Hukum Kasih dan konflik Korea

Nih saya tanya sama teman teman Kristen, Saat ini Korsel diserang Korut. Kalau menurut hukum kasih, bagaimana seharusnya Korsel bertindak ?

Jadi Bung tonypaulo, permasalahan manusia itu sangat kompleks karena sifat manusia itu sendiri, kalau sesimpel pertanyaan anda, nggak butuh agama dan semacamnya. jadi sekarang cobalah anda jawab pertanyaan saya tentang permasalahan yang sedang terjadi saat ini tentang masalah Korea.

Mohon jawabannya ya.

Kasihilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri, dan kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu.
Hukum kasih bukanlah sesuatu yang berbicara mengenai prosedural yang kaku. Jika A, maka B, tidak seperti itu.
Sebuah negara yang diserang, maka ada hukum pemerintahan yang telah dibuat oleh bangsa itu sendiri. Demi mempertahankan bangsa, mungkin akan terjadi perang fisik.
Tuhan Yesus pernah berkata, berikanlah apa yang menjadi milik pemerintah kepada pemerintah, dan berikanlah apa yang menjadi milik Tuhan kepada Tuhan.

Salah, atau benarnya suatu tindakan manusia, hanya Tuhanlah yang mampu memutuskan.

Menurut pendapat saya pribadi, membela negara bukanlah suatu tindakan yang salah, karena saya memang harus memberikan apa yang memang menjadi milik negara, yaitu kewajiban saya untuk mejaga integritas bangsa.
Dan saya juga dapat mampu menerapkan kasih kepada warga negara yang memporakporandakan negara saya, dengan cara mengobati mereka yang terluka… Saya rasa memberikan kebaikan masih jauh lebih mudah daripada membalas kejahatan.

Kristen diperintahkan untuk menyerahkan urusan negara/politik ke tangan pemerintah. Jadi mau perang atau tidak itu bukan urusan Kristen sejauh menyangkut keputusan pemerintah. Jadi saya pikir irrelevents bawa2 KASIH. Kalu org Kristen korsel atau korut dianiaya, orang percaya diperintahkan untuk tidak membalas sebaliknya mendoakan supaya para penindas berbalik kepada Tuhan dan percaya.

Salam.

Kalo semua orang Kristen menerapkan kasih yang sesungguhnya…ga akan ada tuh pabrik senjata, mungkin negara didunia malah dikuasai al qaida (ngeri juga yah…) “Hukum Kasih” yang Tuhan Yesus ajarkan memang sangat- sangat sulit buat diterapkan dalam kehidupan kita…memang hebat Tuhan Yesus kita… :afro: :afro:

Yang saya tanya itu, bagaimana seharusnya Korsel bertindak dalam menghadapi serangan Korut, berdasarkan hukum kasih ?
Balas nyerang ?
Diam aja, tunggu Yesus datang ?
Bertahan dengan cara bagaimana ?

Jadi intinya, berdasarkan hukum kasih, Korsel tidak usah membalas, atau usaha lainnya, cukup mendoakan agar Korutnya sadar, begitukah ?

Urusan negara ke tangan pemerintah, gimana kalau pemerintahnya komunis ?,
Gimana kalau pemerintahnya seperti Hitler atau Musolini ?
Gimana pemerintahnya kalau seperti Volvot ?
Nunggu Yesus datang ?

Setuju. Yang namanya perang salib juga nggak ada. Yang namanya bom atom juga nggak ada.
Yang namanya kumpeni Londo juga ngggak ada.
Tapi faktanya ?
Kalau dalam mimpi sih sah sah saja.

berikan pada kaisar apa yg menjadi hak kaisar

berikan pada Tuhan apa yang emnjadi hak Tuhan

Emang korsel Kristen, emang ada negara Kristen (spt dalam pengertian Islam)? Bro kalu ngomong, jangan bawa kaca mata Islam, jangan dipaksakan pengertian Islam (yg kalu diancem, akan dibales!), ngga nyambung tuch.

