Hukum Taurat, Dulu dan Sekarang.

Saudara terkasih, kita semua tentu mengenal apa itu hukum Taurat. Baik dalam perjanjian lama, maupun dalam perjanjian baru Tuhan masih menyingung tentang hukum Taurat ini. Bahkan dalam salah satu ayat di Injil Matius hukum Taurat malah ditegaskan sebagai berikut:

Matius

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Ini adalah jaminan pasti dari Tuhan bahwa hukum Taurat, sampai kapanpun tidak akan pernah kadaluarsa dan tetap akan berlaku selamanya hingga akhir dari kerajaan seribu tahun.

Mengapa hukum ini sedemikian kekalnya? Lain tidak karena hukum ini berasal dari Tuhan sendiri. Hukum yang diberikan Tuhan secara langsung bagi umat manusia. Jauh berbeda dengan semua hukum-hukum negara yang adalah buatan manusia di bumi ini.

Hukum Taurat yang diberikan Tuhan melalui nabi Musa itu, pada dasarnya adalah tuntunan bagi kita untuk dapat mencapai standar kekudusan Tuhan agar dapat memasuki sorgaNya. Tanpa menuruti hukum ini, manusia tidak akan pernah mencapai kerajaan Allah. Begitulah kurang lebih pentingnya hukum ini bagi kita, saudara.

Masalah baru timbul setelah kita berusaha untuk hidup menuruti hukum itu. Bagaimanapun kita berusaha untuk dapat menjalankan semua hukum Taurat yang ada sepuluh point itu, tetap aja ada bolong-bolongnya bagi kita. Tidak ada seorangpun yang dapat menjalani keseluruhan hukum itu. Padahal, tanpa menjalani keseluruhan hukum Taurat itu, maka kita semua sudah dapat dipastikan berakhir di neraka. Mengapa demikian? Karena itulah hukum kekudusan Tuhan.

Sebagai ilustrasi saya gambarkan berikut ini.

Seorang anak yang ingin kuliah, tidak akan dapat masuk ke perguruan tinggi manapun jikalau anak tadi belum ataupun tidak lulus dari sekolah lanjutan atas.
Standar untuk masuk perguruan tinggi, adalah lulus sekolah lanjutan atas.
Perguruan tinggi ini kita pararelkan dengan sorga dan lulus sekolah lanjutan atas dipararelkan juga dengan hukum Taurat itu.
Jadi…
Tanpa lulus sekolah lanjutan atas, mustahil bisa masuk perguruan tinggi
Tanpa hukum Taurat, mustahil bisa masuk sorganya Tuhan.

Demikian pentingnya untuk menjalani hukum Taurat ini agar kita dapat ke sorga Tuhan adalah harga mati. Tidak dapat ditawar-tawar lagi oleh siapapun dan kapanpun. Dan mengingat begitu pentingnya peranan hukum ini, lalu bagaimana dengan kita semua? Bukankah kita semua tidak ada satupun yang dapat menjalankan hukum Taurat ini?

Galatia

2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam KRISTUS YESUS. Sebab itu kamipun telah percaya kepada KRISTUS YESUS, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam KRISTUS dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

Ayat ini sudah menegaskan kepada kita, bahwa apapun usaha kita untuk dapat hidup kudus di bawah hukum Taurat, semua itu akan berakhir pada kegagalan. Sebab, seorangpun dari kita semua yang hidup dalam dunia ini, tidak akan pernah bisa menjalankan hukum Taurat ini dengan sempurna.

Hukum ini adalah standar Tuhan. Tidak dapat dikurangi ataupun dilebihkan. Itu sudah suatu ketetapan mutlak yang tidak dapat diubah bahkan titik komanya. Karena itu mau tidak mau, hukum ini harus dijalankan mutlak juga untuk dapat mencapai kebenaran itu. Namun seperti kata nas di atas, siapapun dari antara kita tidak ada seorangpun yang lulus menjalani hukum Taurat ini.

Lalu?

Apakah dengan demikian berarti sia-sialah hukum ini diturunkan bagi kita? Bukankah dengan ada ataupun tidak adanya hukum ini sama saja bagi kita? Yaitu kematian kekal.

Yah! Tepat sekali!

Kita semua akan jatuh dalam penghakiman Tuhan dan kita semua akan mengalami kematian kekal. Itulah yang akan terjadi jikalau kita semua berusaha untuk masuk dalam kerajaan Allah dengan usaha kita sendiri, yaitu menjalani semua hukum Taurat.

Sebab, saat kita berusaha untuk hidup menuruti hukum Taurat, maka kita semua sudah berada dalam bayang-bayang kutuk dari hukum itu.

Galatia

3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”

Demikianlah kita, saudara, jikalau kita ingin mencapai sorga Tuhan dengan berusaha menjalankan semua hukum Taurat. Maka kita semua akan berada di bawah kutuk hukum Taurat itu. Sebab saat kita gagal dalam menjalani hukum ini, walaupun hanya sekali saja seumur hidup kita, maka kita sudah berada di bawah penghukuman. Inilah kutuk itu!

Celakanya, tidak ada seorangpun yang bisa menjalankan hukum Taurat ini! Tidak seorangpun!

Baik saudara maupun saya, tidak akan mampu mencapai kekudusan Tuhan karena usaha kita dalam menjalini hukum Taurat. Kekudusan Tuhan tidak dapat dikurangi. Itulah standarnya. Dan jikalau kita tidak dapat mencapai standar itu, maka otomatis berarti kita telah gagal.

Saudara yang terkasih, jika kita sudah masuk dalam tahap ini, tahap keputus-asaan dimana kita sudah tidak lagi memiliki pengharapan untuk keselamatan itu, maka pengenalan kita akan Yesus Kristus akan menjadi sangat berarti sekali. Pengenalan kita akan Juru Selamat ini benar-benar sungguh suatu anugerah bagi kita.

Disaat kita sudah tidak memiliki pengharapan akan keselamatan, disaat kita sudah putus asa dengan segala usaha kita untuk mencapainya, saat itulah kita dapat benar-benar merasakan anugerah keselamatan yang dari Yesus Kristus itu.

Roma

3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,
3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.

Hukum Taurat memberi hidup pada kita saat kita dapat menjalaninya dengan sempurnah. Tetapi jikalau sekali saja kita gagal dalam menjalaninya, maka kutuk hukuman telah jatuh atas kita. Karena ketidak mampuan kita inilah maka kasih karunia Bapa diberikan kepada kita melalui Juru Selamat kita Yesus Kristus.

Yesus telah datang kepada kita. Dia telah memberikan anugerahNya yang luar biasa kepada kita. Masihkah kita sekarang meragukanNya? Masihkah kita berusaha untuk mencapai kerajaan Allah dengan usaha kita dalam menjalani hukum Taurat? Hati-hati saudara, sebab jika kita masih berfikiran demikian, jangan-jangan kita malah telah melepaskan anugerah Yesus bagi kita.

Galatia

5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Kasih Yesus yang begitu besar bagi kita, janganlah kita cemari dengan rupa-rupa ajaran yang justru tanpa kita sadari membuat kita mencari keselamatan dari hukum Taurat.

Yesus datang ke dunia ini, bukan untuk meniadakan hukum Taurat. Sampai kapanpun, hukum Taurat tetap berlaku. Tetapi… Tuhan Yesus datang kepada kita untuk memberi jalan lain, agar kita dapat dibenarkan di hadapan Bapa.

Hukum Taurat, tidak datang dalam misi penyelamatan. Tetapi dia datang dalam peranannya sebagai hukum! Yang kalau kita menjalaninya kita selamat dan kalau kita gagal maka dihukum, karenanyalah kita mengenal dosa.

Roma

3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa

Sekarang, saat kita telah mengenal anugerah Yesus, masihkah kita berfikir baru selamat kalau kita menjalani hukum Taurat?
Saudara, hukum Taurat, seperti kata ayat-ayat di atas, tidak dapat menyelamatkan kita. Hal ini bukan karena hukum itu tidak sempurnah, tetapi karena ketidak mampuan kita untuk menjalani hukum itu sepenuhnya. Inilah yang membuat hukum Taurat itu tidak dapat menyelamatkan kita.

Yesus datang untuk menyelamatkan kita yang tidak mungkin selamat menurut hukum Taurat. Tetapi, sebagian orang masih juga berfikir jikalau tidak menjaga hari Sabat maka mereka tidak bisa selamat. Apaan ini saudara? Apakah hari Sabat itu yang menyelamatkan saudara? Bukankah hari Sabat itu bagian dari hukum Taurat?

Kalau kita sudah beriman begitu, celakalah kita! Sebab kita telah lepas dari kasih karunia Yesus. Karena kita mengharapkan kebenaran dengan menjalani hukum Taurat. Yaitu salah satunya memelihara hari Sabat! (padahal hukum Taurat bukan cuma hari Sabat doank)

Kolose

2:16. Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Saat seseorang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya, masakan dia mensetarakan Yesus sama ciptaannya?

