Help ! terlilit kepahitan (Part 2)

Saya akhirnya pulang ke indonesia dan semua sodara2 saya juga pulang karena kita bangkrut. Kakak saya bahkan mengalami depresi berat. Saat ini papa mama saya sudah pisah tapi belum resmi cerai. Mama saya hidup dengan kakak saya . dan papa saya hidup dengan perempuan lain. adik saya hidup dengan tante saya yg dari kel mama dan dibiayai oleh mereka.

Yang saya tidak terima, keluarga saya “dianiaya” dengan sodara2 papa. Papa selalu dihasut2 untuk menceraikan mama saya. Sodara papa yang menghasut itu ada 3 orang (wanita semua). Memang mereka orang kaya raya. Yang satu: mandul, yang 1nya lagi anaknya tuli, yang satunya lagi suaminya sudah meninggal. Tapi yang saya jengkel itu papa saya diusir dari rumah itu. Rumah yang sudah kami renov habis2an, akhirnya semua harus tanda tangan untuk mewariskan ke kakak laki papa saya. padahal waktu papa mama saya kaya, mama saya harus mebiayai semua obat2 dari ortu papa – ini sudah DIWAJIBKAN oleh sodara2 papa yang biadab itu… bahkan saya dengar dari tante dr keluarga mama, mama saya harus bayar uang sewa yaitu sebesar 10jt ke kakeksaya. Segala pengobatan dan apapun keperluan nenek dan kakek, harus menjadi tanggung jawab keluarga saya…padahal…yang kaya lainnya tidak mau sama sekali ikut campur. Pada waktu mama kaya, mama tolong sodara2 mama yang kurang mampu. Kel papa saya menghasut dengan bilang mama mencuri harta dari papa. Tapi kalo mama terang2an kasih uang ke keluarga mama, TIDAK BOLEH. JAHAT sekali mereka.

Bahkan semua harta kakek saya dipegang oleh kakak laki papa yg tinggal dirumah itu…semua uangnya + mobil. kakak laki papa yg awalnya miskin, sekarang kaya raya dengan segala kenikmatan hasil dari kakek saya + rumah yg saya bangun.

pada waktu mama dan papa diusir, cuma dikasih waktu 3hari harus keluar. barang2 nya dibuang2 (saya ngga tau crita sebenarnya karena saya diluar negeri). tapi pas saya dengar, rasanya sakit hati ini dan jujur ingin balas dendam. sampai saya bertanya2, apa TUhan buta ya? koq tega biarkan keluargaku dianyaia, kenapa Tuhan ngga adil? mungkin contoh TUhan juga bisa kasih mereka sakit apa kek. ato buat salah satu anggota mati kek. dendam sekali . bahkan kalau saya ingat aja bisa nangis, krn sakit banget. Sejak sama menikah, hub saya dengan 2 wanita biadab itu agak baik karena mereka yang “bantu” untuk uruskan. Bantu dalam hal ini bukan uang, cuma bantu koordinasi relasi2 sapa yang hadir. Jujur saja saya ngga butuh kel papa saya datang, krn mereka BRENGSEK. Tapi sekarang setiap kali datang ke kota saya,mereka juga ajak saya keluar. anaknya yang tuli itu sekolah dikota ini, jadi saya kadng ajak dia keluar karena dia ngga ada teman. tapi kalo saya pikir2 lagi, buat apa saya baik-baik sama mereka…toh mereka juga kyk gitu.

bahkan saya agak menyesal, pada waktu kakek saya masuk rumah sakit, saya kesana, berdoa untuk dia bahkan panggilkan pendeta (sampai saya dimusuhi sama sodara2 papa). akhirnya dia masuk kristen. saya agak nyesal dia masuk kristen, tau gitu mati aja membusuk dineraka.

setiap malam, saya kadang terbangun karena sakit hati ini. saya merasa Tuhan tidak adil sekali. kenapa mereka yang jahat malah diberikan “promosi” dalam segi materi, kelayakan hidup. Sedangkan keluarga saya malah dijungkir balikkan sama Tuhan? pahit hati ini. bahkan terpikir untuk membakar rumah itu dan pingin lihat keluarga papa (anaknya ato sampai 7 turunan) merasakan apa yang saya rasakan. Pingin saya kedukun ato ke ahli santet untuk bunuh mereka. Sampai berfikir gpp deh aku masuk penjara, asal aku bisa lihat mereka tersiksa, biar aku puas

Kepahitan saya ini juga ngefek ke suami saya. dia orang baik. tapi dia dr keluarga yg ngga punya. kadang saya menyalahkan kenapa saya menikah dengan laki-laki ini yg ngga punya uang, yg ngga bisa angkat derajad saya (malahan saya masih dihina karena miskin). Setiap hari saya tengkar sama dia, karena efek pahit dalam hati saya. sudah bukan pahit lagi, tapi sudah busuk sekali. benar2 ingin liat sodara2 papa menderita, kalau bisa mati dengan siksaan.

sebaiknya saya gimana?

