harus sedih atau kah bahagia?

ak mo tny bagaimana pendapat kalian, hrs kah ak sedih atau bahagia jika ak memiliki istri yang bekerja setiap hari senin - rabu pulang 7-8 krn kerja br smp rumah biasa lgs istirahat, hari Kamis ada persekutuan doa ibu2 plg jam 9, hari jumat pendalaman Alkitab plg jg malam, sabtu doa malam, minggu ada krn dia aktivitis gereja dia melayani dr siang smp sore, so praktis seharian d grj, bahagiakah kalian jika memiliki istri yg seperti ini?

hhemm…
berat2… hehheeh
tapi yg menjadi pertanyaan saya, kenapa toratora ga ikut menemani saja??
klo persekutuan doa ibu2 mgkin ga bisa, tp utk pendalaman alkitab, doa malam dan pelayanan istri bisa to??
Klo menurut Easter pasti ga enak pnya istri yg tidak pernah ada dirumah, tapi klo suami bisa ikut menemani kenapa tidak ikut saja??
dengan demikian tetep ada kebersamaannya kan…
dan bisa dipakai untuk membangun hubungan lbh intim…
coba untuk bisa mensupport apa yg dilakukan si istri,
jika menurut toratora istri sudah terlalu banyak menghabiskan waktu diluar rumah ketimbang dirumah, bisa diberi pengertian dan diingatkan…
supaya ga melupakan tugasnya sebagai istri dan ibu…
gitu se klo menurut Easter…

semoga bisa membantu…
Gbu

bahagia atau tidak itu tergantung tentang persepsi dirimu tora…

kalo emang kamu keberatan dengan aktivitasnya, kamu punya hak untuk membicarakannya dengan istri kamu. Jika emang dia gak bisa membagi waktu antara kehidupan gereja dan kehidupan keluarga, pasti dia akan menyadarinya jika ada orang yg berbicara padanya… jadi lebih baik kamu bicarakan ke dia

mau tanya, hubungan suami istrinya hari apa dong??

intinya sih komunikasi aja.
km keberatan dgn aktivts istri ya ungkapkan donk ke dia.
lalu cari jalan keluarnya bersama. :slight_smile:

Kalo saya jadi anda, saya bersyukur dan bahagia punya istri seperti dia.

Karena itu adalah anugerah dari Tuhan.

Bersyukur tu wajib… Jika anda mengasihi istri anda,tirulah kasih Tuhan pada anda. Istilahnya What Would Jesus Do. DIA pasti menegur anda jika anda mengabaikan DIA. Tapi teguran yg lemah lembut, tidak semena2. DIA pasti ingin anda melayani. Tapi janganlah pelayanan itu menghilangkan hubungan pribadi anda dengan DIA (Kasus Marta). Coba berdoa dulu. Minta hikmat kepada Tuhan. Supaya bisa berkomunikasi dengan baik kepada istri anda. Gbu

bro, mungkin akan lebih baik keberatan hati bro ini disampaikan kepada istri bro

intinya bro merasakan kurangnya waktu berkualitas dalam rumah tangga bro

ajak dia doa sama2 atas problema ini, karena bro yang menjadi Imam bagi keluarga bro, saya rasa istri bro akan mengerti dan lebih memprioritaskan “waktu” bagi peningkatan kualitas hubungan dalam rumah tangga bro

karena bagaimanapun juga meluangkan waktu bersama dengan anda, adalah sama artinya sebagai pelayanan istri anda, begitupula sebaliknya

terkadang saya kurang setuju jika “aktifitas” pelayanan, sampai menelantarkan keluarga juga, itu tidak sehat, karena tanggung jawab terhadap keluarga juga harus diemban oleh setiap anggota keluarga secara bersama-sama

keluarga juga berarti “gereja kecil” bagian dari gereja (“gereja besar”)

kalau gereja kecil saja “ditelantarkan”, maka “gereja besar” mungkin suatu bentuk “rutinitas” saja

mungkin istri bro belum sampai ke tahap itu, namun jika bro “biarkan” semakin lama akan ke tahap itu

saya rasa resolusinya adalah ajak berdoa, minta komitmen waktu untuk bersama2,

misalnya bro bisa meminta istri bro untuk tidak setia0 kamis ikut ibadah wanita, melainkan ada 1 kamis dalam 1 bulan bro menghabiskan waktu bersama2, misalnya pergi makan malam diluar

kemudian hari Jumat bro bisa bergabung dengan istri bro ikut pendalaman Alkitab

hari sabtu adalah hari keluarga dimana malamnya bro bisa ikut berdoa bersamanya

pasti ada pengertian dipihak bro dan istri bro

sesuaikan saja dengan kondisi real rumah tangga bro

ajak saja ia berkomunikasi secara santai dan menyenangkan :afro:

demikian pandangan yang bisa saya bagikan

:slight_smile:
GBU

ya terima kasih saran, emang lebih baik d omongin lbh dulu, emang ga baik berantem gara2 mslh ini. thx buat semua pendapatnya

dijawab dong… penasaran nih…

hahaha sori sblm nya, ini bkn istri tapi calon, tp setelah ak pikir2 ak blm siap jika ak pny istri yg terlalu sibuk sm urusan nya sdr.@Tulus hubungan suami istri itu yg berbicara dan komunikasi dr hati k hati, dan jika ada suatu mslh d pecahkan berdua, jika istri selalu sibuk sm urusan nya sdr trus suami sedang pny mslh kpd siapa suami bisa bicara? sm wanita lain?

Bahagia/ tidak …pilihan hati :smiley:

Bahagia donk punya istri kayak dia.

Kalau isteri yang sekarang?

Ya… :onion-head33:…ehmmm…bahagia sih… :onion-head27:

he…hee … sama yang kayak “dia” bahagia… sama yang kayak di rumah bahagia …
lalu?? :onion-head27:

ya mau gimana lagi… :onion-head25:…kan itu sudah dipilih Tuhan untukku… :tuzki10:…ya jalani aja dan terima apa yang diberikan Tuhan… :love0030:

he…he… nada nadanya koq berat gitu :monkeys40:

kan itu sudah dipilih Tuhan untukku.... :tuzki10:....ya jalani aja dan terima apa yang diberikan Tuhan.... :love0030:

Yup!
dari Tuhan pasti bukan hanya yang baik …ttp terbaik.
belum tentu juga loh dapet isteri kayak “dia” klop :smiley:

Makanya saya bersyukur deh…

Syukur udah bisa merid…

Banyak juga orang yang tidak merid-merid dalam hidupnya loh…

dan bersyukur… kalo sampai hari ini … Tuhan tetap beri kekuatan untuk mempertahankan …RT :wink: