Giving 2 GOD - Part 1

INTRODUCTION

GHA sekolah Alkitab akan menjelaskan secara alkitabiah
yang selama ini menjadi perdebatan tentang perpuluhan dan
apa yang Tuhan inginkan dengan pemberian kita.

Paulus sudah memperingatkan ada orang orang yang mengajarkan ajaran lain hanya karena
pandai bersilat kata ,tetapi tujuannya menjadikan ibadah sebagai sumber keuntungan atau bisnis.

1 Tim 6:3 “Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita”.
1 Tim 6:4 “Ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga”.
1 Tim 6:5 “Percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan."

Petrus juga sudah peringatkan akan ada banyak pemmpin agama atau gembala yang memutar balikan Firman Tuhan seperti mereka membuat tulisan tulisan sendiri. 2 Pet 3:16 “Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini.

Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri,
sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.”

Kalau kita membaca 2 Pet 3:16 , Petrus sedang berkotbah tentang
nabi palsu yang serakah mencari untung yang merubah isi Firman Tuhan yang tujuannya hanya untuk mencari uang dengan memutar balikan isi dari Firman Tuhan .

2 Pet 2:2 “Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat
ayat 3 “Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.”

Di ayat 2 Petrus menjelaskan bahwa mereka tidak mengasihi kebenaran dan mereka hidupnya dikuasai oleh hawa nafsu dunia.

1 Pet 5: 2 “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.”

Paulus juga peringatkan di
Roma 16:17 “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!"
Roma 16:18 “Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya."

Saya hanya mengutip perkataan Paulus bahwa banyak pengajaran
yang bertentangan dengan injil Kristus
yang tujuannya hanya untuk mendapatkan uang dengan menipu orang yang tulus hatinya
untuk memuaskan hawa nafsu dunia dengan cara mengejar kekayaan.
Paulus sedang menjelaskan waspadalah terhadap mereka yang berbicaranya manis tetapi mereka hanya mau mendapatkan uangmu.
Kalau ada kata waspada bearti anda harus mulai ekstra hati hati kepada setiap ajaran mana yang benar dan yang salah.

Yudas juga peringatkan ada banyak pemimpin agama yang tujuannya hanya untuk mencari keuntungan dengan cara yang menjilat orang untuk memuaskan hawa nafsu keduniawian.
Yud 1:16 “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan."
Karena ada waktunya orang tidak lagi menyukai kebenaran, karena mereka hanya ingin mendengar kotbah yang memuaskan telinga.

2 tim 4: 3 “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.”
2 Tim 4:4 “Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”
2 Tim 4:5 “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”

Jemaat tidak suka lagi mendengar kotbah tentang pikul salib, dan penderitaan.
Jemaat lebih suka mendengar kotbah seperti
Tuhan mau anda menjadi kaya raya,
Tuhan mau anda sehat ,dan bahagia yang semuanya hanya untuk memuaskan kedagingan.

besambung…

sambungan…

Paulus menulis di ayat 4 sabarlah menderita dalam pekerjaan injilmu. Arti dari penderitaan adalah rela memikul salib dan rela menjadi budakNya KRISTUS, di King James terdapat 130 kata budak sebagai pelayan KRISTUS. Apa kriteria dari budak…? Dan apa kriteria dari CEO atau Boss…? Silahkan anda berfikir sesaat. Tuhan tidak mengecam kemiskinan dan kekayaan.

Ams 30:8 “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.”

Tetapi kemiskinan itu adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Dan tidak ada SATU kata YESUS mengecam atau mengatakan tidak suka dengan kemiskinan dan
YESUS tidak mengecam si Janda miskin yang memberi 2 peser karena dia miskin.
Bahkan YESUS selalu memberikan semangat orang yang miskin yang empunya kerajaan Sorga.
Mat 5 : 3 Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga."

Jemaat selalu diajar utk mengejar kekayaan sbg tanda diberkati Tuhan,
tetapi harus memberi uang terdahulu kepada Tuhan

apakah Tuhan perlu uang untuk diriNya?

sedangkan orang atheis dan orang Kristen yang tidak memberi perpuluhan atau segala jenis persembahan ekonominya juga berkelimpahan .

Bearti ada pertanyaan yang harus dijawab.
Ukuran berkat keuangan dan kesuksesan tidak dapat dijadikan ukuran karena Tuhan mengasihi.