Shalom

Saya ga bisa kasih masukan apa-apa kecuali ayat-ayat ini

[i]Matius 5:38-40[i]

5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

Matius 5 :43-46

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Matius 6 :14-15

6:14[i] Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.[i]
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Biarlah Firman Tuhan yang menasehati anda :slight_smile:

Salam :slight_smile:

Tanya dulu deh:

  1. Tentang kewajiban membayar itu ada kesepakatan tertulis gak? Misal di depan notaris atau apa gt?

Saya cman bisa bilang… yang sabar yah

Saya cman bisa bilang… ampunilah mereka seperti Tuhan Yesus mengampuni kamu…

Saya cman bisa bilang… kasihilah mereka, pembalasan itu sepenuhnya hak Tuhan…

Btw kasus ini dah dibawa ke pengadilan belum?

Uang itu bukan segalanya…
Uang itu bukan Tuhan cman alat…

Harta itu bukan segalanya
Harta itu bukan Tuhan cman alat…

Kasih itu segalanya… “Ia (kasih) menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

@fcgunawan

Sis, saya sudah membaca sharing anda I dan II, dan saya mengerti kalau anda merasa sakit hati, dendam, dan ingin membalas kejahatan dengan kejahatan.

Tetapi, berhentilah sejenak, tarik nafas dalam dalam, duduk dengan tenang.

Setelah itu, mari kita lihat akar masalah anda. Jika dari kisah anda, saya melihat bahwa segala masalah dan sakit hati, semuanya berujung pada uang dan kekayaan. Benar?

Padahal, uang dan kekayaan tidaklah memberi andil pada kebahagiaan seseorang, dalam kasus anda, justru uang dan kekayaan lah yang menjadikan ayah anda berfoya foya dengan perempua dan drugs.
Masalah sanak-keluarga ayah anda dan sikapnya kepada keluarga ibu anda, juga menyangkut kekayaan.
Bahkan andapun mempersalahkan soal kekayaan dalam urusan kebahagiaan keluarga anda sendiri.

Maka, apakah kekayaan itu kebahagian atau sumber masalah?

Betul sis, bahwa uang memang kita butuhkan untuk hidup di dunia ini, betul juga bahwa kekayaan dapat ‘membeli’ rasa hormat kepada kita. Tetapi itu semua cuma semu, dan bersifat sementara, bukan kebahagiaan yang sebenarnya.

Banyak yang bisa kita diskusikan dalam hal uang dan kebahagiaan, tetapi biarlah itu kita lakukan nanti. Yang sekarang sebaiknya anda lakukan adalah, melupakan kepahitan dalam diri anda.

Adalah kenyataan, bahwa anda lahir dari ayah dan ibu anda (apapun perilaku mereka), itu sudah terjadi, tidak bisa anda ingkari atau rubah lagi, sudah terjadi. Keluarga ortu anda berantakan, itupun sudah terjadi, dan bukan kesalahan anda. Kekayaan ortu anda ‘dikuasai’ oleh pihak lain, itu juga sudah terjadi, dan anda tidak tahu pasti bagaimana sebenarnya yang terjadi. Apa yang bisa anda lakukan? Menyimpan dendam? Apa keuntungannya untuk anda? Karena dendam tidak berakibat kepada orang lain melainkan berakibat kepada anda sendiri. Dendam ibarat kanker yang menggerogoti hati dan pikiran anda sendiri, dan sejatinya, dendam ini memang dapat berubah menjadi penyakit sesungguhnya bagi diri anda. Saran saya, lupakan, lepaskan, dan maafkan. Uang tidak membawa kebahagiaan, terebih lagi uang yang tidak diperoleh secara halal.

Dengan memafkan dan menghilangkan dendam, anda berdamai dengan diri anda sendiri. Dengan berdamai dengan diri anda sendiri, kasih dalam hati anda akan tumbuh, anda akan mencintai diri anda sendiri, dan terpancar keluar, mencintai suami anda, mencintai anak-anak anda. Lingkungan keluarga sekitar andapun akan merasakan pancaran kasih anda, dan merekapun akan memancarkan kasih kepada anda. Dengan menerima kasih dari lingkungan, anda dan keluarga juga semakin bertumbuh dalam kasih, semakin besar dan memperoleh kebahagiaan sejati.

Pada saat anda berbahagia, anda akan dapat dengan jernih menyimpulkan sendiri, bahwa uang dan kekayaan, ternyata nilainya jauh sekali dibawah kebahagiaan sejati. Terlebih lagi anda akan dapat mengasihi putra-putri (dan suami tentunya) anda dengan kasih yang tulus dan sepenuh hati. Mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang baik, cinta akan Tuhan, hormat pada anda berdua, dan pada akhirnya akan memberikan kebahagiaan dan kebanggaan kepada anda sebagai orang tua mereka.

Biarlah apa yang telah terjadi sejak ortu anda hamil duluan, dan segala masalah mereka, hingga sekarang ini, menjadi sejarah. Simpan menjadi buku pelajaran ‘Hal-hal yang jangan terulang’. Jangan biarkan anak-anak dan juga suami anda mengalami apa yang pernah anda alami. Dan tentu saja, sudah saatnya anda memperoleh kebahagiaan, anda sudah cukup menderita, sekarang saatnya anda gembira. Lupakan yang pahit dan kepahitan, rengkuh yang manis dan kebahagiaan.

Tuhan menyayangi anda dan keluarga.

Syalom

wew turut simpati yaa…

masalah uang dan keluarga memang rumit

kalau boleh urun saran aja :

[ol]- pilah dulu apa masalah yang benar2 ber-efek dalam kehidupan saudari dan mana yang tidak
masalah yang benar ber-efek itu lah yang dibereskan
kalau masalah yang hanya menimbulkan ejekan, perasaan lebih miskin, itu bukanlah masalah utama yang urgent – walaupun kalau perlu, taraf hidup perlu ditingkatkan, tapi bukan itu inti yang harus diselesaikan

  • bicarakan dengan saudara2, termasuk papa dan mama kalau perlu dan kalau memang mereka bisa diajak bicara, kerugian dan tuntutan yang ada harus diblok – yang sudah terjadi kalau bisa dipulihkan atau dikurangi kerugiannya, kalau tidak bisa, paling tidak diblok biar tidak berkembang lebih besar
  • cari akar permusuhannya, apakah benar mereka itu se"jahat" itu dan memang benar2 dari dulunya mereka tidak suka dengan kalian atau baru belakangan ini?
    kalau sudah dari dulu, berarti kalian sudah tahu sifat dan dapat meramalkan apa yang akan mereka lakukan kemudian, itu yang diantisipasi
    kalau dulunya baik2 dan di tengah jalan mereka berubah, diintrospeksi aja kira2 apa yang membuat mereka seperti itu, dan dicari titik temunya
    memang sih, mencari pendamaian itu sakit, tapi lebih baik jika bisa tercapai
  • yang penting juga, jangan larut dalam kepahitan, bangkit lagi, mulai membangun semua lagi
    kalau larut dalam kepahitan, kita akan selalu terpuruk, dan lebih parah lagi kalau kepahitan itu merasuk ke hati dan jiwa kita, akan mengakibatkan kita menolak kehidupan dan memberontak kepada yang memberi hidup
    tapi kalau ada semangat, separah apapun kejatuhan yang dialami, akan bisa bangkit lagi
  • untuk memulai kembali segala sesuatunya, ikhlaskan apa yang sudah terjadi, tapi bukan berarti pasrah – terima yang sudah lewat, tataplah kenyataan yang ada, sesuaikan gaya hidup dengan kondisi yang ada sambil berusaha memperbaiki dan membangun kembali apa yang pernah dimiliki
  • bantuan fisik dan harta, boleh saja diupayakan, tapi jangan terlalu diharapkan, percayalah Tuhan akan memberi jalan, baik dari saudara seiman maupun dari orang lain yang mungkin tidak diduga – dalam bentuk apapun
  • carilah bantuan saran hukum, jika memang ada kendala peraturan hukum dsb yang melilit – coba minta tolong saudara, rekan gereja yang tahu masalah hukum[/ol]

Yang penting dari harta dan kekayaan, selain secara fisik, yang paling utama adalah hati : sebanyak apapun harta jika hati tetap tak puas, akan berasa tidak cukup
Semewah apapun yang bisa dipamerkan, jika hati tetap tak puas, tetap saja ada sakit hati karena ada yang lebih mewah lagi

Tapi kalau hati kita kaya, seglamor apapun dan semewah apapun orang memamerkan kekayaan mereka, tidak akan dapat menggoyahkan kita, ataupun membuat kita sakit hati

Kalau melihat kasus papa dan mama bro ini memang berat dan parah, karena dari awal pernikahan mereka tidak ada kasih dan sering bertengkar
Saran saya utamakan diri sendiri dulu bangkit dari kepahitan, mulai dari hati, lalu secara duniawi berusaha mandiri sehingga tidak ada alasan mereka mengatakan saudari membebani mereka secara harta

Orang fasik, orang jahat memang kadang bisa saja berjaya atau bergelimang harta – tapi mereka tidak akan dapat mengalahkan hati yang tulus dan damai

Semoga saudari dapat melewati cobaan ini – Iblis memang tidak akan rela jika ada yang menerima Kristus, dan akan melakukan segala macam cara untuk membuat pengikut Kristus menderita


Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela, ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai, sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu. (II Korintus 6:4-10)

wew…tapi nee fcgunawan tu cowok atau cewek yaa…kwkwkw

klo dari id nya kok kayak cowok tapi dari cerita kisahnya seperti cewek…hehe

ngga ada didepan notaris…cuma dibilangi aja suruh bayar dan memang mama saya bayar tiap tahun

cewek koq :slight_smile:

Gimana hubungan kakek - nenek nya sama keluargamu? Apa jahat juga?

Terima kasih atasa sarannya2 :’(

@Bruce: sakit hati ini kalo diingat2 … saat ini saya sedang mencari rumah, setiap saya liat google map dan liat jalan rumah kakek saya, sakit hati ini…saya selalu menghindari jalan yg melewati rumah itu…saya bertekat, untuk putus hub sama keluarga papa saya…mau mereka mati kek, sakit kek…ngga mau lihat lagi wajah mereka…dan saya berusaha untuk lebih daripada mereka ! jika suatu saat saya berhasil, mereka ngga akan saya pandang sama sekali …BENCI SEKALI sama manusia-manusia itu… aku harap firman Tuhan yang mata balas mata, nyawa balas nyawa, bener2 terjadi sama hidup mereka. Harapanku TUhan benar2 membalas mereka supaya mereka merasakan siksaan2 yang aku hadapi

Sis, saya akui, bahwa memang sakit sekali hati kita, terutama anda yang merasakan, melihat perilaku mereka itu. Tetapi, dengan menghapus dendam di hati kita (anda), maka anda sendiri yang memperoleh keuntungan, sis, bukan mereka. Karena anda dendam ataupun tidak kepada mereka, tidak punya efek apapun kepada mereka. Dengan anda memaafkan dan mengampuni mereka, hati anda jadi bersih. Berkat Tuhan akan dengan mudah menyentuh anda.

Saya percaya, dan seharusnya anda juga, bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah untuk anda. Dan sudah pasti, tinggal masalah waktu, mereka yang bersalah akan mendapatkan ganjarannya. Jadi, untuk apa anda masih menyimpan dendam?

Percayalah apa yang saya tuliskan ini, karena sudah banyak terbukti dalam kehidupan yang saya lihat sendiri. Dengan memaakan, maka anda justru mendapat berkat.

Bahkan, disaat anda sudah mendapat berkat kemakmuran kembali, adalah baik jika anda justru membantu mereka yang saat itu kekurangan, dengan membantu mereka (bukan mendendam), maka anda justru semakin bahagia, mereka justru semakin merasa terhukum, dan berkat Tuhan kepada anda justru berlimpah limpah.

Mengapa bisa terjadi seperti itu? Karena Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh kasih, Tuhan yang pengampun, dan bahasa yang berkenan kepadaNya adalah bahasa Kasih.

Syalom

waduh… kok anda bisa menulis spt itu fren… :ashamed0004:
emang yg anda percaya, Tuhan YESUS KRISTUS atau tuhan yg lain fren… :ashamed0004:
kalo yg anda imani adalah Tuhan YESUS KRISTUS, maka ada perkataan Nya nih fren… :happy0062:

Matius 6:14-15 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Markus 11:25-26 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

apakah selama hidup, anda tidak pernah berbuat kesalahan dan dosa fren… :coolsmiley:
saran saya utk anda fren… :happy0062:

Kolose 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

hmmmm… siss… segala sesuatu yang terjadi pasti ada maksudnya… apa yang terjadi mengenai papa dan mama sis… sudah diberi peringatan oleh TUHAN… TUHAN sudah memanggil mereka karena mereka keluar jalur terlalu jauh… mengenai kepahitan yang lain yang menyakitkan hati sis… coba ubah sudut pandang sis… sudah berapa besar yang sis korbankan dengan percuma dengan memikirkan dan merasakan terus sakit hati tersebut yang tidak menghasilkan apa2 yang baik… akan lebih baik datanglah pada TUHAN mengadulah mintalah permohonan ampun bagi sis, papa, mama, keluarga… serahkanlah semua pada TUHAN… berdoalah dengan sungguh2 lepaskanlah semua dengan tangisan… maafkan mereka… minta bantuan TUHAN untuk mendamaikan hati sis… keluarga sis sekarang apalagi suami sedang membutuhkan support dari sis untuk maju… jangan sampai masalah ini menjadi penghalang akan berkat2 yang akan TUHAN berikan pada keluarga sis… mulailah berbuat baik ada sesama… dekatkanlah diri pada TUHAN… agar berkat2 itu bisa diterima dan dirasakan…ucapkanlah syukur selalu pada TUHAN apapun yang terjadi dalam kehidupan sis… dan lihatlah nanti hasilnya…

Semoga bermanfaat yaaa…
TUHAN YESUS memberkati…

weww…sabar…sabar…hehe

ya udah ga apa2 sementara ini kebencian blum bisa sirna begitu saja
mantapkan hati berusaha bangkit dan melanjutkan hidup, hilangkan kepahitan dan kenangannya dulu ga apa2

tapi semoga seiring waktu, akan terpupus dan digantikan dengan hati yang damai, dengan demikian otomatis akan tumbuh kasih dan pengampunan

yang penting jagalah hati, biar damai sejahtera tumbuh di hati saudari, pertama-tama untuk kepentingan anda sendiri, karena tanpa hati yang damai, seperti apapun kondisi hidup kita, biarpun mewah dan bergelimang harta, akan hampa dan percuma

jadi biarlah damai itu tumbuh dulu bagi diri saudari sendiri, yang lain (pengampunan, kasih dan kesabaran) akan menyusul secara otomatis tanpa harus diminta atau dipaksa-paksakan

selamat berjuang dan semoga damai Kristus selalu menyertai :smiley:

Saya pernah mengalami hidup seperti anda, tetapi setelah pengalaman yang bertubi-tubi terhadap kepahitan dan tidak ada bantuan dari siapapun, maka kembalilah semua masalah tersebut kepada Tuhan.

Setiap masalah yang dihadapi kembali pada diri kita sendiri bila dapat melupakannya dan tidak mengingat maka dengan sendirinya masalah tersebut akan berlalu. Saya selalu mengingat bahwa burung di udara juga Tuhan jaga, apalagi kita manusia.

Selalu mengucap syukur terhadap apa yang kita dapat walau hanya sedikit dengan demikian kita akan merasa bahwa hidup ini berarti.

Sebagai manusia sangat sulit untuk melupakan kejahatan/ tipu muslihat/ iri hati dan dengki yang dilakukan teman atau saudara di sekeliling kita.
Tetapi saya juga teringat kata2 didalam Firman Tuhan Licik seperti Ular Tulus seperti Merpati. Hal tersebut menjadi penguatan buat saya, bila mana mendapati orang dengan tipe yang negatif maka menjadi waspada sehingga tidak dapat di tipu kembali ataupun trik2 yang menyusahkan kita.

Tetapi bukan berarti kita harus membalas atau melakukan hal yang salah di mata Tuhan. Satu yang harus diingat bahwa Tuhan tidak akan membuat kita jatuh dan tergeletak ia akan selalu membimbing dan menjaga saudara.

Belajarlah untuk mendengar kata hati saudara, walaupun pikiran anda berkata untuk membalas…
Tetapi hati kecil anda pasti berkata lain.

Semua yang saya tulis berdasarkan pengalaman hidup saya. Ketuklah maka pintu akan di buka bagi saudara.

@ semuanya. terima kasih … bantu doanya ya semua :’(

iyaaaa :slight_smile:

cup…cup…cup…udah dong nangisnya tu…waaaaaaaaa tisunya abis dah dari depan sampai belakang dibuat ngelap air matanya di posting2 nya :tongue:

semoga bisa bangkit dan dipulihkan hatinya sis dan berjaya lagi :slight_smile: