hukum tabur tuai = hukum karma ???

gimana FKers,apakah kalian setuju klo dibilang ajaran Kristen juga mempercayai adanya karma??palagi melihat hukum tabur tuai dan hukum karma itu sama2 berbicara tentang sebab akibat.dan klo menurut kalian berbeda apa yg membedakan hukum tabur tuai dengan hukum karma??

Karma adalah “istilah timur” untuk “Hukum Sebab-Akibat”. Istilah Karma ini dikenal dalam agama Hindu dan Budha, yaitu suatu perputaran sebab dan akibat yang disebut roda samsara.

Hukum karma dalam konsep Hindu dan Budha mempercayai semua yang hidup akan terlahir kembali (reinkarnasi) setelah mati untuk menanggung akibat dari perbuatannya pada kehidupan sebelumnya. Jadi ‘hukum karma’ dalam konsep mereka bukan semata hukum ‘sebab-akibat’ tetapi punya relasi erat dengan pengajaran mengenai ‘samsara’ serta ‘reinkarnasi’.

Reinkarnasi adalah proses kelahiran kembali di masa mendatang. Orang Hindu percaya bahwa mereka akan lahir kembali sebanyak 8.400.000 kali sebelum jiwanya dapat selamat dari perangkap samsara. Samsara berarti “mengembara” dan menunjuk pada pengembaraan jiwa dari tubuh yang satu ke tubuh yang lain, dari masa kehidupan yang satu ke masa kehidupan yang lain, dari lahir, hidup, sampai mati.

Ada dua macam karma, yaitu karma baik dan karma buruk. Karma baik adalah segala perbuatan atau pikiran yang mengarah kepada hal yang baik. Sedangkan karma buruk adalah segala perbuatan atau pikiran yang mengarah kepada hal yang buruk. Karma baik atau karma buruk ini dikumpulkan oleh seseorang selama dia hidup, untuk menentukan wujud kelahiran jiwa kembali di masa mendatang. Oleh karena itu, karma berkaitan erat dengan reinkarnasi. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Hidup manusia sekarang dipengaruhi oleh perbuatan di masa lalu, dan kehidupan yang akan datang dipengaruhi oleh kehidupan masa sekarang. Kitab Bhagavad Gita mengajarkan bahwa melakukan perbuatan amal dan hidup dengan tidak mementingkan diri sendiri, merupakan satu-satunya cara supaya dapat dilahirkan kembali dengan sedikit mungkin karma. Karma yang buruk memastikan bahwa jiwa manusia akan kembali pada kehidupan yang akan datang dengan tingkat yang lebih rendah. Seseorang akan terlepas dari hukum karma apabila dia sudah terlepas dari roda kehidupan, yang disebut moksa.

Presiden Soekarno dalam bukunya pernah menulis “Barang siapa menabur angin, akan menuai badai”. Dan bandingkan dengan ayat ini “Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung” (Hosea 8:7a). Alkitab mengajar ‘hukum sebab-akibat’ ini dikenal dengan Hukum Tabur-Tuai yaitu “sebagaimana Anda menabur, begitu pula Anda menuai”. Dibawah ini contoh2 Wejangan “Hukum Sebab-Akibat” dari kitab 2 Korintus, Amsal, Matius:

* 2 Korintus 9:6
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

* Amsal
9:7 Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri, dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.

10:8 Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.

11:19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.

11:25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

13:3 Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.

13:11 Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

26:27 Siapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia.

28:10 Siapa menyesatkan orang jujur ke jalan yang jahat akan jatuh ke dalam lobangnya sendiri, tetapi orang-orang yang tak bercela akan mewarisi kebahagiaan.

28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

28:18 Siapa berlaku tidak bercela akan diselamatkan, tetapi siapa berliku-liku jalannya akan jatuh ke dalam lobang.

* Matius
10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

12:30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

12:50 Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

13:12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Dari contoh2 ayat di atas kita mengenal adanya ‘hukum tabur-tuai’. Alkitab yang memperingatkan kita akan akibat yang harus ditanggung bila kita melakukan kejahatan dan sebaliknya ada berkat yang akan kita terima ketika kita melakukan kebaikan. Namun perlu kita pahami bahwa walaupun Alkitab mengajarkan tentang hukum sebab-akibat tetapi hukum sebab-akibat itu tidak ada kaitannya dengan pengajaran mengenai ‘roda samsara’ dan ‘reinkarnasi’ sebagaimana dikenal dalam agama Hindu dan Budha.

Karena itu hukum sebab-akibat yang ada dalam Alkitab jelas bukanlah hukum karma sebagaimana dalam konsep Hindu/ Budha.
Justru Alkitab mengajarkan bahwa segala relasi ‘sebab-akibat’ yang berhubungan dengan perbuatan jahat manusia/ dosa-dosa manusia sudah dipatahkan oleh kasih Kristus di kayu salib! Dalam iman pada karya Kristus di kayu-salib, dosa tidak lagi membuahkan kematian bagi setiap yang percaya.

Blessings,
BP

Hukum tabur tuai adalah hukum alam.
Ketika kita menabur benih padi maka akan menuai padi dsb.
Hukum tabur tuai dlm ajaran Kristen hanya berlaku di kehidupan di dunia ini,
hukuman setelah kehidupan di dunia ini tdk proporsional spt pd hk karma, yg ada surga atau neraka.
di kehidupan setelah di dunia ini tdk dipengaruhi oleh perbuatan kita, asalkan kita percaya kpd Yesus.
Seorg yg jahat spt org yg disalibkan di sebelah Yesus bertobat, di kehidupannya setelah kematian akan berada di Firdaus spt yg dijanjikan oleh Yesus.
Di dlm Yesus ada pengampunan utk segala dosa dan pelanggaran kita.

Hukum karma (bhs. Pali = perbuatan)
Spt yg diajarkan dlm agama Budha, bahwa perbuatan manusia itu terkait erat dgn kehidupannya kemudian.
Kejahatan/kebaikan yg seseorg lakukan (pikirkan) di kehidupan sekarang thd sesama manusia atau mahluk lain akan secara proporsional di nikmati /dibalaskan pd kehidupan berikutnya (reinkarnasi).
Tidak ada yg dpt membatalkan karma jahat/baik ini utk kehidupan mendatang.
GBU

Roma 2:14-16
Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Hukum Allah bukan milik orang Yahudi, sebab hukum Allah itu bersifat universal dan untuk seluruh umat manusia. Bagi bangsa Israel, Allah menyampaikan semua secara jelas dan khusus, sedangkan bagi bangsa lain, Allah juga mengutus orang-orang untuk menjelaskan hukum Allah kepada bangsanya, sehingga seluruh dunia mengenal kebenaran.

Pada Prinsip nya SAMA bro…

Jangankan karma, yang lain-lain juga banyak yang sama kok…
Sebab lahir & developed dari Local Wisdom, jadi gak heran kalau banyak yang mirip.
Mirip-nya bisa karena:

  1. Memang ketemu konsep wisdom yang mirip
  2. Ter-inspirasi dari yg lebih dulu ada & kemudian “disempurnakan” hehe… / ditambahi bumbu: “diturunkan oleh Tuhan sendiri” biar lebih josss gitu hehe…

Emang kenapa kalau sama ternyata?
Kan gak papa kan? selama memang tujuannya baik?

Apa gengsi karena berarti dianggap tidak orisinil? hehe…

Kalau mau di cari-cari bedanya juga pasti ketemu … banyakkkk deh pasti…
Kalau masbro & mbaksis ada yg ingin ada Perasaan Peace of Mind bahwa Hukum Tabur Tuai itu BEDA & ORIGINAL,
monggo silakan sumbang opini tentang perbedaannya…