hari sabat

At this Point, kita sama-sama setuju bahwa hari Sabat (regular) yang pegang umat Yahudi adalah hari Sabtu bukan Minggu. Right Bro???

[b]Ketiga hal[/b] inilah yang senantiasa diusahakan oleh kalangan Yahudi-Kristen agar diterapkan di kalangan Kristen non-Yahudi. Dan Paulus seringkali mengkritisinya bahkan menyebut mereka adalah anjing-anjing (Reff : KEBENARAN SEJATI, Filipi 3:1-21 di http://www.sarapanpagi.org/kebenaran-sejati-filipi-3-1-21-vt1621.html#p6219 ).

Artikel terkait : SABAT BERGANTI SABAT, di http://www.sarapanpagi.org/sabat-vt311.html#p665


Link ini tulisan Anda khan Bro. So… apa yang tercantum di sana adalah pendapat Anda. Am I Right?

Karena biasanya aku mengambil link yang bukan tulisanku sendiri, untuk menunjukkan bahwa bukan aku sendiri yang memiliki pendapat seperti itu.
Btw aku akan cek juga tulisan kamu untuk dipelajari kebenarannya.

Regards,
Hans188

Berikut ini nama-nama hari

Minggu :
Ibrani : RI’SYON atau 'EKHAD
Yunani kuno : HELIOU
Yunani Klasik : MIA
Yunani Modern : KURIAKE

Senin :
Ibrani : SYENI
Yunani kuno : SELENES
Yunani Klasik : DEUTERA
Yunani Modern : DEUTERA

Selasa :
Ibrani : SYELISYI
Yunani kuno : AREOS
Yunani Klasik : TRITE
Yunani Modern : TRITE

Rabu :
Ibrani : REVI’I
Yunani kuno : HERMU
Yunani Klasik : TETARTE
Yunani Modern : TETARTE

Kamis :
Ibrani : KHAMISYI
Yunani kuno : DIOS
Yunani Klasik : PEMPTE
Yunani Modern : PEMPTE

Jumat :
Ibrani : SYISYI
Yunani kuno : APHRODITES
Yunani Klasik : HEKTE
Yunani Modern : PARASKEUE

Sabtu :
Ibrani : SYEVI’I atau SYABAT
Yunani kuno : KHRONU
Yunani Klasik : HEBDOME
Yunani Modern : SABBATO

Di Artikel tersebut ada rujukan sumber2 yang dipakai

@Sarapanpagi
http://www.sarapanpagi.org/kebenaran-sejati-filipi-3-1-21-vt1621.html#p6219
Ini tentang Paulus yang berubah paradigma dari seorang Ahli Taurat menjadi seorang Pengijil. Tidak banyak relevansi dengan topik sabat.

http://www.sarapanpagi.org/sabat-vt311.html#p665
Ini baru tentang Sabat. Percaya atau tidak, saya sudah baca tulisan Anda.
Kadang banyak orang yang belum tentu baca link, namun sudah komentar. Nah sekarang saya tegaskan saya baca link yang Anda berikan.

Ada beberapa point yang Anda sampaikan, yaitu: (bagikan juga di sini biar yang nggak baca/ malas baca juga tahu)

  1. Sabat digenapi dalam diri Tuhan Yesus. Itulah sebabnya mengapa umat Kristen tidak lagi merayakan hukum Sabat, baik pada hari Sabtu maupun pada hari Minggu.
  2. Umat Kristen jemaat awal kemudian berkumpul pada hari pertama dalam minggu sebagai peringatan mingguan hari kebangkitan Tuhan Yesus (Yoh.20:1,19,26;Kis.20:7;1Kor.16:2), pengakuan Thomas bahwa Yesus adalah ‘Tuhanku dan Allahku’ (Yoh.20:28) terjadi dalam pertemuan hari minggu. Hari Pertama dalam minggu disebut sebagai hari Tuhan (kuriake hemera, Why.1:10).
  3. Bagaimana sikap Yesus terhadap hari Sabat. Lukas 4:16
    LAI TB, Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kebiasaan bukan berarti kewajiban. Dalam ketidaksetujuan-Nya dengan orang Farisi (Matius 12:1-14; Markus 2:23-28; Lukas 6: 1-11) Tuhan Yesus menunjukkan kepada masyarakat Yahudi kesalahpahaman mereka mengenai perintah-perintah PL. Mereka telah membuat pengudusan sabat lebih keras daripada yg diperintahkan Allah sendiri.
  4. Pentakosa juga terjadi pada hari Minggu. Berikut ini kutipannya “Ia tidak menyatakan diri pada hari Sabat kepada orang orang Yahudi, demikian juga pada hari kebangkitan-Nya ia mengaruniakan ‘Roh Kudus’ kepada murid-murid-Nya (Yoh.20:22), dan Roh Kudus dicurahkan kepada umat manusia pada ‘hari Minggu’ yaitu pada hari ‘Pentakosta’ (hari ke-50). Semua ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus Kristus memang menghendaki kita menjadikan ‘hari Minggu’ sebagai ‘hari Tuhan’ dimana kita menjalankan Sabat, bukan dalam pengertian Sabat Yahudi, namun dalam pengertian ‘Tahun Rahmat Tuhan’, Sabat Akbar yang membebaskan umat manusia.”

Benar tidak Bro iktisarnya?
Ada yang mau direvisi? Sebelum aku berikan komentar.

Regards,
Hans188

Sabat itu masuk 10 hukum. Tidak boleh merubah/membatalkan salah satu hukum yang sudah ada.

Baik, jadi menurut Anda, hanya 10 Hukum Taurat Loh Batu yang tidak boleh dibatalkan/dirubah, namun kenyataannya perintah: dilarang makan darah dan makan dari binatang yang mati tercekik masih dilarang berdasarkan Konsili Yerusalem, padahal itu kan tidak termasuk dalam 10 Hukum Taurat Loh Batu, bagaimana Anda menanggapinya?

Best Regard,
Daniel FS

Kisah Para Rasul 15:28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Karena ayat ini Bro Daniel, maka kita harus turut keputusan Sidang di Yerusalem.
Bila… (sekali lagi Bila) tentang ketentuan merubah Sabtu jadi Minggu atau Sabat hilang sama sekali ada keputusan Roh Kudus seperti sidang di Yerusalem, maka saya (pasti) akan turuti keputusan tersebut. Tapi ternyata tidak demikian, tidak ada keputusan seperti demikian.

Jaman para rasul adalah jaman di mana Roh Kudus demikian tegas, petunjuk Roh Kudus juga jelas, mujizat… jangan disinggung lagi tak terbantahkan.
Contohnya: keputusan bahwa orang bukan Yahudi boleh masuk jemaat, Perjalanan Paulus tidak masuk ke Asia Kecil tapi menyeberang ke Makedonia.
Hukuman pun atas apa yang salah diberikan Tuhan demikian tegas. Contoh: Ananias dan Safira.

Regards,
Hans188

@hans188

Baik, saya paham maksud Anda, jika Sabat mingguan masih berlaku, artinya peraturan pada Sabat mingguan semestinya juga tetap berlaku?

Kel 16:22-23
22. Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.
23. Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."

Nah, selama Sabat (dalam konteks ayat adalah Sabat mingguan) tidak diperbolehkan manusia melakukan pekerjaan, termasuk “memasak makanan”, demikian harus disimpan makanan yang dimasak itu 1 hari sebelumnya. Apakah ini dibatalkan atau bagaimana?

Kel 35:2-3
2. Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada perhentian kudus bagimu, yakni sabat, hari perhentian penuh bagi TUHAN; setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, haruslah dihukum mati.
3. Janganlah kamu memasang api di manapun dalam tempat kediamanmu pada hari Sabat."

Haruskah kita menghukum mati jemaat yang melanggar Sabat? dan seharusnya tidak diperbolehkan untuk menyalakan lampu/penerang di rumah pada hari Sabat, bagaimana? demikianlah peraturan tentang Sabat mingguan, apakah peraturan tentang Sabat mingguan ditiadakan atau diubah atau bagaimana?

Mengenai Hari Ibadah

Setahu saya, ibadah pada hari Minggu menjadi sangat populer pada tahun 70 AD, saat itu Sinagoga Yahudi mengalami kehancuran dan Kristen berkembang dengan pesat sehingga dirasa perlu untuk membedakan antara Kristen dan Yahudi, maka hari Minggu ditetapkan sebagai hari ibadah raya Kristen, hal ini dilakukan sekaligus sebagai bentuk konsep keteraturan dalam ibadah, dengan demikian bukan berarti ibadah pada hari selain Minggu tidak benar.

Hal ini diperkuat pada dokumen Gereja pada tahun 100 AD, Bishop Ignatius dari Antiokhia menulis surat yang isinya tentang anjuran perubahan hari ibadah dari hari Sabtu (Sabat) kepada hari Minggu kepada jemaat di Magnesia. Pada abad-abad selanjutnya, banyak ketentuan Gereja yang menetapkan hari Minggu adalah hari ibadah raya formal Kristen, hal ini tertera dalam keputusan Konsili Laodikia pada tahun 368 AD. Jadi ketentuan ibadah raya formal pada hari Minggu telah ada dan berkembang sejak abad perdana Gereja Kristen sendiri (bukan ditetapkan secara mengada-ada dan serampangan).

Masih banyak para rasul yang hidup pada masa 70 AD, misalnya Rasul Thomas, Rasul Mathias, dan Rasul Yohanes; dan bukankah pada tahun-tahun awal (100 AD) masih banyak pula murid langsung dari para rasul, seperti Polykarpus dan sebagainya sebagai penjaga standar Kekristenan, adakah mereka menyesatkan hari ibadah Kristen (secara kewajiban pada hari Sabat) mulai dari awal kerasulan mereka?

Best Regard,
Daniel FS

Pertanyaan bagus. Ini menyangkut bagaimana seharusnya kita memegang sabat seperti yang Tuhan Yesus ajar. Haruskah sama seperti apa yang orang Yahudi laksanakan atau ada perbedaan?
Sementara aku belum bisa menjawab pertanyaan ini dengan sistematik,
Pikir dulu n cari dasar Alkitabnya.

Mengenai Hari Ibadah

Setahu saya, ibadah pada hari Minggu menjadi sangat populer pada tahun 70 AD, saat itu Sinagoga Yahudi mengalami kehancuran dan Kristen berkembang dengan pesat sehingga dirasa perlu untuk membedakan antara Kristen dan Yahudi, maka hari Minggu ditetapkan sebagai hari ibadah raya Kristen, hal ini dilakukan sekaligus sebagai bentuk konsep keteraturan dalam ibadah, dengan demikian bukan berarti ibadah pada hari selain Minggu tidak benar.

Hal ini diperkuat pada dokumen Gereja pada tahun 100 AD, Bishop Ignatius dari Antiokhia menulis surat yang isinya tentang anjuran perubahan hari ibadah dari hari Sabtu (Sabat) kepada hari Minggu kepada jemaat di Magnesia. Pada abad-abad selanjutnya, banyak ketentuan Gereja yang menetapkan hari Minggu adalah hari ibadah raya formal Kristen, hal ini tertera dalam keputusan Konsili Laodikia pada tahun 368 AD. Jadi ketentuan ibadah raya formal pada hari Minggu telah ada dan berkembang sejak abad perdana Gereja Kristen sendiri (bukan ditetapkan secara mengada-ada dan serampangan).

Masih banyak para rasul yang hidup pada masa 70 AD, misalnya Rasul Thomas, Rasul Mathias, dan Rasul Yohanes; dan bukankah pada tahun-tahun awal (100 AD) masih banyak pula murid langsung dari para rasul, seperti Polykarpus dan sebagainya sebagai penjaga standar Kekristenan, adakah mereka menyesatkan hari ibadah Kristen (secara kewajiban pada hari Sabat) mulai dari awal kerasulan mereka?

Best Regard,
Daniel FS

Bishop itu penatua khan.
Aku tidak menemukan nama Ignatius di seluruh Perjanjian Baru, demikian pula dengan nama Polykarpus. Bila Anda berbicara tentang Gayus, Apolos, Zenas, Titus, Tikhikus dan Timotius, mungkin aku kenal dari Alkitab dan boleh mencek dalam Alkitab.
Tidak tertulis bukan berarti tidak ada, tapi permasalahannya bagaimana membuktikannya. Bila dalam Alkitab setidaknya ada tulisan yang bisa dipercaya keotentikannya dan juga pendapatnya bisa dipertanggung-jawabkan.

Regards,
Hans188

Mengenai Hari Ibadah Kristen menjadi hari Minggu dengan dasar Alkitab yang diambil dari Bro Sarapanpagi. Aku tunggu konfirmasi dari Bro Sarapanpagi menjawab reply#22, mengenai pemaparan iktisar dari artikel yang linknya diberikan.

Regards,
Hans188

Bishop itu penatua khan. Aku tidak menemukan nama Ignatius di seluruh Perjanjian Baru, demikian pula dengan nama Polykarpus. Bila Anda berbicara tentang Gayus, Apolos, Zenas, Titus, Tikhikus dan Timotius, mungkin aku kenal dari Alkitab dan boleh mencek dalam Alkitab. Tidak tertulis bukan berarti tidak ada, tapi permasalahannya bagaimana membuktikannya. Bila dalam Alkitab setidaknya ada tulisan yang bisa dipercaya keotentikannya dan juga pendapatnya bisa dipertanggung-jawabkan.

Regards,
Hans188

Tidak tertulis di Alkitab (karena Polykarpus adalah Bishop Smirna dan Bishop Ignatius adalah Bishop Antiokhia, kecuali kalau ada Surat Smirna atau Surat Antiokhia mungkin kedua nama beliau akan disebut), data itu adalah data sejarah Gereja pada abad pertama (sampai tahun 100 AD), dimana para bishop (penatua) masing-masing daerah Gereja adalah murid langsung (dan menerima Apostolic Succession) dari para rasul. Lagipula masih ada beberapa rasul yang hidup pada masa itu, seharusnya bisa menjadi penjaga standar kebenaran ajaran Kristen.

Biodata Polykarpus (Bishop Smirna): http://en.wikipedia.org/wiki/Polycarp

Biodata Ignatius (Bishop Antiokhia): http://en.wikipedia.org/wiki/Ignatius_of_Antioch

Best Regard,
Daniel FS

Kisah Para Rasul 20:27 Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu. 20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. 20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. 20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. 20:31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. 20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

Apa yang salah bisa saja dimulai lebih awal (tidak jauh setelah jaman para Rasul). Yang penting adalah berpegang hanya pada Injil yang Benar.

Galatia 1:6. Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, 1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. 1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. 1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Regards,
Hans188

Maaf… sebenarnya threat ini yang dipersoalkan dari sabat itu apanya?

Maknanya?

Atau waktunya?

Ya dua2nya Pak, termasuk kalau Pak Satya baca, TS dan bro Hans berpendapat Sabat adalah hari Sabtu dan harus dijalankan kewajibannya karena termasuk Hukum Taurat, apabila tidak dijalankan sanksinya DOSA.

Gitu lo Pak, tapi kalo ane mah lebih seneng ngikut katenya Pak Satya aza dah :

[b]Hidup sudah susah... jangan dibikin lebih susah.. lihat senyumnya...[/b]

Salam simpul :onion-head86:

apakah ada semacam aroma legalisme disini bro siip?

bro, mari silakan pertajam penciuman anda disini

laporan saya tunggu ya

salam

oooo…

  1. Sabat adalah anugerah Allah bagi manusia
  2. Diteladankan oleh Allah sendiri setelah penciptaan
  3. dilakukan dengan taat dan tekun oleh bangsa Israel
  4. dijalani juga oleh YESUS orang Nazareth

Apakah harus hari ke 7?

Tidak! benar bahwa sabtu hari ke7 dan minggu adalah hari 1. tetapi pelaksanaan ibadah raya yang dilakukan umat Kristen merupakan wujud perayaan dari kemenangan kebangkitan KRISTUS. Dan bagi Kristen itulah pemaknaan sabat yang baru di dalam KRISTUS YESUS.

Maaf saya bukan orang yang detail dalam semua hal… karena itu saya tidak menjawab dengan cara detail yang diharapkan. saya hanya menggunakan logika sistematis

Aku belum katakan apa-apa tentang umat Kristen beribadah pada hari minggu sebagai wujud perayaan kemenangan kebangkitan Kristus Yesus. Memang dibuat demikian oleh para Rasul atau dibentuk sedemikian oleh otoritas gereja setelah jaman rasul-rasul.

Bro SarapanPagi post #22. Ada komentar???

Regards,
Hans188

Meski Anda membuat rangkuman, sebenarnya itu tidak cukup… karena saya tidak mengerti banyak isi kepala Anda :slight_smile:
Jadi lebih baik ungkapkan saja apa yang hendak dibicarakan.

Apa yang salah bisa saja dimulai lebih awal (tidak jauh setelah jaman para Rasul). Yang penting adalah berpegang hanya pada Injil yang Benar.

Ya, namun Polykarpus sebagai murid langsung Rasul Yohanes tentunya tetap dibawah pengawasan Rasul Yohanes sendiri (dan banyak rasul lainnya), sedangkan keputusan hari Minggu keluar pada tahun 70 AD dan Rasul Yohanes sendiri masih hidup dan menulis Kitab Wahyu pada tahun 95 AD, jadi seharusnya pelurusan dan apologetika dapat dilakukan oleh Rasul Yohanes (dan juga rasul lainnya), nyatanya, kehidupan ibadah Minggu tersebar kepada seluruh Gereja tanpa adanya perlawanan dari para rasul (termasuk sampai ke India, dimana Rasul Thomas berada).

Bagaimana tanggapan Anda? Adakah para rasul menyetujui keputusan itu (atau malahan keputusan itu adalah sebenarnya dari para rasul sendiri) sehingga tidak ada pertentangan dan tulisan penentangan tentang hal tersebut (kalau mau melarang dan melihat adanya pelanggaran tentunya Rasul Yohanes bisa meluruskannya melalui surat/buku yang ditulisnya pada rentang tahun 70AD s/d 100AD)?

Best Regard,
Daniel FS

Kemarin aku dapat link yang menuliskan diyakini Polycarpus lahir sekitar 70 AD. Jadi bagaimana mungkin lahir sekitar tahun 70 AD lalu sudah bisa memiliki peran penting dalam jemaat pada tahun sekitar tahun 70 AD juga. Ini sudah mencurigakan. Bila Polycarpus murid langsung dari Yohanes, maka pertanyaannya tahun berapa kira-kira dia mulai menjadi murid Rasul Yohanes. Seharusnya sebelum tahun meninggalnya Rasul Yohanes tentunya. Let’s say Polycarpus menjadi murid Yohanes saat berusia 25 tahun, berarti dia hanya punya waktu sekitar 5-6 tahun, karena menurut catatan Yohanes meninggal sekitar 100 AD. Pada usai Polycarpus 30 tahun, Yohanes sudah tidak membimbingnya lagi (time is out).

Bila catatan polycarpus ditulis sesudah abab ke 4. Maka ini harus diteliti lagi. Kenapa saya katakan demikian. Coba Anda bayangkan bila abad 12 mengarang sebuah cerita atau tokoh, kemudian diajarkannya konsisten terus menerus sampai berberapa abad kemudian sebagai sesuatu yang benar. Saat di abad 20, maka itu sudah susah untuk dilacak tebenarannya dan dianggap sebagai fakta. Cukup waktu untuk menutupi kebenaran.

Begitu juga kebenaran tentang Christmas/Natal contohnya. Kenapa tidak ada orang Kristen yang berani mempertanyakan kenapa 25 Desember sebagai hari Natal sampai abad 18 atau abad 20. Sebab itu sudah dilakukan terus menerus berabad-abad dan menjadi Tradisi dan dianggap sebagai kebenaran. Asal usulnya tertutup rapat dan terlindung oleh otorisasi pejabat gereja. Biarkan demikian tanpa ada yang perlu diubah atau diungkit.

Martin Luther contoh seorang reformator. Dia berani mengungkapkan kebenaran bahwa Tuhan menyelamatkan karena kasih karunia dan bagi mereka yang beriman. Terang-terangan menyatakan keputusan menjual Surat Pengampuan Dosa adalah salah. Sekian lama otoritas tersebut tidak pernah ada yang berani singgung sekalipun itu salah. Kebenaran tidak dapat ditutupi, ada saatnya itu disingkapkan.

Hal lain yang ditutupi adalah tentang Roh Kudus dan berbahasa Roh. Kapan bahasa roh itu berhenti dan tidak lagi menjadi tradisi gereja bahwa seorang pejabat kudus harus dipenuhi Roh Kudus. Lihat syarat diaken dalam kitab Kisah para Rasul 6. Kenapa itu bisa pudar?

Ini cuma pendapat tapi boleh Anda renungkan.

Matius 7:7. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Carilah dan selidiki, maka Anda bisa temukan yang benar sesuai Alkitab (seperti biasa, bukan yang lain…).

Regards,
Hans188

Mungkin ini satu pertimbangan kenapa ada ibadah Minggu.

Edict of Constantine

On 3 March 321, Constantine I decreed that Sunday (dies Solis) will be observed as the Roman day of rest [CJ3.12.2]:
On the venerable day of the Sun let the magistrates and people residing in cities rest, and let all workshops be closed. In the country however persons engaged in agriculture may freely and lawfully continue their pursuits because it often happens that another day is not suitable for grain-sowing or vine planting; lest by neglecting the proper moment for such operations the bounty of heaven should be lost[23].

Constantine’s decree was most likely modeled on pagan sun worship, though it is probable that he also intended to benefit the church, which already met for worship on Sunday.[9] Some[who?] theorize that, because the practice favored the Christian day of worship, it also helped the church to avoid implicit association with the Jews. Eusebius, in Life of Constantine, claims Constantine stated: “Let us then have nothing in common with the detestable Jewish crowd; for we have received from our Saviour a different way.”[24]

Tambahan yach. Command & Conquer filosofi:
“He who controls the past commands the future, He who commands the future, conquers the past.” - Kane

Constantine berkuasa, ia bisa mengeluarkan perintah yang harus dilaksanakan dan mengubah tradisi. Selanjutnya pihak yang diberi otoritas dan kuasa bisa membuat catatan yang merubah/memalsukan sejarah menjadi apa yang seharusnya (menurut dia) bukan kenyataan yang sebenarnya.

kan klaim anda

Allah dan YESUS tidak pernah memberkati hari Minggu.
tidak ada hukum yang menyuruh memelihara hari Minggu
Allah dan YESUS tidak pernah mengkuduskan hari Minggu
tidak ada pelanggaran hukum jika bekerja pada hari Minggu
tidak ada berkat yang dijanjikan jika memelihara hari Minggu
Alkitab tidak pernah menyebutkan hari minggu sebagai hari ibadah bagi Kristen.

sementara anda berpegang sabat adalah bukan minggu… apakah tidak tertulis artinya TIDAK BOLEH??? apakah tertulis di Alkitab tentang berdoa dengan menutup mata ???? anda jangan menggeneralisasi bahwa apa yang tidak tertulis, pasti tidak boleh… apalagi mengklaim Tuhan tidak memberkati ini, Tuhan tidak menyuruh itu… hanya karena didasari tidak tertulis di Alkitab… memang Anda Tuhan…??? :ashamed0004: