Hapinness or kebahagiaan

Apakah kekayaan, tahta, kepintaran dan segalanya di bumi bisa membuat kita bahagia? Menurut saya tidak, Saya pikir yang membuat kita bahagia adalah cara kita berpikir tentang kebahagiaan tersebut. Pikiran yang negatif (merasa tidak puas, ketakutan, merasah bersalah, tidak percaya diri, selalu menyalahkan, menggerutu ) kebanyakan membuat kita tidak bahagia. Tetapi pikiran yang positif ( bersyukur, melihat berkat didalam masalah, percaya diri, puas dengan yang ada, keberanian, melihat sisi baik dari seseorang atau masalah, memuji) membuat kita tersenyum dan bahagia. contoh pernahkah kalian disakiti sangat. apa yang kalian lakukan? mengutuk, membalas dendam akhirnya yang timbul kegelisahan di diri anda. Coba anda mendoakan memaafkan anda akan merasakan kebahagian rohani yang luar biasa. Seperti Jesus mengampuni orang2 yang telah menyakiti dia di kayu salib.

Pernah ga kalian bayangkan ketika kalian melakukan kebaikan seperti memberi makan orang yang kelaparan, Membantu orang tua menyeberang jalan, etc… Saya pernah dan merasa bahagia yang sangat meskipun saya kelaparan sedikit karena uang makan saya beri ke pada Pemulung yang seluruh keluarganya memulung di daerah Pluit jakarta utara dari ibu anak dan bapaknya smua pemulung dan mereka bahagia. Saya bertanya kenapa mereka bahagia, mereka bilang mereka bahagia karena mereka menyukuri apa yang Tuhan beri, meskipun mereka hidup seperti itu, tetapi mereka merasa damai, bahagia dan dekat dengan Tuhan dan merasa Tuhan merawat mereka. Mereka bisa melihat malaikat2 yang Tuhan kirim oleh tangan yang memberi.

Yu mulai sekarang kita ubah mindset kita dengan hal2 yang positif… Makan pikiran anda yang akan membuat anda tenang dan bahagia.

.

Banyak orang atau hampir semua orang membutuhkan bahkan mencari-cari kebahagiaan yg sebetulnya tidak usah dicari-cari…, karena kebahagiaan itu sudah ada didepan matanya.
mereka saja yg “membutakan” matanya sendiri…wkwkwkwk.

kebahagiaan bukanlah kepuasan batin, kepuasan jasmani ataupun kepuasan rohani.
kalau kebahagiaan diukur dgn “kepuasan” [merasa puas] maka tak akan pernah mendapatkan bahkan memperoleh [merasakan] kebahagiaan itu.

seperti, kita merasa puas [bahagia] atas segala yg kita miliki…, istri cantik + anak2 yg pintar + rumah+mobil yg terbaru [harta yg melimpah ruah] bagaimana jika salah satu atau bagian yg memuaskan it hilang atau musnah…, masihkah kita merasa puas [bahagia] atas sisa2 yg kita milikki itu…? yg tadinya melimpah ruah…?

Bagi saya, kebagiaan adalah saat2 atau dimasa saya tidak membutuhkan segala apapun, karena saya merasa sudah memilikki atau mempunyai…, atau dgn kata lain, bahwa saya sudah tidak ada keinginan atas sesuatu apapun yg harus saya perjuangkan untuk mendapatkan dan memilkki apa yg saya inginkan itu.

baca maz 1^^

bagus2 semua komen nya :afro: