Hanya yg terbaik yg akan terjadi pada orang2 yang bersandar kepada Tuhan

Banyak orang termasuk diri saya sendiri berada dalam situasi yg belum pernah kita alami sebelumnya dimana kita tidak mempunyai pengalaman dalam hal ini jadi reaksi kita biasanya adalah enggan untuk menghadapinya dan kembali pada situasi yg sebelumnya.
Ketakutan selalu menjadi lawan kita ketika kita menghadapi hal2 yg baru. Tapi jika kita mau berpikir tentang hal iini, segala sesuatu yg kita lakukan sekarang adalah sesuatu yg baru kita temui juga pada saat pertama kali kita menghadapinya.
Dalam Josua 1 kita melihat seseorang yg diberikan tugas oleh Tuhan dimana orang ini merasa belum siap menjalankan tugasnya. Dapatkah anda bayangkan bagaimana perasaan Josua ketika Musa meninggal dan Tuhan mengatakan kepadanya bahwa dia akan mengambil aliih dan memimpin orang israel ke tanah perjanjian?
Pada dasarnya Tuhan tahu kalau Joshua siap menjalankan tugas ini. Di ayat 6, kita melihat Tuhan memerintahkan Josua: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.”
Sebagai ganti dari perasaan takut atas sesuatu yg baru, kita seharusnya merasa senang menghadapi tantangan2 dan kesempatan2 yg baru yang muncul dalam kehidupan kita bahkan ketika semua orang mengatakan bahwa itu tidak mungkin, jika kita beriman seperti Josua dan menurut kepada Tuhan, Dia akan memberikan kita hikmat untuk melangkah maju. Kekuatan kita tidak berada didalam kesempurnaan kita melainkan didalam rencana Tuhan.
Pada awal2 pelayanan saya, saya mempunyai ide untuk mengadakan suatu acara talk show di TV. Kami membawa beberapa ibu2 yg mempunyai pengetahuan yg bagus tentang firman Tuhan kemudian kami menyewa sebuah studio untuk acara ini di salah satu stasiun TV. Pada saat saya melakukan beberapa interview dalam acara ini satu hal yg lucu terjadi, saya akan mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan saya sendiri tanpa menunggu jawaban dari orang yg saya wawancarai.
Kalian tahu berapa respon yg saya dapatkan dari acara tersebut? Dalam 6 bulan kami cuma mendapat satu surat. Mengapa siaran ini tidak berhasil? Karena saya tidak menunggu perintah Tuhan.
Beberapa tahun kemudian, Tuhan berbicara kepada kami untuk muncul di siaran TV walaupun kami tidak mengerti apa yg kami lakukan. Kami menyewa ruang pertemuan dimana langit2nya terlalu rendah dan beberapa ubin di lantainya berlubang. Saya memiliki panggung untuk berkotbah, kami menggantung tirai yg warnanya biru pada 2 sebuah tiang penyangga dan diletakkan dibelakang saya. Terlihat tidak bagus memang, tapi ini adalah hari pertama kami. Siaran kami disiarkan dan kami mendapatkan 125 telpon.
Lihatlah, ketika tangan Tuhan diletakkan pada hal2 yg tampaknya tidak bagus, urapanNya mampu membuatnya berhasil. Kalian tahu bahwa kalian mempunyai hak yg istimewa untuk tidak lagi hidup berdasarkan situasi yg kita alami tapi berdasarkan apa yg Tuhan taruh dalam hati kita.
Temukan kehendak Tuhan bagi hidup kita. Temukan talenta apa saja yg kita miliki dan yang bisa Tuhan pakai untuk kemuliaan namaNya. Kemudian jadilah pemenang pada saat perubahan terjadi di perjalanan hidup kita.
Ketika kita melakukan apa yg kita percaya adalah kehendak Tuhan mungkin Tuhan tidak akan memberikan kepada kita daftar apa saja yg bisa kita kerjakan tapi Tuhan akan memimpin kita langkah demi langkah di sepanjang jalan yg kita tempuh.
Saya mendorong kalian untuk melakukan apa yang Tuhan taruh dalam hati kita agar kita bisa dipenuhi roh Tuhan dalam kehidupan dan pelayanan kita, satu2 nya hal yg perlu kita perhatikan adalah: Apakah saya sudah menurut pada kehendak Tuhan?