Hari sabath dan pengudusanya

Apakah kita perlu/sudah menguduskan hari sabath sesuai yang diperintahkan alkitab??

Keluaran 20:8-11
(8) Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: (9) enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, (10) tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. (11) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya…

Yesaya 58:13
Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,

Sudahkah kita benar benar menguduskanya?? (apapun hari sabath yang anda anut)

saya belum mengkuduskan hari sabat :slight_smile:

karena ampir tiap hari ada aja dosa yg dibuat kecuali kuni kamar lalu tidur seharin tp belum tentu jg seh ha7

iya bro… kayaknya memang hampir mustahil kita tidak melakukan dosa, apalagi untung seukuran anak muda… apa saja yang dilakukan pasti berkatian dengan dosa…
berbuat dosa sama minta ampunya ga seimbang,…
moga2 aja tanpa minta ampun selalu diampuni…

tapi mengapa di beberapa agama di kekristenan hukum Tuhan yang ke 4 ini jarang ditekankan??
atau memang di gereja saya yang dilebihkan menurut pandangan orang lain… hehehe,. mohon referensinya

Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.
Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."
(Keluaran 31:16-17)

semoga membantu :smiley:

Saya setuju sekali… yg diperintahkan utk memelihara Hari Sabat memang orang Israel only spt ayat diatas :slight_smile:

syalom…

bukankah kita adalah orang israel rohani???

wew

saya contohkan dulu sebelum melangkah ke masalah “rohani”

sunat merupakan tanda perjanjian Allah dengan Abraham :

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."
Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;
haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.
Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.
Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.
Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

(Kejadian 17:7-14)

misalnya nee ya, seorang Mesir yang tidak termasuk dalam golongan orang asing yang bukan keturunan Abraham yang dibeli sehingga tidak memenuhi ketentuan untuk disunat — lalu mereka melaksanakan sunat, apakah perjanjian itu akan beralih atau berlaku juga dari keturunan Abraham kepada orang Mesir itu?

atau paling tidak dia juga ikut mendapatkan apa yang menjadi perjanjian antara Allah dan Abraham : bersama dia dan keturunannya, maka keturunan orang Mesir itu juga akan menerima janji Allah itu?

tentunya jawabannya adalah : tidak


demikian juga dengan sabat sebagai tanda perjanjian Allah dengan bangsa Israel -- [b]ketika orang yang bukan bangsa Israel, melaksanakan sabat, maka perjanjian antara Allah dan Israel tidak akan beralih kepada mereka[/b] [i] "Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan [b]antara Aku dan kamu, turun-temurun[/b], sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu. [/i] (Kejadian 31:3)

sekarang memasuki tentang “rohani”


kita paham bahwa bangsa Israel menggambarkan :

[ol]- manusia pada umumnya, dengan sifat keras kepala, tidak setia, sering bersungut2, dsb

  • sebagai bangsa yang dipilih TUHAN, menggambarkan umat pilihan yang akan datang, dalam hal ini jemaat Kristus – maka dari itu sering dikatakan orang Kristen adalah Israel rohani[/ol]

[i]Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah [b]bayangan dari apa yang harus datang[/b], sedang wujudnya ialah Kristus. [/i] (Kolose 2:16-17)
sabat, kita ketahui sebagai hari sabtu pada umumnya --- ini merupakan sabat mingguan sesuai perintah TUHAN kepada bangsa Israel tetapi selain hari sabat yang merupakan hari sabtu, ada satu hari -- dan hanya satu hari lain yang ditetapkan TUHAN sebagai sabat : hari Pendamaian

ada beberapa hari raya lain yang dianggap sabat, namun tidak satupun dari hari itu merupakan perhentian penuh sesuai sabat mingguan, kecuali hari Pendamaian


apa yang diberitahukan kepada bangsa Israel mengenai sabat mingguan, sebagai berikut:

[ol]- hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN (ref. Kej 16:23)
hari perhentian kudus, sabat bagi TUHAN (ref. Kel 35:2)

  • TUHAN memberkati hari sabat dan menguduskannya (ref. Kej 20:11)
  • larangan memasang api di manapun di kediaman orang Israel (ref. Kel 35:3)[/ol]

sedangkan hari Pendamaian, sebagai berikut :

[ol]- dinyatakan sebagai sabat, perhentian penuh, merendahkan diri dan berpuasa (Imm 16:31)

  • pentahiran dosa di hadapan TUHAN (Imm 16:30) [/ol]

mengenai ketentuan hari Pendamaian dapat dibaca pula di Imamat 23:27-32


hari sabat adalah [b]perhentian penuh dan kudus[/b], melambangkan : Yesus telah menyelesaikan semua tugas-Nya dalam [i]menggenapi nubuat para nabi termasuk pengorbanan-Nya di kayu salib[/i], seperti makna sabat adalah enam hari Allah bekerja, dan pada hari ketujuh Dia "berhenti" dari pekerjaan-Nya
larangan memasang api (api dipasang untuk penerangan) di manapun di kediaman orang Israel, melambangkan : Yesus, sang Terang dunia itu telah disalibkan, terang itu telah ditolak oleh umat Yahudi yang tidak percaya --- sehingga tidak ada api/penerangan di kediaman mereka keadaan gelap itu juga menggambarkan Yesus dalam kubur -- kubur dan kematian digambarkan dengan kegelapan dalam tradisi Yahudi
pendamaian dan pentahiran dosa, melambangkan : karya pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, merupakan pendamaian dan pentahiran dosa bagi seluruh umat manusia
merendahkan diri dan berpuasa, melambangkan : kesedihan dan kesadaran manusia ketika mengetahui keadaan dosa mereka yang tidak layak di hadapan TUHAN keadaan merendahkan diri dan berpuasa juga menggambarkan kondisi yang umum dilakukan banyak tokoh dalam Perjanjian Lama ketika merasa sangat sedih, memohon dengan sangat kepada Allah termasuk dalam permohonan pengampunan atas dosa2
oleh karena itulah [b]Yesus mengatakan bahwa Dia, sang Anak Manusia adalah Tuhan atas hari sabat[/b]

yang menjadi pertanyaan, adalah apakah kita masih harus memperingati dan melaksanakan ketentuan sabat?
jawabnya : tidak, karena sabat itu adalah tanda perjanjian kekal Allah dengan bangsa Israel
tapi secara rohani, sabat itu ada dalam hati kita:

[ol]- perhentian penuh : berhentilah berbuat yang tidak berkenan di hadapan Allah

  • jangan nyalakan api : ini unik, karena gambaran kebencian, kedengkian, permusuhan, dsb di banyak budaya digambarkan dengan “api”
  • pendamaian dan pentahiran dosa : selalu merendahkan diri dan berpuasa secara rohani karena dosa kita telah ditebus dengan darah yang mahal, yakni darah Yesus Kristus[/ol]

kata PL = hari sabat dikuduskan dan dikuduskan dan dikuduskan.OKE :afro:

tp hari sabat menurut PL hanya satu hari dan itupun sabtu = mnrt klaim beberapa pihak OKE :afro:

bandingkan dengan pengertian hari sabat oleh TUHAN YESUS melalui murid muridnya dalam PB

hari sabat = hari mensucikan diri dan melakukan perintah TUHAN dan bukan tergantung hari karena ada

tertulis "…dirimu adalah bait ALLAH " NAH Lohhh…

Klo kita aja sudah dikatakan sebagai BAIT ALLAH === hari sabat setiap hari donk . :coolsmiley: :coolsmiley: :coolsmiley:

syalom…

jadi maksud kamu dalam 7 hari itu nggak penting untuk mengambil 1 hari tertentu khusus untuk kita berusaha lebih dekat dengan tuhan???
berarti hari minggu juga nggak penting dong,karena setiap hari adalah hari sabat… :happy0025:

wew…sudut pandangnya jangan gtu dong…wkwkw

kalau mereka hanya mementingkan beribadah, berbuat baik, bertobat, mempersembahkan korban kepada TUHAN hanya satu hari saja seminggu, kita sekarang harus menaikkan “posisi” hari2 lain, menjadi setara dengan hari sabat itu dalam pengertian rohani — bukan menurunkan hari sabat atau hari minggu jadi diturunkan “kelas” nya sama dengan hari yang lain…gtu…wkwk

dibalik aja nee :
jadi setiap hari kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan, justru karena setiap hari adalah sabat di hati kita — karena seperti diajarkan oleh-Nya : Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan

karena ibadah bukanlah hanya datang di rumah ibadah, berdoa bukan hanya di tempat tertentu, persembahan pun bukan hanya kolekte atau korban bakaran…tapi hidup kita seluruhnya [nee klo bisa yaa…wkkw] adalah ibadah : kita hidup, kita bernafas, kita berbicara, kita bersikap, dsb adalah untuk memuliakan Tuhan, karena kita bukanlah milik diri kita sendiri lagi tapi milik-Nya, Dia telah menebus kita dengan darah-Nya yang kudus — maka muliakanlah Tuhan tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik, dalam tiap hembusan nafasmu :smiley:

Hahahahhaa… Simpel aja para saudara… Kalo sabath dah ga berlaku berarti 10 hukum di keluaran 20 ga berlaku ya??? Apa jangan2 menurut pemahaman saudara 10 hukum hanya untuk bangsa israel??? Brti kita boleh mencuri donkk… Enak juga ya…
Trus kalo sabath ga berlaku jdnya 9 hukum Allah donk…

Padahal dikitab Yesaya (yesaya 53:13) ibrani 4:1, dan ketika Yesus jauh jauh ke sinagog pada hari sabath…
Apa itu masih dalam jaman bangsa israel???

Hati2 bro… Jangan2 selama ini kita salah kaprahh… Susah2 berbuat baik tp tidak menurut hukum sabath… Apa satu dosa kesenangan bisa ditolerir oleh Tuhan??

10 Hukum Allah dan Hukum Taurat memang hanya utk bangsa Israel dan penganut ajaran Yahudi bro… Jd sampai sekarang pun tetap berlaku dan tidak ada yang dirubah ataupun dibatalkan…
Bagi kita penganut ajaran Kristen yg menganggap Hukum Taurat “Lama / ajaran Yahudi” tsb sudah dperbaharui dengan Hukum Taurat yg “Baru (Hukum Kasih)” maka Hukum Taurat Lama(ajaran Yahudi) tsb sudah tidak berlaku lg… Namun bila ada penganut ajaran Kristen yg tetap melakukan/melaksanakan Hukum Taurat Yahudi tsb, jg nda apa2 kok krn hal tsb bukan merupakan kesalahan, begitu pula bagi umat Kristen yg melaksanakan Hukum Taurat Baru (Hukum Kasih) seperti yg diajarkan ol Yesus, maka berarti mereka jg telah melakukan/melaksanakan Hukum Taurat Lama, krn Hukum Kasih yg diajarkan ol Yesus menghimpun semua yg ada dlm Hukum Taurat yg lama…

Seperti yg jg telah dijelaskan ol bro Pengembara…
bila dlm Hukum Taurat kita harus meng-“kuduskan” 1 hari(hari sabat) saja dalam satu minggu, maka dlm hukum Taurat yg baru, kita harus mengkuduskan semua hari(jd semua hari adalah hari sabat) sehingga setiap hari kita harus ‘beribadah’ bagi Tuhan (bukan hanya pd satu hari dlm seminggu, tp tiap hari)… :smiley:

Kalau begitu saya setuju kalau semua harus mendekatkan diri pada Tuhan dan menguduskanya… Tetapi pada yesaya 58:13-14 dikatakan kita harus benar2 menguduskan hari sabath tanpa melakukan urusan dan pekerjaan kita… Dan pada ayat 14 dikatakan bahwa kita akan diangkat bersama Tuhan bila menuruti ayat 13… Kesimpulanya kita harus ttp mengucilkan 1 hari kusus untuk Tuham donk…

Senang berdiskusi dengan anda

loh yang bilang hari minggu atau sabtu ga penting siapa fren…:stuck_out_tongue:

ada tertulis : ada satu hari berarti bagi yang lain ada yang tidak , ada yang memuliakan suatu hari ada yang tidak tapi
hendaklah kamu melakukannya dengan iman yang benar :stuck_out_tongue:

Jd bro bagi anda itu sabat cuman satu hari — bagi saya lakukan lah setiap hari itu sebagai pensucian untuk memuliakan TUHAN-mu dalam amal,ibadah dan perbuatan.

Yang jadi masalah kan klo saya lihat adalah para kaum "maniak: sabat’is memaksakan ke orang yang tidak mau
dengan berbagai alasan dan "mgkn: ayat ayat firman untuk mendukung “keinginan” mereka.

Jd dah jelaskan bro … saya tidak pernah mempermasalahkan hari apa yg mau anda gunakan,silahkan saja

ada yg mau di hari minggu yah oke

ada yg mau di hari sabtu yah oke

ada yg mau di hari rabu yah oke

ada yg mau di hari laiinnya juga oke


Salam Damai Sejahtera yah om.:slight_smile:

Salam damai sejahtera dalam Kristus Yesus untuk semua.

Menguduskan hari Sabat adalah salah-satu bagian dari Sepuluh perintah menurut hukum Taurat.
Dan Dua Kasih Terutama juga memiliki hari Sabat, tetapi tidak sama dengan hari Sabat menurut Sepuluh perintah menurut hukum Taurat.

Setiap orang yang terpanggil untuk hidup dalam Dua Kasih Terutama tidak dibawah kuasa Sepuluh perintah menurut hukum Taurat. Tetapi Sepuluh perintah menurut hukum Taurat ini berkuasa atas setiap orang yang telah ditetapkan untuk hidup di dalam Sepuluh perintah menurut hukum Taurat, dan ini tidak hanya berbicara tentang orang-orang Israel secara jasmani, karena Sepuluh perintah menurut hukum Taurat tertulis juga di hati tiap-tiap manusia.

Yang harus diketahui adalah fungsi utama dari menguduskan hari Sabat menurut hukum Taurat adalah supaya manusia pada hari Sabat itu berhenti dari menggunakan kuasa diatas bumi, karena Allah saat penciptaan juga berhenti dari segala pekerjaanNya, dan Allah beristirahat pada hari itu karena manusia yang memiliki kuasa atas manusia yang telah ditetapkan itu ‘lahir’ yaitu manusia itu (Adam).

syalom…

oke lah, kalau menurut kamu, hari apapun yg di pilih untuk beribadah kpd tuhan sah2 saja, masalahnya ada sebagian orang yang beranggapan kalau hari pertama sudah menggantikan hari sabat, kalau kamu berpaham semua hari adalah sama nggak apa2,saya lebih tertarik dengan yg berpaham lain :smiley:

[email protected] bennard…

Kalu hidup keimannan kita masih sepeti orang Yahudi…dan anda sekarang beragama Yahudi ( ATAU Golongan Kristen Mesianik )…maka pasti melakukan pengkudusan Hari sabat tsb.

Namun jika anda sudah menjadi Kristen…?? Artinya sudah mengimani iman percaya anda kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi anda…?? Ya…ngapain lagi atau ngapain segala repot-repot mengkuduskan
hari sabat segala…?? Kan yang sudah Kristen berarati sudah menjadi Umat Perjanjian Baru BUKAN…?? bukan lagi harus mundur kebelakang menjadi UMAT PL…dan mengikuti retorika ritual separti orang Yahudi…??
Tapi ga taulah…mungkin anda beragama Yahudi …sehingga anda membuat judul trit ini…?? hehehe Atau anda hanya ingin mengetahui wacananya saja dlam hal hari sabat ini…???

Kalau anda menyimak pelayanan TUHAN Yesus Kristus…?? maka DIA tidak pernah menghiraukan_Nya apakah itu sabat ataukah bukan. Malah Hari SABAT YANG DISAKRALKAN OLEH imam-imam Agama Yahudi, tidak dipandang bagi Yesus sebagai suatu pelanggaran, jika Beliau memang melakukan Pelayannanyang kebetulan bertepatan dngg Hari Sabat tsb.

Salam GBU

[email protected]

Pandangan ALKITAB and benar sekali…dan tidak dapat dipungkiri…loh…
Hanya maslahnya sekarang ini…?? apakah anda seorang Kristen …?? ataukah beragama Yahudi ( atau golongan Gereja Mesianik )…hehehhe
Itu saja mnurut saya…masalahnya…lin tidak…!!

Salam GBU

wew…bru balik ke forum nee…kwkw
sempat pamit tp pengen liat2 lg… :smiley:

Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.
(Yesaya 58:13-14)

ayat itu memang ditujukan untuk bangsa Israel, sebagai keturunan Yakub

pertanyaan saya adalah :
apakah Adam dan Hawa mengkuduskan hari Sabat?
apakah Nuh mengkuduskan hari Sabat?
apakah Abraham, Ishak dan Yakub mengkuduskan hari Sabat?
apakah anak-anak Yakub yang namanya menjadi nama suku-suku bangsa Israel, mereka mengkuduskan hari Sabat?

tidak dilarang untuk tetap mengkuduskan hari Sabat, tapi tidak diwajibkan bagi non bangsa Israel :slight_smile: