hari sabat

Penanggalan Gregorian baru diperkenalkan pada tahun 1582. kemudian orang Scotlandia menyetujui penanggalan Gregorian baru pada tahun 1600-an. Jerman, Denmark dan Swedia baru menerimanya pada tahun 1700-an. Apalagi Inggris menerimanya baru pada tahun 1752. ini berarti bahwa penanggalan Gregorian baru dikenal sekitar 300-400 tahun yang lalu. Sementara informasi Alkitab, bahwa hari pertama “hari Minggu” sudah ribuan tahun. Mengapa anda tidak mengikuti saja apa yang tertulis dalam alkitab? Apakah anda sudah tidak yakin lagi dengan informasi dari kitab suci anda sendiri, lalu beralih percaya kepada penulis penanggalan Gregorian? Lagi pula dalam alkitab yang disebut “hari bekerja Tuhan”, tidak sama seperti “hari bekerja manusia”. Yang dimaksud dengan “hari bekerjanya Tuhan” yaitu hari-hari ketika Tuhan menciptakan alam semesta, sementara “hari bekerjanya manusia” yaitu hari kerjanya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, agar dia bisa melangsungkan kehidupan di bumi ini. Aneh!!! Bagaimana mungkin anda bisa menyamakan hari kerja Tuhan dengan hari kerjanya manusia? Dari mana anda mendapatkan dalil seperti itu, sementara dalil dari alkitab anda sendiri sudah sangat jelas ada.
Jika anda menganggap bahwa “hari itu tidak penting”, berarti boleh dong jika ada orang Kristen atau salah satu sekte Kristen merayakan hari Sabat kapan saja mereka mau. Nah kalau begitu dimana lagi esensi perintah Allah atas “hari yang harus dikuduskan” itu? Kalau begitu “hari perhentian” itu menjadi tidak jelas dan kacau, karena sudah terserah kepada manusianya, bukan berdasarkan firman Tuhan lagi bukan? Bagaimana jika suatu saat ada orang Kristen merayakan hari Sabat pada hari Selasa, Rabu, Kamis atau Jumat?
Baiklah aku tunjukkan pada anda 6 (enam) bukti menurut kitab suci anda Alkitab bahwa “hari pertama” itu adalah hari Minggu!!! Bukan Senin, sehingga jatuhnya hari sabat yaitu hari Sabtu, bukan Minggu. Tolong bacakan ayat-ayat berikut ini :
Matius 28:1
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
Markus 16:9
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
Lukas 24:1
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.
Yoh 20:1
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Yohanes 20:19
Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Apakah ke enam ayat tersebut bukan merupakan bukti bahwa “hari Minggu adalah hari pertama?” sehingga tepat pada hari ketujuh merupakan hari sabtu. Sekarang pertanyaannya, tolong tunjukkan mana dalilnya dalam Alkitab yang mengatakan bahwa hari yang dikuduskan adalah hari Minggu?
Memang benar bahwa menurut alkitab yesus bangkit pada hari minggu, tetapi bukan berarti bahwa Tuhan menyuruh mengkuduskan hari tersebut. Jika tuhan menyuruh menghormati dan mengkuduskan hari itu, mana dalilnya dalam alkitab dimana tuhan mengatakan “kuduskanlah hari Minggu”, tidak ada bukan? Yang ada “kuduskanlah hari Sabat”.

Nah kalau begitu mestinya anda juga harus akui bahwa hari Sabat itu jatuh pada hari Sabtu. Coba kita baca kronologi ketika Yesus mati, dikubur dan bangkit dari kuburnya.
Lukas 23:52-54
23:52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.

23:53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat.

23:54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai.
Lukas 23:55-56
23:55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan.