Pertikaian korsel dan korut bukan urusan Kristen, mengerti bro?

Korsel kayaknya tau apa yg akan dilakukan sekiranya diserang korut tapi responnya ngga ada hubungan dengan KASIH atau kekristenan, mengerti bro.

Anyway, saya tau muslihat anda. Anda mau melihat bagaimana sebuah agama yg mngajar kasih meresponi penganiayaan? Dibales ngga, kalu dibales, dimana ajaran kasih itu, sebaliknya, kalu tidak dibales, dimanakah ajaran kasih kepada orang2 yg tertindas/terbunuh itu! Gitub lho…

Salam.

Hello Peninjau,

Negara Korea Selatan bukan negara Kristen, dan bukan negara agama.
Memangnya negara Korea Selatan itu hukumnya berdasarkan KS agama Kristen?
Pertanyaan Anda tidak relevan sama sekali. :mad0261: :mad0261:

Sudah saya katakan, hukum kasih bukanlah hukum yang berbicara mengenai prosedural yang kaku. Manusia diciptakan Tuhan bukan sebagai robot, yang tidak mampu berpikir. Demikian juga hukum kasih, diciptakan Tuhan bukan sebagai daftar hukum yang panjang, misalnya : Jika terjadi perang terhadap negara kamu, maka seperti hukum kasih, bahwa biarkan diri kamu dijajah, tanpa bisa berpikir solusi yang terbaik, Jika terjadi pencurian, maka biarkan harta benda kamu dicuri, dan lepaskan orang yang bersalah, tanpa bisa berpikir solusi yang terbaik untuk membuat pencuri jera.

Hukum kasih merupakan perintah Tuhan, agar kita mampu mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri, dan juga agar kita mengasihi Tuhan Allah, dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi.

Dan saya pun telah menjawab bagaimana Korsel bertindak, dengan membuat perumpaan seandainya Korsel adalah negara saya. Karena bila saya mengikuti aturan permainan anda, saya sendiri tidak tahu bagaimana kehidupan kekristenan di sana. Jangankan kehidupan kekristenan di sana, kehidupan kekristenan orang terdekat saja saya tidak tahu. Dalam hatinya orang tak ada yang bisa tahu. Bahkan anda pun sendiri, tidak bisa tahu pasti kan isi hati istri anda??
Oleh karena itu, saya berbicara mengenai pendapat saya pribadi.

om TS…om TS…
Bee binun…emang hubungannya hukum kasih sama perang di Korea tuh apa yak???
http://www.laymark.com/i/m/m075.gif

Tidak semua orang Korsel adalah Kristen. Korsel juga bukan negara Kristen. Karena itu tidak relevan kalau menanyakan bagaimana seharusnya Korsel bertindak sesuai hukum kasih.

Bagaimana dengan orang Korsel yang Kristen? Apa yang seharusnya mereka lakukan?
Kalau saya yang menjawab, berarti saya lancang. Saya tidak berhak menjawab karena saya bukan warga Korsel.
Akan lebih tepat sasaran kalau Anda tanyakan langsung pada orang Kristen Korea.

Salam

pertanyaan dari saudara peninjau sangat ngawur dan tidak pada tempat nya. Sekarang klo di tanya balik, korea utara dan korea selatan itu apa?? negara atau pribadi?? keyakinan itu melekat pada institusi kenegaraan yg kompleks atau pada pribadi2 yg mendiami suatu wilayah?? Jangan ngawurlah klo mw buat pertanyaan.

Kasih selalu konsisten dalam menentang kekerasan, tetapi kasih jg menegakkan keadilan. Setiap pribadi yg memiliki kasih melihat apa yg perlu dan benar utk di perbuat.

Seorang kepala negara membuat keputusan bkn cuma utk pribadinya saja, tapi utk kemaslahatan orang banyak, beda dengan pribadi yg bertanggung jawab utk diri mereka saja, maka hkum kasih haruslah melekat pada pribadi yg bertanggung jwab pada diri mereka saja.

Contoh Yesus, Yesus memiliki kasih, dan memiliki tanggung jawab pada umat manusia, apakah Yesus tidak “berperang”?? Yesus berperang melawan dosa, Yesus menentang maut, mengorbankan diri-Nya utk tanggungan-Nya, demikian jg negara, negara bertugas utk melindungi tanggungannya (warga), jadi negara berperang utk warga nya, itu adalah konsep tanggung jawab negara terhadap tanggungannya.

Ngerti ora son??

Ni pertanyaanya ngawur. Kristen cara berfikir bertindak jangan disamakan ma agama sebelah, yang agama dimasukin dan dipaksain jadi negara.
Mana ada negara Kristen.
Jangan bawa2 kasih dlm urusan perang2an, kasih tidak mengenal perang, kekerasan atau bunuh2an. Alangkah indah jika setiap individu saling mengasihi satu sama lain tidak peduli dari negara mana. Inilah kasih tidak pandang dari ras apa, negara apa, suku apa dll. Mangkanya Tuhan Yesus mengajarkan kasih bukan mengajarkan yg lain apalagi membawa atau mendirikan agama Kristen, TIIIIIIIIIIdak.
Heeeeeeeeeeeeee.
udah ah nulisnya capek.

Kalau mau tahu apa tindakan korsel…
…tanya aja ma presiden korsel…
jangan di forum ini apalagi bawa hukum kasih dalam urusan perang.

Salah alamat Brooooooooooo
alamatnya di jalan buntu, gang buntet No.000000000000000
Heeeeeeeeeeeeeeeeeeee

Tuhan Yesus belum sempat memikirkan konflik Korea.

Maksudnya apa mbak Rahayu?
Alasannya?

agak2 kurang paham dengan jalur pikiran dan pertanyaan penanya.

ini pertanyaannya bermaksud untuk menghubungkan dengan jika ditampar pipi kiri, beri pipi kanan kah? dihubungkan dengan korsel diserang lalu bagimana seharusnya menurut ajaran kristen?

menurut apa yg pernah gw baca, itu adalah satu bahasa yesus yg berhubungan dengan adat istiadat yahudi yg ada saat itu.
adatnya adalah jika ada orang yg musuhan, mereka akan ke keramaian dan saling mempermalukan.
katakanlah yg satu memaki, atau memfitnah ibunya yg satu, kemudian yg satu lagi membalasnya dengan melakukan yg sama. itulah saling “tampar”.

jd apakah artinya tidak boleh membela diri? tentu bukan itu artinya, melainkan jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. contoh, kalau ada yg fitnah, dijawab dengan klarifikasi.

dan apapun itu tentu tidak ada hubungan dengan korsel, yg jelas2 bukanlah negara yg mendasarkan hukum negaranya pada ajaran kristen.

kalau tetap mau maksa, ada teori Bellum iustum/Just War, ada konvensi2 internasional (Hague, Jenewa, cmiiw) yg mengatur ttg perang. nah, apakah aksi militer yg diambil korsel (nantinya) memenuhi syarat2 disana?

saya rasa tidak kompleks, itu sederhana, kalau saya ditampar pipi kiri dan diharuskan kasih pipi kanan, tapi kalau saya diwajibkan untuk membela negara dari serangan negara yang ingin menjajah, saya ambil peran jadi relawan medis saja…

Korsel memang mayoritasnya adalah orang beragama Kristen, dan harusnya bangsa2 seperti Irak, Iran, dan bangsa2 Muslim serta para teroris itu belajar dari bangsa Korea Selatan, yang walau diprovokasi dari tahun 50an, masih santai dan tak mau terprovokasi

ga usah jauh2 kalau anda diancam oleh orang gila yang bawa2 golok, lalu apa tindakan anda? berdiam diri? yah lari lah

Korea Selatan sepanjang hanya diprovokasi seperti itu, yah dibiarkan sajalah, kecuali Korea Utara mencaplok wilayah Korea Selatan yah PBB akan turun tangan

:slight_smile: