HANYA ADA SATU PENGANTARA ADA BANYAK PERANTARA

Adam dan Hawa telah membuat manusia terusir dari Firdaus ( Kejadian 3:23 ) sehingga manusia tidak lagi bisa kembali kedlam firdaus. Oleh karena itu untuk kembali bersatu denga Allah manusia memang butuh pengantara yaitu Kristus! Dan Kristus oleh pengorbanan-Nya disalib dapat mengundang kita kembali seperti yang Ia firmankan "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus (Lukas 43:23). Dosa lah yang memisahkan manusia dengan Allah, oleh karena itu yang bisa memulihkan hubungan yang terputus ini hanyalah Allah, sebab tidak ada manusia yang mampu menggapai Allah, sebaliknya hanya Allah yang mampu menjangkau manusia.

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus (1Tim 2:5)

Melalui darah-Nya yang tertumpah di salib, Ia telah “melenyapkan perseteruan di dalam diri-Nya” (Ef 2:16)

Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu. (Gal 3:20)

Dalam hal PENEBUSA DOSA kita Hanya mengakui SATU PENGANTARA yaitu KRISTUS YESUS dan hanya oleh TUBUHNYA kita semua telah ditebus. “….Di kayu salib Kristus menanggung seluruh beban kejahatan. Ia “menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29), yang adalah sebab bagi penyakit. Oleh sengsara dan wafat-Nya di kayu salib, Kristus memberi arti baru kepada penderitaan: Ia dapat membuat kita menyerupai-Nya dan dapat menyatukan kita dengan sengsara-Nya yang menyelamatkan.“


PENGANTARA VS PERANTARA
ALKITAB MEMBEDAKAN SEKALI ANTARA PENGATARA DAN PERANTARA.

Meski keduanya berarti sama namun pengertian PENGANTARA itu bersifat ekskulsif hanya ditujukan kepada YESUS seperti kedua ayat dibawah ini:

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus (1Tim 2:5)
[i]

Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu. (Gal 3:20)

Hanya dua ayat tersebut di dalam ALKITAB yang menulis kata PENGANTARA ini untuk menunjukkan Eksklussfitas ayat tersebut yang hanya ditujukan kepada YESUS KRISTUS. Silahkan cari di Alkitab ayat lain yang menulsi tentang kata PENGANTARA selain kedua ayat diatas!

Sebaliknya banyak ditemukan kata PERANTARA dalam Alkitab seperti contoh ayat2 dibawah ini:

Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi .(Mal 1:1)

Firman yang disampaikan TUHAN dengan perantaraan nabi Yeremia mengenai Babel , mengenai negeri orang-orang Kasdim:(Yer 50:1)

Berkeraslah hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi–seperti yang telah difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa.(Kel 9:35)

Maka datanglah Firman Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: (Hag 1:3)

Sejak dulu TUHAN bekerja dengan ikut MELIBATKAN MANUSIA atau orang-orang pilihannya sebagai PERANTARA. Itulah cara kerja TUHAN sejak masa Perjanjian Lama. TUHAN tidak membutuhkan perantara tetapi manusia selalu butuh perantara, karena itu TUHAN menyediakan perantara bagi manusia yaitu orang-orang pilihan-Nya yaitu para NABI dan orang-orang Kudus.

Jadi dalam hal penebusan hanya ada satu PENGANTARA kepada Bapa, dan hal ini tidak bisa digantikan oleh siapapun. Tetapi dalam hal permohonan doa, kita bisa meminta para kudus di Surga.

Banyak orang menganggap bahwa para orang kudus (Santa/ Santo) yang sudah meninggal sudah tidak ada hubungannya dengan orang- orang yang masih hidup di dunia, karena mereka sudah “mati”, tidak bernafas. Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci mengajarkan bahwa para kudus yang sudah meninggal itu tidak mati, melainkan tetap hidup. Sebab yang mati hanya tubuhnya, tetapi jiwa orang- orang kudus tersebut tetap hidup bersama Tuhan, karena itulah yang dijanjikan oleh Kristus sendiri, khususnya dalam Yoh 11:25, Rom 8:11, Yoh 3: 16; Yoh 6:58 maupun Yoh 8:51. Maka “mati” di sini artinya bukan tidak bernafas, melainkan tidak hidup lagi di dunia. Dalam perikop Roti Hidup di Injil Yohanes, disebutkan bahwa orang-orang beriman yang di Surga tetap adalah orang-orang kudus yang hidup, karena Kristus, Sang Roti Hidup, telah memberi kehidupan kekal kepada mereka (lih. Yoh 6:54).

Maka memohon dukungan doa dari para orang kudus berbeda dengan pemanggilan arwah orang mati yang dikecam di kitab Perjanjian Lama, yang bertujuan untuk meminta informasi ilahi dari jiwa- jiwa yang sudah meninggal. Pada saat Saul memohon kepada arwah Samuel (1 Sam 28), ia tidak memohon agar Samuel mendoakan dia -sebab jika demikian itu baik dan tidak dilarang- tetapi ia mencari informasi tentang hasil pertempuran yang akan terjadi, jadi semacam ramalan. Inilah yang dilarang Allah. Karena dengan ingin mengetahui ramalan, sebenarnya seseorang tidak lagi menghormati Allah Sang Penyelenggara Ilahi yang mengetahui segala sesuatu dan bahwa Allah menghendaki segala yang terbaik bagi umat-Nya.

Selanjutnya, karena kita percaya bahwa kematian akan membawa kita kepada kehidupan bersama Kristus, di mana kita akan melihat Dia dalam keadaan yang sesungguhnya dan menjadi serupa dengan-Nya (lih. 1 Yoh 3:2), maka kita percaya, bahwa di Surga para kudus juga telah menjadi serupa dengan Kristus. Sebagai anggota Tubuh Kristus yang telah berjaya di Surga, para orang kudus itu akan melakukan juga apa yang dilakukan oleh Kristus Sang Kepala, yaitu mendoakan orang-orang lain yang masih berziarah di dunia (lih. Why 5:8; Why 8:3-4). Doa- doa para kudus ini sangat besar kuasanya karena mereka sudah dibenarkan oleh Kristus (lih. Yak 5:16). Para orang kudus itu bukan saingan Kristus, melainkan rekan sekerja Kristus (1 Kor 3:9). Dengan demikian, mereka juga adalah sahabat-sahabat kita, karena kita diikat oleh kasih Kristus menjadi satu Tubuh. Dalam satu kesatuan Tubuh Kristus ini, kita percaya bahwa “tidak ada suatu kuasa-pun yang mampu memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada di dalam Kristus Yesus Tuhan kita.” (Rom 8:38-39). Oleh karena itu, kita dapat memohon agar mereka mendoakan kita yang masih berziarah di dunia ini, sama seperti kita memohon dukungan doa dari sesama umat beriman yang masih hidup di dunia ini.

Karena itu JIKA non-Katolik mengatakan hanya ada satu PERANTARA kepada Allah Bapa maka Katolik menolak sebab ada banyak perantara kepada Yesus dan Bapa di Surga. Orang-orang kudus bisa menjadi PERANTARA. Tetapi sebaliknya jika non-Katolik mengatakan hanya ada satu PENGANTARA kepada Allah Bapa, maka Katolik akan sepakat sebab pengertian PENGANTARA ini tidak bisa dilepaskan dari PENGERTIAN PENEBUSAN DOSA MELALUI YESUS KRISTUS.

[b]Karena itu JIKA non-Katolik mengatakan hanya ada satu PERANTARA kepada Allah Bapa maka Katolik menolak sebab ada banyak perantara kepada Yesus dan Bapa di Surga. Orang-orang kudus bisa menjadi PERANTARA. Tetapi sebaliknya jika non-Katolik mengatakan hanya ada satu PENGANTARA kepada Allah Bapa, maka Katolik akan sepakat sebab pengertian PENGANTARA ini tidak bisa dilepaskan dari PENGERTIAN PENEBUSAN DOSA MELALUI YESUS KRISTUS.[/b]

Mengertikah mereka? TIDAK.
Pahamkah mereka? TIDAK.

Karena percayalah, akan muncul reply yang berkata : Berdoa kepada roh orang mati adalah salah, dsb. Bahwa hanya satu perantara yakni Jesus Kristus, bukan para Kudus dan bukan pula Maria.
Karena pada dasarnya mereka TIDAK MEMBACA penjelasan, tidak mengerti, bahkan tidak mau mendengar penjelasan. Selain mengumbar kebodohan mereka sendiri.

Biarkan saja mereka bodoh terus, bro.
Tidak ada yang rugi selain mereka sendiri.

Thx bro, setidaknya kita sudah menjelaskan pengertian PENGATARA tidak bisa diambil atau disamakan dengan pengertian PERANTARA yang selama ini disangka-kan oleh non-Katolik.

Salam Kasih

Perantara dan Pengantara itu sama. Dari mana kok bisa dibilang beda???

Yesus satu-satunya perantara antara BAPA dan manusia. Perantara dalam hal apa?
Ada banyak perantara antara manusia dengan YHWH, tetapi juga dalam hal apa?

Para santo dan santa adalah perantara dalam hal doa syafaat kepada BAPA, bukan menggantikan Yesus sebagai perantara perdamaian antara manusia dengan BAPA.

Makelar juga dapat disemakan dengan perantara dalam dunia bisnis, tetapi apakah mereka memerantarai segala hal? Bertemu pejabat tinggi sulit, lewat ajudan sebagai perantara, tetapi apakah kita bisa meminta ajudan itu memerantarai kita soal jual beli rumah dengan tetangga sebelah rumah kita?

Jangan sesat, semua orang pilihanNya adalah hamba-hambaNya yang artinya juga menjadi perantara bagi sesama kita kepada Allah. Kita juga perantara, tetapi kita punya batas-batas tugas yang dipercayakan kepada kita.

Ref: http://kbbi.web.id/antara

hmm…

TIDAK ada perantara itu yang tepat. Semua boleh langsung kepada BAPA, sebab YESUS telah membuka jalannya.

YESUS itu bukan perantara, akan tetapi JALAN KEBENARAN dan HIDUP. HANYA 1 JALAN yaitu melalui YESUS.

Tidak ada perantara. Kalau ada orang yang masih menggunakan perantara itu disebabkan karena mereka masih menggunakan imammat lewi yang menggunakan perantara imam besar.

Berbahagialah kalian semua sebab tidak ada CALO, PERANTARA atau JOKI untuk ke SORGA. Sebab JALANNYA sudah terbuka dan hanya 1 JALAN yaitu YESUS.

1 Yohanes 2:1
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

1 Timotius 2:5
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.

Menghilangkan Yesus dalam hubungan kita dengan BAPA akan membawa kita kepada kebinasaan. Benar kita tidak hidup dalam imammat Lewi, tetapi kita hidup dalam imammat Kristus. Kita memiliki Imam Besar Agung, yaitu Yesus yang juga bertugas sama seperti imam besar dalam hukum Musa.

Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus, yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya. (Ibrani 3:1-2)

Musa setia dengan segenap aturan dalam Kemah Suci, demikian Yesus juga menjalankan tugas-tugas Imam Besar Agung menjadi perantara antara manusia dengan Allah, seperti yang telah ditetapkan BAPA. Ia masuk dengan membawa darahNya sendiri, bukan darah bintang, Ia mengadakan pendamaian juga dengan korban diriNya sendiri, bukan binatang, sebab immamat Lewi hanyalah bayangan dan wujudnya adalah Yesus, sebagai Imam Besar Agung, pengantara antara Allah dan manusia.

Jadi tidak benar tidak ada ada pengantara antara kita dengan Bapa. Tidak benar bahwa semua bisa langsung kepada BAPA. Selama kita mengenakan tubuh daging ini, selama itu juga Yesus menjadi pengatara antara manusia dengan Allah. Kita tidak dapat masuk dalam hadirat YHWH dengan kebenaran kita sendiri.

Saya penasaran dengan pribadi2 yang “against” terhadap Katolik…

Saya menganggap pribadi2 ini terlalu membabi buta seolah menuduh dan mengkontraskan hal yang sama sekali belum setara. Khususnya untuk thread ini.

Ada perintah untuk menghormati mereka yang BEKERJA KERAS DIATARA JEMAAT YANG MEMIMPIN DI DALAM TUHAN. DAN JUGA SUNGGUH2 MENJUNJUNG MEREKA…

1 tes 5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;
5:13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

Mereka menyebut kepada mereka para Kudus, sebab mereka telah bekerja bagi Allah dan menjunjung apa yang para pemimpin mereka telah lakukan.

bukankah dengan menuduh itu , malah anda mencoreng isi Alkitab? bahwa kamu dengan yang lain tidak hidup dalam damai?

mengapa membenarkan yang satu yang belum tentu kebenarannya dan malah melanggar yang satunya?

Atau bolehkah tiap2 kita untuk mencermati ayat dibawah ini?

[i]1 Kor 4:8 Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu.
4:9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
4:10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;
4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
4:14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

[/i]Jangan anda langsung mengkontraskan, dan mencari permasalahan yang seolah dilebihkan, padahal belum tentu sperti itu persisnya…

Alkitab juga menyebutkan beribu2 pendidik dalam Kristus, namun yang telah menjadi teladanmu yang harus dijunjung dan yang harus dihormati, ia pantas disebut bapa didalam Kristus…

Tetapi apa kata GRK (Gereja Roma katolik):

“God has committed to her the treasury of all good things, in order that everyone may know that through her are obtained every hope, every grace, and all salvation. For this is his will, that we obtain everything through Mary.” (Pius IX: Encycl., Ubi primum, February 2, 1849.) — [p. 12, number 12]

Jadi kalau demikian anda menolak ajaran Roma Katolik diatas dong ???

Mosok segala sesuatu termasuk keselamatan harus lewat maria model katolik tidak langsung kepada Yesus ???

Anda harus belajar lagi apa bedanya antara menghormati dengan menyembah manusia biasa ataupun Malaikat !

Gereja menghormati Petrus dan Malaikat tetapi mereka menolak untuk disembah.

Hanya kepada Tuhan saja kita berdoa dan bersembah.

Sekedar repost, untuk memperlihatkan, bahwa apa yang tertulis di atas itu sudah ‘dinubuatkan’, he he he he

Mengertikah mereka? TIDAK. Pahamkah mereka? TIDAK.

Karena percayalah, akan muncul reply yang berkata : Berdoa kepada roh orang mati adalah salah, dsb. Bahwa hanya satu perantara yakni Jesus Kristus, bukan para Kudus dan bukan pula Maria.
Karena pada dasarnya mereka TIDAK MEMBACA penjelasan, tidak mengerti, bahkan tidak mau mendengar penjelasan. Selain mengumbar kebodohan mereka sendiri.

Biarkan saja mereka bodoh terus, bro.
Tidak ada yang rugi selain mereka sendiri.

Pengantara bersifat eksklusif yang dimengerti sebagai penebusan yang dilakakukan oleh Yesus. Dalam hal ini hanya satu PENGANTARA yaitu Yesus Kristus. Silahkan cek di Alkitab adakah kata PENGANTARA disandingkan kepada oknum selain Yesus? Hal ini utuk menunjukkan eksklusifitas bahwa Pengantara kita hanya ada satu, menurut sabda Rasul: “Sebab Allah itu esa, dan esa pula pengantara antara Allah dan manusia, yakni manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua orang” (1Tim 2:5-6).

Baca kembali 1Tim 2:5-6 Yesus selalu dikatakan PENGANTARA. Pengantaraan ini terbatas/eksklusif hanya melalui Yesus, Ini untuk membedakannya dengan PERANTARA yang melibatkan anggota-anggota Tubuh-Nya yang lain, yaitu para kudus-Nya, dan secara khusus adalah Bunda Maria.

Yang pasti bukan dalam hal tebus dosa. Namun dalam hal lain, untuk dibaptis anda butuh perantara pendeta anda untuk membaptis anda. Untuk doa anda bisa memohon sokongan doa melalui engkong anda. Dalam Gereja Katolik, untuk mohon sokongan doa kita dapat memohonkannya juga melalui para kudus. Namun pengantaraan dari para kudus tersebut hunnya mungkin terjadi karena Pengantaraan Kristus, jadi memang tidak pernah terlepas dari Kristus sang Kepala (lih. 1 Kor 12).

Dalam pengertian Katolik jika kita berdoa dengan melibatkan para kudus dan Bunda Maria. Kita berdoa memohon agar mereka mendoakan kita, sama seperti kita memohon kepada Pastor atau Pendeta mendoakan kita. Pada akhirnya, yang mengabulkan doa kita hanya Tuhan saja. Namun besarlah peran mereka (para kudus) tersebut, karena mereka orang-orang yang telah dibenarkan Allah dan telah bersatu dengan Allah di surga.

Analogi yang tidak tepat antara perantaraan para santo dan makelar. Para santo adalah orang2 yang sudah dikuduskan TUHAN dan berada bersama-Nya didalam kemuliaan di Surga. Mereka ikut mendapatkan bagian di dalam karya Allah karena mereka adalah anggota-anggota tubuh kristus juga. Jika pada saat di dunia mereka begitu peduli akan sesama, terlebih lagi ketika mereka telah berada di surga bersama Allah, mereka dapat berbuat lebih jauh demi kita yang masih berziarah di dunia ini. Mereka bisa menjadi penolong kita karena kita bersama mereka telah diikat menjadi satu oleh darah Kristus. Karena itu mereka di Surga tidak hidup untuk dirinya sendiri dan memuaskan diri sendiri, mereka tidak tinggal menikmati hidup abadi di surga secara egois, sementara Allah dan para Malaikatnya terus bekerja bagi dunia. Mereka juga terus belerja dengan ikut memanjatkan doa-doa kepada Bapa atas nama kita. Pada akhirnya, yang mengabulkan doa kita hanya Tuhan saja.

Jangan mengutuk orang lain sesat! Sebab yg berhak mengatakan saya sesat bukan anda melainkan TUHAN. Kecuali jika anda merasa diri anda adalah TUHAN.

Betul Allah selalu bekerja bersama orang2 pilihan-Nya. Baik itu yg masih berada di dunia ini, maupun yang telah berada bersamanya di Surga. Jika yg di dunia ini memang masih dibatasi oleh ruang, dibatasi oleh waktu. Tetapi tidak demikian dengan para penghuni surga, mereka tidak terbatas. Namun bantuan yg mereka berikan kepada kita sifatnya hanya bantuan karena pada akhirnya semua TUHAN lah yang menentukannya.

Dan tidak bth waktu lama untuk digenapi.

Pengertian PENGANTARA terbatas/eksklusif hanya melalui Yesus, Ini untuk membedakannya dengan PERANTARA yang melibatkan anggota-anggota Tubuh-Nya yang lain, yaitu para kudus-Nya, dan secara khusus adalah Bunda Maria.

[i]Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.(1 Timotius 2:5)

Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (1 Yohanes 2:1)[/i]

Untuk menjadi Kristen anda dibaptis oleh siapa? Apakah oleh Yesus langsung atau melalui perantara pendeta anda?

kamu mau ngomong apa, jadi maksudmu seharusnya MEREKA DISEMBAH kalau bukan di hormati, begitu?

Berdoa bersama para Kudus.

Para Kudus tidak mati, contohnya Musa yang telah dikuburkan.

tapi bila anda mengklaim itu hanya permasalahan pribadi tiap2 individu, itu bisa diterima, TAPI BILA ALKITAB YANG MENYURUHNYA.. NONSENSE..
Alkitab tidak bisa menyuruh, yang menyuruh manusia, setelah menafsirkan Alkitab.
jika anda mengklaim banyak pengantara untuk sampai kepada Kristus, Para rasul pun mengakuinya.. namun bila anda mengklaim banyak pengantara untuk bisa sampai kepada Allah, itu salah besar. Sebab benar hanya satu jalan yaitu Kristus.
Dan Kristus lahir ke dunia hanya lewat satu jalan, yaitu Maria.

Salam

Ada tertulis, “kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwa ragamu.”

Tahukah kamu bahwa saya pernah mengatakan kepada cewek saya bahwa saya mengasihinya dengan sengenap jiwa ragaku, melebihi segala sesuatu?

Let me tell you something, saya tidak pernah menjadikan cewek saya Tuhan dan menyembah cewek saya!

Salam

coba sebutkan ayatnya yang maksudnya persis yang kamu sampaikan…

itu saya katakan bahwa itu “keinginan pribadi” yah memasukkan keinginan pribadi aja agar dengan tujuan kusyuk dalam berdoa atau lebih dekat dengan Tuhan jika bersama dengan para kudus…

yah tidak jadi masalah…

Yak 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

yah tidak jadi masalah..
Baiklah.

Salam

sebenarnya ini ada permasalahan bahasa, dan perbedaan perantara dan pengantara itu tidak menjadi masalah sesungguhnya
Kalo mau dibilang demikian, Yesus sendiri pernah menolak dikatakan sebagai pengantara
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?” - Lukas 12:14
karena konteks nya dalam masalah hukum warisan

Saya lebih setuju dengan pendapat ini,

Ada konteks penyebutan pengantara tersebut, kenapa ada kata perantara dan pengantara? apakah itu sesuatu yg berbeda? imbuhan pe-an dan peng-an dapat dipelajari disini:
http://id.wiktionary.org/wiki/Templat:imbuhan_peng-an