Gubernur Cinta Tuhan Tak Minat Sahkan Pernikahan Gay

Perdebatan pernikahan kaum homoseksual memasuki babak baru di New Jersey, Amerika Serikat. Tujuh pasangan homoseksual mengajukan gugatan Rabu (29/6) waktu setempat, dalam upaya memaksa negara untuk mengakui pernikahan sesama jenis.
Meskipun negara sudah memiliki hukum serikat sipil, menurut mereka, hal itu malah menciptakan jurang pemisahan di hadapan hukum itu sendiri.
“Skema hukum tunggal yang terpisah dan tidak sama bagi para kaum lesbian dan gay membawa efek negatif kepada mereka, anak-anak mereka, dan para kaum homoseksual yang baru," ujar pihak berperkara dalam klaim mereka.
Sementara itu, Gubernur New Jersey Chris Christie dengan tegas menyatakan dirinya bukanlah penggemar dari pernikahan sesama jenis dan ia tidak memiliki niat untuk mengikuti jejak pemerintah New York yang melegalkan pernikahan sesama jenis.
Namun begitu, Ia mengaku bersedia memperbaiki hukum serikat sipil negara-nya jika memang itu diperlukan.
“Saya tidak ingin pasangan berjenis kelamin sama kekurangan hak-hak hukum mereka,” kata Christie kepada Radio New Jersey 101,5 FM.
Tapi “Pernikahan adalah lembaga yang telah diimplikasikan selama berabad-abad baik oleh lembaga agama maupun budaya,” tambahnya. “Saya percaya pernikahan haruslah tetap antara satu pria dan satu wanita.”
Meski bahasa yang digunakan oleh Gubernur Chris Christie bukanlah bahasa gereja, tetapi ia memperlihatkan dirinya sebagai pejabat yang takut akan Tuhan, yang berani melawan arus dunia. Pelarangan pernikahan homoseksual bukanlah kejahatan terhadap hak-hak asasi manusia, tetapi justru itulah hal yang benar karena dari sejak semula Tuhan membuat pernikahan untuk manusia yang berbeda jenis kelamin.
Source : cbn.com

memang jumlah mereka yang taat akan Tuhan semakin sedikit
kristen mungkin banyak
namun yang benar-benar kristen semakin langka

wow mantap neh gubernur…

tull tuh bro Cakka, mari kita doakan terjadi revival gmn org2 kristen kembali ke kasih mula2, yg berdiri teguh buat Tuhan…

Inilah akibat terpengaruh dengan gerakan pemisahan “negara dan gereja” (Church and State separation) sehingga orang2 Kristen dalam pemerintahan semakin sedikit/minoritas. Jadi yg membuat keputusan/dasar ialah orang2 ateis, agnostik, free thinker, secular dan anti agama! sehingga merugikan kekristenan.

wow… masih ada, orang baik di SODOM GOMORA :slight_smile: