ham & kesetaraan gender adalah musuh Kebenaran

Menjadi sama seperti ALLAAH dengan hak azasi manusia

Muhammad Tamim Pardede
0813 832 832 34 0817 0856282 [email protected]

Benih dasar pembangunan ham mulai terbentuk menjadi suatu konstitusi ketika masa raja lackland (1199-1216) saat itu para bangsawan inggris menciptakan magna charta (1215) yang darinya muncul pula system common law,the gret charter of liberties (1297),petition of rights (1628),hobbes cappus act (1647), bill of rights (1689).
Berkembanglah lagi sesuai dengan wadah dan terobosan mutakhir hingga revolusi 1776 jhon locke menyusun hak hidup,kemerdekaan,milik. Kemudian revolusi prancis 17 juli 1889 assemble nationale melahirkan declaration des droit del home et du citoyen dengan tujuan kemerdekaan, kesamarataan, persaudaraan. Hal yang paling mendasar dalam ham ini adalah….bahwasanya ham tidak tergantung pada keyakinan terhadap ALLAAH,agama filosofi, melainkan tergantung dari sejauh mana komitmen mengenai apa yang dibutuhkan untuk menciptakan dunia yang beradab….juga merupakan hak ‘moral’ yang dimiliki bersama oleh setiap orang, hanya karena dia manusia…disinilah dapat ditemui bahwasanya ide ham dikembangkan oleh orang-orang yahudi dari dulu sebagaimana termaktub dalam protocol zion ke 1. Sebenarnya ham sudah ada dalam bible namun ham yang dimaksud itu tidak lain adalah bentuk daripada hukuman atas pelanggaran terhadap Kebenaran (lihat kejadian 23 :1-11), bukan seperti ham sat ini yang lebih menitik beratkan pada faham kebebasan,kemerdekaan,demokrasi dll. Dalam protocol zion ayat 1 disebutkan :
Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal dengan istilah ‘demokrasi’, ). Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik dengannya padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan perorangan yang sesungguhnya. Orang-orang non-yahudi yang dianggap sebagai orang pandai dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkannya itu; demikian pula mereka tidak melihat pertentangan yang terkandung di dalamnya, dan tidak pula menyadari bahkan dialam bebas tidak terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apapun juga. Inilah isu Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen. Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan. Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup diatas planet bumi ini.
Zionis itu memang benar, bahwasanya peminat falsafah yang menjunjung ham termasuk demokrasi sebenarnya dalam keadaan terbutakan oleh kegelapan yang mereka tidak sadari ham itulah yang telah menghancurkan keberadaban itu sendiri, sebagaimana orang yahudi yang melaksanakan ham dengan bebas berkawin campur dengan wanita diluar yahudi……:
Maka berbicaralah sekhanya bin yehiel, dari bani elam, katanya kepada ezra: "Kami telah melakukan perbuatan tidak setia terhadap ALLAAH kita, oleh karena kami telah memperisteri perempuan asing dari antara penduduk negeri. Namun demikian sekarang juga masih ada harapan bagi Israel. Marilah kita sekarang mengikat perjanjian dengan ALLAAH kita, bahwa kita akan mengusir semua perempuan itu dengan anak-anak yang dilahirkan mereka, menurut nasihat tuan dan orang-orang yang gemetar karena perintah ALLAAH kita. Dan biarlah orang bertindak menurut hukum Taurat. ( ezra 10 :2-3)

Perhatikanlah……apakah salah menikahi wanita asing???namun karena itu sudah merupakan trademark hukum, maka pelanggaran terhadapnya akan membuahkan bencana. Sebaik baik Hukum adalah Hukum ALLAAH, kembali kepada Taurat, Zabur, Injil & al Qur’an. Tidak ada persamaan, atau kemerdekan, atau kebebasan. Karena hak sama, merdeka & bebas hanya milik ALLAAH semata, atau paling minim kemerdekaan itu adalah merdeka dalam mematuhi Perintah atau Hukum ALLAAH sesuai dengan keyakinan masing masing. Sebagaimana dijelaskan sebagai berikut :
“Hukum itu hanyalah kepunyaan ALLAAH. DiIA telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain DIA.” (QS. Yusuf: 40)
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan ALLAAH.” (QS Al Maidah: 49)
“berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri diatas jalan orang berdosa, yang tidak duduk didalam kumpulan pencemooh, yang kesukaannya adalah Taurat, dan merenungkan Taurat itu siang dan malam” ( Mazmur 1:1-2)
"percayalah kepada tuhan dengan segenap hatimu, jangan kamu bersandar pada pengertianmu sendiri ( amsal 3:5)
“percuma mereka beribadah kepadaKU sebab yang mereka lakukan hanyalah perintah orang”(Matius 15:9)
Sebab siapa saja yang memerdekakan dirinya dari kewajiban berhukum dengan Hukum ALLAAH atau bahkan membuat hukum sendiri, maka dia telah memposisikan dirinya menyamai ALLAAH dan itu adalah kemusyrikan.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa
syirik, dan Dia mengampuni dosa selain (syirik) itu bagi siapa yang
dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah
berbuat dosa yang besar” (QS. An Nisaa’ : 48)
Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahuLLAAH mengatakan,
"Setiap negara yang tidak berhukum dengan syari’at ALLAAH dan tidak tunduk kepada hukum ALLAAH serta tidak ridla dengannya, maka itu adalah negara jahiliyah, kafirah, dhalimah, fasiqah dengan penegasan ayat-ayat muhkamat ini. Wajib atas pemeluk Islam untuk membenci dan memusuhinya karena ALLAAH dan haram atas mereka mencintainnya dan loyal kepadanya sampai beriman kepada ALLAAH saja dan menjadikan syari’atnya sebagai rujukan hukum dan ridla dengannya.”[ Naqdul Qaumiyyah Al Arabiyyah yang dicetak dengan Majmu Fatawa wa Maqaalaat Mutanawi’ah I/309-310.]
Senarnya ham adalah biang kemusyrikan, petaka yang menjadikan ALLAAH kurka, yang menerapkannya akan mendapat bencana yang berkesinambungan……siapa mau ???

Salah satu produka ham yang telah merusak wanita adalah kesetaraan gender. Agama manapun tidak mengajarkan kerendahan akhlak wanita dan pria lalu kemudian dijadikan tontonan atau hiburan dengan alan kesetaraan gender. Mempertontonkan kebodohan sendiri atau merasa terhibur atas keburukan sendiri. Kitab-Kitab suci agama telah menjelaskan bagaimana menjadi Pria & Wanita yang bernorma, sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:
Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat. (I korintus 14: 34-35)
Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa. Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan. ( 1 timotius 8-15)
isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-nya baginya untuk menguduskannya, sesudah ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti kristus terhadap jemaat, (efesus 5 : 22-29)
Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki. Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki. Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat. Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah. Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung? tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung. Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian. ( 1 korintus 11: 2-16)
MD.III.56:
Yatra naryastu pujyante, ramante tatra devatah, yatraitastu na pujyante, sarvastatraphalah kriyah.
Di mana wanita dihormati, di sanalah pada Dewa-Dewa merasa senang, tetapi di mana mereka tidak dihormati, tidak ada upacara suci apapun yang akan berpahala
MD.III. 57 :
Socanti jamayo yatra, vinasyatyacu tatkulam, na socanti tu yatraita, vardhate taddhi sarvada.
Di mana wanita hidup dalam kesedihan, keluarga itu akan cepat hancur, tetapi di mana wanita tidak menderita, keluarga itu akan selalu bahagia.
Dan sloka MD.III. 58:
Jamayo yani gehani, capantya patri pujitah, tani krtyahataneva, vinasyanti samantarah.

Rumah di mana wanitanya tidak dihormati sewajarnya, mengucapkan kata-kata kutukan, keluarga itu akan hancur seluruh nya seolah-olah dihancurkan oleh kekuatan gaib

Dalam Mahaparinibbana Sutta terdapat percakapan yang sangat singkat antara Sang Buddha dan Ananda yang mengungkapkan sikap para bhikkhu terhadap kaum wanita. Percakapan ini muncul tiba-tiba tanpa ada hubungan dengan narasi yang mendahului atau mengikutinya, ditempatkan setelah daftar empat tempat suci yang harus dikunjungi oleh para pengikut yang berkeyakinan.
Ananda meminta nasehat dari Sang Buddha:

“Bagaimana kami bersikap, Yang Mulia, berkenaan dengan kaum wanita?”
“Jangan melihat mereka, Ananda.”
“Tetapi jika kami harus melihat mereka, apakah yang harus kami lakukan?”
“Jangan berbicara [dengan mereka], Ananda.”
“Tetapi jika mereka harus berbicara dengan kami, Yang Mulia, apakah yang harus kami lakukan?”
“Tetaplah waspada, Ananda.” (D. Ii, 141)

Ucapan sang Budha ini sangat menyerupai ucapan yahushua hamasiah didalam bible sebagai berikut :

“ Kamu telah mendengar firman “jangan berzinah” tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang wanita serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia dalam hatinya ( Matius 5:27-28)

Itu adalah sikap yang harus dikembangkan dalam menanggapi objek-objek visual dan pendengaran dikemukakan dalam Indriyabhavana Sutta dari Majjhima Nikaya. Di sini Sang Buddha bertanya kepada Uttara, pemuda brahmana, bagaimana gurunya, Parasariya, melatih para muridnya dalam hal pengembangan pancaindera. Menjawab pertanyaan Sang Buddha, pemuda itu berkata bahwa Parasariya mengajarkan para muridnya untuk mengembangkan pancaindera mereka dengan tidak melihat bentuk-bentuk material melalui mata dan dengan tidak mendengarkan suara-suara melalui telinga. Kemudian Sang Buddha berkata, “Jika demikian halnya, menurut Parasariya, karena tidak melihat dan tidak mendengar, orang tuli dan orang buta pasti memiliki pancaindera yang telah dikembangkan!” Sang Buddha lalu menjelaskan metode pelatihan Buddhis yang berkenaan dengan pancaindera, dengan mengatakan bahwa penilaian yang kritis atas objek-objek indera dan mempertahankan keseimbangan [batin] merupakan metode di mana pengembangan pancaindera yang tiada bandingnya dapat dicapai (M. iii, 298 ff). Dalam Samannaphala Sutta juga Sang Buddha mengatakan kepada Raja Ajatasattu, dengan menjelaskan sikap seorang bhikkhu terhadap objek visual sebagai berikut: “Ketika, O Raja, ia melihat sebuah objek dengan matanya, ia tidak terpesona olehnya yang dapat memberi kesempatan bagi keadaan yang buruk, ketamakan, dan kekesalan yang mengalir dalam dirinya, jika ia berdiam tanpa terkendali indera penglihatannya. Ia terus mengamati indera penglihatannya dan ia dengan demikian mencapai penguasaan atas indera penglihatannya.” (D. I, 70 dan juga D. iii, 225, S. iv, 104, A. I, 113)

Hal yang menyebabkan kerusakan demi kerusakan dinegeri ini adalah ketika pemerintah negeri ini dan rakyatnya sendiri menolak untuk berHukum sesuai dengan agamanya masing-masing, maka tak heran orang orang bodoh akan selalu mengutamakan ham diatas Hukum ALLAAH

sumber?

sumbernya sdh ku sebutkan langsung diatas, dari kitab2 mana sdh kujelaskan kan ???