Hormatilah Ayah dan Ibumu atau Balas Budilah kepada Ayah dan Ibumu ?

saya anak pertama dari 4 bersaudara… Ayah saya berumur 65 tahun dan ibu saya 63 tahun…

sebagai anak Tuhan , di gereja kita pasti pernah diajarkan 10 hukum taurat , yang antara lain isinya : Hormatilah Ayah dan Ibumu …

sejak kecil saya dan adik adik saya dididik hemat ( kata lainnya ikat pinggang ) oleh orangtua saya dalam membelanjakan uang. begitu hematnya , uang jajan SD-SMP-SMA , hingga UNIversitas, hanya cukup utk makan dan fotocopy…

orangtua saya membesarkan kami hingga dewasa, menyekolahkan kami hingga Sarjana(S1) , dan sekarang kami semua anak anaknya telah menikah dan berkeluarga dan memiliki anak anak…

orangtua saya bukan pegawai / karyawan , mereka adalah pengusaha. Ibu saya membuka toko bangunan di jalan raya , ayah saya membuka 3 usaha home stay di jalan raya juga , dengan jumlah kamar yg cukup banyak menurut saya , sekitar 50 kamar … menurut pengamatan saya , hasilnya seharusnya lebih dari cukup untuk kebutuhan hidup & masa pensiun mereka…

Ayah & ibu saya senang traveling ke luar negeri … setahun 1-2 kali ke LN … bisa lebih…

yang menjadi masalah adalah, saat ini ayah saya , meminta kepada ke 4 anaknya , untuk berpartisipasi dana untuk hobi travelingnya ke LN. masing masing anak diharapkan memberi donasi / partisipasi sejumlah xxxxxxx per BULAN … sebagai wujud balas budi karena telah membesarkan dan menyekolahkan kami ber 4 hingga sarjana …

pertanyaannya adalah :

apakah balas budi kepada orangtua harus diwujudkan dalam bentuk uang , dan jumlahnya harus sejumlah tertentu dan harus rutin setiap bulan ?

Pantaskah si ayah menuntut perhatian dari anak anaknya / menuntut balas budi dari anak anaknya dalam bentuk uang partisipasi jalan Ke LN ?

salahkah jika ada anak yang keberatan / tidak setuju , mengingat partisipasi dana tsb bukan untuk keperluan mendesak, namun untuk bersenang senang ?

salahkah jika ada anak yang keberatan / tidak setuju, karena kemampuan finansial tiap anak dan rejeki tiap anak tidak sama, di samping si anak juga punya kewajiban terhadap keluarganya sendiri ?

salahkah jika ada anak yang keberatan , mengingat orangtuanya bukan orang yg tidak mampu, justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat mampu ?

jika ada anak yang menolak untuk berpartisipasi dana utk ortunya ke LN , apakah si anak dapat dianggap anak yang tidak berbakti dan dihukum Tuhan ??

jika kalian nanti menjadi orangtua , apakah kalian juga akan meminta balas budi kepada anak anaknya dalam bentuk uang ?

mohon jawaban dari teman teman … thx …

saya anak pertama dari 4 bersaudara… Ayah saya berumur 65 tahun dan ibu saya 63 tahun…

sebagai anak Tuhan , di gereja kita pasti pernah diajarkan 10 hukum taurat , yang antara lain isinya : Hormatilah Ayah dan Ibumu …

sejak kecil saya dan adik adik saya dididik hemat ( kata lainnya ikat pinggang ) oleh orangtua saya dalam membelanjakan uang. begitu hematnya , uang jajan SD-SMP-SMA , hingga UNIversitas, hanya cukup utk makan dan fotocopy…

orangtua saya membesarkan kami hingga dewasa, menyekolahkan kami hingga Sarjana(S1) , dan sekarang kami semua anak anaknya telah menikah dan berkeluarga dan memiliki anak anak…

orangtua saya bukan pegawai / karyawan , mereka adalah pengusaha. Ibu saya membuka toko bangunan di jalan raya , ayah saya membuka 3 usaha home stay di jalan raya juga , dengan jumlah kamar yg cukup banyak menurut saya , sekitar 50 kamar … menurut pengamatan saya , hasilnya seharusnya lebih dari cukup untuk kebutuhan hidup & masa pensiun mereka…

Ayah & ibu saya senang traveling ke luar negeri … setahun 1-2 kali ke LN … bisa lebih…

yang menjadi masalah adalah, saat ini ayah saya , meminta kepada ke 4 anaknya , untuk berpartisipasi dana untuk hobi travelingnya ke LN. masing masing anak diharapkan memberi donasi / partisipasi sejumlah xxxxxxx per BULAN … sebagai wujud balas budi karena telah membesarkan dan menyekolahkan kami ber 4 hingga sarjana …

pertanyaannya adalah :

apakah balas budi kepada orangtua harus diwujudkan dalam bentuk uang , dan jumlahnya harus sejumlah tertentu dan harus rutin setiap bulan ?

Pantaskah si ayah menuntut perhatian dari anak anaknya / menuntut balas budi dari anak anaknya dalam bentuk uang partisipasi jalan Ke LN ?

salahkah jika ada anak yang keberatan / tidak setuju , mengingat partisipasi dana tsb bukan untuk keperluan mendesak, namun untuk bersenang senang ?

salahkah jika ada anak yang keberatan / tidak setuju, karena kemampuan finansial tiap anak dan rejeki tiap anak tidak sama, di samping si anak juga punya kewajiban terhadap keluarganya sendiri ?

salahkah jika ada anak yang keberatan , mengingat orangtuanya bukan orang yg tidak mampu, justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat mampu ?

jika ada anak yang menolak untuk berpartisipasi dana utk ortunya ke LN , apakah si anak dapat dianggap anak yang tidak berbakti dan dihukum Tuhan ??

jika kalian nanti menjadi orangtua , apakah kalian juga akan meminta balas budi kepada anak anaknya dalam bentuk uang ?

Hormatilah Ayah dan Ibumu atau Balas budilah kepada Ayah dan Ibumu dalam bentuk uang ?

mohon jawaban dari teman teman … thx …

mungkin si bro imperium bisa menjelaskan lebih ditail kepada ortu, bahwa sebenarnya kondisi keuangan si bro juga lagi terfokus buat keluarga sendiri.

bro tamaz, pertanyaan saya bisa tolong dijawab satu satu ? …

owh, musti dijawab satu satu yah? Yakin ga akan shock sperti ini: " :scared0015: :scared0015: "

Hukum taurat dan segala perintahnya serta KUTUKNYA telah digenapi Kristus, Kalau melakukan perintah Taurat, kalau anak yang tidak ikut omongan orang tua, udah disidang dengan banyak keluarga, namun tidak ikut juga, maka lebih baik anak itu dilempari dengan batu aja lho, jadi bilang sama ortu, jika mau melakukan Hukum taurat, baiknya jangan separoh separoh, namun seluruhnya dan harus sempurna berikut harus mendirikan Kutuknya.

berarti orang tua si bro ini orang tua yang bertanggung jawab dan bagus.

balas budi memang harus, masa sih bro tidak akan membalas budi ortu si bro?
namun kalau tidak ada dalam bentuk materil sperti yang diharapkan ortu. yah mau bilang apa? itu yang sibro harus jelaskan.

kalau idealisnya sih, ga panteslah, tapi kelihatannya ortu sirbo tipikal orang yang sangat keras yah?

tidak salah,

tidak salah

tidak salah.

tidak juga.

saya hanya berharap anak saya nantinya, pinter pinter membawa dirinya didunia ini, jika kelak daku akan tua, ga usah pingin yang banyak ini dan itu, mereka hanya berkunjung kerumahku (mungkin), bercerita ini dan itu dalam kehangatan keluarga, kurasa itu sudah cukup.

tentu tidaklah, sebab tuntutan uang bukan masalah utama.

apakah balas budi kepada orangtua harus diwujudkan dalam bentuk uang , dan jumlahnya harus sejumlah tertentu dan harus rutin setiap bulan ?
AFAIK, tidak ada ayat di alkitab yg mengharuskan seperti itu.

Pantaskah si ayah menuntut perhatian dari anak anaknya / menuntut balas budi dari anak anaknya dalam bentuk uang partisipasi jalan Ke LN ?
Tidak sepantasnya orang tua berlaku seperti itu.

salahkah jika ada anak yang keberatan / tidak setuju , mengingat partisipasi dana tsb bukan untuk keperluan mendesak, namun untuk bersenang senang ?
Tidak salah asalkan diekspresikan dengan cara yg tepat sesuai dengan azas “Hormatilah ayah dan ibumu…”

salahkah jika ada anak yang keberatan / tidak setuju, karena kemampuan finansial tiap anak dan rejeki tiap anak tidak sama, di samping si anak juga punya kewajiban terhadap keluarganya sendiri ?
Tidak salah karena memang seharusnya seperti itu. Ane percaya tanpa perlu meminta ketika masbro memiliki keuangan yg diberkati maka secara otomatis itu juga akan mengalir kepada orang tua masbro.

salahkah jika ada anak yang keberatan , mengingat orangtuanya bukan orang yg tidak mampu, justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat mampu ?
Sangat tidak salah. Kalau mereka “sangat mampu” mengapa masih meminta? Apalagi tidak semua anak-anaknya “mampu” seperti yg mereka pikirkan.

jika ada anak yang menolak untuk berpartisipasi dana utk ortunya ke LN , apakah si anak dapat dianggap anak yang tidak berbakti dan dihukum Tuhan ??
IMO, jika penolakan tersebut diekspresikan berdasarkan azas “Hormatilah ayah dan ibumu…”, terutama di depan anak-anak yang lain adalah juga berbakti kepada orang tua. Karena praktek berbakti itu tidak bisa hanya diterjemahakan dengan memberikan uang saja.

jika kalian nanti menjadi orangtua , apakah kalian juga akan meminta balas budi kepada anak anaknya dalam bentuk uang ?
Ini biasanya menyangkut soal keteladanan. Ortu ane bisa dibilang sangat mampu dan sampe detik ini, ketika semua anak-anaknya sudah sarjana dan menikah, tidak pernah menuntut sepeser pun dari kami. Of course teladan ini akan ane praktekin kepada anak-anak ane. God, please help ane to do it.

wah Trit ini Triple: :slight_smile:

  1. Diskusi umum kristen https://forumkristen.com/index.php?topic=51203.0
  2. Pendalaman Alkitab Hormatilah Ayah dan Ibumu atau Balas Budilah kepada Ayah dan Ibumu ? - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com
  3. Love, dating, relationship DILEMA ANAK DENGAN ORANGTUA , MASALAH BALAS BUDI - Love, Dating and Relationships - ForumKristen.com

Orang tua sebenarnya tidak mengharapkan balas budi, tetapi jika ada yang mengharapkan, sebagai anak biarlah kita juga belajar menghargai apa yang mereka anggap berarti. Jika pemberian uang adalah sebuah nilai kebaikan bagi orang tua, maka berilah. Bahagiakanlah orang tua mu, sebagaimana engkai memikirkan untuk membahagiakan Allah Bapa di Surga, demikian kamu juga belajar dari apa yang tampak dihadapan kita.

Jumlah harusnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Perhitungkanlah dengan cermat dan jangan sampai hal itu membebani hidup anda dan menjadi permasalahan baru dalam rumah tangga anda sendiri. Jika anda seorang dari gereja pentakosta, seharusnya perpuluhan juga dapat anda salurkan untuk orang tua anda. Ini jika keuangan anda terlalu berat untuk memberi sebagian untuk gereja dan sebagian untuk orang tua.

Matius 15:3-5
Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.

Pantaskah si ayah menuntut perhatian dari anak anaknya / menuntut balas budi dari anak anaknya dalam bentuk uang partisipasi jalan Ke LN ?

Semakin tua akan kembali semakin seperti anak-anak kembali. Soal pantas atau tidak, itu relatif, tidak dapat disebut pantas atau tidak tergantung keuangan masing-masing. Jika terlalu membebani ceritakanlah ke orang tua kamu, dan jangan lupa cari info travel yang murah. Kalau tidak salah info ada paket ke China sekitar 9 hari atau 10 hari sudah lengkap semuanya, tinggal berangkat tidak ada biaya lain-lain kecuali kalau mau beli oleh-oleh, total paketnya cuman 6-7 juta perorang saja. Paket ini subsidi dari pemerintah China dan kerjasama dengan biro travel china dengan system sewa satu pesawat, berangkat isi orang china ke indonesia, pesawat balik angkut orang indonesia ke china. Kembalinya juga sama angkut orang indo balik dan sampai disini angkut orang china balik. Karena itu murah. Ini solusi tempory aja.

Berdoalah untuk mereka agar mereka bosan ga pingin ke LN dan lebih suka bersama anak-anaknya dimana saja.

Kejadian 27:7
Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum aku mati.

Alkitab menulis kisah tentang Ishak menuntut makanan enak dari anaknya sebelum ia memberkati Esau. Isterinya mendengar dan menyuruh Yakub maju membawakan makanan enak untuk Ishak dengan menyamar sebagai Esau. Senangkalah orang tuamu, dengan cara yang tepat buat mereka, sesuaikan dengan kemampuanmu, seperti Yakub memberikan anak domba dari kandang belakang rumah bukan kijang buruan di hutan lebat yang diminta Ishak.

salahkah jika ada anak yang keberatan / tidak setuju , mengingat partisipasi dana tsb bukan untuk keperluan mendesak, namun untuk bersenang senang ?

Tidak setujupun harus disampaikan dengan santun, sopan dan dengan cara-cara yang baik, sehingga tidak terjadi perkelahian atau sakit hati. Bagaimana caranya? Itu seni berbicara, tetapi tanpa kemahiran bicara/nego juga bisa jika anda berdoa kepada Tuhan, diawali dengan cinta bukan jengkel, pasti ROH KUDUS akan memimpin dan memberikan kata-kata yang tepat untuk membuat orang tua memahami ketidak setujuan anak-anaknya.

Markus 13:11 Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan ROH KUDUS.

salahkah jika ada anak yang keberatan / tidak setuju, karena kemampuan finansial tiap anak dan rejeki tiap anak tidak sama, di samping si anak juga punya kewajiban terhadap keluarganya sendiri ?

Tidak salah, tetapi harus disampaikan dengan baik dan benar, itu butuh pimpinan ROH KUDUS. Saat ratu Ester hendak menghadap raja mengungkapkan keberatannya atas perintah raja, ia juga melakukan dengan kekuatan TUHAN, bukan dengan cara-caranya sendiri.

Ester 4:16 “Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

salahkah jika ada anak yang keberatan , mengingat orangtuanya bukan orang yg tidak mampu, justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat mampu ?

Masalah anda adalah komunikasi keluarga. Jika orang tua anda seorang yang mampu dan menuntut anak-anaknya membiayai mereka jalan-jalan, tentu biasanya bukan maksud menuduh, kebanyakan karena gengsi dengan teman-temannya. Pergaulanlah yang mendorong seorang untuk menuntut ini dan itu, termasuk menuntut disejahterakan oleh anak-anaknya walau ia sudah cukup sejahtera.

Saya sering jumpai orang tua saling cerita betapa anaknya telah “sukses” dan membahagiakan dirinya dengan gemilang hadiah pemberian atau diajak jalan-jalan ke negari-negeri yang jauh. Akhirnya terjadilah setelah pulang masing-masing orang tua menekan anak-anaknya untuk ini dan itu agar dapat dipamerkan.

So, jika itu kendalanya, bicarakanlah dengan sopan dan hormat. Pahami bahwa orang tua juga punya hal-hal yang kurang dan kita menghormati keinginannya. Lakukan dengan cara lain, beri mereka kejutan hadiah agar kebutuhan sosialnya terpuaskan.

jika ada anak yang menolak untuk berpartisipasi dana utk ortunya ke LN , apakah si anak dapat dianggap anak yang tidak berbakti dan dihukum Tuhan ??

Tidak jika memang tidak punya uang sama sekali, tetapi kalau menyumbang barang 500rb atau sejuta masakah tidak ada. Sebaiknya terlibatlah sesuai masing-masing kemampuan anak-anaknya. Rembukan antar anak itu jalan keluarnya.

jika kalian nanti menjadi orangtua , apakah kalian juga akan meminta balas budi kepada anak anaknya dalam bentuk uang ?

Tergantung kondisi saat itu, apakah kita berkecukupan atau berkekurangan. Jika berkekurangan seharusnya orang tua manapun baik yang diungkapkan ataupun yang tidak diungkapkan akan sangat mendambakan anak-anaknya membantu hidupnya dengan uang. Dewasalah uang adalah kebutuhan pokok kehidupan didunia yang fana ini. Uang dipakai untuk beli makan, pakaian, bayar ini dan itu, beli ini dan itu.

Hormatilah Ayah dan Ibumu atau Balas budilah kepada Ayah dan Ibumu dalam bentuk uang ?

Saya sudah copas diatas, saya copas lagi dengan bold berbeda agar jelas…

Matius 15:3-5
Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.

Salah satu bentuk menghormati orang tua adalah memelihara hidup mereka. Menjamin kesejahteraan mereka dan kebahagiaan mereka. Baik dalam doa-doa juga secara materi.

1 Yohanes 3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Jangan karena uang anda menghilangkan hormat dan kebaikan terhadap orang tua kamu. Hati-hatilah dengan yang namanya sakit hati. Anak jika sampai sakit hati dengan orang tua, itu sangat-sangat buruk sekali. Jalan satu-satunya adalah menjadi semakin dewaasa didalam roh dan pikiran kita.

wah Trit ini Triple: :slight_smile:

  1. Diskusi umum Kristen https://forumkristen.com/index.php?topic=51203.0
  2. Pendalaman Alkitab Hormatilah Ayah dan Ibumu atau Balas Budilah kepada Ayah dan Ibumu ? - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com
  3. Love, dating, relationship DILEMA ANAK DENGAN ORANGTUA , MASALAH BALAS BUDI - Love, Dating and Relationships - ForumKristen.com

@ bro tamaz

balas budi memang harus, masa sih bro tidak akan membalas budi ortu si bro?
ya tapi balas budi pada ortu kan tidak harus dalam bentuk uang ??

kalo balas budi kepada orang tua dalam bentuk uang memang harus ,
bisa tolong dicarikan ayatnya di alkitab ?

apakah balas budi kepada orangtua harus diwujudkan dalam bentuk uang , dan jumlahnya harus sejumlah tertentu dan harus rutin setiap bulan ?
namun kalau tidak ada dalam bentuk materil sperti yang diharapkan ortu. yah mau bilang apa? itu yang sibro harus jelaskan.

dalam bentuk perhatian dan doa kan juga bisa … masa harus dalam bentuk uang …

Pantaskah si ayah menuntut perhatian dari anak anaknya / menuntut balas budi dari anak anaknya dalam bentuk uang partisipasi jalan Ke LN ?
kalau idealisnya sih, ga panteslah, tapi kelihatannya ortu sirbo tipikal orang yang sangat keras yah?

apa hubungannya meminta balas budi dlm wujud uang partisipasi ke LN dgn watak yang keras ?

jika kalian nanti menjadi orangtua , apakah kalian juga akan meminta balas budi kepada anak anaknya dalam bentuk uang ?

saya hanya berharap anak saya nantinya, pinter pinter membawa dirinya didunia ini, jika kelak daku akan tua, ga usah pingin yang banyak ini dan itu, mereka hanya berkunjung kerumahku (mungkin), bercerita ini dan itu dalam kehangatan keluarga, kurasa itu sudah cukup.

sama bro, jika saya tua nanti & masih sehat , anak datang berkunjung ke rumah , bawa sedikit oleh2 , ngobrol dan bercerita dalam kehangatan keluarga , itu sudah membuat saya bahagia … perhatian kan tidak harus diwujudkan dalam bentuk uang … lain halnya jika saya sakit , kalo anak mau bawa saya ke dokter ya perlu uang :slight_smile:

kalo anak saya memberi sesuatu yang lebih , semisal membelikan perhiasan atau mobil atau mengajak saya ke LN , saya anggap itu suatu anugrah …

saya tidak bisa menemukan ayat yang berisi membalas budi orang tua dengan pemberian uang, yang saya sangat heran, sodara ini lagi marah sama orang tua… kurasa cobalah untuk tenang dengan kepala dingin si bro keluarkan uneg2nya.

salam.

@ Krispus

Quote from: imperium on Today at 11:42:05 AM
cut

pertanyaannya adalah :

apakah balas budi kepada orangtua harus diwujudkan dalam bentuk uang , dan jumlahnya harus sejumlah tertentu dan harus rutin setiap bulan ?

Orang tua sebenarnya tidak mengharapkan balas budi, tetapi jika ada yang mengharapkan, sebagai anak biarlah kita juga belajar menghargai apa yang mereka anggap berarti. Jika pemberian uang adalah sebuah nilai kebaikan bagi orang tua, maka berilah. Bahagiakanlah orang tua mu, sebagaimana engkai memikirkan untuk membahagiakan Allah Bapa di Surga, demikian kamu juga belajar dari apa yang tampak dihadapan kita.

Jumlah harusnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Perhitungkanlah dengan cermat dan jangan sampai hal itu membebani hidup anda dan menjadi permasalahan baru dalam rumah tangga anda sendiri. Jika anda seorang dari gereja pentakosta, seharusnya perpuluhan juga dapat anda salurkan untuk orang tua anda. Ini jika keuangan anda terlalu berat untuk memberi sebagian untuk gereja dan sebagian untuk orang tua.

Matius 15:3-5
Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.

bisa tolong dijelaskan maksud ayat di atas ? apakah maksudnya begini : seorang anak tidak wajib lagi menghormati bapa atau ibunya , jika uang utk masa tua orangtuanya sudah digunakan utk perpuluhan ?

kasihan dong orangtuanya ? sudah tidak mendapat dana pemeliharaan , tidak dihormati pula oleh anaknya ??

Pantaskah si ayah menuntut perhatian dari anak anaknya / menuntut balas budi dari anak anaknya dalam bentuk uang partisipasi jalan Ke LN ?

Semakin tua akan kembali semakin seperti anak-anak kembali. Soal pantas atau tidak, itu relatif, tidak dapat disebut pantas atau tidak tergantung keuangan masing-masing. Jika terlalu membebani ceritakanlah ke orang tua kamu, dan jangan lupa cari info travel yang murah. Kalau tidak salah info ada paket ke China sekitar 9 hari atau 10 hari sudah lengkap semuanya, tinggal berangkat tidak ada biaya lain-lain kecuali kalau mau beli oleh-oleh, total paketnya cuman 6-7 juta perorang saja. Paket ini subsidi dari pemerintah China dan kerjasama dengan biro travel china dengan system sewa satu pesawat, berangkat isi orang china ke indonesia, pesawat balik angkut orang indonesia ke china. Kembalinya juga sama angkut orang indo balik dan sampai disini angkut orang china balik. Karena itu murah. Ini solusi tempory aja.

