GUE MARAH SAMA TUHAN!!!!

KECEWA GUE SAMA TUHAAAAAAAAANNNNNNN!!!

TUHAN GA PERNAH ADIL SAMA GUE!!!

UDA MULAI GA PERCAYA GUE SAMA JANJINYA!!!

MANAAAAAA??

BULLSHIT!!!

gimana kalau diceritain pelan2 …?? :smiley:

marah besar gue sama Tuhan!!
dia jauh lebih sayang sama orang yang ga percaya sama dia!!
gue??gue uda berharap banget sama dia,percaya 100% sama dia,nyatanya!!!mana???
benci banget gue sama hidup gue!!!

olin,…masalah apa yang kamu alami?
Tuhan Yesus Kristus bisa menjawab doa kita itu dengan ya,tidak atau tunggu.
coba ceritakan…olin…

Tuhan pilih kasih…
gue ga suka!!!

olin berceritalah…biar rekan2 fk bisa memahami cerita masalah olin.
apa yang membuat olin berkata Tuhan pilih kasih?

Olin, kamu membandingkan hidup kamu dengan siapa?

Salam

gue baru selese ujian…
nilai yg gue dpt sama sekali ga baik…
gue ud coba berharap sama Tuhan,katanya kalo kita berharap,percaya,usaha,Tuhan pasti bantu,tapi kayanya kalo buat gue itu ga berlaku!!!
malah,orang yang ga percaya Tuhan,nilainya jauh lebih baik dari gue!!
sumpah yaaaa,ga abis pikir sama maunya Tuhan tuh apa!!!

sama orang yang ga percaya sama Tuhan!!!
Tuhan tuh lebih sayang sama orang yang ga percaya sama dia!!
tau gini ngapain juga gue mesti percaya Tuhan??
sekalian aja jadi kafir,kalo ternyata hidup gue bisa jauh lebih baik!!!

Hanya masalah ujian dan membandingkan nilai kamu dengan teman kamu yang tidak beriman, kamu kecewa berat dengan Tuhan?
Coba pertimbangkan dengan baik2 bahwa berkat Tuhan pada kamu bukan hanya semata-mata nilai ujian.
Apakah kamu sudah membandingkan usaha kerja keras belajar kamu dengan teman kamu? Jangan hanya hasil akhir saja berupa nilai pelajaran yang kamu bandingkan…^0^

Amsal 10
10:4. Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.

Amsal 12
12:24. Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.

Amsal 12
12:27. Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.

Amsal 13
13:4. Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.

TUHAN menghargai orang yang rajin…^0^

Salam

Banyak hal yang dihadapi orang percaya di dalam hidupnya, ada apa dengan saudaraku Olin? Apa pun yang menjadi bagian sulit di dalam hidup kita semuanya bukanlah apa-apa. Merenunglah sejenak atau keluarlah sebentar, lihatlah dengan lebih baik orang-orang diantara kita. Olin sudah pernah mengalami kejadian pahit di dalam segala kekurangan dan penderitaan? Supaya Olin tau, lapar karena tidak ada yang dapat dimakan dan lapar karena memang malas makan itu jauh berbeda, Olin pernah mengalami lapar karena tidak ada yang dapat dimakan? Olin mesti tau bahwa berbeda sekali tidur diluar karena tidak punya tempat bernaung dengan orang yang sengaja tidur di luar karena pengen. Olin pernah mengalami tidur di luar karena tidak punya tempat bernaung? Olin pernah jatuh sakit dan hanya mampu beli bodrex untuk obatnya Olin? Kalau orang yang mengalami hal yang demikian masih mampu untuk mengucap syukur kepada Tuhan maka kejadian apa yang membuat Olin begitu menggerutu kepada Tuhan? Semua ada masanya, semua ada waktunya bersabarlah di dalam ketekunan dan pengharapan Tuhan pasti mendengarkan, panggillah Dia di dalam Doa setiap hari ketika hatimu ingin sekali berteriak. Supaya Olin tau juga, dulu saya sudah seperti orang gila yang datang memandangi Rumah Tuhan dengan menangis, saya tidak tahu harus bagaimana lagi dengan hidup saya, saya sujud bersimpuh dipintu Rumah Tuhan, saya tahu orang-orang yang lewat memandangi saya tapi saya tidak perduli lagi. Pokoknya tolong aku Tuhan, hanya itu saja yang ada di dalam fikiran ini. Saya mohon kepada saudaraku Olin supaya segera menyesali perkataannya. Gbu

gue manusia biasa bung…
gue masi bisa kecewa sama orang lain,apalagi sama Tuhan…
gue uda berharap banyak sama Tuhan,tapi balesannya gue malah terpuruk :’(

Syukur
Kata-kata di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi Anda masih merasa kurang. Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yanglebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ‘‘kaya’’. Orang yang ‘‘kaya’’ bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tentram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan disekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ‘‘Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.’’ Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapatmembeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri dan lebih kaya dari kita.

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan diatas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yangpenting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini takakan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang sayadapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.

Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam,’‘Lulu, Lulu.’’
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ‘‘Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.’’ Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak,’‘Lulu, Lulu’’.’‘Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?’’ tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab,’‘Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.’’

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Saya inginmengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.
Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ‘‘Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.’’

Yah orang yang kecewa dengan Tuhan itu berbahaya sekali…^-^
Karena bisa jatuh ke dalam kemurtadan…^0^
Kamu diajarin apa sih tentang pengharapan kepada Tuhan? Apakah di gereja kamu, ikut Tuhan dijanjikan sukses?

Salam

tau ga sih??sebenernya gue ga mau marah marah sama Tuhan…
tapi disini,gue bener bener jatuh…
gue berharap semester ini IP gue baik,biar bisa terus lanjut kuliah tanpa ada yg ngulang.gue kasian sama papa gue.dia uda tua,sebenernya uda ga pantes buat kerja.cuma demi gue yang masi harus kuliah,dia rela kerja di umur dia yang uda kepala 6.gue disini mikir,Tuhan ngerti ga sih beban pikiran gue sekarang??gue pengen cepet2 lulus kuliah biar bisa cepet gantiin posisi kepala keluarga di keluarga gue.karena gue anak tunggal.gue pengen liat papa gue bisa istirahat di rumah.dan gue yang kerja.gue cuma pengen nilai gue baik.cuma itu…kenapa Tuhan susah banget ngasinya?

jadilah KUAT betapapun beratnya masalah.
jadilah TEGAR betapapun banyaknya rintangan.
tetaplah TEGUH walaupun banyak cobaan yg akan menggoyahkan.
tetaplah PERCAYA walau situasi tidak meyakinkan.
Tuhan tidak akan mengecewakan. Tuhan mengasihimu dengan caraNya sendiri. percaya saja. ku sudah buktikan sendiri.
GB

tau ga sih??sebenernya gue ga mau marah marah sama Tuhan…
tapi disini,gue bener bener jatuh…
gue berharap semester ini IP gue baik,biar bisa terus lanjut kuliah tanpa ada yg ngulang.gue kasian sama papa gue.dia uda tua,sebenernya uda ga pantes buat kerja.cuma demi gue yang masi harus kuliah,dia rela kerja di umur dia yang uda kepala 6.gue disini mikir,Tuhan ngerti ga sih beban pikiran gue sekarang??gue pengen cepet2 lulus kuliah biar bisa cepet gantiin posisi kepala keluarga di keluarga gue.karena gue anak tunggal.gue pengen liat papa gue bisa istirahat di rumah.dan gue yang kerja.gue cuma pengen nilai gue baik.cuma itu…kenapa Tuhan susah banget ngasinya?

gue kecewa :’(

Bersabarlah di dalam ketekunan, ingatlah di dalam KETEKUNAN. Selamat berjuang dan manfaatkan waktumu sebaik mungkin. Gbu

kecewa sama Tuhan? tapi Dia ndak pernah kecewa sama kita. Dia selalu ada buat kita…

jadi sebelum marah sama Tuhan, pikirpikir dulu… gimana kalo Tuhan yang marah sama kita? bisa bahaya itu urusannya…

Apakah kamu sudah melakukan kewajiban kamu? Belajar dengan baik? Jangan2 cuma berharap doang…^0^

Salam