Menurut Salomo orang terkaya dan tehikmat di bumi dan menurut para ahli ekonomi mengajarkan
orang yang berhasil harus bekerja keras , punya strategi, motivasi dan menabung untuk masa depan.
Orang yang bijak akan meninggalkan warisan buat anak dan cucunya,
apakah anda sudah meninggalkan warisan buat anak Anda?
Ams 10:4 “Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya."
Ams 12:24 “Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa."
Ams 12:27 “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga."
Ams 30:25 “Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas."

Pedoman hidup ini ditulis Raja Salomo berlaku untuk semua manusia dari segala aspek kehidupan dan untuk semua agama karena ini bersifat universal
yang rajin bekerja kebanyakan dari mereka pasti berhasil.

PENTING!!! Padahal hukum Taurat masih punya kekuatan penuh pada jaman Salomo.

Pertanyaan :
kenapa Salomo sebagai orang terkaya dan terhikmat di dunia tidak menulis SATU kata PERPULUHAN di seluruh kitabnya? Kalau memang perpuluhan itu sesuatu yang penting yang menentukan dapat memberkati dan mengutuk kehidupan manusia yang selama ini diajarkan.

Salomo menulis muliakan Tuhan dengan hartamu dan hasil pertamamu, maka lumbungmu dan pemerasan anggurmu akan dipenuhi. Salomo tidak sedang bicara soal perpuluhan di ayat ini,
tetapi menurut Salomo bagaimana
cara memuliakan Tuhan adalah berbelas kasihan kepada orang miskin, ams 14:31.
Apakah anda mau memuliakan Tuhan? Ikutilah orang yang paling berhikmat didunia.
Bahkan Salomo menulis
orang yang berbelas kasihan kepada orang yang lemah maka akan memiutangi Tuhan Ams 19:7.

Sebelum Anda meneruskan membaca, ijinkan ROH KUDUS membuka pikiran dan hati Anda supaya bisa membedakan mana yang benar dan salah.

Ibr 5: 14 “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.”

Ef 4:14 “Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan."

– END OF PART 1 –

www.Giving2God.com
http://nabipalsu.com/bab1.html#introduction

ini adalah salah satu prinsip teologi kemakmuran

tetapi bagaimana teologi kemakmuran menjawab pertanyaan berikut ini

dengan GAGALNYA teolgia kemakmuran menjawab pertanyaan diatas,
maka muncullah kesimpulan

Teologi Kemakmuran is FAIL DOCTRINE

Pengajaran Kemakmuran memang tidak tepat tetapi bukan seluruhnya salah dalam menimbang bobot Firman Tuhan.

Jangan karena sakit hati dengan Pengajaran Kemakmuran lantas berbalik menajiskan semua yang berbau persembahan dan fokus kali ini kepada perpuluhan.

Perpuluhan memang Perjanjilan Lama, tetapi setelah disingkapkan apa yang menjadi hak dari Tuhan bukan hanya 10% tetapi 100% seluruh apa yang kita miliki adalah milik Tuhan. Bagaimana kita memakainya seharusnya kita mengikuti kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Berapa banyak umat Kristen yang membelanjakan uangnya untuk perkara yang mendatangkan kesalahan dan dosa, untuk percabulan, penipuan, suap, membelokan hukum dan bahkan pembunuhan. Pernakah kita saat hendak membeli atau membelanjakan uang kita lantas menimbang apakah hal ini telah dibelanjakan dengan benar? Jika belum, bagaimana bisa menjadi pengajar tentang perpuluhan?

Pendapat saya, gereja butuh uang untuk operasional, untuk pelayanan penginjilan, untuk kegiatan sosial, untuk pembangunan, untuk pembinaan, pengajaran dan banyak hal lainnya lagi yang nilainya semakin besar jemaatnya semakin besar pula kebutuhannya. Alkitab mengajarkan bahwa mereka yang melayani kita secara rohani layak mendapatkan harta kita secara jasmani. Didalam hukum Taurat hal itu disebut perpuluhan bagi orang Lewi. Karena suku Lewi tidak bekerja sehingga ia menerima harta dari suku yang lainnya karena pelayanan mereka didalam Bait Suci/Kemah Suci. Perjanjian Baru, mereka yang tidak bekarja, melayani sepenuh waktu bagi Tuhan dan sesama layak mendapatkan sebagian harta yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Apa yang kita beri bukan lagi milik kita lagi, saat seseorang telah memberikan perpuluhan atau persembahan ini dan itu lantas si penerima memakainya untuk hal ini dan itu adalah hak penerima, sebab kita tidak punya hak lagi atas uang yang telah kita berikan. Beberapa orang dengan hati keji merasa memiliki hak untuk mengatar uang yang telah diberikan, merasa memiliki hak untuk menentukan bagaimana penerima harus membelanjakan uang yang telah diberikannya itu. Bukankah itu artinya pemberian kita tidak tulus?