Bahasa sederhananya begini.

Presiden Amerika, sebagai orang yang paling berkuasa di gedung putih, telah mengijinkan kita secara resmi untuk masuk ke gedung putih. Masakkan kita masih mengharapkan ijin dari cleaning service di gedung itu agar kita dapat masuk?
Bagaimana ini? Presidennya sendiri mempersilahkan kita masuk tetapi kita menjawab presiden itu bahwa kita tidak bisa masuk kalau tidak diijinkan oleh cleaning service di gedung itu?

Wah…wah… tidak tahukah saudara bahwa Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat?

Matius

12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Kalau Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat, dan Dia telah menjamin kita untuk masuk ke sorga, masakkan kita masih katakan “Tuhan, saya harus pelihara hari Sabat dulu baru boleh masuk!”
Lebih tinggian hari Sabat donk, daripada Yesus? Karena hari Sabatlah yang mengijinkan saudara untuk ke sorga atau tidak?

Saudara telah menghujat Yesus. Dengan perbuatan saudara ini, secara tidak langsung saudara telah mengatakan bahwa hari Sabat, lebih tinggi dari Yesus.

Yesus, memang tidak pernah meniadakan hari Sabat yang adalah bagian dari hukum Taurat. Bahkan bukan saja hari Sabat, tetapi semua bagian dari hukum Taurat itu. Tetapi, Tuhan Yesus justru menjelaskan seluruh bagian dari hukum Taurat itu dengan bahasa yang mudah kita mengerti.

Matius

7:12. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

22:36 “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Karena itu saudara, hukum Taurat tidak pernah berakhir hingga langit dan bumi ini lenyap. Yesus sendiri bahkan juga menegaskan bahwa kita semua, harus melakukan hukum Taurat ini. Yaitu “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” itulah INTI dari keseluruhan hukum Taurat. Sebagai orang yang percaya Yesus, kita justru harus melakukan “keseluruhan hukum Taurat” ini. Bukan meninggalkannya!

Keseluruhan hukum Taurat yang Yesus rangkum dalam ayat di atas, pada dasarnya adalah buah keselamatan dari anugerah yang Tuhan Yesus berikan. Bukan sebagai sarana yang harus diperjuangkan untuk dapat ke sorga. Yang adalah pengertian dari orang-orang israel tentang hukum Taurat yang turun melalui nabi Musa!

Sama sekali berbeda saudara. Keselamatan kita saat ini adalah karena kasih karunia Tuhan semata. Bukan karena kita berhasil menjalankan hukum Taurat.

Setiap orang diberi kebebasan untuk mencari jalan keselamatannya sendiri. Satu jalan melalui hukum Taurat (yang jelas-jelas tidak mungkin dapat menyelamatkan) dan jalan yang lain yaitu melalui anugerah Yesus Kristus. Terserah kita mau memilih jalan yang mana. Itu adalah hak masing-masing kita secara pribadi.

Lalu sekarang, apakah setelah kita memilih jalan anugeran dari Yesus berarti kita tidak boleh lagi menjaga hari Sabat?

Saudara, setelah kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat kita, maka kita tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat.

Roma

6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Namun demikian, jikalau saudara rindu untuk menjaga hari Sabat sebagai bentuk rasa syukur saudara akan keselamatan yang dari Yesus Kristus, itu tidak masalah. Boleh saja saudara tetap memelihara hari Sabat itu. Tetapi jangan lagi ada rasa berdosa atau rasa tidak akan masuk ke sorga kalau saudara gagal memelihara Sabat ini.

Saat saudara memungkinkan memelihara hari Sabat, yah peliharalah semata-mata karena rasa syukur kepada Tuhan Yesus.
Saat saudara tidak memungkinkan memeliharanya seperti harus sekolah atau bekerja, yah gak perlu ragu untuk tidak memelihara hari Sabat itu sebab Yesus sendiri juga bekerja di hari Sabat. Jadi jangan lagi ada rasa berdosa karena tidak bisa memelihara hari Sabat.

Intinya, bila saudara lakukan itu karena mengucap syukur kepada Tuhan Yesus, tidak masalah. Asal bukan karena mencari keselamatan melalui hukum Taurat lagi.

Akhir dari sharing ini kita kembalikan kepada diri masing-masing.
Tuhan Yesus memberkati.

Amin.


