Haramkan Rebonding, Foto Pre Wedding & Pengojek Wanita

kalo sampe kehormatan si wanita itu direnggut juga oleh si penjahat ?

wanita sering sekali menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

apa tidak sebaiknya dikeluarkan fatwa , bahwa wanita sebaiknya jangan berumah tangga :tongue:

Saya rasa sudah bukan tempatnya untuk membicarakan kebijakan tetangga nih :mad0261:

@ nying_nying

[/quote]
Anda tidak sepenuhnya tepat dalam hal ini, banyak juga common sense itu berasal dari pemahaman agama

Karena ada beberapa common sense itu ‚Äúlahir‚ÄĚ dari ‚Äúrahim ‚Äú agama, mengenai kesopanan, kepatuhan terhadap pimpinan, dsb

Justru sekulerisme itu harus di hadapi, dengan ‚Äúdialog‚ÄĚ teologis, tetapi kita tidak bicara teralu jauh untuk itu

Rekayasa digital tersebut hanya bisa dilakukan secara sangat terbatas dibandingkan jika dilakukan sesi pemotretan saya contohkan foto wisuda jika direkayasa bisa saja, namun hasilnya tidak sebaik di potret dalam kondisi aslinya kembali lagi ke foto pre-wed itu, tujuan untuk dimuat dalam desain undangan, untuk dimuat dalam sovernir, untuk di pajang di acara pernikahan itu, untuk slide show acara pernikahan itu, banyak kegunaanya jika semua direkayasa, nilai seninya sangat berkurang dan tidak menunjang untuk fungsi tersebut
Yah si bro ketinggalan teknologi image digital ya ?? Foto yg di shoot secara langsung, sekarang ini juga kebanyakan dipoles dulu secara digital Jadi alasan kurang nyeni itu udah nggak jaman lagi lah bro Alasan pamer, kesombongan dan megah2an itu yg paling utama, itu yg membuat foto pre wedding harus dikritisi oleh agama2 yg menganjurkan kesederhanaan pada pemeluknya Lihat saja undangan pernikahan aja semakin bagus harganya juga semakin mahal ! Emang buat apa sih kayak gitu ?? Prestise doang kan ?? Emang prestise seperti itu mendapat tempat dalam agama saya atau agama anda ?? Itu semua masuk area kesombongan kan ? Apakah anda sependapat dengan saya, kalo kesombongan itu sangat dibenci sama Tuhan??

Bro kita bicara seni fotografi atau seni desain grafis disini?

Saya bicara tentang seni fotografi, karena waktu SMA dulu saya ikut esktra kulikuler Fotografi, saya tahu sedikit mengenai seni fotografi

Seni fotografi memang tidak bisa terlepas dengan seni edit foto, tetapi untuk mengedit foto terbaik, dibutuhkan ‚Äúfile mentah‚ÄĚ seni fortgrafi yang baik

Dan yang namanya seni, tidak perlu mahal kan?

Kan kita bisa minta partisipasi teman kita yang fotographer (murah meriah), bahkan mungkin gratisan kalau dia anggap itu sebagai sumbangan dari dia (kebetulan saya punya teman2 seperti ini)

Nah dengan demikian, faktor biaya tidak menjadi kendala juga kan? Masih bisa dalam suasana kesederhanaan yang kreatif?

saya rasa dalam batasan tidak bersentuhan, foto pre wed masih bisa diperkenankan untuk menunjang acara pernikahan, sebagaimana moment pernikahan adalah termasuk moment paling indah dalam hidup seseorang, ada baiknya dipertimbangkan lagi dengan membuat batas2an tabu itu lebih relevan
Nah kalo ini bukan common sense lagi bro ! Ini wilayah syariat dalam Islam. Mungkin Kristen lebih permisif soal beginian ?

Baiklah bisa diberhentikan sampai disini saja

kemudian eksesnya apa kira? Kalo foto pre wed diharamkan saya lebarkan menjadi demikian, berarti foto2 di FB yang menampilkan laki-laki dan wanita ‚Äúmenempel‚ÄĚ juga harusnya diharamkan, walapun dalam foto itu ada beberapa wanita dan pria yang berteman apalagi sinetron Indonesia yang menampilkan actor dan aktris ‚Äúseolah-olah‚ÄĚ sebagai suami istri harusnya juga diharamkan karena mereka menampilkan ‚Äúseolah-olah‚ÄĚ sebagai suami istri
Yah kalo ini udah diharamkan dari dulu bro ! Bukan muhrim ! itu sudah dilarang sejak abad ke tujuh, saat datangnya Islam. Orang yg kurang beriman aja yg nggak patuh dgn aturan dari Tuhan itu ! BTW, Emang dalam Kristen yg ‚Äútempel menempel bukan muhrim‚ÄĚ seperti itu dihalalkan / diperbolehkan ya bro ??

Termasuk untuk sinetron religi2 yang sedang marak ?