Setiap sinode gereja, memiliki cara mengelola uang persembahan masing-masing. Selama kita dilayani oleh gereja tersebut, sudah selayaknya kita memberikan persembahan kita kepada mereka dan setelah diberikan itu adalah hak mereka untuk mengelolanya.

Jangan memiliki hati seperti Yudas Iskariot, seorang yang memiliki alasan rohani untuk menyimpan uang bagi dirinya sendiri dan tidak mau berbagi dengan sesama. Jika kita mempelajari tentang uang dan kekayaan maka kita dapat belajar dan mengerti lebih tepat tentang apa yang dikehendaki Tuhan dengan uang kita dan juga perpuluhan.

Bersihkan hati kita terlebih dahulu agar kita dapat memandang dan mengasihi dengan benar.

hehe saya tidak kepahitan kok , apakah kritik harus disertai kepahitan ?

apakah anda tahu darimana pengajaran kemakmuran berasal ?

http://nabipalsu.com/bab1.html#introduction

baca 1 korintus 9:18, Jangan minta diManjain duit per10an bung

kita harus menasehati sinode2 gereja yg menerapkan doktrin per10an yg sesat

Janganlah ada yg memiliki memiliki hati seperti Yudas Iskariot, yg memeras harta sesamanya demi perut pribadi

apakah anda tahu darimana pengajaran kemakmuran berasal ?

http://nabipalsu.com/bab1.html#introduction

TOLOLgia Kemakmuran is a FALSE DOCTRINE

2 Korintus 9 : 7
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Ams. 28:22
Orang yang kikir tergesa-gesa mengejar harta, dan tidak mengetahui bahwa ia akan mengalami kekurangan.

Ada baiknya kita memberi dengan kerelaan hati, tidak usah mengurusi urusan yang sudah tidak menjadi urusan kita, mau di apain persembahan/perpuluhan kita itu sudah menjadi urusan Tuhan karena Dia yang melihat sampai kedalaman hati, 1Kor. 6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
JBU

Saya mempelajari tentang Pengajaran Kemakmuran bukan dari Internet dan apalagi dari situs sakit hati yang berisi hal-hal negatif tanpa menyebutkan positifnya. Seperti halnya saat kita membuka situs tentang Kristologi dari sudut pandang Muslim, walau beribut ayat Alkitab disertakan, tetapi itu bukan pengajaran yang sehat, demikian sebaliknya saat kita berusaha mengenal Islamologi dari situs yang bengitu membenci mereka, kita tidak mendapatkan porsi yang berimbang.

Memang seorang akan merasa pandai saat ia membaca sebuah blog atau situs yang dibuat perorangan yang seakan berisi “rahasia” tentang suatu kebenaran yang sejati, tetapi sebenarnya kita sedang membaca naskah sampah. Mengapa saya sebut sampah? Sebab isinya berupa opini pribadi yang dicarikan ayat pendukungnya, bukan berdasarkan pengajaran dan cara penafsiran yang benar. Biasanya dan pasti berisi informasi yang sangat negatif dan hampir tidak ada positif dari sudut pandang mereka. Jika kita memakannya kita akan keracunan, seperti dalam kisah 2 Raja-raja 4:38-41, jangan mencampur sayuran liar dalam kuali hati kita.

Mengapa perlu pengajaran didalam gereja, sebab hari-hari terakhir ini adalah hari yang semakin dekat dengan kedatangan Mesias kedua kalinya untuk menjemput kita. Pada akhir jaman tersebut, pengajaran sesat akan muncul dan merajalela, bukan berbentuk aliran kekristenan ini atau itu, tetapi berupa pengajaran liar yang menyesatkan dan mengacaukan iman, kasih dan pengharapan kita sehingga akhirnya sebagian orang akan kehilangan imannya, kehilangan kasihnya dan pengharapannya. Waspadalah, sebab Iblis bukan sedang di garasi memperbaiki mobilnya, tetapi berjalan sekeliling kita mencari celah agar kita dapat ditelannya dengan kesesatan.

Saya pribadi beribadah dan tumbuh besar bukan di gereja dengan Pengajaran Kemakmuran, tetapi kami menilai pengajaran tersebut bukan pengajaran salah, tetapi prosi yang diberikan oleh beberapa orang terlalu tidak berimbang sehingga meniadakan yang sebagian dan menonjolkan bagian lainnya.

