Hari Minggu adalah Hari Kebangkitan Tuhan - True or False.

Topik ini dibuat terkait dengan kebenaran tentang Sabat.

Mayoritas Kristen berpegang ibadah pada hari Minggu.
Alasan paling umum adalah karena hari Minggu adalah Hari Kebangkitan Tuhan dan ini hari yang patut untuk dirayakan.

Sekarang kita coba teliti benarkah demikian.
Benarkah ibadah hari Minggu lebih penting dibanding ibadah hari Sabat?

@hans…ikutan ya,
menurutku, antara pernyataan (topik) dan pertanyaan yang diberikan, agak rancu
tapi aku vote berdasarkan pertanyaan ini:

ngga peduli,
karena tiap gereja beda jadwal ibadahnya, ada ibadah Kaum Wanita, Kaum Pria, Profesi Muda, Youth
yang ngga diselenggarakan di hari minggu tapi bisa hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu.
semua hari adalah harinya Tuhan.
saya sendiri ibadahnya ngga cuma hari Minggu.
kalau minggu ngga bisa ya sudah tapi paling tidak tiap minggu beribadah 1x di gereja
sekian pendapat saya.

hans188, menurut km apa itu hari Sabat ? dan kapan hari Sabat itu ? apa yang dilakukan pada hari Sabat yang berbeda dengan hari-hari biasa dan yang gak di bolehin di lakukan pada hari itu ?

@Chrisma
Maksud memegang hari Minggu menggantikan ibadah hari Sabat.
Apakah ini dibenarkan menurut ajaran Kristen? Konteks kalimatnya demikian.

Beberapa gereja memilih hari ibadah utama mereka adalah hari Sabtu bukan Minggu. Ini memang berbeda dengan mayoritas Kristen pada umumnya. Alasannya adalah memegang sabat yang dipercaya adalah hari Sabtu bukan Minggu.

Topik ini dibuat bukan untuk berfokus tentang Sabatnya. Sebab hal ini masih diperdebatkan di room topik sebelah dengan judul “Hari Sabat”.

Topik ini lebih ditujukan untuk menjawab apakah Yesus Kristus bangkit tepat pada hari Minggu. — FYI (buat yang belum percaya) Yesus benar-benar Bangkit. :afro:

Sebab bila Yesus bangkit “bukan” pada Hari Minggu, maka hari Minggu bukan Hari Tuhan (the Lord’s Day) sebagaimana dimaksud. Dengan demikian asumsi bahwa “Kristen harus mengganti hari ibadah menjadi hari Minggu karena Hari Kebangkitan Tuhan” harus gugur.

Sedikit perubahan persepsi berakibat major changes. Ini critical pointnya.
Kalau Anda tidak perduli, sayang sekali…

Regards,
Hans188

Seharusnya pertanyaan ini ditaruh di topik “Hari Sabat”.
Ini pertanyaan bagus.
Tapi aku di sini fokus hal sesuai topik dulu sebelum bahas pertanyaan Anda.
Sorry Bro./Sis.

Thanks, buat pertanyaannya. Ini bagus diangkat bahan diskusi selanjutnya.

Regards,
Hans188

jadi kapan menurut hans188 hari kebangkitan Yesus ? Sabtu ? Apakah ada masalah klo di adakan ibadah untuk kebangkitan Yesus itu hari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis ? Apa esensi dari kebangkitan Yesus itu harinya ?

@hans
sekali lagi saya jelaskan bahwa saya quote dan vote berdasarkan ini:

saja :slight_smile:

Let’s see the connection.

A. Hukum ke 4 dari 10 Hukum Allah adalah tentang Sabat.
B. Hari Sabat yang dimaksud telah ditentukan Tuhan bukan sembarang hari dalam satu minggu. Hari yang dimaksud adalah hari Sabtu.
C. Apa yang terjadi sekarang mayoritas Kristen lebih memilih Minggu sebagai hari ibadah yang dipegang bukan Sabtu. Kenapa demikian? Karena mereka beranggapan hari Minggu adalah hari Kebangkitan Kristus, dengan demikian hari Minggu lebih penting daripada hari Sabtu (Sabat).

Konsekuensi: Pengabaian hari Sabat berarti ada melanggar Hukum Tuhan.

Conditional: Bila hari Minggu bukan hari kebangkitan Kristus, maka apa yang diasumsikan di bagian C adalah suatu kesalahan. Semua harus kembali seperti apa yang sesuai dalam hukum Tuhan.

Aku bicara tentang conditional-nya sebagai pembatalan asumsi bahwa Sabat harus digeser harinya dari Sabtu menjadi Minggu.

