HALAL & HARAM

Ada postingan yg menarik dari satu millis,
yang kemudian saya beri tanggapannya,
mungkin suatu saat dihadapkan pd pertanyaan serupa:

Message:
Injil Matius 15 (Matius / MAT / Matthew 15)
(11) Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang
menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang
menajiskan orang.

Injil Markus 7 (Markus / MRK / Mark 7)
(14) Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka:
“Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
(15) Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat
menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang
menajiskannya.”

Apakah minuman keras, obat-obat terlarang, ganja, extasi dihalalkan
untuk dikonsumsi oleh orang Kristen ?

Tanggapan:

Konteks yg Tuhan Yesus bahas pd perikop tsb adalah tentang makanan,
semua yg masuk ke dlm mulut, yg biasa dikonsumsi orang
secara rutin utk kelangsungan hidupnya.

Minuman keras, obat-obat terlarang, ganja, extasi ,
semua tahu bahwa itu bukanlah makanan yg dikonsumsi umum,
yg diperlukan utk kelangsungan hidup manusia., namun kini
banyak orang yg menyalahgunakan dgn mengkonsumsi/menggunakan
bahan2 yg berbahaya bagi manusia tsb.

Adanya peraturan negara yg melarang penggunaan, perdagangan
barang2 di atas merupakan suatu perlindungan thd kelangsungan
hidup manusia yang sehat. Sebetulnya ini merupakan cara Tuhan
agar manusia tdk mengalami kebinasaan.

Sebagai orang percaya, kita tidak perlu bingung dgn kenyataan ini,
ada Firman Tuhan yg lebih mengikat agar terhindar dr barang2 yg berbahaya tsb.
Ayat dlm 1 Kor.3:16 - 17, ( Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan
bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah,
maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.)
dgn jelas dpt memberikan arahan bagi setiap orang percaya
dalam menggunakan/mengkonsumsi apa yg ada disekitar kita pada masa kini.
Kita tdk perlu daftar yg panjang utk menentukan mana2 yg halal atau haram,
kita tdk perlu bingung dgn adanya zat2 yg sekarang ini banyak digunakan,
karena FT membuat kita begitu berhikmat utk memilih.

Apapun tindakan yg dilakukan setiap orang percaya yg efeknya merusak tubuh
maka itu berarti dosa, dan Allah akan membinasakan dia. Tentunya dgn hikmat
yg Tuhan berikan kita tahu persis mana barang2 yg dpt merusak tubuh yg adalah
bait Allah yg kudus.

salam,
GBU all

emang betul banget klo kta tdk ‘menelan’ smua makanan2 utk kita konsumsi walaupun seperti yg Yesus katakan dlm injil Matius 15 : 11 dan Markus 7 : 15-15 karena dlm ayat 1 Kor.3:16 - 17, kita harus menganggap bahwa tubuh kita ini adalah bait Allah…

Menurut saya seh, kita lah yg harus bijaksana dlm memilih apa yg terbaik utk kita konsumsi / makan sesuai dgn kebutuhan / keterbatasan diri kita sendiri, karna yg mengetahui semua kebutuhan / keterbatasan dr tubuh kita itu hanyalah diri kita sendiri (atau menurut petunjuk dr dokter). Kita harus menjaga / membatasi apa yg kita konsumsi itu agar tdk merusak / menyakiti tubuh kita sesuai dgn kebututuhan / keterbatasan tubuh kita itu. Jd klo kadar gula darah kita tinggi, ya kita harus membatasi konsumsi gula atau bisa kita katakan klo gula itu ‘Haram’ utk kita konsumsi, klo kadar kolesterol kita tinggi kita hrs membatasi konsumsi daging/makanan berkadar lemak tinggi, jd kita jg bsa katakan daging/makanan berlemak adlh ‘haram’ utk org yg berkadar kolesterol tinggi, bila tubuh kita alergi terhadap ikan maka jg bs kita katakan bahwa ikan tsb adlh ‘haram’, dan begitu pula dgn contoh2 lainnya.