Efesus
2:8 Allah mengasihi kalian, itu sebabnya Ia menyelamatkan kalian karena kalian percaya kepada Yesus. Keselamatan kalian itu bukanlah hasil usahamu sendiri. Itu adalah anugerah Allah. Jadi, tidak ada seorang pun yang dapat menyombongkan dirinya mengenai hal itu.

KESIMPULANNYA:
HUKUM TAURAT TIDAK BATAL BAGI ORANG YANG HIDUP DIBAWAH HUKUM TAURAT yaitu :*PARA MURID MUSA dan Orang orang yang bukan murid musa tetapi tetap mau HIdup dibawah hukum taurat dan rela hidup LEPAS dari Kristus, dan mau kena kutuk belalang pelahap (kutuk perpuluhan )

HUKUM TAURAT SUDAH BATAL OLEH KEMATIAN KRISTUS bagi orang yang HIDUP DIBAWAH KASIH KARUNIA
yAITU PARA MURID YESUS YANG SEJATI (BUKANmurid musa yang menyamar )
Para murid kristusini telah bebas dari kutuk Belalang pelahap karena sangat menghargai kematian Yesus yang membatalkan taurat dan menanggung segala kutuk termasuk kutuk belalang pelahap ,kutuk perpuluhan

Tuhan Yesus Memberkati
Hant

Masuk ke forum “Pertanyaan Dari Member Non-Kristen” aja.

Di situ dibahas tuh mengenai perkataan Yesus sebagaimana dicatat Matius perihal “tidak satu iota pun hukum Taurat akan ditiadakan sampi langit dan bumi ini berlalu, sedang Yesus datang untuk menggenapinya”.

Salam’

@duo
Ketika anda mengatakan hukum taurat sia sia, saat itu anda menyatakan bahwa YHWH sudah mengerjakan sesuatu yang sia sia… Tuhan yang hidup melakukan yang sia sia?? Anda sdr dengan pernyataan anda??

@han
Kenapa anda tidak menyerahkan semua kepada orang miskin dan mengikut Yesus? Kenapa anda mau ikut Yesus tapi gak menjual semuanya untuk orang miskin?? Kenapa? Kan anda katakan bahwa persembahan perpuluhan, buah sulung, dll itu kutuk?? So, ikuti benar benar PB dong… Hayo, ini kita tahu bahwa apa yang kamu tulis diperhatikan Tuhan kita lho… Kalau kamu berbohong, kamu bisa kepada aku, tapi tidak kepada Yesus… So, do it…

Hukum Taurat diberikanNya, manusia menanggapinya dg mencoba melakukannya , kl saja satu dr hukum itu tdk berhasil berarti gagal unt semuanya, ini belum ckp olehNya ditambah pula dr kitab para Nabi shg semakin banyak, dan ternyata manusia tidak juga tahu maksudNya dg hukum2 itu, masih pula dicoba unt memenuhinya, padahal yg 10 itu saja tdk mampu.
Ini terus dilakukan dr jaman dahulu bahkan sampai sekarang, walau di Injil PB mengatakan : " tidak ada yang dibenarkan karena melakukan hk Taurat “, dr semua ini pelajaran apa yg bisa kita terima?, Ternyatalah bahwa manusia TIDAK MAMPU MERESPON MAKSUD/ KEHENDAK aLLAH , ketidakmampuan inilah yg kemudian dikatakan sebagai MATI ROHANI, padahal bila manusia sujud dan mengaku “Ya Tuhan, memang saya manusia yang tdk berguna, ternyata dr semua hukum2Mu jangankan semua yg 10 itu, 1 saja saya tdk mampu mematuhinya”, dan tentu saja kemudian kita akan dipimpinNya untuk tahu bahwa memang itu bukan untuk kita lakukan sebab " semuanya telah lengkap dan sempurna di lakukanNya sebelum dunia dijadikan” (Why 5:6; 12 ), dan kita hanya unt terima karunia itu , semudah itukah? jwbnya ya semudah itu untuk milikNya yg telah tercatat di kitab kehidupan sebelum dunia dijadikan.
Satu lagi unt konfirmasi bhw maksudNya bkn unt mns lakukan adalah : manusia pertama yg MULIA ( segambar dan serupa dgNya) tidak dpt mematuhi hanya 1 laranganNya apalagi mns yg telah mati rohani dg hukumNya yang 10 !( sangat mustahil bukan ?), jd solusinya hanya 1 lewat Anugerah. GBY

