudah Komitmen, apapun kebutuhan kita pasti Tuhan cukupkan (cukup yah…bukan berlebihan) . Cuma masalahnya kita sendiri yg suka terlalu kuatir tentang segala kebutuhan kita.

Kok jadi gini postingannya, maklum deh… Gaptek…hehehehe

Syalom Sist

yg dimaksud lebih kepada Pendeta/Gembala atau apalah istilahnya, Mungkin Full Timer (pengurus gereja) bisa kita masukan disini
kalo pelayan2 yg lain sepertinya tdk termasuk (WL, Musik, Tamborin, etc…etc)

Ah yeah kalau itu sih emang agak gimana gitu kalau punya kerjaan sampingan. Tapi banyak kek nya yg seperti itu (aku dulu tinggal di Surabaya) hehe…

Salam kenal semuanya, saya baru saja joint di sini and pingin bagi-bagi pendapat soal topik di atas. Menurut saya Pendeta tidak boleh memiliki kerja sampingan. Karena seperti hal orang Lewi yang sudah Tuhan tetapkan untuk jadi pelayan Kemah Suci, mereka tidak dapat bagaian tanah Kanaan. Mereka hanya diperbolehkan untuk memelihara Kemah Suci saja. Bagaimana jika gajinya tidak cukup? Menurut saya solusinya bukan cari nafkah tambahan tapi dengan doa, karena saya yakin kalau Tuhan sudah panggil seseorang untuk jadi hamba Tuhan tentu Tuhan akan bertanggung jawab akan hidup orang tersebut dan juga menjamin seluruh kehidupan orang tersebut. Nah disisi lain hidup dengan kondisi gaji yg tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup merupakan sebuah saran untuk melatih iman hamba Tuhan agar tetap teguh dalam panggilannya. Dan ketika satu kali kelak ada jemaat yang sedang mengalami masalah perekonomian dia bisa menguatkan iman jemaat tersebut karena ia sudah pernah mengalami kondisi itu dan Tuhan memberikan pertolongan. Ya untuk sementara sekian dulu. Tuhan Yesus memberkati

Memang semuanya kembali ke pribadi masing2, ada yg cukup dgn 1 jt sebulan, ada yg dgn 2 jt sebulan, etc…etc…, tapi harusnya seorang Hamba Tuhan membaca postingan dibawah ini…hehehehe

Setuju sama ID Ucho3p,
maap ya mas bro… postingannya saya copas…
Tuhan Memberkati

Nice"…
Thx all, memang klo saya rasa gak etis seorang Hamba Tuhan yang katanya memiliki panggilan dr Tuhan tp malah gak teguh dengan panggilannya. Tapi disisi lain dunia mencoba menggoyahkan dengan materi" yang tak dapat diraih seseorang sebagai Hamba Tuhan. Itu memang nantinya kembali ke diri kita masing".
:happy0025:

ck…ck…ck…
kawan kawan saudara seiman

Selagi melayani Tuhan:
Rasul Paulus bekerja sebagai pembuat tenda
Lukas bekerja sebagai Tabib
Abraham juragan ternak
Nabi Nuh juragan kebun anggur

kita semua harus bekerja dan kita semua adalah pelayan Tuhan!
Pada waktu manusia pertama diciptakan Tuhan, manusia diciptakan untuk bekerja. Bacalah Kejadian.

Rasul Paulus bekerja supaya dia ngga jadi beban jemaat, begitu juga dengan hamba2 Tuhan di jaman sekarang ini. ada yang punya usaha apotek, label rekaman, ada juga yang hanya menjadi karyawan biasa ataupun membuka usaha kecil2an dan semampunya, dll.

Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami.
Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu,
dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu.
Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti.
Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

2 Tim 3:6-10 (Penekanan ditambahkan)

Kupikir “pendeta” itu sendiri sudah merupakan sebuah “pekerjaan”?

saya pikir “pendeta” itu lebih tepat disebut pelayanan(karunia mengajar).makanya saya heran klo ada pendeta yg nyari duit dari pelayanannya(khotbahnya ditarifinlah,dsb).itu menurut saya ya,ga tau yg laen gimana.

bertugas sebagai pendeta memang adalah sebuah pekerjaan

Kalo yang di post sama jegan itu udah lain lagi :happy0025:

jabatan yang kita emban di gereja, di kantor, di rumah (sebagai ibu rumah tangga), di sekolah(siswa/i), semuanya itu adalah pekerjaan, dan juga semuanya itu adalah pelayanan. Inilah yang dimaksudkan kalimat yang mengatakan; pelayanan itu tidak sebatas tembok gereja. Siapapun kita, dimanapun Tuhan menempatkan kita, kita harus melayani Tuhan.

Tapi yang kita bicarakan disini adalah bagaimana menurut kalian apabila ada pendeta/pelayan Tuhan yang mencari uang di tempat lain. Semua orang, tanpa terkecuali harus bekerja agar mereka dapat makan dari hasil usahanya sendiri (berkat jasmani dari Tuhan mereka dapatkan dari situ). Justru tanda tanya apabila ada pendeta/hamba tuhan yang hanya mengharapkan dari uang yang terkumpul dari jemaat.

Memang ada yang namanya full timer, apakah salah? TIDAK. Para full timer ini mendapat gaji dari gereja, bukan persembahan kasih ya, tapi GAJI. Full timer ini memang bekerja untuk gereja dan di dalam gereja/sekretariat gereja secara penuh. Ini tidak ada bedanya dengan pelayan Tuhan yang juga adalah karyawan perusahaan. Mereka sama-sama bekerja, dan mereka sama-sama pelayan.

Kalo misalkan pendeta/pelayan Tuhan tidak boleh bekerja/berusaha di luar gereja, ya kasihan dong mereka yang melayani di gereja lokal yang kecil, yang isinya juga bukan orang2 kaya.

Saya juga adalah pelayan Tuhan di gereja lokal kecil. di gereja saya ngga ada yang namanya persembahan kasih untuk pengerja gereja, apalagi gaji. Itu berarti saya harus bekerja mencari uang di tempat lain, dan mencari uang di tempat lain pun juga adalah pelayanan buat saya.

Jangan membedakan antara pekerjaan dan pelayanan. Semua pekerjaan adalah pelayanan, dan semua pelayanan adalah pekerjaan.

Semua balik lagi pada pemahaman kita pada firman Tuhan, karena kalau kita berbicara kenyataan hidup bukan hanya pelayanan Tuhan di daerah kecil yang tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya, pelayanan Tuhan di kota-kota besarpun belum tentu semua kebutuhan hidupnya terpenuhi dengan baik. Tapi kembali lagi bagaimana kita mempercayai pemeliharaan Allah kita pada orang-orang yang sudah menyerahkan dirinya sepenuh waktu melayani Tuhan. Orang Lewi yang tidak dapat bagian tanah perjanjian juga dapat “gaji” loh dari persembahan yang dibawa orang-orang Israel. Tuhan tentu tidak menutup mata pada orang-orang yg mau menyerahkan hidupnya sepenuh waktu untuk melayani Tuhan. Tuhan ijinkan saya melayani di daerah terpencil dan juga di kota besar dan dalam setiap pelayanan saya, tidak pernah saya kekurangan. Pelayanan di sebuah gereja lokal yang tidak sanggup memberi saya makan rutin tiap hari pun pernah Tuhan berikan pada saya tapi saya lihat pemeliharaan Tuhan dengan menyediakan makanan setiap hari. Ini pengalaman pribadi yang saya share loh, bukan mau menghakimi yang ini salah dan itu salah. Dan nurut saya dengan tidak bekerja sampingan tapi hanya full jadi pelayanan Tuhan dan kebutuhan kita dicukupi oleh Tuhan adalah satu bukti yang sangat luar biasa bahwa Allah kita menghargai orang-orang yang dipanggil untuk melayani Tuhan sepenuh waktu.

hemmm… semakin menarik, harusnya ya kembali ke komitmen awal, soalnya di kenyataan sehari-hari ada Pendeta Full Time, ada Pendeta “part” time.
jadi hrs ada pembedaan, Denom tertentu mewajibkan para Pendeta (Hamba2 Tuhan) harus bertugas Full Time, tdk ada pekerjaan lain selain melayani Jemaat.
Tapi ada juga seorang Karyawan swasta yg akhirnya jd pendeta, & melayani (misal: Anjal, gelandangan2) dan dia gunakan gaji dr pekerjaan utk biaya pelayanannya.

1 pertanyaan buat TS, yg dimaksud disini Hamba Tuhan yg bagaimana??

Salam…

Salam Ekklesia Indonesia,

Kalau menurut kami, Bekerja adalah sebuah pelayanan juga, jadi pelayan Tuhan juga boleh bekerja juga yaitu untuk menunjang pelayanan atau menambah pelayanan beliau… :angel:

Karena bekerja tidak selalu uang yang dicari melainkan kebahagiaan juga selain hal-hal lain penunjang kebahagiaan. :afro:

GBU, :angel:

Kunjungi Website Ekklesia Indonesia,
www.ekklesia.web.id

Iya bro… :afro:
Maksudnya Hamba Tuhan itu seorang Pendeta bro.
Memang sebenarnya tidak ETIS ketika melihat / mendengar Pdt mempunyai pekerjaan disamping pelayanannya kepada Tuhan. Kita harus tau motivasi apa yang ada pada Pdt tersebut, jangan sampai kita langsung menghakimi bahwa beliau bersalah dan berdosa.

;D ;D ;D

Saya kira memang jika ada Pendeta yg bekerja utk mencari penghasilan tambahan, hrs dilihat motivasinya, apakah utk menunjang pelayanannya (misal pendeta ini komit tdk mau terima gaji dr tempat dia melayani), ataukah utk memperkaya dirinya? Jika ada pendeta yg bekerja utk mengejar materi, maka sy akan mempertanyakan "iman"nya, tapi pada pendeta yg bekerja utk menunjang pelayanannya’ saya “angkat topi”