Jd adlh benar bila kita ‘mengharamkan’ segala hal yg bsa membuat tubuh kita rusak / sakit dlm menkonsumsi makanan/sesuatu yg masuk ke dlm tubuh kita. Namun menurut saya, perihal ‘mengharamkan’ sesuatu tsb mjd tidak wajar bila diterapkan semua utk org lain. Saya beri contoh seperti diatas: Apakah klo kita alergi terhadap ikan, dan kita mengharamkan ikan tersebut, apakah ikan tsb jg ‘haram’ bagi org lain…? atau bila kita tidak mau mengkonsumi minuman beralkohol krn kita menganggap hal tsb merusak / tdk ada manfaatnya bagi tubuh / diri kita, apakah kita jg akan ‘mengharamkan’ minuman beralkohol tsb bagi org lain…? atau krn kita tdk merokok, krn kita menganggap bahwa rokok itu tdk ada manfaatnya utk diri kita, apakah kita jg akan ‘mengharamkan’ rokok tsb bagi org lain yg mungkin org tsb menganggap merokok bermanfaat bagi dirinya sendiri…?

rekan2 dan sodara2ku, marilah kita berpikir secara bijaksana dlm menentukan makanan / sesuatu yg ‘diharamkan’ tersebut… Karena seperti contoh yg saya berikan diatas, mungkin adalah ‘mudah’ bagi kita menentukan apa yg haram atau halal utk diri kita sendiri, tp hal itu belum tentu mudah buat org lain. Apa lg bila permasalahan ‘halal dan haram’ ini dikaitkan dgn permasalahan ‘sosial’. Misal : Seperti yg kita ketahui Majelis Ula** Indonesia telah menetapkan bahwa ‘rokok’ itu ‘HARAM HUKUMNYA’ bagi umat “I”. Nah hal ini kan jd menimbulkan dampak sosial terhadap orang2 yg bekerja mencari nafkah pd industri rokok itu, katakanlah sy bekerja di pabrik rokok, walaupun sy sendiri tdk merokok, tp sy tetap merasa ‘berdosa’ krn mencari nafkah utk menghidupi keluarga dr sesuatu yg ‘diharamkan’ yaitu rokok itu. Lalu apakah sy hrs mencari pekerjaan lain sedangkan saat ini yg namanya mencari pekerjaan adlh hal yg sulit…? lalu bagai mana pula nasib seluruh pekerja2 lain, petani2 tembakau, dan semuanya yg berkaitan dgn industri rokok itu…? (jumlahnya tdk sedikit loh) apakah mereka semua hrs jd pengangguran semua, agar terhindar dr perbuatan ‘dosa’ tsb…?

Jd menurut pendapat saya, utk masalah apa yg ‘HALAL & HARAM’ lebih baik, dikembalikan kepada tiap2 individunya sendiri, krn hanya diri kita sendiri lah yg seharusnya mengetahui apa yg baik dan yg tidak bagi tubuh kita sendiri, bukan org lain… Jangan terlalu mudah mengatakan ini ‘HARAM’, itu berarti ‘DOSA’ dan mengatakan 'ALLAH akan menghukumnya… Jd jgn seolah2 menganggap diri kita adlh Allah itu sendiri dengan mengatakan demikian, krn yg tau sebenar2nya hal tsb adl ‘DOSA’ berikut hukumannya ya cuma Allah saja, kita tidak akan tau kan…? :afro:

Darah haram ngga kalau dimakan?

Tks Bro agustinus.f, anda sdh menambahkan contoh2 lain yg tdk layak/haram krn tdk baik utk org2 ttt yg mengkonsumsinya.
Masih banyak brg2/makanan2 lain yg dpt kita pertimbangkan masing2 apakah itu berguna bagi tubuh yg adalah bait Allah ini, atau malah menyebabkan kerusakan.

Tuhan sudah memberikan akal dan hikmat agar kita tdk salah dalam memilih segala yg akan kita masukan ke tubuh kita ini, dan itu terserah pada masing2.
Senang dpt berkenalan dgn anda melalaui FK ini, GBU :slight_smile:

Selamat sore Bro Bruce,
tks anda juga sudah menambahkan sesuatu yg Tuhan larang utk dikonsumsi dlm PL,
akan tetapi alasannya justru baru jelas pd masa sekarang ini, bahwa darah itu ktnya gak mengandung gizi, dan lebih banyak menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab penyakit.

Senang berkenalan dgn anda di FK ini, kita bisa saling melengkapi, GBU Bro Bruce :slight_smile:

Harus disadari bahwa apa apa yang masuk juga seringkali membentuk apa yang keluar. Kalau dinyatakan bahwa narkoba dan miras tidak haram bagi orang kristen, maka benar kalau hanya memperhatikan masuknya saja. Tetapi lihat efek keluarnya, apakah semua itu tidak menimbulkan kenajisan??
Seperti anggur, apakah minum anggur haram? Tidak. Tetapi minum anggur sampai mabuk menimbulkan kenajisan, misal kata2 yang tidak terkontrol, emosi yang tidak rerkontrol. Demikian pula ganja, demikian pula extacy, masuknya gpp, tapi sedikit saja masuk, maka timbul kenajisan, freeseks, jual diri, pembunuhan, pelacuran, kata kata kotor, dst… Ini juga harus mendapat perhatian. Apakah kalau kita makan srawberri bisa menjadikan kita lepas kontrol ?? Kan tidak. Jadi melihat dari kedua sisi firman itu juga penting untuk bisa memahami fakta dan maksud didalamnya.

Maaf izin ikut memberikan pendapat…

Kalo menurut saya kalian ‘mungkin’ kalian telah salah dalam memahami ajaran/pesan yang telah disampaikan oleh Yesus… kalo mau dikaji dengan teliti sebenarnya pesan yang ingin disampaikan oleh Yesus adalah bukan tentang makanan tetapi tentang kemunafikan orang orang Yahudi…
Maksudnya adalah orang Yahudi sangat taat pada adat istiadat nenek moyang mereka tetapi tidak mau taat kepada perintah Allah dan selalu memutarbalikkan ajaran Allah dengan sengaja… karena hati mereka telah dipenuhi dengan dengki dan iri hati…

Dan sayangnya karena kesalahan pemahaman atas ajaran/pesan Yesus tersebut juga yang akhirnya membuat kalian kemudian menghalalkan ‘Babi” untuk dimakan… padahal Allah secara tegas telah mengharamkan Babi untuk kalian…

Lalu apa bedanya kalian dengan orang-orang Yahudi diatas yang telah merubah hukum Allah dengan sengaja…?

Salam,

10:10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.
10:11 Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.
10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.
10:13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: “Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!”
10:14 Tetapi Petrus menjawab: “Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.”
10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”
10:16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.

sayangnya tentang ‘Babi’, Allah telah mengharamkannya… dan apa yang dinyatakan haram oleh Allah, tidak boleh dinyatakan Halal…

Im 11:7 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.

Ul. 14:8 Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.

salam,

Baca lagi pada ayat yang sudah disampaikan di atas, atau saya ulang lagi :

10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.
10:13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: “Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!”
10:14 Tetapi Petrus menjawab: “Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.”
10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: “Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.”
10:16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.

Adalah perintah Tuhan sendiri. Dan perintahNya jelas, Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.

Jangan suka melanggar perintah Tuhan lah.

@konse
Anda mungkin tidak mengerti atau yang lain, akan tetapi apa yang digambarkan oleh perilaku orang yahudi adalah penggambaran manusia secara umum. Semua manusia seperti itu, itu fakta. Pengajaran Yesus tiidak hanya bagi yahudi, karena Yesus sendiri menyatakan bahwa keselamatan datang dari yahudi, yang atinya dimulai dari yahudi bagi seluruh manusia. Ini harus anda mau pahami. Apa baiknya orang lain dari yahudi? Gak ada. Semua manusia sama. Kalau yahudi saja yang mendapat perhatian khusus dari Tuhan bisa melanggar, apalagi yang lain… Jadi firman itu untuk semua. Demikian pula tentang babi, akan tetapi hal jasmani adalah sebuah penggambaran, sedangkan sunat yang adalah perjanjian Elohim dan manusia saja bisa menjadi sebuah tradisi, apalagi hanya sekedar makanan belaka, itu sudah diubah. Mungkin anda tidak tahu, pelarangan babi dilakukan saat jaman musa ketika detail hukum taurat diberikan, tetapi jaman nuh, semua itu tidak dinyatakan haram. Jadi sebenarnya itu adalah sebuah pengajaran akan ketaatan diatas detailnya. Ketaatan diajarkan dengan memberika banyak peraturan tertulis, setelah manusia mengerti arti ketaatan maka semua aturan awal yang bukan merupakan inti masih dapat berubah. Ilustrasinya seperti ini. Matetika diajarkan disekolah dasar 1+1=2, tetapi setelah dasar dipahami dengan baik, maka ada pengembangan dari inti itu, misal didalam ilmu ekonomi, 1+1=1000 karena satu produk dditambah satu produk hasilnya adalah keuntungan sekian rupiah. Atau didalam ilmu kimia, satu atom oksigen ditambah dengan dua atom hidrogen adalah satu molekul air. Hal ini sangat logik dan sangat faktual. Ini harus anda pahami dengan pemikiran yang terbuka dan memakai logika yang benar.

Shalom.

@ jonathan

maaf tapi saya kuranng paham maksud anda… yang jelas tentang Babi, Allah telah mengharamkannya dan anda tidak boleh menghalalkannya dengan alasan apapun… ini bukan sekedar hanya makanan tapi adalah perintah yang harus ditaati…

salam…

Anda benar tapi yang harus dipahami dari ayat tersebut adalah pelbagai jenis binatang berkaki empat yang dinyatakan halal… nah sayangnya Babi adalah jenis binatang berkaki empat yang dinyatakan haram…

Ibaratnya seperti kalo ada pengumuman penerimaan mahassiwa baru yang berbunyi demikian :

‘Kepada seluruh calon mahasiswa yang dinyatakan lulus agar segera mendaftar kembali…’

Kata seluruh diatas tidak berarti seluruh calon mahasiswa (mau yang lulus atau tidak)… tapi hanya calon mahasiswa yang dinyatakan lulus saja…

Ingat yang halal tidak boleh dijadikan haram dan yang haram tidak boleh dinyatakan halal… jika tidak anda akan disebut Yesus seperti yang ada pada ayat Matius 15:7…

Berpikirlah…

Lukas 16:16
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Begitu saja kok repot :slight_smile:

Salam

Mas konse, kalau tertulis itu binatang halal, petrus tentu mau makan, jadi nga bilang saya tidak pernah makan makanan haram, piye toh, baru belajar membaca yah, atau sengaja memperlihatkan ke goubl*kan anda ?

@BR

Saya sependapat dengan anda, bahwa penanya memang masih harus belajar membaca dengan benar.

Syalom

Tks Bro Jonathan l.y utk sharingnya, saya lebih senang memakai istilah karena efeknya bagi tubuh utk istilah “efek keluarnya”, krn sejak masuk kedlm tubuh zat2 itu akan menimbulkan reaksi yg merugikan tubuh (merusak bag2 tubuh spt otak & ginjal), shg kemudian memicu timbulnya tindakan2 yg tdk terkontrol.

Tks sdh memperkaya apa yg sedang kita bahas, GBU

Selamat bergabung dlm diskusi ini bro konse aneh,
memang ada terkait dgn adat istiadat Yahudi, spt terlihat dr ayat ini Matius 15:2 “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”
bagi org Yahudi adat istiadat utk membasuh tangan sebelum makan merupakan keharusan, sebab apabila tdk dilakukan maka makanan yg dimakan akan menjadi najis/haram.
Jadi ayat2 yg sdg kita bahas ini memang tt makanan, bukan hanya adat istiadatnya saja, makanan & membasuh tangan merupakan satu kesatuan (menurut istiadat Yahudi).

Rupanya bro yg satu ini senangnya lari2 dr topik yg sedang dibahas utk dpt menyalahkan org lain, padahal gak sesuai konteks bro. Kalau bro konse aneh mau membahs tt makanan lain semisal babi, lebih baik membuka thread baru spy pembahasan tdk menjadi rancu dan lari dari topik semula.

untuk teman2 yg lain sebaiknya kita tdk terpancing oleh isu2 baru yg coba dilemparkan supaya pembahasan gak terlalu melebar kemana2 dan akhirnya menjadi bias/gak jelas.
Tks, GBU

Judul topic adalah Halal & Haram, jadi selama masih berhubungan dengan halal & haram, termasuk babi tentunya, biarkan saja. Tetapi kalau sudah ke urusan yang di luar Halal & Haram sebaiknya tidak pelu dijawab.

Syalom

darah / marus di bahas lagi dong… krn darah juga disarankan supaya dijauhi (dalam PB) hehe…

lagian alasannya juga cukup kuat karena ==> Nyawa mahluk hidup ada dalam darahnya (imamat, ulangan)

bagaimana… bagaimana?