Kalau menurut saya hukum taurat itu adalah hukum dasar dari apa yang akan datang, bisa dikatakan pelajaran sampai sma lah, kemudian advance nya ada didalam Yesus, dimana Yesus mengartikan semua hukum secara “benar tepat seperti mauNya”. Sementara manusia gagal mengerti mauNya…
Kalau kita analogikan sebagai proses sekolah, apakah pelajaran sd, smp, sma itu tetap dilakukan diuniversitas? Iya. Tetapi apakah universitas hanya membahas sebatas anak sma? Jelas tidak. Banyak hal lebih lengkap didalam pelajaran diuniversittas tetapi tata cara perhitungan dan rumus dasarnya sudah diperkenalkan saat kita ada disd, smp dan sma. Menurut saya seperti itu analoginya. Walaupun gak sempurna, karena didalam hukum taurat ada kutuk sementara didalam sekola gak ada, tetapi kalau kita memandang proses yang berjalan sejak awal, bagaimana sedikit demi sedikit Tuhan memperkenalkan diri dan hukumNya, maka memiliki suatu hubungan kesamaan dengan proses sekolah yang kita jalani. Hukum kasih adalah hukum sempurna, gak ada orang yang sudah mengenal hukum yang sempurna mau kembali pada hukum tidak sempurna. Sama saja tidak ada orang dengan tingkat pendidikan S1 mau memiliki pola pikir sma. Jadi menurut saya hanya sebuah retorika saja bahwa ada manusia kenal Yesus yang mau mengikatkan diri pada taurat, yang benar adalah, ada jemaat yang mengakui dan memahami taurat sebagai hukum dasar dan masih dilakukan sampai sekarang, bukan karena mengikatkan diri atau berharap pada hukum taurat akan tetapi memahami bahwa hukum taurat itu ada didalam hukum kasih seperti rumus dasar teori relativitas yang sudah diajarkan disma masih dipegang diuniv meskipun sudah dippahami secara lebih dalam dan lebih implikatif.

Shalom.

Bro jonathan, thks untuk peringatannya. Saya sangat berterima kasih karena kepedulian bro buat saya. Terus terang, saya sendiri juga sangat berhati2 dalam menulis. Takutnya jangan2 saya malah telah tidak berkenan di mata Tuhan.

Mengenai pertanyaan bro apakah bagi saya berarti hukum Taurat itu adalah perbuatan yg sia-sia dari Tuhan? Sebenarnya ada miss understanding di sini. Sebisa mungkin akan saya jelasan bagi bro di sini.

Hukum taurat, diturunkan bagi kita adalah dalam peranannya sebagai hukum, yang kalau dilakukan maka akan selamat dan kalau diabaikan maka celaka. Hukum ini bukanlah memegang missi penyelamatan manusia. Tetapi, hukum ini justru datang untuk mengingatkan manusia, bahwa, kita semua telah melanggar apa yang Tuhan inginkan. Hukum ini adalah peringatan yang tegas, bahwa kita semua telah berdosa.

Itulah mengapa Alkitab katakan tidak seorangpun yang dibenarkan karena melakukan hukum ini. Alkitab tidak berbohong! Karena memang tidak ada seorangpun… yg dapat melakukan hukum ini agar dapat selamat.

Hukum ini, sesuai dengan missinya, benar2 telah berhasil. Yaitu membuat manusia sadar bahwa dia telah berdosa. Jadi hukum ini diturunkan pada kita bukanlah hal yang sia-sia… justru missi hukum taurat ini sangat berhasil dengan sukses. Yaitu manusia sadar dia berdosa dan layak ke neraka!

Hukum ini sia-sia adalah kalau dilihat dari sudut manusia yang berusaha untuk selamat dengan berusaha mengikuti hukum taurat itu. Jelas2 manusia manapun tidak akan berhasil ke sorga kalau mengandalkan hukum ini. Jadi perbuatan manusia yang berusaha untuk mematuhi hukum taurat agar dia bisa ke sorga adalah perbuatan sia-sia.

Jadi bro, jangan katakan Tuhan menurunkan hukum taurat ini adalah hal yg sia-sia. Saya tidak pernah mengatakan itu. [b]Justru hukum taurat ini sangat berhasil sekali sesuai missinya. Yaitu membuat manusia sadar kalau mereka berdosa. Titik.

Tetapi bagi manusia yang mencari selamat dengan berusaha mematuhi hukum inilah yang sia-sia.[/b]

Thks bro jonathan.
Salam.
YBU

@duo
Thankyou atas penjelasannya juga. Saya sependapat bahwa pengharapan pada taurat memang tidak bisa. Dan seperti yang anda jelaskan, saya menangkap secara implisit senada dengan apa yang saya nyatakan, bahwa hukum taurat adalah awal. Dasar diajarkan Tuhan dulu (dalam artian disadarkan dulu kalau berdosa) kemudian diberikan jala sesungguhnya tentang keselamatan. Saya kira senada dengan bahasa yang berbeda. Bahwa kesadaran akan dosa masih tetap diperlukan, saya kira anda setuju denga itu. Oleh karenanya saya selama ini memahami taurat sebagai hukum yang tetap tetapi bukan sumber pengharapan. Ini sama seperti matematika dasar 1+1=2. Adalah benar tetapi ketika bicara atom hasilnya akan berbeda. Tapi bukan berarti yang dasar salah tetapi yang dasar itu adalah sebuah pengajaran pendahuluan. Terimakasih, anda membawa sudut pandang berbeda dan lebih membuka pemahaman tentang taurat.

Shalom. Gbu.

P. Baru: Matius: 19
19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Marilah kita lihat kepada siapa ayat itu ditujukan. tentunya kita harus membaca mulai dari ayat yang ke 16 ,
Kalau kita sudah membaca ,kita kan maklum bah wa ayat ini ditujukan kepada SEORANG (pemuda ?) yang mengabdi kepada hukum Taurat, dia bahkan telah menjalankan seluruh perintah hukum taurat Tetapi untuk supaya bisa memperoleh kehidupan Kekal , yesus katakan dia masih harus menjual hartanya dan berikan kepada orang miskin dst.
Jadi sebenarnya secara universal ayat ini ditujukan BUAT ANDA ANDA YANG MENGATAKAN TAURAT TIDAK BATAL DAN MASIH INGIN HIDUP DIBAWAH hUKUM TAURAT
Sebab didalam taurat hanya bayangan dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri

Jadi Karena anda berprinsip/ mengatakan TAURAT TIDAK BATAL dan masih mau taat kepada Taurat , maka sebenarnya Ayat itu Ditujukan buat Anda juga.
jadi kalau anda mau selamat memperoleh hidup kekal , anda masih harus melakukan satu hal lagi yaitu menjual harta dan memberikan kepada orang miskin sebab sekalipun anda melakukan seluruh isi taurat hal itu masih belum cukup untuk bisa selamat

Sudahkah anda menjual harta anda dan memberikannya kepada orang miskin ___ So …DO IT Your self

Bagi saya yang setuju TAURAT BATAL oleh kematian kristus, tentunya sudah tidak berada lagi dibawah hukum Taurat , melainkan berada dibawah hukum kasih karunia yang SEMPURNA tidak bercacat, sehinga untuk “SELAMAT” saya tidak perlu lagi menjual harta dan memberikan kepada orang miskin , melainkan oleh gerakan Roh kudus saja

ayat ayat referensi

Ibrani 10
10:1. Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Tuhan Yesus Memberkati
Han

@han
Anda sangat lucu, kenapa? Karena semua jaman itu mengikuti hukum taurat, bahkan termasuk didalamnya murid2 Yesus, dan Yesus sendiripun masih melakukan apa yang dinyatakan dalam hukum taurat, apakah itu salah? Kalau begitu Yesus sendiri sebagai manusia memiliki dosa dong karena Yesus melakukan apa yang sia sia dimataNya sendiri??
Anda juga sangat mengabaikan fakta bahwa “rasul tidak memberitakan injil dengan cara baru”, tetapi tetap mengikuti tatacara ibadah yahudi, yang"notabene diatur oleh yang namanya : HUKUM MUSA alias HUKUM TAURAT"… Kalau begitu, semua murid termasuk paulus sendiri adalah “pengikut taurat dan termasuk golongan orang yang berpengharapan pada taurat”. Mau menyangkal?? Mau dibawakan bukti bahwa rasul melayani dan beribadah di sinagog? Bahwa tradisi yahudi lah yang mereka lakukan? Bahwa bahkan gereja tertua yang ada sekarangpun bukanlah seperti yang dilakukan rasul dengan persis, karena tatacara ibadah bagi rasul masihlah tatacara ibadah yahudi??

Orang yang sangat anti dengan taurat adalah orang yang sebenarnya justru tidak benar benar mengenal Yesus itu siapa, dan darimana dan dimana karyaNya dilakukan, dan bahwa kehendakNya adalah memulai segala sesuatu dari yahudi. Mereka hanya mau, menerima karunia, tetapi akhibat logis dari karunia itu tidak mau mereka lakukan. Mereka berusaha hidup penuh hanya dengan “menodong” Tuhan untuk memberikan semua, termasuk masalah masalah ketaatan. Mereka menganggap karunia adalah sebuah durian runtuh, totaly free, no consequency… Terima, nikmati… Padahal tidak seperti itu…
Dilain sisi, mereka begitu menolak taurat, tetapi mereka tidak dapat menolak bahwa taurat adalah dasar dari kasih karunia itu. Kalau gak percaya, hapus semua PL, bisakah PB berdiri sendiri?? Hehehe… Dibatalkan, artinya sudah gak ada guna sama sekali, sebagian menyebutnya sebagai “expired”, jadi kalau memang berpandangan demikian, buat apa ada PL?? Ooo jawabannya buat pelengkap?? Hehehe… Kalau memang buat pelengkap, berarti boleh dihilangkan atau untuk sementara dianggap gak ada… Bisa gak ya?? Kalau gak bisa, kok bisa dikatakan expired padahal hal yang baru bergantung juga pada yang lama… Hehehe… Bener2 pola pikir yang semau sendiri… Saya yakin sekali paulus tidak menyatakan semua itu dengan maksud menyatakan bahwa semua yang Yesus lakukan dan beritakan adalah totaly different from torah…

Sementara tentang, pemuda itu, yang berbicara dengan Yesus yang anda nyatakan sebagai “pengikut hukum taurat”, yang tidak lagi berlaku, dan kata2 Yesus itu bagi mereka2 ini, saya jadi kepingin ketawa… Kenapa?? Karena Yesus katakan kepada pihak lain, “yang adalah -pengikut taurat setia-” yaitu ahlitaurat dan farisi, Yesus mengatakan, “ikuti ajaran mereka tetapi jangan ikuti kelakuan mereka”… Lho Yesus menghapus taurat dan anda katakan mengexpiredkan taurat secara total, tapi menyarankan mengikuti “ajaran ahli taurat”??? Hahahaha… Ini anda yang gak mengerti maksud Yesus dan paulus ataukah Yesus yang anda anggap plin plan??? Haduh… Gimana anda ini…

bro han dan jonathan, sepertinya perdebatan anda berdua sudah saya singgung dalam makalah saya di atas. mohon dengan sangat membacanya kembali dan memahaminya… hal ini supaya diantara bro berdua, gak saling menjatuhkan dan pembahasan kita jadi melebar kemana-mana.

thks bro.
GBU :slight_smile:

tidak ada yang lucu disini.
didalam membaca alkitab kita harus melihat berbagai hal yaitu : ERA atau zaman , kemudian kepada siapa Firman itu ditujukan.
Ketika YESUS berbicara Cermati kedua hal diatas , dan kalau kita dapat memahaminya dengan memakai hikmat maka Tidak ada yang lucu disini.

Apa yang dilakukan YESUS tidak ada yang sia sia !!!
YESUS membatalkan hukum Taurat dan berhasil !!!, mungkin anda dan para murid musa lainnya yang menganggap kematian YESUS dikayau salib membatalkan Taurat tidak berhasil dan menjadi sia sia,
karena Bagi saya Tidak sia sia Krristus dengan kematiannya membatalkan Taurat.

Sekali lagi , perhatikanlah Era atau Zaman,
Era zaman Yohanes, adalah semasa hidup angkatan Yohanes.
yohanes (dan juga YESUS) mati terbunuh , kalau seandainya tidak dibunuh , rata rata kemungkinan hidup angkatan Yohanes adalah bisa mencapai umur 70 an . jadi hukum taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kira kira 70 Masehi
jadi kalau para rasul masih memakai cara lama adalah karena masa berlakunya (experied) belum sampai juga era itu adalah masa peralihan yang perlu sosialisasi.
itulah sebabnya dalam rangka sosialisasi paulus berlaku seolah olah masih dibawah taurat supaya bisa memenangkan mereka yang masih ngeyel.
cobalah baca :

I Korintus 9
9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.

Demikian semoga bisa dipahami
Tuhan YESUS Memberkati
han

Bro duo, maaf, bagaimana pendapat anda sendiri ?? apakah anda penganut Taurat telah Batal (sekarang ini ) atau Anda mengatakan Taurat tidak batal ??
sebab didalam ke kristenan hanya ada Dua hal yaitu hidup dibawah taurat TAURAT TIDAK BATAL atau Hidup diluar taurat (dibawah kasih karunia )TAURAT BATAL , Rasanya Yesus akan menolak yang Suam suam

Tuhan Yesus memberkati
HAN
han

@han
Kamu yang mengatakan Yesus melakukan hal yang sia sia, bukan pada taraf penebusan tetapi pada taraf menjalani kehidupan manusia… Ingat kita bicara kasus perkasus ya…

Buat saya lucu… Dan menjadi semakin lucu, karena ketika kita berbicara tentang kasus pemuda dan ajaran ahli taurat, tetapi anda membahas tentang penebusan… Hehehe…

Anda mau bilang saya murid musa, atau murid yesaya atau murid siapapun, buat saya gak masalah, yang penting saya sendiri tahu siapa yang saya ikuti. Dan andapun tahu siapa yang anda ikuti, karena, anda mengikuti kemauan anda sendiri bukan kemauan Yesus. Anda mengikuti pemahaman paulus secara salah tetapi bertahan disana.

Hehe… Perkataan paulus itu ya?? Hehehe… Lebih jelas mana dengan perkataan petrus kepada Tuhan? “Saya gak pernah makan makanan najis”, sementara Tuhan perintahkan dia makan makanan najis… Lalu apakah penolakan petrus itu membuat petrus menjadi “murid musa” karena dia mengikuti taurat?? Hehehehe…

Berbagai perubahan dalam gereja dimulai oleh “katholik”, bro, bukan oleh para rasul… Hehehe… Coba lihat kembali bagaimana hampir semua yang diterapkan saat ini adalah “hasil konsili”, dan anda mau menyatakan bahwa itu proses bertahap dari para rasul?? Hahahaha… Bercanda anda…

Shalom.

waduhh… saya ditarik juga yah ke perdebatan ini…? :smiley: ha…ha… yah udah, sebenarnya dari kupasan saya di atas sudah jelas, mungkin bro han dan jonathan belum jeli membacanya…

baiklah bro han, saya akan bantu sebisa saya untuk menjelaskannya. tapi dengan penjelasan sederhana seperti yg ada dalam bagian posting saya di atas ternyata belum bisa kita tangkap dengan jelas, maka sebaiknya saya pikir nanti saya akan jelaskan dalam satu threat sendiri… moga2, dengan ada threat sendiri nanti semuanya jadi lebih jelas lagi… mohon bersabar yah bro berdua.

thks.
salam dalam kasih YESUS.
YBU

Ingat zaman dan kepada siapa Yesus berkata
Yesus berkata pada pemuda pengikut taurat,
Pada waktu itu Yesus masih hidup sebagai manusia , tentuny taurat belum batal,seluruhnya

karena batalnya taurat secara keseluruhan adalah oleh kematiannya (Tolong BACA lAgi efesus2 :15)

Tuhan yesus memberkati
Han

Ini sungguh pemahaman yang sembrono dan dipicu oleh ketidakpahaman makna Penggenapan Taurat oleh Kristus.

Hukum Kristus adalah Taurat yang sempurna/tergenapi;

Jadi, jangan berpikir bahwa Kristus datang hanya untuk memudahkan orang-orang Kristen.

Sebaliknya, Hukum Kristus (Taurat Sempurna) justru menuntut yang lebih ‘berat’ daripada Hukum Taurat.

Matius 5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Apa yang dikatakan Yesus adalah menyangkut ‘mengikuti DIA secara total’ dan tidak terikat pada harta duniawi.

Ajakan Yesus terhadap pemuda itu, bukan karena si Pemuda tersebut penganut Taurat; melainkan karena Yesus menuntut kesempurnaan (penyerahan total dan tidak terikat pada benda duniawi).

Betapa aneh, jika Anda beranggapan bahwa Ajakan Yesus tersebut tidak berlaku bagi Pembatal Taurat seperti Anda.

Renungkan ayat berikut masak-masak:

Lukas 12:33
Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.

Bagi saya yang setuju TAURAT BATAL oleh kematian KRISTUS, tentunya sudah tidak berada lagi dibawah hukum Taurat , melainkan berada dibawah hukum kasih karunia yang SEMPURNA tidak bercacat, sehinga untuk "SELAMAT" saya tidak perlu lagi menjual harta dan memberikan kepada orang miskin , melainkan oleh gerakan ROH KUDUS saja

ayat ayat referensi

Ibrani 10
10:1. Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Tuhan YESUS Memberkati
Han

Betapa entengnya kalian berkata bahwa Taurat Batal, ketika Kitab Suci mengatakan bahwa itu diteguhkan??

Roma 3
3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Lukas 16
16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Efesus 2
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

===

Salam,