Saya setuju :afro: dengan quote bro, terlebih yg saya kasih warna biru…

RIGHT

suatu ayat yg jelas sekali

cuma sayangnya ayat ini pun masih saja bisa ditafsirkan dengan ngawur oleh para Peng-Idola perpuluhan

Anda tahu dimana GHA Bible Institute? Siapa pendirinya, rektornya dan dimana gedung sekolahnya?

Referensi yang anda berikan tentang GHA Bible Institute dari link berikut ini http://nabipalsu.com/bab1.html#introduction dan situs itu didaftarkan bukan atas nama sebuah institute tetapi atas nama perorangan, silahkan cek disini Whois nabipalsu.com demikian juga dengan situs satunya Giving2God silahkan dicek http://www.whois.com/whois/giving2god.com keduanya dibuat oleh satu orang.

Situs itu milik atau dikelola oleh:
Sofyan Hadi
Jl. Matraman Dalam III/19
RT020/RW 07
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10320
Phone: 081908717250

Situs dibuat di shared hosting milik PT. Master Web Network, dengan biaya 175rb pertahun.

Sofyan Hadi selain memiliki dua situs tersebut, juga memiliki beberapa domain lainnya yang berhubungan dengan perusahaan konfeksi atau pakaian jadi dengan merek menengah dari italia atau milan.

Masih belum sempat dilanjutkan penyelidikan sebab alamat yang dipakai Sofyan Hadi tersebut juga dipakai oleh KTP dengan data:

Nama Lengkap : IRWANDA DEWATA als. WANDA
Tempat/tgl lahir : Jakarta / 09-06-1984
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Warga negara : WNI
Tempat tinggal : Jl. Matraman Dalam III No.19 Rt 20/007 Kel. Peganggsaaan Kec. Menteng Jakarta Pusat
Agama : ISLAM
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Pendidikan : SMP / SLTP

Mungkin anaknya atau saudaranya atau tempat itu adalah kos-kosan masih belum jelas. Bisa jadi Sofyan Hadi seorang perancang laman situs saja. Tetapi yang jelas tidak ada satupun referensi yang menunjukan bahwa GHA Bible Istitute adalah sebuah institusi yang kredibel dan benar-benar nyata (eksis).

Jika anda membuka situs yang anda sebutkan diatas, tidak ada satupun informasi tentang alamat, lokasi dan data tentang istitusi tersebut, bahkan tidak ada nama sama sekali. Bagaimana sebuah istitusi bisa sampai melupakan hal terpenting itu? Kecuali memang semua itu hendak disembunyikan atau memang semua itu sekedar fake saja.

Silahkan di share sumber anda yang anda yakini selama ini…

Penelusuran yang briliant… :afro:

Situs itu tidak pakai alamat fisik dalam arti tidak ada pertanggungjawaban. Setelah dilacak ternyata alamatnya kepunyaan Muslim. Maka saya golongkan sejenis surat kaleng…
Surat kaleng koq jadi referensi :smiley:

Gini loh mas, kalo misalnya mas repento bermaksud baik maka jadilah garam. Masuk ke dalam dan terlibat mereformasi keuangan gereja. Bukan kabur lalu teriak-teriak dari luar sambil menjelek-jelekan. Itu tidak baik, sebab itu kerjaannya seorang pecundang. :happy0025:

Topik saya tidak lanjutkan sebab sumbernya tidak jelas bahkan seperti dari situs seberang, nadanya sama seperti beberapa situs lainnya tentang “membongkar kebohongan” mulai dari Trinitas, Yesus bukan Tuhan, Paus adalah Antikristus, Ajaran Paulus sampai Sumber Dana Gereja.

Sekedar diketahui kegerakan besar diseluruh dunia terjadi karena ada dana-dana yang mengalir melalui gereja. Tempat yang tak terjangkau transportasi dapat dikunjungi dan banyak misionaris tinggal dipedalam semua karena dana-dana gereja. Gereja baru didirikan baik di kota dan desa semua menambah jumlah umat Kristiani, sekali lagi sebab ada dana yang mengalir lewat gereja. Jika sumber dana itu ditutup maka Kekristenan juga akan mati. Tetapi kita memiliki Roh Kudus yang dapat menimbang perkara dan dapat membedakan setiap roh.

Didalam Alkitab hanya ada dua tokoh yang meributkan tentang uang, dalam Perjanjian Baru adalah Yudas Iskariot yang memprotes dana yang mengalir untuk minyak narwastu yang dipecahkan dengan alasan harusnya diberikan orang miskin disekitar kita, bukan untuk kaki Yesus. Satunya lagi adalah Gehazi, murid Elisa yang meributkan uang pemberian Naaman yang telah ditolak Elisa tetapi diterima Gehazi dengan alasan untuk biaya kenabian. Tetapi keduanya adalah orang-orang yang serakah dan cinta akan uang dengan tampang rasul atau murid nabi. Bukankah mereka berakhir dengan tragis? Semua hanya karena uang dan ribut dengan uang gereja…

Gereja butuh uang, jika anda ingin memberi orang miskin, Yesus katakan “orang miskin selalu ada padamu” kepada Yudas Iskariot.

apakah menurut anda sumber dana itu adalah per10an ?

kalau jawaban anda diatas adalah YA,

kenapa anda punya pemikiran Kekristenan akan mati tanpa per10an ?

Katolik berdiri selama 2000 tahun tanpa doktrin-per10an-wajib

NB : saya bukan seorang Katolik

DiDalam era gereja modern , ada buanyak Yudas2 yg haus akan uang jemaat

@Dya

anda ingin sumber situs yg dari Organisasi Kristen, silahkan

Daftar Gereja di Indonesia yang tidak menerapkan per10an-wajib

  1. Gereja Katolik
    http://katolisitas.org/2008/11/29/persembahan-perpuluhan/
Gereja [b]tidak perlu mendefinisikan seberapa besar sumbangan yang harus diberikan[/b], namun lebih kepada pemberian sesuai dengan kemampuan dan juga dengan kerelaan hati dan sukacita.
  1. GKI (Gereja Kristen Indonesia) - denominasi Protestan
    PERSEPULUHAN | suplemenGKI.com
Di GKI tidak ada ketentuan mengenai persepuluhan, kita [b]tidak diwajibkan memberi persembahan dengan jumlah tertentu seperti persepuluhan.[/b] Karenanya [b]sampul persembahan di GKI adalah sampul bulanan (bukan sampul persepuluhan) supaya tidak terikat prosentase tertentu[/b]
  1. HKBP - denominasi Lutheran
    http://hkbp-lubukbaja.org/2011/02/persepuluhan-apa-kenapa-bagaimana/
Gereja kita HKBP memang [b]sengaja tidak menjadikan persepuluhan sebagai sebuah aturan atau dogma[/b]
  1. GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan)
    http://www.gkjw.web.id/persembahan-persepuluhan
Pranata GKJW menyatakan bahwa setiap warga dewasa (sudah sidhi) mempunyai kewajiban dan tanggungjawab untuk turut memikul kebutuhan gereja, dan hal ini antara lain diwujudkan dengan memberikan [b]persembahan bulanan.[/b] Bagi warga jemaat tertentu mungkin tidak mudah menentukan kelayakan dalam mengisi persembahan bulanan. Supaya kita tidak mengisi persembahan bulanan ala kadarnya atau asal mengisi, barangkali pengalaman gereja di Belanda bisa dijadikan [b]bahan pertimbangan[/b] . Gereja-gereja di Belanda mempunyai ketentuan umum untuk warga jemaat dewasa (sudah sidhi), yakni menyerahkan setidaknya 2% dari penghasilannya ke gereja.
  1. GSJA (Gereja Sidang Jemaat Allah) - denominasi Karismatik
    http://www.gsja.org/2009/07/10/tithes-clergy-salaries-persepuluhan-gaji-pendeta/
[b]Perpuluhan,[/b] sekalipun alkitabiah, [b]bukan Kekristenan.[/b] YESUS KRISTUS tidak menyatakan hal itu. Kekristenan abad pertama tidak melakukan hal tersebut dan selama 300 tahun umat Allah tidak mempraktekkannya. Perpuluhan tidak menjadi praktek yang diterima meluas di kalangan Kekristenan sampai abad ke-delapan. [b]Pemberian di dalam Perjanjian Baru adalah sesuai kemampuan seseorang.[/b]
  1. GBI Rehobot

Dan Juga ini…

Lalu ? :smiley:
Misalkan ada orang yang rela ngasih 20% untuk pekerjaan Tuhan, karena yang 80% sudah sangat cukup buat dia. Apa mas ini marah ? :smiley:

Good statement

Lagipula logika penulis di atas dan TS tampaknya sangat tidak masuk akal

Setau saya khotbah2 yang menyenangkan kuping adalah khotbah2 yang tidak mewajibkan perpuluhan (jemaat pasti bergembira) , dan khotbah2 yang tidak menyenangkan kuping adalah khotbah2 yang mewajbkan perpuluhan (mereka akan mengernyitkan dahinya dan mulai mendumel dalam hatinya)

Entah kenapa logikanya bisa terbalik seperti itu

Sangat menyedihkan sekali seharusnya fokus kita sebagai umat kristen adalah memikirkan bagaimana gereja bisa maju . Penginjil berfokus mencari jiwa-jiwa baru , gembala berfokus bagaimana menjaga kawanan domba-dombanya , dan pengajar2 berfokus bagaimana mengajarkan jemaatnya untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan dosanya dan memahami injil secara utuh agar jemaat2nya juga bisa menjadi garam dan terang bagi orang lain. Sayang kalau ada beberapa orang kristen yang pandangannya sempit sekali soal kekeristenan , dan yang ada di pikirannya setiap hari ini adalah menunjuk-nunjuk orang lain soal perpuluhan

“Dan gereja mana sih yang memaksa jemaatnya untuk perpuluhan ? Setau saya tidak ada gereja yang membawa debt collector ke rumah jemaat hanya karena tidak bayar perpuluhan . Dan pendeta-pendeta / gereja-gereja yang katanya anti perpuluhan itu juga pasti menggunakan uang jemaatnya(munafik kalo tidak pakai) . Tidak ada bedanya saya rasa”

Ya tidak heran , kalau orang yang pengetahuan injilnya sempit urusannya hanya soal duid

@FPP (Front Pembela Per10an)

karena banyak posting di thread ini yg dihapus oleh sis moderator
(mungkin karena banyaknya unsur2 ad hominem)

saya mundur dari thread ini

sampai jumpa lagi di Giving 2 GOD - Part 2

sebelum masuk ke part 2, sekali lagi silahkan para FPP utk merenungkan baik2 artikel berikut ini

INTRODUCTION

GHA sekolah Alkitab akan menjelaskan secara alkitabiah
yang selama ini menjadi perdebatan tentang perpuluhan dan
apa yang Tuhan inginkan dengan pemberian kita.

Paulus sudah memperingatkan ada orang orang yang mengajarkan ajaran lain hanya karena
pandai bersilat kata ,tetapi tujuannya menjadikan ibadah sebagai sumber keuntungan atau bisnis.

1 Tim 6:3 “Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat yakni perkataan Tuhan kita YESUS KRISTUS dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita”.
1 Tim 6:4 “Ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga”.
1 Tim 6:5 “Percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan."

Petrus juga sudah peringatkan akan ada banyak pemmpin agama atau gembala yang memutar balikan Firman Tuhan seperti mereka membuat tulisan tulisan sendiri. 2 Pet 3:16 “Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini.

Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri,
sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.”

Kalau kita membaca 2 Pet 3:16 , Petrus sedang berkotbah tentang
nabi palsu yang serakah mencari untung yang merubah isi Firman Tuhan yang tujuannya hanya untuk mencari uang dengan memutar balikan isi dari Firman Tuhan .

2 Pet 2:2 “Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat
ayat 3 “Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.”

Di ayat 2 Petrus menjelaskan bahwa mereka tidak mengasihi kebenaran dan mereka hidupnya dikuasai oleh hawa nafsu dunia.

1 Pet 5: 2 “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.”

Paulus juga peringatkan di
Roma 16:17 “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!"
Roma 16:18 “Sebab orang-orang demikian tidak melayani KRISTUS, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya."

Saya hanya mengutip perkataan Paulus bahwa banyak pengajaran
yang bertentangan dengan injil KRISTUS
yang tujuannya hanya untuk mendapatkan uang dengan menipu orang yang tulus hatinya
untuk memuaskan hawa nafsu dunia dengan cara mengejar kekayaan.
Paulus sedang menjelaskan waspadalah terhadap mereka yang berbicaranya manis tetapi mereka hanya mau mendapatkan uangmu.
Kalau ada kata waspada bearti anda harus mulai ekstra hati hati kepada setiap ajaran mana yang benar dan yang salah.

Yudas juga peringatkan ada banyak pemimpin agama yang tujuannya hanya untuk mencari keuntungan dengan cara yang menjilat orang untuk memuaskan hawa nafsu keduniawian.
Yud 1:16 “Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan."
Karena ada waktunya orang tidak lagi menyukai kebenaran, karena mereka hanya ingin mendengar kotbah yang memuaskan telinga.