Regards,
Hans188

If Hari Minggu bukan hari Kebangkitan KRISTUS then

*Tidak ada alasan yang kuat untuk mempertahankan pendapat menjadikan hari Minggu sebagai penganti hari Sabat.
*Ibadahlah pada hari Sabtu untuk mengingat dan menguduskan hari Sabat.

Dengan demikian tidak melanggar Hukum ke 4.

Regards,
Hans188

Kalau Anda ragu-ragu
(sayang belum ada yang ragu-ragu, lebih banyak yang belum perduli).

Baca link ini untuk penjelasan kebangkitan Kristus.
http://www.thetrumpet.com/index.php?q=4758.4390.102.0

Apa yang Anda pahami atau pertanyakan boleh post di sini untuk sama-sama kita pelajari.

Regards,
Hans188

Alkitab mencatat Yesus bangkit pada hari Minggu

Bro SarapanPagi, kita sudah pernah diskusi tentang kematian Tuhan.
Jumat Agung- Minggu pagi => tidak pernah dapat dihitung sebagai 3 hari.
Kemudian kita (SarapanPagi dan Hans) akhirnya mengambil kesimpulan bahwa Yesus wafat bukan pada hari Jumat melainkan Rabu.

3 hari dan 3 malam tanda Yunus = 72 jam.
Yesus wafat tepat siang hari dan dikubur pada rabu petang.

Rabu Malam - Kamis Siang - Kamis Malam - Jumat Siang - Jumat Malam - Sabtu Siang.

Jadi tepat 3 Siang 3 Malam.

Yesus harus bangkit sebelum masuk Sabtu Malam (yang menurut perhitungan Yahudi sudah masuk hari Minggu) untuk mengenapi tanda Yunus yang pernah diucapkan oleh perkataanNya sendiri.

Apa yang dicatat Alkitab

Matius 28:1. Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.

Markus 16:1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 16:2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.

Lukas 24:1. tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.

Yohanes 20:1. Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Selain keterangan hari di sana juga ada keterangan waktu yaitu “Pagi-Pagi benar”. Kemudian juga ada fakta yang disampaikan yaitu Tuhan Yesus “sudah” bangkit, bukan Tuhan Yesus “sedang” bangkit.

Bila Anda menemukan suatu bukti yang membuktikan sesuatu yang “telah” terjadi, maka bukti itu menyatakan kejadian itu bukan “sedang” terjadi melainkan telah terjadi pada waktu sebelumnya.

Hal yang sama akan ditemukan Maria bila dia memilih datang pada hari Senin
(hari kedua), maka ia tidak mengambil kesimpulan bahwa Yesus baru bangkit hari Senin kahn.

Pagi-pagi benar pada hari pertama (Minggu) Yesus Kristus “sudah” bangkit. Statement ini yang tercatat dengan jelas dalam Alkitab.

Dengan demikian secara teori Yesus bangkit pada hari Sabtu tidak bertentangan dengan apa yang tertulis dalam Alkitab. Malah lebih lagi yaitu menggenapi nubuat tentang tanda Yunus.

Matius 12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. 12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.

Bila Yesus tidak memenuhi tanda Yunus, maka tanda itu gagal diadakan. Artinya bila Yesus gagal memenuhi tanda Yunus, berarti kita butuh menunggu lagi nabi/mesias yang memenuhi tanda tersebut. Tapi ternyata tidak demikian semua itu sudah digenapi dalam diri Yesus Kristus (bukan yang lain).

Semoga bermanfaat, GBU

Regards,
Hans188

Tidak ada bukti tekstual Naskah Alkitab yang menulis bahwa Yesus bangkit pada hari Sabtu… yang ada hanyalah asumsi. Dan asumsi tsb belum terbukti benar.

Yesus bangkit pada hari Minggu (“pada hari pertama dalam minggu”(Matius 28:1), olehnya hari Minggu disebut Hari Tuhan oleh Gereja Mula-mula.

Mengenai perhitungan Yesus dalam kubur, sesuai nubuat dalam Matius 12:40 (3 hari 3 malam di dalam rahim bumi), lihat bagan di bawah ini:

http://img26.imageshack.us/img26/7348/yesuswafatrabu.jpg

Reff: KAPAN YESUS KRISTUS DISALIB?, di http://www.sarapanpagi.org/kapan-yesus-kristus-disalib-vt306.html#p652

Pagi-pagi benar ketika hari masih gelap. Ini keterangan waktu yang di dapat dari kitab Injil Yohanes. Apa yang ditemukan oleh Maria Magdalena bukan Yesus yang sedang bangkit melainkan yang “telah” bangkit. Batu kubur sudah terbuka, dan kubur dalam keadaan kosong. Dengan demikian kebangkitan sudah terjadi pada waktu sebelumnya.

Diagram yang Anda berikan sangat bermanfaat untuk menganalisa.
Rabu malam sampai Sabtu matahari terbenam tepat 3 hari 3 malam. Ini tanda Yunus yang dimaksud. Bila lewat berarti 3 hari 4 malam, bila kurang berarti 2 hari 3 malam. Tapi tanda Yunus harus 3 hari 3 malam dengan demikian Yesus menggenapi nubuat tentang Anak Manusia. Yesus harus bangkit sekitar jam 18:00 (akhir hari Sabat).

Lukas 6:5 Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Dia bangkit tepat pada waktunya, benar-benar Tuhan atas hari Sabat.

Regards,
Hans188

Kalau hendak memenuhi tuntutan Anda 3X24 jam, Yesus bangkit setelah hari Sabtu berakhir yang dengan sendirinya masuk kepada YOM RISYON/ MIA HEMERA/ HARI MINGGU (Hari Tuhan).

Banyak hal yang menandakan bahwa YOM RISYON/ MIA HEMERA/ HARI MINGGU menjadi hari yang sangat spesial, contoh lain: Jemaat Kristus mula-mula berkumpul. Bahkan pada hari Pentakosta ketika Roh Kudus turun jatuh pada YOM RISYON/ MIA HEMERA/ HARI MINGGU.

Oleh sebab itu, selanjutnya Rasul Yohanes, menyebut bahwa YOM RISYON/ MIA HEMERA sebagai KUREAKE HEMERA (Hari Tuhan).
Dan kemudian nama hari KUREAKE HEMERA menggantikan penyebutan MIA HEMERA hingga sekarang!

Karena apa yang dilakukan Jemaat mula2 berkumpul mengenang kebangkitan Yesus pada YOM RISYON/ MIA HEMERA/ KUREAKE HEMERA (Hari Tuhan) maka secara menakjubkan hari ini menjadi hari libur internasional! Kebangkitan Kristus juga membawa dampak dalam urusan sekuler di dunia ini.

Dan ketika kita menyebut Hari Minggu… secara harfiah maknanya juga adalah Hari Tuhan.

Apakah Anda memiliki bukti otentik bahwa Rasul Yohanes menyebut bahwa YOM RISYON/ MIA HEMERA sebagai KUREAKE HEMERA (Hari Tuhan).

Hari Pentakosta juga belum terbukti adalah hari Minggu.
Coba sama-sama teliti lagi kitab Imamat ketentuan tentang hari Raya Lima Puluh hari.

Regards,
Hans188

Imamat 23:9 TUHAN berfirman kepada Musa:
23:10 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam,
23:11 dan imam itu haruslah mengunjukkan berkas itu di hadapan TUHAN, supaya TUHAN berkenan akan kamu. Imam harus mengunjukkannya pada hari sesudah sabat itu.
23:12 Pada hari kamu mengunjukkan berkas itu kamu harus mempersembahkan seekor domba berumur setahun yang tidak bercela, sebagai korban bakaran bagi TUHAN,
23:13 serta dengan korban sajiannya dari dua persepuluh efa tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, sebagai korban api-apian bagi TUHAN yakni bau yang menyenangkan, serta dengan korban curahannya dari seperempat hin anggur.
23:14 Sampai pada hari itu juga janganlah kamu makan roti, atau bertih gandum atau gandum baru, sampai kamu telah membawa persembahan Allahmu; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu.
23:15. Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah sabat itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu;
23:16 sampai pada hari sesudah sabat yang ketujuh kamu harus hitung lima puluh hari; lalu kamu harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada TUHAN.

Ini dasar ketetapan tentang Hari Pentakosta.
50 hari setelah hari sesudah sabat yang ketujuh. Bila hari sesudah sabat adalah hari Minggu, maka 50 hari (=7 minggu + 1 hari) setelah hari Minggu adalah hari Senin. Tidak mungkin setelah 50 hari jatuh pada hari Minggu juga.
So… argumen kalau hari Pentakosta adalah hari Minggu, aku menilai ini tidak kuat.

Regards,
Hans188

Yesus waktu dikubur masih hari Rabu bukan masuk hari Kamis malam (yang pada saat itu Kamis yang dimaksud sudah termasuk Hari Sabat Besar/Raya), dengan demikian harus bangkit pada saat masih hari Sabtu bukan hari Minggu. 3 hari 3 malam. Tepat di masa akhir hari Sabat.

Regards,
Hans188

Hmmm… sepertinya ada yang salah baca dan salah hitung, juga salah dalam memahami budaya yahudi…

Yesus bukan bangkit setelah 3 hari. Yesus bangkit pada hari yang ketiga. coba perhatikan Apostolic Creed.

Coba perhatikan konteks budaya dan Teks, alasan penurunan jenasah dari tiang salib.

Perhatikan kenapa para murid, terutama yang perempuan datang ke kubur pagi2 buta? Perhatikan Teks dan konteks budayanya.

Untuk para moderator… mohon dilihat bahwa asumsi fatal ini akan menyebabkan kesalahan mutlak pada keyakinan Yesus Tuhan.

Selamat belajar.

Pentakosta - Hari Minggu:

Kita mengetahui bahwa dalam tradisi Israel, setelah 7 kali 7 tahun (49 tahun), maka tahun ke-50 akan menjadi tahun Jobel dimana terjadi pembebasan total bagi mereka yang menjadi budak atau mengalami pendudukan. Dalam hitungan hari, setelah 7 kali 7 hari (49 hari), hari pentakosta (hari ke-50) biasanya dirayakan juga (Imamat 23:15-21; Ulangan 16:9-11). Hari ke-50 adalah hari Minggu, satu hari setelah sabtu sabat ke-7.

Selanjutnya bisa dibaca di http://www.sarapanpagi.org/hari-hari-raya-dalam-alkitab-vt219.html#p460

YESUS bangkit pada hari Minggu, disamping sudah ada pada ayat2 yang ditunjukkan sebelumnya, juga diperkuat dengan istilah yang kemudian muncul, yaitu perubahan nama hari MIA HÊMERA menjadi KURIAKÊ HÊMERA dan perubahan itu berlaku hingga sekarang.

Minggu :
Ibrani : RI’SYON atau 'EKHAD

Yunani Klasik : MIA
kemudian berubah menjadi :
Yunani Modern : KURIAKÊ

Mengapa nama MIA berubah menjadi KURIAKÊ ?
Karena pada hari MIA Tuhan (KURIOS) kita bangkit!

Istilah KURIAKÊ HÊMERA pun dipakai oleh jemaat mula-mula, dan ada terdapat pada tulisan rasul Yohanes. Ia menulis Wahyu yang diterimanya itu terjadi pada hari Minggu, yaitu pada KURIAKÊ HÊMERA.

* Wahyu 1:10
LAI TB, Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring seperti bunyi sangkakala.
KJV, I was in the Spirit on the Lord’s day, and heard behind me a great voice, as of a trumpet,
TR, εγενομην εν πνευματι εν τη κυριακη ημερα και ηκουσα οπισω μου φωνην μεγαλην ως σαλπιγγος
Translit Interlinear, egenomên {aku berada} en {di dalam} pneumati {roh} en {pada} tê kuriakê {(milik) Tuhan} hêmera {hari} kai {dan} êkousa {aku mendengar} opisô {di belakang} mou {-ku} phônên {suara} megalên {nyaring} hôs {seperti} salpiggos {nafiri/terompet}

Kata “kuriakê” adalah bentuk ‘feminine’ dari kata “kuriakos” leksikon Yunani : belonging to the Lord (Jehovah or JESUS) – Lord’s.
Reff : Strong's Greek Dictionary - Bible Software by johnhurt.com

Kata “kuriakos” sendiri berasal dari kata “KURIOS” (Tuhan, Tuan, Lod), Study kata “KURIOS”, bisa dibaca di http://www.sarapanpagi.org/kurios-study-kata-vt4.html#p4

Dalam bahasa Indonesia (ini menarik sekali) Hari Minggu (Lord’s day) berasal dari bahasa Latin dies dominica (bhs.Portugis = dominggo) dan kemudian menjadi kosa kata bahasa Indonesia yaitu Minggu : “hari Tuhan” sadar atau tidak sadar “nama hari Minggu” ini selaras dengan istilah bahasa Yunani KURIAKÊ HÊMERA (Wahyu 1:10). Jadi, tiap kali Anda menyebut “hari minggu”, makna harfiahnya sebenarnya adalah “HARI TUHAN”.

dibawah ini nama hari-hari dalam bahasa Yunani :

Minggu, Yunani “KURIAKE” [harfiah : (milik) TUHAN]
Senin, Yunani “DEUTERA”
Selasa, Yunani “TRITE”
Rabu, Yunani “TETARTE”
Kamis, Yunani “PEMPTE”
Jumat, Yunani “PARASKEUE”
Sabtu, Yunani “SABBATO”

(bandingkan sumber sekuler di yang juga merujuk hari Minggu adalah kuriakê, di http://en.wikipedia.org/wiki/Week-day_names hal tersebut membuktikan bahwa kembangkitan KRISTUS, langsung tidak langsung, religius maupun sekuler memberi dampak pada dunia)

Istilah Hari Minggu - Hari Tuhan - “kuriakê hêmera” - berkembang sejak abad 2 Masehi, selaku peringatan akan kebangkitan KRISTUS, keberdaulatan-Nya.
Hari Tuhan”, dengan demikian adalah gelar yang secara khusus, cocok sekali untuk menunjuk kepada kemenangan Tuhan Kita YESUS KRISTUS dari kematian di kayu salib. Haleluyah!