Gubernur Texas Rick Perry Dituntut Atas Pertemuan Doa

Freedom from Religion Foundation telah mengajukan gugatan untuk menghentikan Gubernur Texas Rick Perry dari memegang hari acara doa di Houston. Dalam video yang mempromosikan event “The Respons” pada 6 Agustus mendatang, Perry menyerukan kepada orang Amerika untuk “membuat rencana menjadi bagian dari sesuatu yang bahkan lebih besar dari Texas.”

Namun kelompok pengawas dari kaum ateis dan agnostik mengatakan seruan gubernur untuk hari doa tersebut melanggar larangan konstitusi pada pemerintah yang memiliki keberpihakan pada agama.

Para penggugat adalah “mereka yang bukan orang percaya dan mendukung kebebasan dalam beragama, namun sangat menentang pembentukan dan dukungan pemerintah terhadap agama, termasuk doa dan puasa, yang tidak hanya berupa ketidakefektifan waktu dan sumber daya pemerintah, tapi juga berbahaya dan kontraproduktif sebagai pengganti dari alasan tindakan,” ujar kelompok tersebut dalam pengaduannya.

Eric Bearse, juru bicara dari The Response, mengatakan kepada ABC News bahwa datangnya gugatan tersebut bukanlah suatu hal yang mengejutkan. “Kami menganggap bahwa hal semacam ini merupakan pelecehan terhadap hukum,” ujarnya. “Namun hak orang Amerika untuk berkumpul dan berdoa telah dijalani selama lebih dari 200 tahun,” ujarnya. “Kami yakin kami akan meraih kemenangan.”

Gubernur Perry telah mengundang presiden, gubernur-gubernur negara bagian, dan anggota parlemen Texas untuk menghadiri pertemuan doa Houston. Sejauh ini, lebih dari 6.000 orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti event ini.

Makna kebebasan beragama sepertinya telah mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Kebebasan beragama bukan lagi suatu jaminan hukum kepada setiap anggota masyarakat untuk mengekspresikan hubungan pribadinya dengan Tuhan, namun telah menjadi tunggangan kelompok atau kaum tertentu menghalangi maupun membatasi orang untuk beribadah demi kepentingan kelompoknya. Hal yang sama seperti yang sedang terjadi di Indonesia.

Source : cbn.com