how to accept everyone like God accept us?

Aku sadar klo aku masih judge others.
Tadi cek org terjelek sedunia, aku ketakutan. Aku tau itu salah, tidak seharusnya aku takut tapi peduli.

Klo ketemu org miskin / sengsara, aku kurang peduli. Bagaimana buat peduli seperti Tuhan?

Terhadap pembunuh, pemerkosa, korban hal2 itu, pecandu narkoba, pemabok, org ga benar (sex bebas, pelacur) dll aku ketakutan.
Tapi aku rasa ga seharusnya aku takut.
Aku takut sama non-kristen, FPI, dll.

Aku mau berubah, ada yg tau cara buay ga takut tapi peduli, mengasihi seperti Bapa mengasihi mereka.

Aku kan ga bisa cuma jauh2 teriak, hei Tuhan, Bapa ku mengasihi mu.
Perilaku, cara berpikir, ucapanku hrs membuktikannya.
Tapi caranya gmn?

orang jelek itu menjadi bagian dalam hidupmu, kenapa gak coba buka hatimu untuk orang jelek?
mungkin tidak enak hati ya,dan tidak enak dilihat, tapi coba deh belajar untuk menerima orang tersebut, mungkin kamu akan mendapatkan hal baru yang kamu belum pernah alami dari temen2mu yang lain.

ketemu orang miskin sengasara, saya sendiri bagi pengalaman ,saya waktu pulang gereja,beli makanan 2 bungkus /3 bungkus,tergantung angota keluarga yang ada di rumah,lalu saya ketemu orang gila ditengah jalan tanpa ada yang urus, badannya lusuh,kotor,dekil dan juga baunya menyengat ,dan berceceran kotorannya di tengah jalan dengan baju dan celana yang robek robek. padahal hari itu aku lagi lapar,dan itu waktu makanku,tapi orang kurang waras itu meminta makananku dan air aqua yang biasa aku bawa ke gereja.

saya pribadi ingat di benak hatiku ,jangan menolak orang yang meminta kepadamu. jika ada yang lapar berilah ,maka kamu sudah melakukannya untukKu.

tanpa basa basi lagi ,saya kasih bagian saya untuknya,walau saya belum makan,tapi di hati ini ada sesuatu kepuasaan,ada kesempatan untuk berbagi. dan bungkus yang lain untuk keluarga saya. saya sendiri akhirnya masak mie buat sarapan dan itupun bersyukur.

terkadang saya rela beliin sesuatu buat orang gila,orang miskin yang terlantar ditengah jalan,karena semua itu adalah dorongan Firman Allah yang kuat,dan karena kasih dan rasa belas kasih.

klo Yesus ada dihati kita,kita ada perasaan belas kasihan yang dalam,tapi klo kita berdosa dan hidup didalam dosa,belas kasihan itu suka hilang,walau terkadang ada sedikit belas kasih tapi tidak dilakukan.

rasa takut itu di dunia ini wajar menurut saya sih,semua manusia juga ada,tapi klo ada Tuhan Yesus,rasa takut itu hilang,selama kita didalamNya dan Dia didalam kita.

takut juga bisa dari iblis juga yang mencoba untuk membuat kita hidup dalam ketakutan.

doa dan Yesus Kristus di hatimu dan hidup didalamNya,maka ketakutan itu akan digantikan oleh roh keberanian.
dari tanpa perasaan jadi memiliki perasaan yang dalam dan memiliki hati kasih. ( tapi klo hidup dalam dosa ini akan tertutup,sekalipun ada rasa kasihan tapi tetap tidak dilakukan,kecuali klo sifat orang itu ada kebaikan hatinya,bisa dilakukan )

terkadang rasa takut bsia dipicu karena malu untuk melakukan hal tersebut dilihat orang.

caranya seperti diatas sih,menurut versi saya. semoga ada sedikit berkat untukmu,sobat.

saya sendiri ada perasaan takut sama islam fanatik, karena galak dan tidak suka orang kristen.
bahkan bisa suatu hari untuk memaksa orang kristen meninggalkan iman,disitu lah mau martir atau murtad? cuma 2 pilihan. (tidak terlepas doa dan pertolong Tuhan)

Ga jadi bagian dalam hidup. Aku cuma ketik di google 'orang terjelek sedunia ’

Kisah kesaksian anda hebat.
Klo saya di posisi anda, kemungkinan perang rohani
(barangkali tau itu orang gila, aku bakal menghindar. Klo cuma pengemis atau tukang sampah atau apa selama masih waras, aku lebih mungkin kasih makanannya).

Tapi aku rasa setelah menghindar, dibawah pikiran org gila itu bisa ngapa2in, namanya aja org ga waras.
Ada kemungkinan besar, aku nyesal dan (amit2) ninggalin Tuhan lagi karena aku nyakiti hati Bapa dgn menghindar dari org gila itu.

I really need to pray, and tinggal dalam Tuhan yg very deep.

[shadow=red,left][/shadow]

Aku sharing dikit ya,pengalaman tmn ku, tmn ku asal ny dr china tau aja di sna rata2 setiap keluarga cm punya satu anak. jD anak sn pada egois,wkt pertama x kenal dia juga aku nya ngondok banget ama dia soal nya org nya egois,suka judge org jelek,miskin ,takut ama org muslim,dll,kelebihan tmn ku ini org nya semangat banget trs bicara nya blak2kan dan baik,kelemahan dia adalah tidak mengenal tuhan dan kl lg dapat cobaan mau bunuh diri,trs aku nya sering kasi ke dia buku motivasi yg berisi cerita2 tentang menghargai org2 di luar lingkungan kita kdg kami baca nya sampe nangis,sejak itu tmn ku dah byk berubah dah bisa menghargai org2 apapun yg diluar sana,karna setiap org sama di mata Tuhan. Kita tidak perlu takut sama mereka,Tuhan itu adil apa yg kita tanam akan kita tuai,ubah cara pandang kita ,maka sikap kita juga akan berubah,aku sendiri terlahir dari keluarga dgn berbagai aliran dan suku. Jadi dr kecil memang sdh di ajarin untuk saling bersikap menghargai terhadap sesama,tanpa melihat jelek atau jahat,kita sendiri yg harus bisa memilah. WAlau sampai skrg aku msh blm bisa 100% menerima saudara muslim yg ajaran nya bagus tapi pada praktek nya sangat menyimpang dan munafik. Mungkin aku msh hrs byk belajar.

bagaimana buat hidup dalam Tuhan?
kayanya selama ini aku hanya brag memperlihatkan kasih Ayah God.
aku rasa aku belum hidup / bersatu dgn Tuhan.

Kalau yg pernah sy baca , madame Theresa menganggap dan melihat semua orang miskin / menderita seperti bertemu Yesus dalam rupa orang 2 tersebut dan ia berterima kasih / bersyukur kepada Allah telah dipertemukan dg orang2 itu , mungkin krn itulah ia tak pernah jijik thdp orang miskin penderita2 penyakit macam2 .

Sekedar masukan
Salam

Question : How to accept everyone “like” God accept us?

@SaltLight : Ane ga tau apa yg ada di benak ente dengan pertanyaan ini? Menerima semua orang SAMA SEPERTI (sama dengan?) Tuhan menerima kita? Are you really mean it? Bukankah ada tertulis : "Kasihilah sesamamu (termasuk cara menerima kan?) SEPERTI engkau MENGASIHI DIRIMU SENDIRI?

Ketika Tuhan menyuruh kita menggunakan STANDAR MANUSIA (diri kita sendiri), mengapa kita mau bersusah-payah menggunakan STANDAR TUHAN? Yakin sanggup? Peace. No offense.

Dengan kata lain …cara menerima Sista SEPERTI engkau MENGASIHI DIRIMU SENDIRI … kalau sista menerima Orang Gila seperti diri sista sendiri artinya Sista juga GILA kali ya ?
Penafsiran yg menggunakan STANDAR MANUSIA (diri Bro Shadow sendiri) karena mengapa kita mau bersusah-payah menggunakan STANDAR TUHAN? Yakin sanggup?
Lha sudah ada Penolong yg Lain yg namanya Roh Kudus, siapa takut ?! :coolsmiley: :happy0062: :afro: ;D

orang gila atau tidak waras itu juga memiliki roh/jiwa sama seperti kita, ingat gak kisah Alkitab:orang kerasukan di gerasa ,yang sangat kuat, dan orang orang pada takut pada orang gila tersebut,tapi Yesus mau menyembuhkan,akhirnya orang itu jadi waras dan menceritakan hal itu kepada orang lain(bersaksi).

sebagai manusia daging aku ada rasa malu,orang orang tengah jalan, ketika aku melakukan hal ini,suka dilihat orang lain yang ada disekitarnya,diketawain jg,urusin orang gila,dan bla…bla. tapi aku mikir betapa berharganya 1 jiwa di mata Tuhan,untuk masalah ini aku suka menekan rasa malu itu,tidak apa-apa saya digosipin orang,ini dan itu,yg penting saya nolong orang yg memerlukan,dan saya jg ikut doain pas di rumah kepada Tuhan.

Jujur sangat kasihan orang yang tidak terurus,dibiarkan gitu saja, bahkan di gereja saya tidak ada orang yang mau mengangkut orang orang seperti itu,padahal uangnya banyak,yg diperhatikan cuma orang miskin aja,tanpa mau perhatikan orang yang lebih parah nasibnay dibanding orang miskin.

pernah gak mikir,betapa berharganya 1 jiwa dimata Kristus??? hanya 1 jiwa itu sangat berarti bagiNya. siapapun itu orangnya.(termasuk orang lain agama jg)

pernah ada kesaksian : bahwa Kristus menangis dengan tersedu sedu ,karena jiwa jiwa manusia ciptaanNya yang berada di neraka, Yesus menangis sampai tersedu-sedu (cecegukan) dan sampai mengerang(Hati Kristus hancur lebur ketika manusia ada di neraka dan iblis bersorak sorai karena mereka puas), mereka minta tolong padaNya,tapi Dia katakan sudah terlambat. sampai orang yg bawa kesaksian itu berkata: Tuhan bisa kah Engkau tiadakan semua orang yang binasa dan hancur ini,jadi dilenyapkan begitu saja? terus Tuhan Yesus berkata: itu sama saja dengan Engkau meminta Aku untuk tidak menjadi Tuhan.

keselamatan itu kekal, kebinasaan itu kekal. kemanakah akan pergi,tanpa ada yang mengarahkan,tanpa ada yagn mau berbagi dan bersaksi? tanpa ada doa??

Utk belajar cobalah utk pedulu dgn org2 dlm keluarga dulu, teman2 dan kemuadian belajar peduli org2 yg jauh