Help calon istri saya beragama budha

Maaf teman2 jika saya salah. Saya punya banyak sekali kebingungan disaat saya ingin menikah. Calon mertua saya beragama budha yg tidak pernah menghormati suami dan menghargai suaminya. Suami yg skr adalah suaminya yg ke 2. Dari suami pertama sampai pada suami ke 2. Tetap tidak di hargai. Calon istri saya adalah anak yg selalu tidak pernah bs menolak kata mamanya. Selama 2tahun pacaran saya selalu merasa dia bisa berubah dan lebih memilih saya. Awalnya. Mamanya setuju anaknya menikah dengan saya pemberkatan di gereja dengan syarat anaknya tidak boleh di baptis kristen dan tidak boleh ubah ktp kristen. 2 tahun pacaran calon istri saya berkata ingin belajar tentang kekristenan. Tetapi setelah di baptis. Dia di bawah ke salah 1 vihara di banten dan di suruh xiamsi lalu dia disuruh berlutut ke mamanya. Lalu dia mengaku kalau dia sudah di baptis secara kristen. Namun skr mamanya marah besar. Dan calon istri saya pun berkata. Blm bs trima kristen. Tempat tinggal saya di daerah jakarta barat dan rumah calon mertua saya daerah parung bogor perjalanan kira2 48km. Calon istri saya di paksa bahwa 1minggu 2x harus ke tempat orang tuanya. Saya tidak melarang dia utk bertemu orang tuanya. Hanya saya selalu menjelaskan kepada calon istri saya bahwa dia sudah dewasa. Tidak ada waktunya boleh pergi tetapi tidak di paksakan. Lalu dia blg ke saya kalau dia tidak mau di larang2 kalau dia mau plg ke tempat org tua nya. Sedangkan waktu pernikahan kami tinggal sisa kurang dr 2bln. Sedangkan uang sudah masuk 50persen utk resepsi. Menurut teman2. Harus saya batalkan pernikahan ini atau bagaimana baiknya ya? 1 sisi saya menyesal baru menyadari bahwa calon istri saya lebih mengutamakan apa kata orang tua nya dr pada memilih saya. Tetapi 1 sisi uang sudah masuk 50persen T_T.

Shallom,

Sdr. @Hervin123 jika dapat, Anda usahakan agar jangan dibatalkan dahulu… tetapi diundur…
Beri waktu agar Anda dapat berusaha memperbaiki keadaan / rekonsiliasi, sebelum Anda benar2 yakin memutuskan segala sesuatunya.
Pernikahan hanya sekali, usahakan agar keputusan diambil dengan matang dan penuh tanggungjawab.
Good luck!

Salam Damai Sejahtera

Shalom pak. Terima kasih atas inputnya. Calon istri saya sih blg nya pengen banget menikah dengan saya dan ingin sekali belajar kekristenan. Tetapi mama nya org yg sangat dominan dia tidak terima jika anaknya pindah ke kristen. Sekarang mama nya selalu jelek2in saya di depan calon saya. Dan mama nya blg ga mau ngurusin dia lg. Skr saya bingung saya harus gmn pak.

mungkin mamanya trauma karena pernah dengar cerita-cerita atau pernah mengalami kalau ada oknum-oknum yang ngaku kristen, tapi hobinya nyalah-nyalahin agama lain, kayak agama lain itu jelek semua…

padahal giliran ada orang yang melakukan hal kayak gitu terhadap agama kristen, orang yang ngaku kristen itu rasanya enggak terima, dan pengen protes…

ya mungkin itu juga yang dirasakan oleh penganut agama lain ketika ada oknum sok kristen yang sok “mewartakan kebenaran” kepada orang lain…
ya masuk akal juga sih reaksi spt itu…

Sy gak tahu mas hervin gimana…
tapi semoga mas hervin bisa meneladani yesus, yang enggak pernah sok-kristen dan maksa-maksa orang lain suruh pindah jadi kristen, karena supaya masuk surga atau apalah alesannya gitu…

semoga dengan meneladani tindakan yesus yang penuh cinta kasih dan menghargai orang lain, niscaya respons orang-orang pun juga resiprokatif…
jadi sama baiknya…

selamat mencoba

kalau anda Kristen, Firman ini kan cukup jelas :

“taatilah orang tuamu” :slight_smile:

saran saya simple aja kayak gitu
percayalah kalau memang ini rencana Tuhan, pasti ada jalan tanpa satupun Firman Tuhan harus kamu “paksa” langgar dengan sengaja

rumput tetangga (agama Buddha) memang banyak yg hijau haha…
inilah susahnya ya cari jodoh…

aku chinese. aku tau susahnya dapat jodoh seiman yg tepat, cocok, pas, sesuai. aku sendiri blum dapat. ;D

smoga dapat jalan terbaik ya bro. God bless you.

Saranku:
Jangan menikah karena cinta
Tapi menikahlah dgn cinta
Sebab cinta itu penolong

Dan Matius 10:34-38
"Jangan kamu menyangka,
bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi;
Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya,
anak perempuan dari ibunya,
menantu perempuan dari ibu mertuanya,
dan musuh orang ialah org2 seisi rumahnya.

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku,
ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki
atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Salam Damai!

Apakah calon bro. sdh bisa berdikari ? sudah pisah rumah dgn ortu /kost ?
Kalau sudah seharusnya berani teguh dalam imannya.

(Matius 10:34-35) - “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. 35"Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 36dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”

Menurut saya dalam Kristen jelas sekali untuk tidak menikah dengan orang yang tidak percaya. Diajarkan sangat ketat sekali di PL. Secara konsep menurut saya ini benar karena ketika kita percaya kepada Kristus Yesus, maka kita “dipisahkan” dari dunia ini untuk hidup menurut kehendak Tuhan. Jika seseorang menikah maka dia akan “menjadi satu” dengan istrinya (Kej 2:24). Jika istri anda tidak ada tanda2 percaya, maka dua hal yang berbeda ini jika dijadikan satu akan menjadi masalah. Mungkin sekarang karena ingin menikah dengan anda maka dia akan “menjadi Kristen” tetapi jika tidak sejati maka di kemudian hari akan keluar aslinya.

Saya tidak mengatakan bahwa orang diluar Kristen adalah masalah semua, bukan. Tetapi saya mengatakan bahwa orang diluar Kristen tidak akan pernah mengerti mengapa kita hidup di jalan Tuhan. Orang diluar Kristen tidak akan pernah mengerti mengapa Kristus harus mati disalib. Menurut dunia pekerjaan Kristus adalah suatu kegagalan total.

GBU

Bro sendiri sudah tau dan sudah bisa mperkirakan masalah apa saja yg akan muncul saat menikah kelak.
Menikah itu utk selamanya.
Tuhan baik sama kamu krn Ia mperlihatkan padamu kira-kira apa yg akan kamu hadapi utk banyak tahun mendatang dan mbrimu pilihan.

Sdgkn bro malah mpermasalahkan uang 50% sudah submit utk resepsi?

Teman2 terima kasih atas masukan teman2. Kmrn saya bertemu sama calon saya untuk ngobrol2. Calon saya bilang dia tetep mau meried dengan saya. Dia mau terima resiko2 yg akan ada. Tp dia blg dia tetep dengan agamanya sendiri. Dan dia blg nanti pny anak pun terserah anak kedepannya mau gmn. Dan saya pun blg sama dia. Kalau saya takutnya malah akan menyakiti dia. Sampai dengan saat ini saya masih terus bergumul dengan tuhan

Sebaiknya carilah yang seagama. Calon istri anda tidak boleh dipaksa masuk kristen selama dia belum benar-benar percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat yang wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
Tetapi anak-anak anda nantinya wajib dibesarkan secara kristen seluruhnya bukan sebagian menjadi Budha dan sebagian beragama Kristen. Pernikahan juga harus dilaksanakan secara kristen.

Bila calon anda setuju, pernikahan masih bisa dilanjutkan. Bila dia menolak putuskan saja hubungan tersebut, carilah yang lain karena sebenarnya lebih baik memilih yang seiman walaupun yang tidak seiman lebih menarik, lebih cantik, lebih pintar, dst.

Aku sudah blg ke calon istri pak. Bahwa aku mau nanti anakku pny pondasi agama kekristenan pak. Dan dia bilang itu hak saya sih pak. Nampaknya sudah ada sedikit titik terang dalam masalah saya

ya semoga semua berjalan lancar.
banyak berdoa saja bro.

Meskipun kalau ternyata setelah menikah istri bro kembali ke keyakinan semula , bro tetap ikut Yesus ya .

Mengenai sdh dp kalaupun hilang ya gpp bro . uang bisa dicari lagi.

:azn:

Ya!
Teruslah bergumul dan berdoa!

Walaupun calon-mu itu Kristen, resiko tetep ada.
Sulit kalian menanggung reisko yg tak jelas utk apa,
Resiko kita hrs memikul salib hanya utk mengikut Yesus.

Salam Damai!

kayaknya memang mestinya harus ada kompromi yg mutual antara orang yg pengen jadi satu…

kalo nurut gw sih… cuma usulan aja…
anak2nya darikecil bisa ditanamkan tentang nilai-nilai kemanusiaan yg universal dan proses berpikir logik yang sehat…

supaya mereka jadi pribadi yang utuh dan tidak mudah terombang-ambing, serta dapat mengambil keputusan yang rasional, logis, dan berdasar value yang berterima oleh komunitas disekitarnya…

Soal hubungan orang tua thp anak
Ada kutipan yg perlu diketahui
Spt kutipan syair berikut:

Salam Damai!

Soal cinta ada terjemahanku dr versi Inggris
Dari The Prophet, karya Kahlil Gibran juga
Penyair Kristen asal Libanon

[i]C I N T A
Kemudian kata Almitra,
“Bicaralah Cinta kepada kami”

Dia angkat kepalanya menerawang kerumunan,
Dan terasa ada hening pada diri mereka.
Dan dengan suara agung dia berkata:
Bila Cinta memanggilmu ikutlah dia,
Walaupun jalannya berliku,
Keras dan terjal.

Dan bila sayapnya mendekapmu pasrahlah padanya, walau
Pedang yg terselip di antara bulu sayapnya bisa melukaimu.

Dan bila dia bicara kepadamu percayalah di dalam dia,
Walau getar suaranya meminggirkan mimpi-mimpimu,
Bagai angin utara dingin meluluh-lantakkan taman.
Karna walau Cinta bagai memahkotaimu,
Demikian pula dia akan menyiksamu.
Walaupun dia bagai demi pertumbuhanmu,
Begitupun dia bagai demi pencukuranmu.
Walaupun dia bagai naik ke ketinggianmu
Membelai ranting lembut melambai matahari,
Begitupun dia turun hingga ke akar-akarmu,
Mengguncangmu hingga longgar dari dekapan bumi.

Seperti roda-roda pemipil gandum
Dia mengumpulkanmu untuk dia sendiri.
Dia mengupasmu hingga telanjang.
Dia memilahmu hingga terbebas dari kulit sisik.
Dia mengilingmu hingga memutih.
Dia remasmu hingga menjadi adonan liat.
Lalu dia menghantarmu ke tungku api pemujaannya,
Hingga engkau diharap menjadi roti persembahan
Bagi perjamuan kudus Tuhan.

Semua hal itu akan dikerjakan Cinta pada mu,
Bahwa engkau boleh tahu rahasia-rahasia hatimu,
Dan pengetahuan itu menjadi bahagian hati Sang Hidup.

Tetapi bila dalam ketakutanmu kau hanya mencari
Damainya Cinta dan mencari nikmatnya Cinta,
Lebih baik lah bagimu mengkafani ketelanjanganmu,
Dan meninggalkan dunia dari pelataran-jejak Cinta,
Pergi ke dalam dunia lain yang tanpa musim,
Dimana engkau bisa tertawa tak sehabis tawamu,
Dan akan menangis namun tak sehabis air matamu.

Cinta tak memberi apa-apa selain kepada dirinya.
Cinta tak mengambil apa-apa selain dari dirinya.
Cinta tak untuk memiliki dan tak untuk dimiliki,
Karena Cinta telah cukup untuk Cinta.

Bila engkau bercinta janganlah berkata,
“Tuhan ada di dalam hatiku,”
Tapi lebih baiklah katakan,
”Aku ada di dlm hati Tuhan.”

Cinta tak lain gairahannya
Selain untuk dirinya sendiri.
Namun bila engkau bercinta
Dan harus mengandung gairah,
Beginilah hendaknya keinginanmu :
Melebur dan menjadi seperti aliran anak sungai,
Yg melagukan melodinya kepada hening malam.
Tahu bahwa ada derita dr terlalu banyak belai sayang.
Rela terluka oleh pengertianmu sendiri tentang Cinta;
Dan rela berdarah-darah dengan penuh kegirangan.
Bangun di pagi hari dengan hati yang bersayap,
Dan ucapkan terimakasih demi hari percintaan lainnya,
Istirahat pada jam siang merenungkan nikmatnya cinta;
Pulang ke rumah di kala senja dengan penuh syukur;
Dan lalu tidur dengan sebuah doa untuk sang tercinta
Doa di dalam hati dan sebuah lagu pujian pada bibirmu[/i]

Maka sranku yg kemaren tetap:

Dikatakan-Nya: “musuh orang ialah org2 seisi rumahnya”
Dikatakan-Nya juga kita hrs mengasihi musuh dan berbuat baik utknya [Luk.6:27]
Jadi, pandai2-lah kita memisahkan hal2 yg alami dan hal2 yg duniawi dan ikut Yesus

Salam Damai!

Berdoalah meminta petunjuk TUHAN, apapun yang terjadi dikemudian hari adalah rencana baik dari TUHAN. cinta itu lebih kuat daripada maut jika sudah saling mencintai dan berniat melangkah ke pernikahan kudus maka TUHAN sendiri yang akan menjadi walimu sekalipun seisi dunia tidak setuju, kamu harus tetap maju sebab pernikahan bukan antara kamu dan mertuamu tetapi dengan seseorang yang akan menjadi istrimu, siapapun tidak punya hak untuk melarang kamu.