greja

mohon maaf saya mau bertanya lagi dan share sesuatu…

"kata tetua saya : gereja selain di greja kita adalah sesat padahal semua lagu yang di nyayikan itu berasal dari greja greja yang telah di tuduh sesat
mohon bimbinganya teman teman sejawat

Seorang salesman yang baik biasanya menyatakan semua produk itu baik, tetapi produknya adalah yang terbaik dan paling sesuai untuk pelanggannya. Seorang salesman yang buruk akan mengatakan selain produknya adalah jelek, atau lebih jelek dai produknya yang (juga) jelek.

Jadi, hanya soal kemampuan ‘marketing’ saja, minta tetua anda untuk lebih bnyak belajar ilmu marketing.

:smiley: :smiley:

Terlalu protektif… Sesat itu maksudnya mungkin tidak sesuai standart yang ditetapkan gereja anda. Misalkan menjauhkan diri dari alkohol sementara yang lain boleh minum bir asal tidak mabuk. Misalkan juga pelayan Tuhan itu harus kudus, tidak boleh ada cacat kepribadian dan kehidupan sosialnya, sementara disana asal punya ketrampilan yang dibutuhkan oke, walau kehidupan rohaninya masih kanak-kanak. Bisa juga tentang tidak boleh cerai dan disana memperbolehkan cerai dan kawin lagi. Seperti itu biasanya gereja satu menghakimi gereja lain sesat.

Sebenarnya tidak juga demikian, sebab itu tiap-tiap orang hendaknya membangun diatas dasar yang telah diletakan dalam hidup kamu. Kristusnya sama, tetapi arah membangunnya bisa berbeda-benda tiap gereja. Bertumbulah di gereja anda sesuai dengan karakter gereja anda, dan lengkapi Tubuh Kristus dengan peran dari gereja anda.

Kamu sebenarnya sudah tahu jawabannya

Mengambil sesuatu dari yang dianggap sesat itu bukankah berarti mengakui kalau dirinya sendiri sama sesatnya dengan yang diambil tersebut?

kalau itu saya sudah tau mukin tetua saya bisa saja iri dengan yang lain(greja denominasi lain)
tapi kalau di tempat saya sering terjadi tidak keadilan antara pelayan pelayan TUHAN saya melayani untuk Tuhan…
namun ada beberapa pihak yang tidak suka dengan saya berpelayanan…lalu saya di turunkan dari pelayanan…
dan teman saya yang bahkan lebih parah dari saya masih di kejar untuk tetap pelayanan

namun saya langsung di buang begitu saya tanpa ada pemberitahuan dari penurunan saya pelayanan…
gimana pendapat sobat sejawat

Pakai logikamu, jangan paksakan logikamu sama dengan logika orang lain bahkan pasangan hidupmu. Pakai aturan emas Tuhan Yesus, Lakukan kepada orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan kepadamu.

Salam logika macam-macam.

apakah saya tetap tinggal diam…bukan saya saja yang terkena hal yang tidak adil seperti itu.bahkan teman teman saya yang dekat dengan saya juga di rendahka seperti itu?

Detil kasusnya, bagaimana? Karena post pembuka topik ini menurut logikaku sangat umum dan lebar, maka respon dariku juga bersifat umum dan lebar. Aturan emas Yesus Kristus itu memang aturan umum.

Salam logika macam-macam.

Kalau kamu mau mengikut Yesus, lakukan Firman, pikul salib

Jangan balas kejahatan dengan kejahatan

Domba itu tak punya senjata untuk membalas balik menyakiti, kalau punya tanduk namanya kambing.

Daud pun tak membalas Saul yang sudah jelas ingin membunuhnya, kamu belum sampe ingin dibunuh sama pendetamu kan?

Kalau kamu tak punya kuasa apa2 disitu untuk mengubah jadi lebih baik ya sudah, kan kita tak bisa paksa orang untuk bertobat, berdoa dan tinggal tenang disitu letak kekuatanmu.

Dalam Yesus selalu ada jalan keluar.

[email protected]

Sebetulnya tetua anda juga pelayan loh…!! Apa bedanya dng anda yang pelayan juga…??

Poinnya adalah apa bedanya anda dng tetua anda…?? padahal sama -sama pelayan Tuhan bukan…??

Salam GBU,.

Dilihat dari sisi mana pembicaraan ini berasal - ???
Terlebih dahulu saudara telusuri apakah penyebab perkataan ini keluar???

Saya kasih contoh : Bagi beberapa pihak aliran sekarang, (penyembahan atau pendirian patung) untuk disembah itu bersifat apa ??? :coolsmiley: :coolsmiley: :coolsmiley:

Saya tidak menilai atau menghakimi (hanya) saja itu sebagai contoh saja :

Bagi beberapa pihak langsung klaim “sesat”
Tidak cocok dengan pemikiran dan buah persekutuan mereka klaim “sesat”


Tp yg jelas diajarkan tidak boleh membuat orang lain bahkan saudara seiman sebagai “jahil” “kafir”
atau “sesat”. (Lupa saya ayatnya atau yg mirip2 begitulah).

Kemgknan “khilaf” atau “emosi” atau mgkn dalam konteks yg berbeda makanya keluar pernyataan tersebut.

Tapi klo secara sadar dan mawas membuat pernyataan ini maka satu hal dari saya

"wajar: Anda Patut mempertanyakan nya " :afro: :afro: :afro:

Ada 2 hal yang bro bisa lihat :

  1. Apa yang dimaksud sesat itu? Dibible sudah sangat jelas diterangkan (2 Petrus 2)
  2. Lihat saja kehidupannya, sebagai pelaku firman atau hanya sebagai pembaca saja.