hukum karma == hukum tabur tuai ?

apakah hukum tabur tuai itu sama seperti hukum karma, dan sebaliknya ?

hukum tabur tuai : kamu menuai apa yang kamu tabur. siapa menanam pepaya, ia menuai pepaya, siapa menanam durian, ia menuai durian

hukum karma : kebaikan yang kita lakukan pada orang lain, kelak akan dibalas ke diri kita masing masing, atau adik, saudara, dll. jika kita merendahkan teman, mungkin adik kita bakal direndahkan oleh temannya juga

jika kita menolong orang, mungkin orang lain juga akan menolong orang tua kita yang berakibat juga kebaikan bagi kita

mohon pencerahannya

Ya hukum tabur tuai memang ada, dan sebagian orang mengerti itu sebagai ‘karma’.
Ada benarnya :afro:

GBU

Saya kasih perumpamaan sedikit ya bro, contoh kecil dari 2 hukum ini.

Hukum karma = anda pernah memainkan seorang gadis sampai hamil, anda kemungkinan dipenjara atau disuruh kawin dengan gadis tersebut dan kemungkinan besar adik anda nanti akan dihamili orng lain, ini bad karma. Ada good karma, ya seperti contoh mas diatas.

Hukum tabur tuai = anda mempermainkan seorang gadis sampai hamil, anda akan dipenjara karena menghamili anak orang, atau akan disuruh kawin dengan gadis itu. Dan adik anda tidak akan dihamili pria lain, tidak ada dampak apapun dari perbuatan anda. Tapi anda yang menanggungnya.

Jadi beda brooo… :smiley:

KARMA ADALAH:

Karma adalah “istilah timur” untuk “Hukum Sebab-Akibat”. Istilah Karma ini dikenal dalam agama Hindu dan Budha, yaitu suatu perputaran sebab dan akibat yang disebut roda samsara.

Hukum karma dalam konsep Hindu dan Budha mempercayai semua yang hidup akan terlahir kembali (reinkarnasi) setelah mati untuk menanggung akibat dari perbuatannya pada kehidupan sebelumnya. Jadi ‘hukum karma’ dalam konsep mereka bukan semata hukum ‘sebab-akibat’ tetapi punya relasi erat dengan pengajaran mengenai ‘samsara’ serta ‘reinkarnasi’.

Reinkarnasi adalah proses kelahiran kembali di masa mendatang. Orang Hindu percaya bahwa mereka akan lahir kembali sebanyak 8.400.000 kali sebelum jiwanya dapat selamat dari perangkap samsara. Samsara berarti “mengembara” dan menunjuk pada pengembaraan jiwa dari tubuh yang satu ke tubuh yang lain, dari masa kehidupan yang satu ke masa kehidupan yang lain, dari lahir, hidup, sampai mati.

Ada dua macam karma, yaitu karma baik dan karma buruk. Karma baik adalah segala perbuatan atau pikiran yang mengarah kepada hal yang baik. Sedangkan karma buruk adalah segala perbuatan atau pikiran yang mengarah kepada hal yang buruk. Karma baik atau karma buruk ini dikumpulkan oleh seseorang selama dia hidup, untuk menentukan wujud kelahiran jiwa kembali di masa mendatang. Oleh karena itu, karma berkaitan erat dengan reinkarnasi. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Hidup manusia sekarang dipengaruhi oleh perbuatan di masa lalu, dan kehidupan yang akan datang dipengaruhi oleh kehidupan masa sekarang. Kitab Bhagavad Gita mengajarkan bahwa melakukan perbuatan amal dan hidup dengan tidak mementingkan diri sendiri, merupakan satu-satunya cara supaya dapat dilahirkan kembali dengan sedikit mungkin karma. Karma yang buruk memastikan bahwa jiwa manusia akan kembali pada kehidupan yang akan datang dengan tingkat yang lebih rendah. Seseorang akan terlepas dari hukum karma apabila dia sudah terlepas dari roda kehidupan, yang disebut moksa.

HUKUM TABUR TUAI:

Presiden Soekarno dalam bukunya pernah menulis “Barang siapa menabur angin, akan menuai badai”. Dan bandingkan dengan ayat ini “Umat-Ku menabur angin maka mereka akan menuai badai!” (Hosea 8:7a, BIS).
Alkitab mengajar ‘hukum sebab-akibat’ ini dikenal dengan Hukum Tabur-Tuai yaitu “sebagaimana Anda menabur, begitu pula Anda menuai”. Dibawah ini contoh2 Wejangan “Hukum Sebab-Akibat” dari kitab 2 Korintus, Amsal, Matius:

* 2 Korintus 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

* Amsal
9:7 Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri, dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.

10:8 Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.

11:19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.

11:25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

13:3 Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.

13:11 Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

26:27 Siapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia.

28:10 Siapa menyesatkan orang jujur ke jalan yang jahat akan jatuh ke dalam lobangnya sendiri, tetapi orang-orang yang tak bercela akan mewarisi kebahagiaan.

28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

28:18 Siapa berlaku tidak bercela akan diselamatkan, tetapi siapa berliku-liku jalannya akan jatuh ke dalam lobang.

* Matius
10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

12:30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

12:50 Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Dari contoh2 ayat di atas kita mengenal adanya ‘hukum tabur-tuai’. Alkitab yang memperingatkan kita akan akibat yang harus ditanggung bila kita melakukan kejahatan dan sebaliknya ada berkat yang akan kita terima ketika kita melakukan kebaikan. Namun perlu kita pahami bahwa walaupun Alkitab mengajarkan tentang hukum sebab-akibat tetapi hukum sebab-akibat itu tidak ada kaitannya dengan pengajaran mengenai ‘roda samsara’ dan ‘reinkarnasi’ sebagaimana dikenal dalam agama Hindu dan Budha.

Karena itu hukum sebab-akibat yang ada dalam Alkitab jelas bukanlah hukum karma sebagaimana dalam konsep Hindu/ Budha.
Justru Alkitab mengajarkan bahwa segala relasi ‘sebab-akibat’ yang berhubungan dengan perbuatan jahat manusia/ dosa-dosa manusia sudah dipatahkan oleh kasih Kristus di kayu salib! Dalam iman pada karya Kristus di kayu-salib, dosa tidak lagi membuahkan kematian bagi setiap yang percaya.

Blessings,
BP

dari membaca semua uraian post di atas…

saya masih gagal menemukan perbedaan esensial diantara keduanya…

yang beda adalah istilah nya dan cara perumpamannya.
beda asal-usul terciptanya konsep tsb…

tapi intinya mah… sama ajah…

Kenapa sih… harus dipaksa-paksa biar kelihatan BEDA atau kelihatan lebih ORIGINAL atau berkesan LEBIH BENAR…

Andaikatapun sama… gak papa ah…
bukan lantas menjadi kurang keren atau kurang orisinal…
yang penting value yang terkandung didalamnya kok…

Kalau hukum karma memang udah tercipta lebih dulu… ya tidak perlu diingkari dan dicari-carikan alasan…
memang demikianlah fakta sejarahnya kok…
kebudayaan timur sudah lahir lebih dulu & kompleksitas sosialnya juga lebih terdevelop dulu kok dibandingkan budaya gurun pasir di timur tengah itu kok…

ya wajar dong…
biasa aja ah…

Hukum tabur tuai dikenal dalam Alkitab sebagai proses bercocok tanam. Siapa yang menanam, maka ia akan menuai. Apa yang ditanam (jenis tanaman), maka ia akan menuai buah atau hasil dari tanaman tersebut.

Sama seperti karma dalam agama-agama di India, karma merupakan hukum sebab dan akibat. Apa yang dilakukan atau diperbuat, akan mendatangkan akibat, sehingga semua sebab dari sesuatu adalah akibat dari perbuatan.

Prinsip hukum keduanya sama, mungkin secara detil akan mengikuti budaya dan peradapan masing-masing bangsa, tetapi hukum Allah disampaikan kepada seluruh umat manusia dimuka bumi ini dimanapun mereka berada. Bukan hanya karma dan tabur tuai, banyak yang lainnya juga, sebab Tuhan adalah Tuhan atas seluruh bumi, bukan Tuhannya orang Israel saja.

Sama dr mana bro? Memangnya hukum tabur tuai mengenal reinkarnasi? Kalau anda dapat bad karma maka bis reinkarnasi jadi kecoa, hukum tabur tuai mana mengenal beginian… :smiley:

wah sori… mbak rena…

biar gak salah menangkap maksud saya… sy jelasin dikit ya…

Reinkarnasi, surga/neraka, dosa, atau apa lah istilah berbunga-bunga yang ada di kedua hukum itu…
itu kan sifatnya hanya ATRIBUTIF.

sedangkan yang ESENSIAL adalah kurang lebih:

  1. Berbuat lah yang Baik → maka dampaknya akan Positif bagi dirimu & lingkungan
  2. Bila berbuat yang Negatif → maka dampaknya Negatif bagi dirimu sendiri & lingkungan…

Nah… masalahnya… orang-orang kalau dijelaskan pakai 2 point sederhana diatas…
pasti banyak yang ooooaaahhhmmm Ngantuk… dan gak tertarik ah… membosankan…

oleh karena itulah,
diberikan Atribut-atribut (bunga-bunga) supaya konsep itu lebih Eye-Catching dan mudah diterima oleh masyarakat…
Nah, tentu atribut yang ditempelkan pasti tergantung dari Budaya & Tradisi setempat dimana postulat tersebut berkembang…
Jadi, gak heran kan kalau di timur → pake bumbu reinkarnasi jadi hewan…
soalnya di gurun pasir → susah pake model reinkarnasi jadi hewan → lha wong adanya cuma onta doang…
ehehe…

maka dicari atribut yang lebih mengena bagi masyarakat setempat:
yaitu: Ganjaran / Balasan… dari siapa??? biar tambah meyakinkan —> dari TUHAN lho…
terus… kalau gak nurut gimana —> biar jossss & manteepp → maka diberi atribut Surga & neraka…

Mudah-mudahan lebih jelas mbak…

salam,

Bro, kalau anda bicara begitu di forum dhammacita, dijamin anda akan “dipermuliakan” dan mendapat “pencerahan” kembali ke nibana.

Kita semua tau kalau karma itu memang terlihat seperti tabur tuai, tapi versi Kristen dan Buddhist atau Hindu itu beda. Kalau versi umumnya, atau versi basicnya ya memang seperti yang anda terangkan diatas.

Saya cuma mengajak melihat dari perspektif yang berbeda, tidak ada bumbu-bumbuan, karena tiap umat beragama melihatnya beda, kalau anda melihatnya sebagai atheis ya betul, kalau anda baik ya dapat balasan baik, anda jelek dapat balasan jelek, orang yang tidak takut Tuhan pun mengetahui itu dan melakukannya tapi untuk keuntungan diri sendiri.

Semoga berkenan… :afro:

Silakan mbak rennati…

Ohya, saya lebih setuju kalau Hukum Tabur Tuai itu yang TAMPAK SEPERTI Hukum Karma…
biar kita lebih objektif aja sih mbak… dan chronologically correct…

Sikap spt diatas adalah opini & interpretasi saya yang saya pertanggungjawabkan sendiri mbak.
jadi saya tidak akan memaksa siapapun untuk harus menyetujuinya kok…

itu adalah upaya saya untuk BERIMAN secara SUBSTANTIF…
sehingga saya TERHINDAR dari JEBAKAN IMAN SUPERFISIAL yang biasanya lebih ATRIBUTIF…
sehingga sering kali kita JADI AGAK KABUR SUBSTANTIALLY…
anyway itulah Pergumulan Iman saya & apa yang saya lakukan sampai hari ini…

Alaikhem Shalom,

Shalom juga bro… :afro:

Shalom teman teman… Saya mau nanya donk, hukum karma menurut pandangan Kristen itu ada atau tidak? Apakah hukum karma hanya istilah dari orang duniawi saja yang tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran kekristenan?
Ohhh iya apakah ada hubungannya antara hukum karma dan tabur tuai?

Trimakasih… Maaf kalo cara bertanya masih kurang tepat, newbie…

Tuhan memberkati

Coba komen ya :

IMHO, sampai “batas-batas tertentu” hukum karma itu bisa dikatakan serupa dengan hukum tabur tuai karena pada prinsipnya “sama”. Seseorang akan menerima balasan atas perbuatan baik/jahat-nya kepada orang lain. Yg membedakan adalah bahwa hukum karma itu memasukan unsur reinkarnasi ke dalamnya. Jadi misalnya, ada orang “menyakiti” anjing kemudian orang itu meninggal dan menurut takdir reinkarnasi dia terlahir jadi anjing yg kemudian akan menerima “pembalasan” dari apa yg sudah dilakukannya ketika dia terlahir menjadi manusia pada anjing.

Sedangkan Alkitab sendiri memakai istilah tabur tuai, barang siapa menabur dia akan menuai. Tetapi jikalau yg melakukan perbuatan baik/jahat tidak “sempat” menerima balasannya maka keturunannya yg akan “mewakili”. hehehe.

Mengenai hubungan, secara tersirat maupun tersurat, IMHO, tidak ada sama sekali.

saya coba jawab yah… kalo ga memuaskan ya sudah lupakan saja…

hukum karma itu hukum nya manusia yang masuk kepada bagian : asumsi dan perkiraan… jadi tidak akurat sebab akibatnya…

dan tidak berlaku pada Hukum Tuhan…

Jika Tuhan menghukum manusia, tidak ada kesalahan ditiap reasonnya… sekali A harus di hukum dan diporakporandakan… harus persis dihukum dengan ketentuannya…

ga masalah dia itu: orang kaya dan berpengaruh, ga masalah dia karena gede berotot , macho dan ganteng, dan ga masalah dia mirip justin timberlake, justeen bibir dan lainya yang kelihatan sperti higienis… :smiley:

apakah ada yang menjamin, pemerkosa perempuan scara brutal telah mendapat karmanya?

yang di dunia ini, terjadi yah terjadilah… hanya spiderman, superman, batman yang akan menyelamatkan mereka yang tertindas, itupun hanya fiski belaka, alias angan angan sahaja…

Hukum karma berlaku, apa yang telah salah dilakukan nya beberapa waktu lalu… akan ia dapat ganjaran beberapa waktu yang akan datang, bisa diwakilkan melalui saudara terdekatnya…

sedang Hukum Tuhan… dikumpulkan dulu semua salahnya… lalu nantinya di Pengadilan Akhir ditakar dan ditimbang…
jadi bila menabur sekarang, nanti di sono dipengadilan terakhirnya di tuai…

gono…

salam…

Hukum karma tidak sama dengan hukum tabur-tuai. Jangan bingung. Perbedaan utamanya ialah bahwa hukum karma terjadi pada banyak kehidupan (melalui reinkarnasi), sedangkan hukum tabur-tuai hanya terjadi pada satu kehidupan.
Ajaran Kristen meyakini hukum tabur-tuai, tapi tidak meyakini hukum karma, karena ajaran Kristen tidak mengenal reinkarnasi.

Tambahan referensi ayat:
Ibrani 9:27
“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,”

Demikian penjelasan singkatnya. Semoga bisa membantu. :slight_smile:

Salam

Rite!

Topik yang sama ada di hukum karma == hukum tabur tuai ? - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

Saya kutip lagi:

KARMA ADALAH:

Karma adalah “istilah timur” untuk “Hukum Sebab-Akibat”. Istilah Karma ini dikenal dalam agama Hindu dan Budha, yaitu suatu perputaran sebab dan akibat yang disebut roda samsara.

Hukum karma dalam konsep Hindu dan Budha mempercayai semua yang hidup akan terlahir kembali (reinkarnasi) setelah mati untuk menanggung akibat dari perbuatannya pada kehidupan sebelumnya. Jadi ‘hukum karma’ dalam konsep mereka bukan semata hukum ‘sebab-akibat’ tetapi punya relasi erat dengan pengajaran mengenai ‘samsara’ serta ‘reinkarnasi’.

Reinkarnasi adalah proses kelahiran kembali di masa mendatang. Orang Hindu percaya bahwa mereka akan lahir kembali sebanyak 8.400.000 kali sebelum jiwanya dapat selamat dari perangkap samsara. Samsara berarti “mengembara” dan menunjuk pada pengembaraan jiwa dari tubuh yang satu ke tubuh yang lain, dari masa kehidupan yang satu ke masa kehidupan yang lain, dari lahir, hidup, sampai mati.

Ada dua macam karma, yaitu karma baik dan karma buruk. Karma baik adalah segala perbuatan atau pikiran yang mengarah kepada hal yang baik. Sedangkan karma buruk adalah segala perbuatan atau pikiran yang mengarah kepada hal yang buruk. Karma baik atau karma buruk ini dikumpulkan oleh seseorang selama dia hidup, untuk menentukan wujud kelahiran jiwa kembali di masa mendatang. Oleh karena itu, karma berkaitan erat dengan reinkarnasi. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Hidup manusia sekarang dipengaruhi oleh perbuatan di masa lalu, dan kehidupan yang akan datang dipengaruhi oleh kehidupan masa sekarang. Kitab Bhagavad Gita mengajarkan bahwa melakukan perbuatan amal dan hidup dengan tidak mementingkan diri sendiri, merupakan satu-satunya cara supaya dapat dilahirkan kembali dengan sedikit mungkin karma. Karma yang buruk memastikan bahwa jiwa manusia akan kembali pada kehidupan yang akan datang dengan tingkat yang lebih rendah. Seseorang akan terlepas dari hukum karma apabila dia sudah terlepas dari roda kehidupan, yang disebut moksa.

HUKUM TABUR TUAI:

Presiden Soekarno dalam bukunya pernah menulis “Barang siapa menabur angin, akan menuai badai”. Dan bandingkan dengan ayat ini “Umat-Ku menabur angin maka mereka akan menuai badai!” (Hosea 8:7a, BIS).
Alkitab mengajar ‘hukum sebab-akibat’ ini dikenal dengan Hukum Tabur-Tuai yaitu “sebagaimana Anda menabur, begitu pula Anda menuai”. Dibawah ini contoh2 Wejangan “Hukum Sebab-Akibat” dari kitab 2 Korintus, Amsal, Matius:

* 2 Korintus 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

* Amsal
9:7 Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri, dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.

10:8 Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.

11:19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.

11:25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

13:3 Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.

13:11 Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

26:27 Siapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia.

28:10 Siapa menyesatkan orang jujur ke jalan yang jahat akan jatuh ke dalam lobangnya sendiri, tetapi orang-orang yang tak bercela akan mewarisi kebahagiaan.

28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

28:18 Siapa berlaku tidak bercela akan diselamatkan, tetapi siapa berliku-liku jalannya akan jatuh ke dalam lobang.

* Matius
10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

12:30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

12:50 Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Dari contoh2 ayat di atas kita mengenal adanya ‘hukum tabur-tuai’. Alkitab yang memperingatkan kita akan akibat yang harus ditanggung bila kita melakukan kejahatan dan sebaliknya ada berkat yang akan kita terima ketika kita melakukan kebaikan. Namun perlu kita pahami bahwa walaupun Alkitab mengajarkan tentang hukum sebab-akibat tetapi hukum sebab-akibat itu tidak ada kaitannya dengan pengajaran mengenai ‘roda samsara’ dan ‘reinkarnasi’ sebagaimana dikenal dalam agama Hindu dan Budha.

Karena itu hukum sebab-akibat yang ada dalam Alkitab jelas bukanlah hukum karma sebagaimana dalam konsep Hindu/ Budha.
Justru Alkitab mengajarkan bahwa segala relasi ‘sebab-akibat’ yang berhubungan dengan perbuatan jahat manusia/ dosa-dosa manusia sudah dipatahkan oleh kasih Kristus di kayu salib! Dalam iman pada karya Kristus di kayu-salib, dosa tidak lagi membuahkan kematian bagi setiap yang percaya.

Blessings,
BP

wah… sudah dijelaskan lebih dalam lagi oleh Bro Sarpag dan Momod Kahlil…
tapi emang iya yah? karma yang dimaksud TS adalah karma yang berikut dibalaskan pada reinkarnasi?

Istilah “karma” dikenal dalam agama-agama Indik (berasal dari India, seperti Hindu dan Budha). Saya kurang memahami ajaran agama-agama tersebut, hanya yang pernah saya tangkap maksud doktrin “karma” itu adalah perbuatan saat kita hidup sekarang akan berdampak pada kehidupan berikutnya (berkaitan dengan doktrin reinkarnasi). Dalam suatu acara agama Budha di televisi saya pernah mendengar bahwa “karma” itu dampaknya bukan saat kita hidup melainkan saat reinkarnasi. Misalnya, seorang dokter mata yang secara sembrono mengobati pasiennya sehingga buta akan dilahirkan kembali sebagai pandita yang buta.

Berbeda dengan hukum tabur tuai seperti dinyatakan dalam Alkitab. Kekristenan tidak mengajarkan reinkarnasi, sehingga balasan terhadap suatu perbuatan jahat akan diterima saat hidup sekarang dan bila tidak bertobat akan menuai kebinasaan.

Hanya saja, dalam percakapan sehari-hari orang suka memakai istilah “hukum karma” untuk seseorang yang berkelakuan buruk yang menerima kemalangan. Misalnya, waktu muda suka menipu, sudah tua sakit-sakitan sehingga semua uangnya habis. Sebenarnya ini lebih tepat disebut “tabur tuai”. Jadi, sebaliknya kita orang Kristen tidak menggunakan istilah agama lain yang tidak sesuai konsep Alkitab.