Hidup Kudus...atau Mengejar Kekudusan???

Hi guys…mau nanya nih :huh:

Gue belum paham, apa sih yang Tuhan kehendaki dari kita sebagai anak-anakNya? Hidup kudus (langsung 100% serupa dengan Kristus), atau mengejar kekudusan ( gue pernah belajar kalo grafik iman orang kristen itu menanjak/jatuh bangun, dan puncaknya, yakni serupa dengan Kristus, dicapai saat kita bersamaNya kelak) ???

Silahkan post pendapat dan pemahaman kalian ya… :afro:

Thanks, GBU :angel:

Kalo jatuh bangun jangan nyerah… lakukan dan berusaha lakukan yang terbaik dengna pertolongan TUhan

perintah Allah adalah. “kuduslah kamu, sebab Aku kudus.”
di Ibrani 12:14 disebutkan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tak seorangpun akan melihat Tuhan.
kata mengejar mengandung 2 pemikiran, 1 dibutuhkan suatu usaha dan kerajinan. 2 hal ini merupakan tugas seumur hidup.
hidup kudus ga bisa instan bisa kita lakukan 100%. butuh proses untuk mengejarnya

Setahu saya status kita adalah kudus-secara hukum kudus karena dikuduskan dalam Kristus. Namun demikian secara fakta kita tidak kudus karena kita masih manusia yang cenderung berbuat dosa.

Jadi Hidup Kudus adalah sebuah status dan dalam kehidupan kita berusaha membuktikan kekudusan itu… ini yang disebut mengejar kekudusan…

Hidup Kudus… itu pilihan hidup stlh ditebus oleh darah Tuhan

kalau kita hidup kudus kita sudah ngga ada di bumi ini :slight_smile:
terlahir dengan dosa warisan, kita masih perlu proses untuk mencapai kekudusan
grafik tiap orang percaya bisa berbeda-beda
yang baik ya yang progresif :slight_smile:
tapi sekali lagi itu tidak mungkin bila dilakukan dengan usaha/kekuatan diri kita sendiri
yang paling penting…apakah ketika Dia datang atau kita meninggal kita berada pada posisi kekudusan tersebut.
demikian pendapat saya
Gbu

Ulangan 28 : …Tuhan telah menetapkan engkau sebagai umatNya yang kudus,
pikirkan perkara yang diatas bukan yang dibawah dan …kekudusan akan kita capai.
JBU

Kalau menurut saya bukan hnya mengejar kekudusan, & menjadi Kudus.
Tetapi sertakan jg, berusaha untuk kudus…!

Tdk seorangpun di dunia ini yg mau mengklaim dirinya KUDUS, kalau “ngga tau diri” yg malah ngaku dirinya sbg nabi…!.

Krn mmg standard dr kekudusan itu bukan kita yg buat dan menentukan apakah seseorang itu bs dikatakan kudus atau tidak…!

Krn semakin besarpun kita, semakin Yesus harapkan menjadi pelayan dlm namaNYA…!

Benar…
Hny Yesus saja yg datang dr Allah melalui firman, jk kekudusanNYA Digrafik kan akan menanjak terus seiring dgn waktu, tanpa ada kemunduran sdikitpun…!

Kt hny manusia biasa…
Yg datang dr daging dan pikiran…
Yg grafiknya bisa mundur… Thd kinerja kekudusannya, atau bhkan kekudusannya ngedrop jatuh berbanding dgn waktu…!

Yesus jg tau, bhwa stlh kita menerima Dia mnjd Juruslamat, kita tdk langsung kudus…!
Melainkan belajar dan belajar lagi…!

Matius 10:25
“cukuplah bg seorang murid jk ia menjadi sama spt gurunya”

menjadi = menjalani sebuah proses pembentukan.

Murid —menjadi—> guru

dan grafik yg kt pertanyakan itu yg jg sbg proses pembelajaran…

Terlihat di

Lukas 6:46-48
Setiap org yg datang padaKU dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya, Aku akn menyatakan kpdmu dgn siapa ia disamakan.
Ia sama dgn org yg mendirikan rumah, orang itu menggali dalam2 dan meletakkan dasarnya diatas batu.
Ktika datang air bah dan banjirpun melanda rumah itu, rumah itu tdk dpt digoyahkan.

Dlm firman diatas diceritakan proses:

  1. Bhwa kita perlu dulu menggali dasar yg dalam…!
  2. Menaruh batu di dasar yg kita gali itu…!
  3. Baru mendirikan rumah…!

{Tentu kt ga pungkiri donk firman yg Yesus katakan adlh hal yg kudus}.

Nah tibalah hari bwt rumah itu utk membuktikan dirinya bl datang banjir besar atau angin besar.

apakah dia roboh?

Kalau mmg dasarnya kuat…
Pasti dia bs brdiri tegap…

Dmikian jg hal yg kudus yg brproses dlm tubuh, roh dan jiwa kita…!
Di tes oleh pengalaman2 dlm hidup kita?

Apakah dia roboh?
Kalau dia tdk roboh brarti kekudusan itu bs menghadapi pencobaan yg spt itu…!

Tinggal menunggu pencobaan dr dunia yg lbh besar…?

Tp apabila dia (kekudusan dlm diri) roboh…
Itu artinya kita harus lagi dan lagi memperbaiki…
Yg jg menjadi Proses…!

Jd intinya PROSES…
Bukan langsung INSTANT
Spt mie instan…
He he
bcanda…

Ok

blez’ u

Kudus hanya karena Roh Kudus menguduskan dan memelihara kekudusan… tanpa Roh Kudus tidak ada yang kudus…

@atas :afro:

Yang ada hanya KUDUS atau TIDAK KUDUS,
tidak ada 1/2, 3/4 Kudus dstnya yang menunjuk progress.

KEKUDUSAN(Holiness) adalah KONDISI(condition) bukan TINDAKAN(Action),
menunjuk saat di dalam HADIRAT ALLAH (persatuan oleh darah Kristus).

Kudus mempunyai arti “dipisahkan”…^0^

Harus mengerti “status” dan “panggilan”. Orang kudus adalah status dan hidup kudus adalah panggilan.

Tanpa kekudusan, seseorang tidak mungkin dapat melihat Allah…^-^

Salam

setuja