23:56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. (23-56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat
Matius 28:1
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
Ayat ayat tersebut sangat jelas mengatakan bahwa Sabat itu hari Sabtu, bukan Minggu. Tadi anda katakan bahwa anda percaya bahwa Yesus mati hari Jumat dan bangkit hari Minggu. Ini berarti anda harus percaya bahwa antara hari Jumat dan hari Minggu ada satu hari lain, yakni Sabtu. Nah hari Sabtu inilah jatuhnya hari Sabat. Menurut saya, definisi Sabtu itulah hari sesudah Jumat dan sebelum Minggu.
Padahal dengan tegas dan jelas Tuhan sendiri berfirman bahwa yang harus dikuduskan yaitu hari Sabat yang jatuh pada hari Sabtu. Perhatikan firman Allah dalam kitab anda sendiri, silahkan baca Keluaran 20:8-11.
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Saudaraku, firman Allah itu sangat jelas bahwa Dia menyuruh beristirahat pada hari ketujuh dan mengkuduskan hari Sabat, karena itu adalah hari yang Dia berkati. Seharusnya anda patuh pada perintahNya daripada perintah gereja, bukan? Lagi pula tidak ada satu dalilpun dalam alkitab menyatakan bahwa Tuhan mengkuduskan hari Minggu.
Padahal dalam alkitab setebal itu, tidak ada satu ayatpun yang menyuruh mengkuduskan hari Minggu. Bahkan nama hari “minggu” pun tidak disebutkan dalam alkitab, kecuali disebut “hari minggu pertama”. Cobalah berpikir yang sehat, dan renungkan ancaman Tuhan bagi orang yang melanggar perintah Nya pada Keluaran 31:12-18. tolong baca!!
31:12. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
31:13 “Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu.
31:14 Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.
31:15 Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati.
31:16 Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
31:17 Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.”
31:18 Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.
Wah ……. aku saja yang bukan orang Kristen, merinding membaca ancaman Allah terhadap orang yang melanggar perintah Allah itu jelas sekali menyuruh memelihara hari Sabat turun temurun. Berarti perintah itu berlaku kekal. Bahkan yang melanggarnya mendapat ancaman hukuman mati. Tapi anda dan orang Katolik serta sekte Kristen lainnya tenang-tenang saja, bahkan sama sekali tidak menggubrisnya.
Anda anggap enteng suatu ketetapan yang begitu penting bahkan saking pentingnya perintah itu, Allah sendiri yang menuliskan dengan jari-jari tanganNya sendiri, kemudian Dia sendiri juga yang menyerahkan kepada nabi Musa untuk disampaikan dan diajarkan kepada manusia? Perhatikan firman Tuhan ini dalam Keluaran 24:12 tolong baca!!!
24:12. TUHAN berfirman kepada Musa: “Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka.”
Setelah nabi Musa menerimanya, turun lah Musa dari gunung dengan membawa kedua loh batu tersebut. Perhatikan firman Tuhan pada Kel 32:15-16 ini, tolong dibaca!!!
32:15. Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.
32:16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.
Nah apakah ayat-ayat tersebut belum cukup meyakinkan anda bahwa sesungguhnya hari Sabat yang semestinya dipelihara, dan dikuduskan serta dipertahankan selama-lamanya adalah hari Sabtu, bukan hari Minggu!!! Dan apakah karya Tuhan yang maha penting dan maha agung bahkan ditulis dengan jari tanganNya sendiri tidak ada harganya???
Pelukis yang menoreh tintanya diatas kanvas atau kertas atau kulit, apalagi dari pelukis kenamaan yang dilukis ratusan tahun lalu, begitu dihargai dan bahkan harganya sangat mahal sampai milyaran rupiah. Kok lukisan langsung dari jari tangan Tuhan sendiri tidak anda jaga, tidak anda hargai dan tidak anda pelihara dan kuduskan???
Bukankah harga lukisan termahal dari tangan manusia hanya sebatas kenikmatan dunia dan tidak menyelamatkan nyawa anda?? Sementara lukisan dan tulisan dengan jari tangan Tuhan menyelamatkan jiwa anda dunia dan akhirat?
Jika anda mengikuti perintah pendeta atau pemimpin gereja berarti sama saja anda lebih menghormati dan lebih menghargai lukisan karya tangan manusia daripada lukisan tangan Tuhan, bukan? Cobalah anda renungkan dan pikirkan dengan hati yang tulus.
Menurut saya, mestinya umat Katolik, Protestan dan sekte lainnya, jika ingin menjadi pengikut Yesus yang setia dan menjalankan perintah-perintah Tuhan, harus beribadah pada hari Sabtu sebagai hari Sabat yang dikuduskan Tuhan, bukan hari Minggu. Kenapa? Sebab perintah Tuhan itu kekal dan abadi, berlaku terus sampai kiamat dan seumur hidup Yesus tidak sekalipun beribadah pada hari Minggu.
Menurut kamus berbagai bahasa, Sabat itu artinya Sabtu, bukan Minggu. Bahasa Jawa (Sabbat). Makassar (Saba’na). Bugis (Saba’e). Arab (sabt). Greek/Yunani (Sabbaton). Italia (Sabato). Inggris (Sabbath). Polandia (Sobota). Spanyol (Sabado). Dan bahasa Indonesia (sabtu).
Perlu anda ketahui, penetapan hari Minggu sebagai hari peristirahatan dan hari ibadah yaitu pada tahun 364 M pada Konsili Laodikea. Pada saat itulah dewan gereja menetapkan, Minggu sebagai hari istirahat dan ibadah bagi umat Kristiani.
Oleh sebab itu beribadah pada hari Minggu, bukan ketentuan dan ketetapan dari Tuhan, tetapi hanya hasil musyawarah para dewan gereja. Makanya tidak terdapat walau satu ayatpun dalam alkitab, dimana Tuhan maupun Yesus yang mengkuduskan dan memberkati hari Minggu. Yang dikuduskan dan diberkati adalah hari Sabat yaitu hari Sabtu!
Dari seluruh alkitab di dunia ini, dalam bahasa apapun, semuanya menunjukkan bahwa hari beribadah yang diperintahkan dan dikuduskan Tuhan, adlaah hari Sabtu, bukan Minggu
Aku ingin bacakan kepada anda beberapa ayat untuk anda renungkan dan pikirkan, bahwa seumur hidupnya Yesus hanya beribadah pada hari Sabat (Sabtu), bukan hari Minggu. Tolong baca Lukas 4:16, Lukas 4:31, Lukas 6:6, Lukas 13:10, Markus 1:21, Markus 6:2

Lukas
4:16
Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
4:31
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
6:6
Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
13:10
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
Markus
1:21
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
6:2
Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Dari ayat-ayat tersebut ternyata seumur hidupnya Yesus mengajar dan beribadah pada hari Sabat yaitu hari sabtu, bukan Minggu. Hitung saja, menurut alkitab, Yesus meninggal pada usia 33 tahun. Ini berarti seumur hidupnya yesus telah mengkuduskan hari Sabat pada hari Sabtu sebanyak lebih kurang 1700 kali.
Tidak pernah satu kalipun yesus beribadah dan mengkuduskan hari Minggu. Terserah anda mau jadi pengikut Yesus atau pengikut ajaran Manusia yang tidak bertanggung jawab. Bukankah yesus panutan anda? Ingat kata Yesus pada hari nanti : Enyahlah kalian pembuat kejahatan, kalian melaksanakan ajaran manusia.!!!
Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya sampaikan, tetapi yang paling penting dan perlu anda renungkan cukup sekitar 7 (aslinya 20) hal, masalah “hari Minggu” sebagai berikut :
• Allah tidak berhenti bekerja pada hari Minggu.
Allah dan Yesus tidak pernah memberkati hari Minggu.
tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu
Allah dan Yesus tidak pernah mengkuduskan hari Minggu
tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu
tidak ada berkat yang dijanjikan jika memelihara hari Minggu
Alkitab tidak pernah menyebutkan hari minggu sebagai hari ibadah bagi kristen.

Setuju. Sabat bukan hari Minggu tapi hari Sabtu.

Hari Sabat itu memang hari Sabtu. Tetapi tentang perayaan hari Sabat ini lebih kepada hukum Taurat semasa Perjanjian Lama, yaitu semasa perjanjian Tuhan terhadap bangsa sulungnya yaitu Israel, dan kini, setelah YESUS menggenapkan perjanjian lama dan memberikan perjanjian yang baru bagi seluruh dunia, bukan hanya umat Israel saja, maka menurut saya pribadi, semua hari adalah kudus, dan bukan hanya hari Sabat saja yang harus dikuduskan, tetapi setiap hari harus dikuduskan, hehehe.

Bekerja dari Senin sampai Minggu boleh nggak?

Boleh-boleh saja, asal jangan melupakan siapa PRIBADI yang sudah menyediakan hari-hari tersebut untuk kita jalani, hehehe, dan jangan sampai menyibukkan diri dengan pekerjaan sehingga melupakan siapa PRIBADI yang sudah memampukan kita untuk menjalani hari-hari tersebut, yaitu Tuhan YESUS KRISTUS yang senantiasa mengajarkan kasih terhadap sesama, hehehe.

Siapa yang bilang umat Kristen hanya beribadah hari Minggu? Hehehe.
Di gereja kami, setiap hari selalu ada persekutuan, hehehe, dan hari Minggu adalah ibadah untuk memulai minggu yang baru, kita mempersembahkan yang terbaik dari minggu sebelumnya, dan meminta berkat untuk minggu yang akan datang, hehehe.

Setiap hari adalah ibadah menurut kami, dan menurut kami, ibadah bukan hanya sekedar liturgi, tetapi bagaimana hati kita menyembah dan memuliakan Tuhan, karena Tuhan mengetahui isi hati manusia, hehehe.

apakah selain Sabat hari hari di dunia tidak diberkati??
dimana ayatnya yang meyatakan tidak boleh menjadikan minggu sebagai sabat??
apakah hari hari lain tidak kudus/ najis??
jika tidak ada tertulis berkat ato kutuk pada sebuah kegiatan tertentu, apakah maksud tidak ada konsekwensi dari sebuah tindakan??
apakah kata MINGGU sudah ada di jaman Alkitab???

Di Padang Gurun Tuhan mendidik bangsa Israel untuk memegang hari Sabat.
Pada hari ke-6 manna turun 2x lebih banyak, sehingga bangsa Israel bisa mengumpulkannya juga untuk hari berikutnya. Manna yang disimpan untuk keesokan harinya khusus untuk hari ke-7 tidak berbau dan tidak berulat dan tidak busuk, dan ini tidak berlaku untuk hari yang lain.

Bila Tuhan melihat hari Sabat bukan hal penting, mengapa Tuhan mencantumkan itu dalam Kesepuluh Hukum yang ditulis sendiri dengan tanganNya sendiri.

Keluaran 20:8-11 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Ini tulisan Tuhan sendiri dengan jariNya di salah satu loh batu yang diberikan kepada Musa.

Bila Anda bertanya:
Dimana ayatnya yang menyatakan tidak boleh menjadikan minggu sebagai sabat??
Maka, coba cari juga:
Dimana ada ayat yang menuliskan boleh merubah hari Sabat dengan hari lainnya di dalam satu minggu?

Ketaatan artinya melakukan seperti apa yang diperintahkan. Bukan menambahi atau mengurangi, apa lagi mengubah perintah.

Ulangan 4:2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.
Ulangan 12:32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya.
Amsal 30:5-6 Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

Ada sepuluh Hukum yang disampaikan Tuhan. Adakah salah satu hukum tersebut direvisi?

Bagi mereka yang mengagungkan Hari Sabat, tolong dijelaskan arti dari ayat berikut ini,

Kol 2:16-17
16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
17. semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah KRISTUS.

Best Regard,
Daniel FS

Kumpulan Taurat bukan hanya sepuluh hukum saja, tapi ada juga hukum tata cara ibadah, hukum kesehatan, hukum kekudusan, hukum ganti rugi, dsb.

Tentang sabat sendiri ada beberapa aturan yang mengatur pelaksanaan hukum tersebut.

Sabat tidak pernah dihapuskan melainkan disempurnakan.
Matius 5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Tuhan Yesus menyempurnakan Sabat bukan suatu beban melainkan suatu kebutuhan dan suka cita.
Ini yang membuatnya berbeda. Ahli Taurat membebani umat dengan seperangkat peraturan sabat, bahkan menambahinya dengan beberapa definisi menurut mereka, sehingga demikian mengikat.
Sabat dijalankan dengan ketakutan dan berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan. Oleh karena kasih Kristus, Sabat disempurnakan menjadi kebutuhan beribadah, dan persekutuan. Jadi yang pegang sekarang bukan Sabat seperti apa yang ahli Taurat haruskan. Walau demikian harinya tidak pernah dirubah.

Regards,
Hans188

Sabat dijalankan dengan ketakutan dan berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan. Oleh karena kasih KRISTUS, Sabat disempurnakan menjadi kebutuhan beribadah, dan persekutuan. Jadi yang pegang sekarang bukan Sabat seperti apa yang ahli Taurat haruskan. Walau demikian harinya tidak pernah dirubah.

Regards,
Hans188

Bukankah dalam Kol 2:16-17 dikatakan bahwa “hari Sabat” adalah bayangan dari KRISTUS? Jika ternyata hal tersebut hanyalah “bayangan” apakah kita sekarang yang telah melihat wujud dari bayangan itu wajib melakukan “bayangan itu” ataukah melakukan “kenyataan dalam KRISTUS”?

Jikalau ternyata kita harus melakukan “bayangan itu” maka bayangan yang lainpun (keseluruhan Hukum Taurat, termasuk tata liturginya) bernilai sama bagi kita dan harus kita lakukan, karena demikianlah Hukum itu bekerja satu dengan lainnya, sehingga tidak dapat kita melakukan yang satu dan meniadakan yang lain.

Kis 15:28-29
28. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
29. kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Lalu, mengapa Roh Kudus tidak menyertakan tanggungan Kuduskan Hari Sabat pada hasil Konsili Yerusalem?

Best Regard,
Daniel FS

Kis 15:28-29 Hasil sidang Yerusalem. Permasalahan utama adalah soal sunat.

Sabat yang kita bicarakan di sini adalah Sabat yang tecantum dalam Hukum ke 4 dari Sepuluh Hukum.
Di luar itu masih ada sabat yang lain yaitu High Sabat (Sabat Hari Raya) contoh Hari Raya Pertama dan Ketujuh Roti Tidak Beragi.

Kisah Para Rasul
15:13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku:
15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
15:15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:
15:16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
15:18 yang telah diketahui dari sejak semula.
15:19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,
15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.

Siapa yang berbicara di sini? Bukankah itu Yakobus, penatua dari Yerusalem?
Orang yang sama yang menulis kitab Yakobus.

Yakobus 2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
2:11 Sebab Ia yang mengatakan: “Jangan berzinah”, Ia mengatakan juga: “Jangan membunuh”. Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.

Regards,
Hans

Yakobus 2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. 2:11 Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.

Regards,
Hans

Benar, namun bukankah yang dimaksud Yakobus adalah hakekat dari perintah itu sendiri (kepenuhan wujud KRISTUS) bukan hakekat bayangan perintah itu,misalnya:

Hukum Taurat secara kaku berkata: “Pengampunan dosa harus melalui Korban Bakaran”,
Namun dalam Hukum KRISTUS perintah “Pengampunan dosa harus melalui Korban Bakaran” bukan untuk “dilakukan” namun merupakan buah Roh Kudus oleh Darah YESUS KRISTUS.

Hukum Taurat secara kaku berkata: “Jangan Membunuh”,
Namun dalam Hukum KRISTUS perintah “Jangan Membunuh” bukan untuk “dilakukan” namun merupakan buah dari Roh Kudus yang bekerja dari dalam manusia menuju keluar.

Demikian juga Hukum Taurat secara kaku berkata: “Kuduskanlah Hari Sabat”,
Namun dalam Hukum KRISTUS perintah “Kuduskanlah Hari Sabat” bukan untuk “dilakukan” tepat hari Sabtu melainkan oleh buah dari Roh Kudus menyediakan satu hari dan menguduskannya untuk Tuhan, bukankah demikian tertulis dalam Kitab Suci:

Kel 20:8-10
8. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
9. enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
10. tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.

Dapat diartikan bahwa manusia bebas bekerja 6 hari namun harus ada 1 hari istirahat untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dengan manusia.

Coba tolong Anda jelaskan arti “bayangan” yang mengacu pada Kol 2:16-17 seperti uraian saya diatas…

Best Regard,
Daniel FS

Bro, Maksudnya Kolose

2:16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.
2:18 Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi,
2:19 sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
2:20 Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:
2:21 jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
2:22 semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
2:23 Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

@hans188

Dengan penuh hormat,
Silahkan dijelaskan dengan lebih detail kepada saya, saya kurang paham kalau cuma membaca dari ayatnya, karena penafsiran saya akan ayat itu tentunya lain dengan penafsiran Anda.

Best Regard,
Daniel FS

Aku cuma memaparkan ayat yang Bro Daniel maksud.
Benar yang itu Bro, Kolose 2:16-17?

Oke…
Kita akan coba lihat konteks yang diangkat di sana. Hari Sabat di sana disandingkan dengan tentang makanan-minuman, hari raya dan bulan baru, Jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini Beberapa dari aturan itu adalah peraturan yang dibuat para Ahli Taurat yang membuat mereka sedemikian rupa “terlihat lebih suci” dan menjaga diri sungguh-sungguh melakukan Taurat. Mereka memperlakukan segala sesuai pertimbangan duniawi bukan untuk menunjukan ketaatan melainkan membungkus diri dengan kemunafikan.

Paulus juga seorang ahli Taurat, dan dia juga memiliki paradigma yang sama sebelum bertobat dan melihat terang kasih Tuhan. Apa yang ditulis di sana berdasarkan perspektif seorang ahli Taurat yang telah diubah karena Injil Kristus.

Filipi 3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Tentang ketaatan Beliau (Paulus) berkata:

Filipi 2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Paulus bukan seorang perombak Firman, tapi orang yang taat pada Firman.
Melalui tulisannya kita bisa melihat sikap hidupnya.

Galatia 2:18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat. 2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Apa yang paling berarti di mata seorang Paulus adalah: Kristus telah mati untuk menebus dosa dan bangkit lagi membawa suatu harapan baru bagi orang yang mau percaya dan bersandar pada rencana penyelamatan Allah.

Semoga pandangan kita tentang Paulus tidak ada perbedaan.
Tuhan Yesus berkati…

Regards,

Hans188

@hans188

Baik, menurut Anda, yang dikecam oleh rasul Paulus adalah tentang Hukum Taurat “yang ditambah-tambahkan” oleh orang Yahudi sehingga memperberat hukum yang sebenarnya?

Jika demikian, benarkah bahwa Hukum Taurat “yang ditambah-tambahkan” oleh orang Yahudi itu dapat disebut sebagai “bayangan dari KRISTUS”?

Atau dengan kata lain, apakah tambahan adat istiadat dari manusia itu dapat disetarakan dengan Firman Tuhan sehingga rasul Paulus menyebutnya sebagai “bayangan” dari KRISTUS? ataukah ada maksud lainnya dari pernyataan Hukum Taurat sebagai “bayangan” dari KRISTUS tersebut?

Best Regard,
Daniel FS

Hukum petunjuk yang diberikan kepada Musa bukan hanya kesepuluh hukum.

Ada tata cara ibadah, ketahiran, ganti rugi, makanan halal/haram, korban persembahan, dll. Ini yang disebut Paulus sebagai bayangan yang akan digenapi dalam wujud Kristus. Apa yang dilihat para Ahli Taurat hal-hal ini harus dibuat perangkat hukum sedetail mungkin sehingga terlihat mereka “sedang beribadah sungguh-sungguh” kepada Tuhan.

Paulus meluruskan bukan hal lahiriah yang seperti itu yang kita kejar, melainkan pertumbuhan rohani yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam umat yang percaya.

Efesus 4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Gitu Bro, yang aku dapat seperti demikian.

Ada tata cara ibadah, ketahiran, ganti rugi, makanan halal/haram, korban persembahan, dll. Ini yang disebut Paulus sebagai bayangan yang akan digenapi dalam wujud KRISTUS. Apa yang dilihat para Ahli Taurat hal-hal ini harus dibuat perangkat hukum sedetail mungkin sehingga terlihat mereka "sedang beribadah sungguh-sungguh" kepada Tuhan.

Benar, bayangan tersebut termasuk tentang hari Sabat atau tidak? soalnya dalam Kol 2:16-17 disitu hari Sabat disejajarkan dengan bayangan KRISTUS saja.

Best Regard,
Daniel FS

Tidak dengan Sabat Rutin (weekly). Sabat hari raya termasuk.
Sabat rutin telah ada sejak penciptaan Alam Semesta, Namun baru dihidupkan/diingatkan kembali saat bangsa Israel berjalan menuju Tanah Perjanjian (zaman Musa).

Salah satu sebab mengapa Bangsa Israel harus hidup dalam pembuangan adalah karena mengabaikan Sabat.
Itu sebabnya bangsa Yahudi yang kembali dari pembuangan sangat memperhatikan perkara Sabat.

Regards,
Hans188

Tidak dengan Sabat Rutin (weekly). Sabat hari raya termasuk. Sabat rutin telah ada sejak penciptaan Alam Semesta, Namun baru dihidupkan/diingatkan kembali saat bangsa Israel berjalan menuju Tanah Perjanjian (zaman Musa).

Salah satu sebab mengapa Bangsa Israel harus hidup dalam pembuangan adalah karena mengabaikan Sabat.
Itu sebabnya bangsa Yahudi yang kembali dari pembuangan sangat memperhatikan perkara Sabat.

Regards,
Hans188

Tau dari mana kalau Sabat rutin tidak termasuk (mengingat dalam Kol 2:16-17 tidak dijelaskan sedetail itu)? ada ayat pendukungnya?

Best Regard,
Daniel FS

Sabat itu masuk 10 hukum. Tidak boleh merubah/membatalkan salah satu hukum yang sudah ada.

Yakobus 2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. 2:11 Sebab Ia yang mengatakan: “Jangan berzinah”, Ia mengatakan juga: “Jangan membunuh”. Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.

Anda memegang ke 9 hukum yang lain, khusus yang hukum keempat diubah/ diganti atau dihapuskan.
Boleh tidak??? Tentu saja termasuk mengabaikan salah satu hukum.

Illustrasi Yakobus sangat bagus:
Tidak berzinah tapi membunuh - Dosa Tidak? Yach Dosa Lah.
Tidak Membunuh, Tidak berzinah, Tidak Bersaksi Dusta, tapi Membuat patung dan menyembahnya - Dosa tidak? Yach Dosa Lah.
Demikian juga ini 9 hukum lain tidak dilanggar tapi yang satu itu tidak dituruti sebagaimana harusnya (Ingat definisi dari hari Sabat). - Dosa Tidak? Silahkan Anda menjawab sendiri.

Anda mau mengambil resiko ini dengan berhitung bahwa dosa seperti ini tidak dihitung Tuhan sebagai ketidaktaatan? Atau mengambil jalan safe dengan tetap melaksanakan sabat sebagaimana itu didefinisikan (hari Sabtu) dalam hukum ke-4?

Regards,
Hans188

Tidak ada ketentuan “hari suci” ala Taurat (termasuk sabat mingguan/ sabat rutin)
Yang mengikat orang Kristen.

BULAN DAN SABAT TELAH BERHENTI UNTUK MENGIKAT ORANG Kristen (Kolose 2:16) dan sulit masuk akal untuk menyarankan bahwa bayangan-bayangan ini akan dikembalikan lagi, kita lihat bukti kajian tekstual dan konteks ayatnya sbb :

[b]* Kolose 2:16-17
2:16 LAI TB, "Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya [1], bulan baru [2] ataupun hari Sabat [3];
KJV, Let no man therefore judge you in meat, or in drink, or in respect of an holyday, or of the new moon, or of the sabbath days:
TR, μη ουν τις υμας κρινετω εν βρωσει η εν ποσει η εν μερει εορτης η νουμηνιας η σαββατων
Translit. interlinear, mê {janganlah} oun {karena itu} tis {ada orang} humas {kamu} krinetô {mengkritik} en brôsei {dalam hal makan} ê en {atau dalam} posei {hal minum} ê en merei {atau mengenai} heortês {hari raya} ê {atau} noumênias {bulan bary} ê {atau} sabbatôn {hari-hari sabat}
2:17 LAI TB, semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah KRISTUS.
KJV, Which are a shadow of things to come; but the body is of CHRIST.
TR, α εστιν σκια των μελλοντων το δε σωμα του χριστου
Translit. interlinear, ha {(hal-hal) yang} estin {adalah} skia {bayang-bayang} tôn {(dari hal-hal yang)} mellontôn {yang akan datang} to de {tetapi} sôma {kenyataan (adalah)} khristou {KRISTUS}

Berdasarkan kemenangan KRISTUS atas segala musuh rohani, maka tidak ada tempatnya apabila orang menjatuhkan hukuman atas dasar soal makanan dan minuman atau mengenai hari-hari raya. Dalam hubungan ini Paulus menunjuk kepada setiap faham yang menggantungkan keselamatan pada ketaatan agamawi yang ditunjukkan dengan ketaatan dalam menghormati peraturan makanan atau ketatnya mentaati peraturan-peraturan hari suci.

Orang Yahudi bersalah dalam hal ini dan bisasanya pendekatan-pendekatan semacam ini seringkali dilakukan oleh guru-guru palsu. Paulus memakai bayangan dan wujudnya sebagai gambaran dari hubungan agama ritual dan YESUS KRISTUS. Lambang atau kiasan apapun yang dipakai semuanya bukanlah realitas.

Kita kaji lebih dalam ayat diatas, selain makanan dan minuman, ada tiga hal lainnya yang ditulis oleh Paulus:

[1] “hari raya”, ‘merei heortês’, yaitu hari-hari raya orang Yahudi yang terdiri atas:

a. פסח - PESAKH, hari raya Paskah
b. חג המצות - KHAG HAMATSAH, hari raya roti tidak beragi
c. ספירת העומר - SFIRAT HA’OMER, hari raya buah sulung
d. חג שבועות - KHAG SYAVUOT, hari raya Pentakosta
e. ראש השנה - ROSY HASYANAH, hari raya sangkakala
f. יום כיפור - YOM KIPUR, hari raya pendamaian
g. סכות - SUKOT, hari raya tabernakel

Hari pertama dari hari raya tersebut merupakan ‘sabat’ diperlakukan seperti Sabtu hari ketujuh.

[2] “bulan baru”, ‘noumênias’ yang merupakan kewajiban orang Yahudi mempersembahkan korban bakaran.

* Bilangan 28:11
LAI TB, Pada bulan barumu haruslah kamu mempersembahkan sebagai korban bakaran kepada TUHAN: dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, tujuh ekor domba berumur setahun yang tidak bercela,
KJV, And in the beginnings of your months ye shall offer a burnt offering unto the LORD; two young bullocks, and one ram, seven lambs of the first year without spot;
Hebrew, [SIZE=15pt]
וּבְרָאשֵׁי חָדְשֵׁיכֶם תַּקְרִיבוּ עֹלָה לַיהוָה פָּרִים בְּנֵֽי־בָקָר שְׁנַיִם וְאַיִל אֶחָד כְּבָשִׂים בְּנֵי־שָׁנָה שִׁבְעָה תְּמִימִֽם׃
Translit interlinear, UVERA’SYEY {dan pada permulaan} KHADSYEYKHEM {bulan-bulan kalian} TAQRIVU {kalian harus mempersembahkan} 'OLAH {korban bakaran} LAYEHOVAH {(baca " La’Adonay) kepada TUHAN} PARIM {lembu-lembu jantan} BENEY-VAQAR {umur muda} SYENAYIM {dua} VE’AYIL {dan domba jantan} 'EKHAD {satu} KEVASIM {domba-domba kecil} BENEY-SYANAH {umur setahun} SYIV’AH {tujuh} TEMIMIM {tanpa cacat}

[3] “hari sabat”, ‘sabbatôn’, Sabtu hari ketujuh yang merupakan sabat mingguan, termasuk juga tahun sabat.

Kata ‘sabbatôn’ yang dimaksud bukanlah sabat tahunan, bukan hari pertama dari hari raya Yahudi karena hari-hari raya ini sudah termasuk pada point [1] di atas, kata ini jelas merujuk kepada Sabtu hari ketujuh yang merupakan Sabat Yahudi.

Jika kata ‘sabbatôn’ jika ditafsirkan menjadi sabat “bayangan” dengan merujuk kepada sabat yaitu hari pertama hari raya, niscaya penafsiran ini bakal tabrakan dengan kata ‘merei heortês’ yang benar-benar merupakan hari raya.

Yosefus dalam 'Antiquities III.10, 1 dengan jelas sekali menulis bahwa ‘sabbatôn’ yang dimaksud adalah Sabtu hari ketujuh dengan menulis ‘sabbata’, dalam bentuk jamak, penyalinan dari kata Aram ‘sabbatah’.

Ketiga hal inilah yang senantiasa diusahakan oleh kalangan Yahudi-Kristen agar diterapkan di kalangan Kristen non-Yahudi. Dan Paulus seringkali mengkritisinya bahkan menyebut mereka adalah anjing-anjing (Reff : KEBENARAN SEJATI, Filipi 3:1-21 di http://www.sarapanpagi.org/kebenaran-sejati-filipi-3-1-21-vt1621.html#p6219 ).

Artikel terkait : SABAT BERGANTI SABAT, di http://www.sarapanpagi.org/sabat-vt311.html#p665