Berdoalah untuk mereka agar mereka bosan ga pingin ke LN dan lebih suka bersama anak-anaknya dimana saja.

Kejadian 27:7
Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum aku mati.

Alkitab menulis kisah tentang Ishak menuntut makanan enak dari anaknya sebelum ia memberkati Esau. Isterinya mendengar dan menyuruh Yakub maju membawakan makanan enak untuk Ishak dengan menyamar sebagai Esau. Senangkalah orang tuamu, dengan cara yang tepat buat mereka, sesuaikan dengan kemampuanmu, seperti Yakub memberikan anak domba dari kandang belakang rumah bukan kijang buruan di hutan lebat yang diminta Ishak.

ada paket tour china yang murah , saya tahu itu… namun orangtua saya pasti tidak akan mau, karena dianggap pesawat carteran itu beresiko … ntar kalo ada apa apa, mau murah bernagkat ke china malah berangkat ke surga , gimana ? belum lagi hotelnya , kalo paket tour yg murah pasti hotelnya bintang 1-2, ortu saya maunya bintang 3-5, alasannya sudah berumur , mau menikmati hidup…
masa umur 65 thn sudah berumur ? kalo saya ntar tua , umur 80 thn masih merasa muda …

@ krispus

salahkah jika ada anak yang keberatan , mengingat orangtuanya bukan orang yg tidak mampu, justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat mampu ?

Masalah anda adalah komunikasi keluarga. Jika orang tua anda seorang yang mampu dan menuntut anak-anaknya membiayai mereka jalan-jalan, tentu biasanya bukan maksud menuduh, kebanyakan karena gengsi dengan teman-temannya. Pergaulanlah yang mendorong seorang untuk menuntut ini dan itu, termasuk menuntut disejahterakan oleh anak-anaknya walau ia sudah cukup sejahtera.

Saya sering jumpai orang tua saling cerita betapa anaknya telah “sukses” dan membahagiakan dirinya dengan gemilang hadiah pemberian atau diajak jalan-jalan ke negari-negeri yang jauh. Akhirnya terjadilah setelah pulang masing-masing orang tua menekan anak-anaknya untuk ini dan itu agar dapat dipamerkan.

So, jika itu kendalanya, bicarakanlah dengan sopan dan hormat. Pahami bahwa orang tua juga punya hal-hal yang kurang dan kita menghormati keinginannya. Lakukan dengan cara lain, beri mereka kejutan hadiah agar kebutuhan sosialnya terpuaskan.

iya, kalo uang kita terbuat dari monopoly, yg dicetak nggak habis habis , nggak usah disuruh, saya juga akan otomatis memberi orangtua saya hadiah atau memberikan hal hal / benda apapun yg membuat mereka senang…

masalahnya kan , uang kan nggak jatuh dari langit bro ? tidak semua anak bisa sukses ? kalo semua anak bisa sukses, di dunia ini tidak kelas menengah atas, kelas menengah dan, kelas menengah ke bawah . tidak ada kelas VIP , kelas business dan kelas ekonomi … semua kelas vip . semua punya mobil mewah , rumah mewah dan subsidi ortu utk pergi ke LN tiap bulan …

Quote

jika ada anak yang menolak untuk berpartisipasi dana utk ortunya ke LN , apakah si anak dapat dianggap anak yang tidak berbakti dan dihukum Tuhan ??

Tidak jika memang tidak punya uang sama sekali, tetapi kalau menyumbang barang 500rb atau sejuta masakah tidak ada. Sebaiknya terlibatlah sesuai masing-masing kemampuan anak-anaknya. Rembukan antar anak itu jalan keluarnya.

@ krispus

anda bilang 500 ribu - 1juta masakan tidak ada …

500 ribu - 1 juta per tahun atau per bulan ?
kalo per tahun 500rb - 1juta per tahun ya kecil, tapi kalo 500 rb - 1juta per bulan , setahun ya 6juta-12 juta

50orb - 1juta per bulan mungkin kecil menurut anda , tapi anda tidak bisa melihat hanya dari sudut pandang anda.

penghasilan dan kebutuhan tiap keluarga berbeda beda… jangan hanya melihat dari kacamata anda saja bro…

@ krispus

Orang tua sebenarnya tidak mengharapkan balas budi, tetapi jika ada yang mengharapkan, sebagai anak biarlah kita juga belajar menghargai apa yang mereka anggap berarti. Jika pemberian uang adalah sebuah nilai kebaikan bagi orang tua, maka berilah. [b]Bahagiakanlah orang tua mu, sebagaimana engkai memikirkan untuk membahagiakan Allah Bapa di Surga, demikian kamu juga belajar dari apa yang tampak dihadapan kita. [/b]

bro kris , yang saya bold itu pendapat anda pribadi atau ada dasar ayatnya di alkitab ? kalo ada ayatnya bisa tolong ditunjukkan ?

@ tamaz

saya tidak bisa menemukan ayat yang berisi membalas budi orang tua dengan pemberian uang, yang saya sangat heran, sodara ini lagi marah sama orang tua… kurasa cobalah untuk tenang dengan kepala dingin si bro keluarkan uneg2nya.

saya nggak marah , saya hanya curhat sambil tukar pikiran dgn teman2 di forum kristen …

orang tua tidak pernaj punya budi pada anak mereka…

mengasihi dan bertanggungjawab atas hidup anaknya adalah kewajiban… bukan kebaikan… karena anak adalah titipan Tuhan…

dan hal demikianlah yang kini kita berikan pada anak kita.

anak bukan investasi… tapi kepercayaan dan tanggungjawab yang diberikan Tuhan kepada kita.

orang tua mengasihi kita… maka masuk akal jika kita menghormati mereka… tapi, tidak ada balas budi pada orang tua, sebab, mereka melakukan kewajiban, bukan kebaikan…

setuju … sangat setuju… menurut saya anak adalah titipan dari Tuhan , tugas ortu untuk menjaga, membesarkan & mendidik , jadi orangtua mendidik & membesarkan anak adalah kewajiban , namun kewajiban tsb tentunya sesuai dengan kemampuan orangtua ybs. kalo ortunya karyawan toko ya anaknya dibelikan sepeda, kalo ortunya karyawan kantor anaknya dibelikan sepeda motor, kalo ortunya manager kantor anaknya dibelikan motor sport kawasaki yg harganya 40 juta , kalo ortunya pengusaha atau anaknya dibelikan mobil biasa, kalo ortunya pejabat atau artis anaknya dibelikan mobil sport yg harganya milyaran , dstnya … bisa punya anak harusnya ya sudah sewajarnya punya kewajiban untuk membesarkan dan mendidik anak tsb , namun sebatas kemampuan dari ortu ybs.

kalo ortu minta balas budi , bisa karena dipengaruhi oleh teman- temannya yg suka bercerita anaknya yg sukses membelikan ini itu , mengajak jalan keliling dunia , jadi ybs jadi ngiler dan gengsi, masa anakku nggak bisa seperti anak mereka ? akhirnya anak dari ortu ybs dituntut utk memenuhi gengsi dan keinginan dari ortu ybs, dengan alasan ortu minta perhatian dari anak …

Ya begitulah bro namanya manusia pingin punya kebanggaan. Namun harus juga diingat kalau orang tua sudah cukup dan anak2 baru mulai kerja dengan segala kebutuhan mestinya orang tua malah membantu anak2nya.

Orang tua saya dulu hidup pas2an saja, tapi tidak mengharap anak2nya memberi bantuan apa2. Malah tetap memikirkan anak2nya kalau2 masih kekurangan.

Bahkan dikasihpun tidak selalu senang, dia biasa hidup sederhana tidak butuh dana banyak2 jadi buat apa dikasih, kalau bisa malah ingin ngasih anak.