Kalo bicara kekristenan yang bukan kaum ‚Äúlegalitas‚ÄĚ, masalah ‚Äútemple-menempel‚ÄĚ bukan dengan muhrim sudah dilakukan tanpa harus dilarang2 kok (mengerti sendiri)

Sebenarnya kan sederhana sekali bro Misalnya ibu2 rumah tangga, yang mempunyai waktu luang dan sepeda motor, untuk menambah penghasilan dari pekerjaan yg menurut saya baik Dalam jam2 tertentu misalnya bisa menjadi tukang ojek yang tingkat kepastian penumpangnya adalah yang diperbolehkan Misalnya sekolah SD, parbik konveksi yang para pekerjanya kebanyakan wanita, Mal 2 yang kebanyakan ibu-ibu , rumah sakit yang kebanyakan susternya, sekolah khusus wanita (tarki), dsb Jamnya bisa diatur hanya sampai sore misalnya?
Nggak sesederhana itu bro ? Apa anda tahu aturan dijalanan itu begitu kejam ?? Coba deh anda nyoba2 pura2 jadi tukang ojek, lalu nongkrong di mulut gang Kalo di daerah itu udah ada kumpulan tukang ojeknya, anda nggak akan dapat keramah tamahan dari mereka ! bisa jadi anda akan diusir, syukur2 kalo nggak menemui kekerasan dari mereka Itu kejamnya hidup di jalanan bro. Apakah anda akan merekomendasikan wanita untuk masuk ke dunia seperti itu ?? Apa ada suami2 yg nggak keberatan istrinya masuk dalam kumpulan bapak2 seperti itu ? Kalo wanita boleh jadi tukang ojek yg memboncengkan laki2, peluang kejahatan pada si wanita terbuka lebar ! Seorang penjahat bisa pura2 naik ojek, dan di jalan yg sepi si wanita ditodong pake pisau, terus wanita itu bisa apa ?? Motor bisa melayang .. (emang pesawat ??), itu mending kalo Cuma motor yg diambil, kalo sampe kehormatan si wanita itu direnggut juga oleh si penjahat ? gimana ?? Kalo contoh yg anda berikan, itu bisa2 saja dilakukan oleh ibu2 yg mempunyai waktu luang. Tapi bukan jadi tukang ojek jalanan. Kalo pangsa pasarnya udah jelas, bikin aja usaha antar jemput, pake motor ato pake mobil. Itu lebih aman dan menjauhkan mereka dari fitnah !

Disamping dunia yang kejam dimana kita bermukim ini, masih banyak kok orang yang baik dan tulus hatinya

Kan sudah saya batasi ruang geraknya di Sekolah SD, di tempat 2 yang memungkinkan, di tempat yang masih aman, apa tidak ada tempat yang aman lagi di Indonesia ini?

Saya tidak merekomendasikan demikian, dan kalaupun ibu itu berkecukupan, untuk apa juga jadi tukang ojek? Karena kebutuhan yang mendesaklah sang ibu itu melakukan itu

Dan situasi paranoid yang anda bangun sedemikian ‚Äúmencekam‚ÄĚ akan membuat keluar pintu rumah saja menakutkan

Kalau untuk masalah keamanan itu sudah factor ‚Äúinvisible‚ÄĚ Karena apa, masalah resiko dan keselamatan itu tidak hanya bergantung kepada kita sendiri

Bagaimana dengan supir taksi wanita, yang tingkat resikonya lebih tinggi, karena membawa ‚Äúproperti‚ÄĚ yang bisa dijual dengan harga tinggi?

Sopir taksi itu walau sama2 dijalan, setidaknya keadaan mereka lebih enak daripada para tukang ojek ! Setidaknya mereka nggak kepanasan, kehujanan, terlindung dalam mobil ber AC, Sopir taksi wanita atau tukang ojek wanita itu keadaannya masuk kedalam wilayah Darurat ! Kalo orang terdesak dengan keadaan memaksa, dan tidak ada jalan lain kecuali menjalani kedua profesi diatas, itu boleh2 saja. Kalo ada profesi yg lebih baik, alih profesi itu jauh lebih diutamakan. Itu namanya darurat. Tapi jika tidak ada alasan kedaruratan lantas wanita menceburkan diri kedalam profesi itu, lebih baik jangan lah ! Apakah kita akan membiarkan kaum wanita kita mengalami keadaan2 yg tidak layak bagi mereka seperti itu ?? Tentu tidak lah !

Saya sepakat bahwa itu keadaan darurat

Karena itulah keadaan darurat itu demi membantu keuangan keluarga yang belum mencukupi kebutuhan pokok

Eksesnya apa ? berarti juga kaum wanita tidak diperkenankan untuk naik ojek yang dibonceng seorang pria, karena tidak bisa tidak akan bersentuhan, dan yang namanya berkendaraan resiko kecelakaan tidak bisa nihil
Ini bukan common sense lagi, ada keterlibatan pemikiran secara syariat dalam hal ini Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tapi faktor2 muhrim bukan muhrim, kedaruratan, prioritas, dll patut menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan

Masalah kecelakaan itu bukan bahan pertimbangan yg utama, karena soal itu hubungannya dengan takdir yg anda tidak setuju dengan keberadaannya

Kalau sudah masuk wilayah itu baik kita sudahi

Namun masalah kecelakaan akibat prilaku kurang hati2 manusia sepertinya bukan rencana Tuhan, saya punya pengalaman pribadi untuk itu , pernah suatu kali karena kecerobohan saya berkendaraan, saya ingin mendahului truk didepan saya, namun karena hujan dan licin saya terjatuh dan jarak ban truk tersebut dengan kepala saya hanya beberapa satu jengkal saja

Saya sadar itu bukan rencana Tuhan, tetapi kecerobohan saya, namun tetap rencana Tuhan menjaga saya dari ban truk melindas kepala saya

@all

saya rasa topik ini sudah bisa dilock, karena jika diteruskan secara common sense tidak dimungkinkan lagi

atas partipasinya saya ucapkan terima kasih

GBU