Hukum taurat Musa

Sebetulnya 10 hukum taurat itu diberikan Allah kepada manusia bukanlah untuk dilakukan oleh manusia, tetapi adalah agar manusia itu tidak mampu untuk mencapai standar Allah yang paling minimum. namun pada waktu itu orang israel mengatakan “kami akan melakukan segala yang diperintahkan oleh Allah”. ini jelas adalah penghinaan kepada Allah. Allah tau bahwa manusia tidak akan dapat memenuhi 10 hukum taurat itu karena 10 hukum taurat itu adalah hanya untuk digenapi oleh TuhanYesus di kemudian hari. namun pada waktu itu mereka tidak sadar dan melukai hati Allah. seharusnya ketika perkataan Tuhan itu diberikan manusia harus berkata “aku tidak mampu Tuhan, hanya engkau saja yang mampu”. bahkan sebelum Allah memberikan kepada orang israel 10 hukum taurat itu, mereka telah melanggar 3 hukum pertama dari 10 hukum taurat dalam hal penyembahan anak lembu emas.

bagi teman kita yang diseberang dan bahkan kita semua umat manusia, seharusnya sadar bahwa tidak ada satu manusia pun yang dapat memenuhi tuntutan dari hukum taurat sehingga tidak seharusnya dengan kekuatan sendiri ingin berusaha memenuhi tuntutan hukum taurat. ketika kita berusaha memenuhi hukum taurat dgn kekuatan sendiri maka kita akan menghina Allah dan menolak karya penebusan yang telah dirampungkan oleh Allah melalui Tuhan Yesus Kristus. hanya Dia-lah yang sanggup memenuhi hukum taurat dan telah digenapi oleh Dia dengan sempurna. oleh karena itu Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. ini menjadi bukti bahwa Dia telah memenuhi tuntutan hukum taurat dan Allah membenarkan Dia.

hari ini ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka Dia yang telah menjadi Roh itu yang tinggal dalam roh kita. Dia-lah juga yang akan memampukan kita untuk dapat memenuhi tuntutan hukum taurat. bukan kita yang dapat tetapi Tuhan Yesus lah yang dapat. oleh karena itu kita harus berdoa kepada Tuhan “Tuhan aku tidak sanggup memenuhi tuntutan hukum taurat. hanya Tuhan sendiri yang dapat memenuhi tuntutan hukum taurat itu”.

puji Tuhan !!! Haleluya !!! Tuhan memberkati :slight_smile:

sebentar bro Lawang

apakah anda seorang kristen?
mengapa anda menulis:

[b]Sebetulnya 10 hukum taurat itu diberikan Allah kepada manusia bukanlah untuk dilakukan oleh manusia,[/b] tetapi adalah[b] agar manusia itu tidak mampu untuk mencapai standar Allah yang paling minimum. [/b]
jika demikian, sia-sialah pengorbanan musa berpuasa 40+40 hari untuk mendapatkan batu Loh yang berisi 10 perintah Tuhan.

(lalu yang saya bold berwarna merah)
Dalam
Mat. 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Jadi apakah benar jika maksud Allah “agar manusia tidak mampu…”??

[b]ini jelas adalah penghinaan kepada Allah. Allah tau bahwa manusia tidak akan dapat memenuhi 10 hukum taurat itu karena 10 hukum taurat itu adalah hanya untuk digenapi oleh TuhanYesus di kemudian hari.[/b]
penghinaan kepada Allah? Hukum Taurat diadakan supaya manusia mengenal Dosa. Rm. 7:9 Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup,

pusing dech :smiley:

@Has.lawang

Wahh…emosi amat cara sampeyan mengutarakan konsep gagasan yang ada di pikiran sampeyan.
Karena emosi dan tidak dapat mengontrol napas…hehehh…jadilah postingannya seperti demikian adanya. Amburadul kontruksi berpikirnya…jadi ngawur pendapat / opini pribadinya…
Bagi yang cepat emosinya seperti sampeyan, pastilah sulit menangkapnya, karena intisarinya sudah disamarkan anda dengan tujan maksud tertentu…heemm .apa maunya anda…??..Tapi saya dapat menagkapnya dengan jelas dan tepat.

Inti sarinya sebetulnya anda hanya punya / bermodalkan perkataan ( saya kutib langsung dari post anda saja ya ): " “kami akan melakukan segala yang diperintahkan oleh Allah”.

Hee…dari bermodalkan itu anda mulai memaksa melakukan pengembangan berpola pikir untuk menyampaikan sesuatu yang boleh di bilang memang tujan dalam misi dan visi anda untuk mengaburkan makna yang sesungguhnya dari apa hakekatnya itu Taurat Musa.

Dilihat dari modal anda tsb, sebetulnya secara kebenarannya secara pandangan Alkitab Perjanjian Lama adalah Suatu perkataan kebulatan tekat atau komitmen bangsa Israel yng disampaikan kep. Nabi Musa, sebelum Musa mendaki Gunung Horeb karena di perintah oleh Allah untuk menerima Firman / perintah Allah yang berjumlah 10 Hukum tsb.
Proses penerimaan Hukum diatas Gunung tsb memakan waktu 40 hari 40 malam, dan karena selama
itu bangs Israel yang menunggu di bawah gunung menganggap Musa telah MATI diatas gunung sana dan tidak akan kembali lagi kepada mereka. Maka merka memaksa Harun untuk mengizinkan mereka untk membuat patung lembu emas sebagai allah sesembahan mereka. Dan akhirnya Harun tidak berbuat apa-apa…maka terlaksanalah pembuatan patung tsb dan dilanjutkan dengan tindakan
penyebbahan tsb dng mereka bersuka ria dng tanpa mereka memikirkan Musa dan TUHAN Allah yng
telah membawa / memimpin mereka keluar dari Mesir.

Nahh …setelah 40 hari Musa turun gunng dengan membawa 2 LOH BATU bertuliskan 10 HUKUM TUHAN Allah kepada bangsa Israel tsb, Tapi apa yang dilihat oleh Musa…??? Wah…bangsa tsb sudah secepat itu berubah pikiran…dan menyembah berhala patung lembu emas…padahal baru 40 hari di tinggal Musa di atas gn. Horeb tsb…Singkat cerita Musa marah dan melemparkan 2Loh Batu
itu ketanah kehadapan mereka yang sedang berpesta penyembahan berhala tsb…sehinggaga 2 loh batu itu terbelah masing masing menjadi 2 bagiannya.

Akhirnya Allah memusnahakan orang orang yang mengingkari perjanjian kepada Allah tsb di bangsa Israel tsb berjumlah 3000 orang. dan itulah boleh dikatakan orang orang yang telah menghina TUHAN Allah. Dan peristiwa itu bukan suatu acuan bagi suatau konsep gagasan [email protected] H.LAWANG
untuk lantas mengatakan bahwa ( saya kutib langsung dari post anda ya ) : “manusia tidak akan dapat memenuhi 10 hukum taurat itu karena 10 hukum taurat itu adalah hanya untuk digenapi oleh TuhanYesus di kemudian hari.” atau lebih ekstrim lagi anda katakan ( saya kutib dari post anda lagi ) :“Sebetulnya 10 hukum taurat itu diberikan Allah kepada manusia bukanlah untuk dilakukan oleh manusia, tetapi adalah agar manusia itu tidak mampu untuk mencapai standar Allah yang paling minimum.”

Karena apa,?? karena TUHAN Allah…memerintahkan lagi Musa naik ke gn.Horeb lagi dan menerima
2 Loh Batu yang baru lagi dan prosesnya tetep 40 hari 40 malam. Kemudian proses selanjutnya untuk mnerapkan 10 Hukum Allah tsb bangsa Israel…sebagaimana yang kita ketahui sampai adanya
TUHAN YESUS KRISTUS lahir didunia ini…adalah tetap sebagai mana adanya hukum tsb, Yaitu menitik beratkan kepada pengenalan terhadap perbuatan dosa yang diperbuat manusia.

Jadi hukum Taurat memang diadakan Allah untuk di jadikan pedoman dlam mengatur perilaku manusia
supaya jangan jatuh ke dalam dosa., karena sudah di jelaskan bahwa ada hukuman dan balasannya yaitu binasa.

TYB

:afro: :afro: :afro:

Hukum Taurat bukan solusi, tetapi hanya RAMBU.
ada ilustrasi yang menarik sehubungan dengan HT.

HT diibaratkan adalah RAMBU Lalu Lintas di jalan raya.
Semua pengendara jalan harus mematuhinya, dan memperhatikan lampu2 rambu itu.
Apabila ada yang melanggar Lampu Merah, pastilah kena Tilang.
Hal ini berlaku untuk semua pengendara.
Namun kalau kita lihat, setiap mobil jenazah lewat, pasti tidak perduli dengan rambu itu.
semua pengendara di simpang itu akan memberinya jalan untuk lewat.
Itulah yang terjadi dengan ORANG MATI.

Saat menjadi Orang Percaya, orang itu menjadi orang MATI, dan HIDUP bagi Kristus.
HT berlaku untuk semua manusia sampai akhir jaman, tapi tidak berlaku untuk Orang Percaya yang di dalam Kristus.

Halleluya…

salam.

mode off.

Suatu kesalahan fatal jika menganggap Hukum Taurat itu cuma 10, hukum Taurat itu kalau diperinci ada 613 perintah.

Kalau 10 perintah mampu lah… kalau 613 itu baru tidak mampu.

Alkitab menulis ada oknum yang merasa mampu melakukan yang 10 itu, dan Yesus tidak mengoreksinya.

* Lukas 18:18-27 “Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah”
18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
18:19 Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.”
18:21 Kata orang itu: “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”
18:22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
18:23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
18:24 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: “Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.
18:25 Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
18:26 Dan mereka yang mendengar itu berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
18:27 Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”

Ayat 20 Yesus menyebut perintah dalam Dekalog, meski tidak secara lengkap disebut ke-10 nya. Orang Kaya itu mengatakan “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.” Mendengar jawaban ini Yesus Kristus tidak mengoreksinya, tetapi Yesus memberikan standard lain yang tidak terdapat dalam Taurat, yaitu “juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.

Lukas 18:18-27 memberikan indikasi bahwa ia telah melakukan semua dalam dekalog. Namun kehidupan Kekal tidak dapat dibayar dengan amal-ibadah demikian, karena untuk memperolehnya standard Yesus lah yang kemudian menentukan.

maaf saudara-saudara sekali jika anda sampai salah paham. ketika musa di atas gunung selama 40 hari 40 malam musa saat itu tidaklah dengan keinginan sendiri untuk berpuasa. ketika ia naik keatas gunung dan menerima perkataan Allah setelah turun ternyata musa telah melewati 40 hari 40 malam. jadi saudara-saudara perkara berpuasa 40 hari 40 malam bukanlah karena keinginan anda sendiri untuk berpuasa, melainkan karena ketika anda memiliki beban dan menerima amanat dari Allah maka anda dengan sendirinya melewatkan apa yang menjadi hak hidup anda yaitu untuk makan. itulah mengapa ketika Tuhan Yesus dicobai oleh iblis tentang makan, Tuhan Yesus berkata bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

selain itu saya katakan dengan benar dan tulus bahwa setiap orang yang dengan kekuatan sendiri ingin menjadi sempurna seperti Tuhan maka akan menghina Allah. perbuatan manusia dihadapan Allah tidak lebih seperti kain kotor, oleh karena itu saya katakan tidak ada seorangpun dapat memenuhi tuntutan hukum taurat. hanya ada satu orang yang dapat memenuhi tuntutan hukum taurat yaitu Tuhan Yesus saja. itulah mengapa ketika Tuhan mati diatas kayu salib, Tuhan juga dibangkitkan oleh Allah. kalau misalnya ada orang selain Tuhan yang dapat memenuhi tuntutan hukum taurat maka sia-sialah pengorbana Tuhan untuk kita, karena Dia telah memenuhi hukum taurat itu maka ada orang lain yang bisa memenuhi hukum taurat, Dia bukan lagi menjadi satu-satu nya juruselamat. siapa yang bisa memenuhi tuntutan hukum taurat maka Dialah yang ditetapkan oleh Allah sebagai juruselamat umat manusia.

saudara sekalian, kalau kalian amati dengan teliti di kitab keluaran 19:8, sebelum bangsa israel mengatakan bahwa segala yang difirmankan Tuhan akan kami lakukan, suasana hati Allah begitu tenang. namun saudara-saudara lihat, ketika mereka berkata demikian, suasana hati Allah langsung berubah (19:9), ada awan yang tebal, sangkakala yang panjang(19:16), guruh dan kilat (19:16) dan Allah menjawab dari dalam guruh (19:19). hati Allah menjadi gusar karena manusia tidak tahu siapa dirinya dan bagaimana situasi mereka. oleh karena itu seharusnya mereka tidak mengatakan demikian.

ingat, ketika hukum taurat diberikan kepada musa diatas gunung, bangsa israel dikaki gunung malah membangun patung anak lembu emas dan menyembahnya. belum apa-apa mereka sudah melanggar perintah 1,2 dan 3. inilah mengapa suasana hati Allah langsung berubah ketika mendengar perkataan mereka. Allah tahu mereka akan berbuat demikian.

saudara-saudaraku, kita harus menyadari bahwa standar moral manusia yang tertinggi sekalipun tidak akan sanggup melampaui standar moral Allah yang paling rendah. hukum taurat mengatakan manusia tidak boleh membunuh, manusia malah berbangga jika membunuh. jangan mengingini barang milik orang lain, manusia malah mengambil barang milik orang lain dengan tipu. ingat saudaraku, hukum taurat itu bukan terpisah-pisah. jika melakukan 7 dan gagal 3 apakah dibilang berhasil? tidak. hukum taurat itu tuntutannya adalah sempurna dan tidak ada seorangpun yang dapat memenuhi tuntutan hukum taurat ini.

untuk saudara “sarapan pagi”. memang orang muda itu telah menuruti hukum taurat itu. namun didalam lubuk batinnya ada sesuatu yang kurang. 10 hukum itu dapat di simpulkan dalam 2 perkataan yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu, kemudian kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. hukum taurat itu menuntut demikian tetapi apa yang dilakukan oleh orang muda itu? dia tidak dapat melakukannya. Dia tidak mau mencurahkan kasihnya untuk Tuhan dan mengikuti Dia dan tidak mau mencurahkan kasihnya untuk sesamanya dengan menjual hartanya. itulah mengapa dihadapan Tuhan, ia telah gagal. Tuhan Yesus telah meninggalkan Takhta-Nya yang mulia, telah mengorbankan kesetaraan-Nya dengan Allah, berinkarnasi menjadi manusia, mengambil rupa seorang hamba, menjadi sama seperti manusia, merendahkan diri-Nya dan mati diatas kayu salib. semuanya adalah untuk kita manusia. itulah mengapa Allah berkenan kepada-Nya. hanya Kristus-lah yang layak dan Dia telah memenuhi tuntutan hukum taurat itu.

selain itu saudara, Hukum taurat itu kata anda adalah 613. maafkan, saudara semoga terang Allah menerangi anda. hukum taurat itu ada di tulis oleh Allah di atas loh batu hanya 10 hukum itu. 10 hukum itu adalah di aspek moralnya. yang lain adalah segala ketentuan untuk mendukung 10 hukum tersebut. jadi hukum taurat bukanlah 613. jadi 10 hukum itu terbagi 2 hukum yang terutama yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia. hukum 1-4 adalah ditujukan kepada Allah dan hukum 5-10 adalah kepada manusia.

untuk saudara hannamaya, maaf saudara. saya tidak hanya bermodalkan kata itu saja. kalau anda baca baik-baik seluruh alkitab anda akan banyak menemukan perkataan yang serupa. kita sebagai seorang yang percaya Tuhan, tidak seharusnya menjadi sombong dihadapan Allah. saya tidak berani demikian. saya pun mengalami perkataan ini. dulu saya pernah mengatakan kepada Tuhan, bahwa saya akan cinta Tuhan selalu dan akan menuruti segala perkataan Tuhan. namun ketika saya terus mengatakan demikian, Tuhan makin menampakan kepada saya ketidak mampuan saya untuk melakukan segala perkataan Tuhan. pauluspun mengatakan hal yang sama bahwa semakin ia ingin melakukan hal yang baik maka yang jahatlah yang ia lakukan. mohon darah adi Tuhan membasuh saya. saya kini bahkan tidak berani lagi mengatakan kepada Tuhan bahwa segala perkataan Tuhan akan saya lakukan. saya kini hanya berkata “Tuhan tambahkan diri-Mu lebih banyak lagi, sehingga walaupun manusia jasmaniah ku semakin merosot tetapi biarlah manusia batiniahku semakin diperbarui dari sehari-kesehari”.

saudara-saudaraku jangan anggap apa yang saya post kan ini sebagai suatu untuk mengcounter anda. tetapi biarlah kita sama-sama saling terbangun satu dengan yang lain. saya mengepostkan ini agar kita semua sadar bahwa kita tidak bisa dan tidak mungkin bisa memenuhi tuntutan hukum taurat itu dengan kekuatan diri sendiri. tetapi hanya Tuhan-lah yang kini menjadi roh pemberi hayat didalam kita, yang dapat membuatkita sempurna seperti Dia sempurna, memenuhi tuntutan hukum taurat dan bahkan hari ini hukum moral yang telah dipertinggi.

puji Tuhan, Tuhan memberkati kita semua. Amin

Anda perlu mempelajari lebih jauh theology Perjanjian Lama, untuk menunjang tulisan2 dan agar pendapat Anda tidak terlalu premature.

Orang Yahudi penganut Hukum Musa itu mengatakan 10 perintah itu “'ASERET HADIBROT” ( עשרת הדברות ) atau “'ASERET HADEVARIM” ( עשרת הדברים ) . Sedangkan Taurat, mereka katakan ‘HATORAH’ ( התורה ). Yang disebut dengan hukum Taurat biasanya adalah kelima kitab Musa meskipun kitab Kejadian tidak mengatur tentang hukum ini.

10 Firman adalah bagian dari Hukum Taurat, dan bagian dari 613 perintah. Orang mampu menaati 10 Firman Allah itu komplit karena gampang, cuman dua perintah dan delapan larangan. Dua perintah itu cuman menghormati orang tua dan menguduskan hari Sabtu sedangkan delapan larangan tadi cukup dilakukan dengan duduk diam, engga berbuat apa-apa, engga mencuri, engga membunuh, engga berzinah, dst, dst. Apakah Allah menyukai orang yang duduk diam seperti itu? Apakah dengan demikian mereka bakal dibilang engga bercacat dalam Taurat?

Untuk menghindari salah kaprah pengertian — baiklah kita menggunakan istilah yang dipergunakan orang Israel dalam mengistilahkan apa yang tertulis dalam Keluaran 20:2-17, Orang Israel tidak menyebutnya dengan istilah “10 hukum” atau “sepuluh perintah” atau “ten commandments”, karena bagi mereka yang namanya HUKUM TAURAT itu adalah apa yang tertulis pada ke-5 Kitab Taurat (Pentateukh), dan jika diperinci apa yang tertulis dari kitab-kitab tsb, jumlahnya 613 perintah-perintah (MITSVOT).

Apa yang tertulis dalam Keluaran 20:2-17 diistilahkan oleh orang Israel : “'ASERET HADIBROT” ( עשרת הדברות ) atau “'ASERET HADEVARIM” ( עשרת הדברים ) , “Sepuluh Firman” atau “Dasa Titah”

Jadi, bukan Sepuluh “Perintah”, karena “perintah” dalam bahasa Ibrani adalah " מצווה - MITSVAH", jamaknya " מצוות - MITSVOT"). Dan tidak pernah ada istilah “10 Mitsvot”, yang ada adalah “613 Mitsvot”.

Dalam istilah lain kita juga mengenal kata “DEKALOG” serapan dari kata Yunani (deka = sepuluh, dan logos = Firman). Maka, sebaiknya mulai sekarang kita menggunakan istilah yang lebih tepat “SEPULUH FIRMAN” atau “DASA TITAH”.

ya udahlah, untuk saudara sarapan pagi. kita sebagai orang kristen tidak pantas berdebat. kalo memang pandangan anda demikian saya ya amin aja. berdebat tidak bisa membawa kita saling terbangun. jadi ok-lah Tuhan memberkati. :smiley:

Apakah “mengoreksi” dan memberi informasi masuk dalam kategori “berdebat”?
Apakah kalau ada pendapat yang kurang tepat orang harus diam aja?

btw, berdebat tidak dilarang, Allah sendiri bisa mengajak manusia “berdebat” (beperkara) :

* Yesaya 1:18
LAI TB, Marilah, baiklah kita beperkara! – Firman Tuhan – Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
KJV, Come now, and let us reason together, saith the LORD: though your sins be as scarlet, they shall be as white as snow; though they be red like crimson, they shall be as wool.
Hebrew,
לְכוּ־נָא וְנִוָּכְחָה יֹאמַר יְהוָה אִם־יִהְיוּ חֲטָאֵיכֶם כַּשָּׁנִים כַּשֶּׁלֶג יַלְבִּינוּ אִם־יַאְדִּימוּ כַתֹּולָע כַּצֶּמֶר יִהְיוּ׃
Translit, LEKHU-NA VENIVAKHKHAH YOMAR YEHOVAH 'IM-YIHYU KHATAEIKHEM KASYANIM KASHELEG YALBINU 'IM-YADIMU KHATOLA KATSEMER YIHYU

Marilah, baiklah kita beperkara!, sebuah istilah lain dalam pengadilan “marilah kita saling menuntut” sebagai penggugat dan tergugat.

Dalam perkara ini Allah meski menunjuk dosa-dosa Israel, namun Ia tidak langsung “ketok palu” pokoknya kamu berdosa titik! Tapi sebaliknya Ia mempersilahkan umat beperkara denganNya, sehingga keluar statement : “—Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba”. Pada ayat-ayat selanjutnya Allah menuntut respons mereka terhadap tawaran anugerah pengampunan, yaitu jika mereka mau meninggalkan kejahatan mereka.

Meski Allah bisa melakukan kehedakNya secara absolut, tapi Allah tidak “memprogram” Yesaya seperti robot atau seperti budak yang tidak boleh mempertanyakan setiap tugas yg diberikan. Sebaliknya seperti dua orang yang bercakap-cakap secara “equal” Ia berkata “’Marilah, baiklah kita beperkara!”, (Ibrani VENIVAKHKHAH, harfiah : kita saling mengkoreksi). Emangnya Yesaya yang juga manusia itu siapa, sampai bisa punya pekara/ saling tuntut/ saling mengoreksi sama Tuhan?.

Asyik, kan…

TUHAN Allah memperlakukan manusia yang punya free-will, punya akal, punya hati nurani untuk menelaah apa yang diinginkan Allah. Jangan takut menghadapi suatu pemahaman Alkitab yang berbeda, karena walaupun berbeda, akan selalu ada kemungkinan perbedaan itu akan menuju kepada pemahaman yang sama.

Silahkan Alkitab diperdebatkan, ajaran2nya dipertanyakan, didiskusikan terus-menerus, kalau tak pernah bertanya, artinya tidak pernah belajar.

* Amsal 27:17
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Sikap kritis itu baik, saya pribadi menghargai sikap yang orang2 Kristen yang demikian, ini lebih baik daripada jadi Kristen hanya telen mentah semua ajaran pendeta di mimbar.
Dengan belajar terus-menerus, dan saling mengoreksi satu sama lain, suatu hari kita akan mendapat jawabannya, karena Roh Kuduspun mengajar umat secara pribadi.

@Yasperin Lawang

sedikit kata “jangan membalik2 perkataan anda dalam mengajar…” itu bisa menyesatkan orang yang baca.

dua kata yang saya bold berlawanan dalam konteks sama.

maaf bro, bukan maksud saya mengatakan bahwa kita tidak boleh sempurna seperti Allah. tetapi konteks pembicaraan saya adalah bahwa ketika kita ingin sempurna seperti Allah dengan kekuatan sendiri tanpa datang kepada Allah, itu yang saya maksud menghina Allah dan tidak akan mampu memenuhi standar moral Allah yang paling minimum sekalipun. jadi jangan salah paham. itu maksud saya.

saya hanya ingin membawa para pembaca melihat bahwa Allah ingin manusia sempurna seperti Allah. namun kalau mengandalkan kekuatan manusia dan tidak datang kepada Allah maka akan sama seperti tidak perlu Allah. inilah yang dialami oleh si iblis. Allah menciptakan lucifer sangat sempurna hanya dia tidak akan berbagian dalam ke-Allahan. karena sempurnanya dia tetapi tanpa Allah maka lucifer menjadi sombong dan memberontak kepada Allah.

melalui post ini saya hanya ingin membawa kita semua agar mengandalkan Allah daripada kekuatan kita sendiri untuk memenuhi tuntutan hukum taurat. demikian, jadi bukan maksud saya ingin membawa para pembaca kepada jalan yang sesat. tetapi mendorong anda dan juga saya lebih mengandalkan Allah. puji Tuhan supaya anda dapat mengerti dan ketika membaca post saya tidak salah paham. mohon cerna post saya dengan benar dan jangan telan dengan mentah-metah sehingga akhirnya salah paham dan saling berdebat, karena kita sebagai anak-anak Allah tidak seharusnya berdebat tetapi harus saling mendorong dalam kasih.

puji Tuhan.

maaf bro Yosperin Lawang

sebab dari awal ajaran anda sudah “janggal”
orang protestan dan katolik biasanya mengenal 10 perintah Allah bukan 10 Hukum Taurat
Kalau pemikiran dan posting saya mengenai bro salah, saya mohon maaf.

Tetapi tolong, jangan posting di sana-sini (Non-kristen lalu Kristen)
Bukan maksud saya membatasi anda berposting.

sebab kata2 anda bukanlah “susu” tetapi “nasi”

kalau ada salah “pengertian” bisa menyesatkan

thx infonya :happy0025:

Saya bisa mmahami apa yg mau dsampaikan Bro Yasperin.

Intisarinya saya stuju, yaitu bahwa tidak seorangpun manusia akan sanggup melakukan Taurat (yg tdiri dari 613 perintah).

Inilah refleksi dari para rasul dlm sidang jemaat di Yerusalem :

Kis. 15:10
Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?

Taurat adl KUK yg tidak dapat dipikul oleh manusia dan ini telah terbukti dari sejak jaman nenek moyang Israel sampai jaman para rasul.

Mngapa?

Krn oleh Taurat-lah, maka manusia mengenal dosa.
Tanpa Taurat, manusia tidak tau apa itu dosa dan tidak tau apa itu keinginan berbuat dosa.

Rm. 3:20
Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

Rm. 4:15
Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

Jika dmikian, apakah PADA HAKEKATNYA Taurat itu jahat / jelek / tidak baik?

Sama skali tidak.

Rm. 7:12
Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.

Taurat adl hukum yg baik, kudus dan benar dr Tuhan.

Lalu dmn masalahnya?

Masalahnya terletak pd MANUSIA yg mlaksanakan Taurat.

Rm 7:14
Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.

Manusia daging tidak mampu mmenuhi apa yg diinginkan Taurat krn daging tak mampu memenuhi hasrat rohani.

Taurat hanya akan mbuat manusia berdosa krn manusia tak mampu mbendung keinginan dosa yg timbul krn Taurat.

Rm. 7:5
Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

Taurat mbuat manusia jatuh-bangun dalam dosa.
Taurat akhirnya hanya berlaku sbg patok pembatas agar sifat liar dlm diri manusia tidak keluar dari batasnya.

Tp Taurat tidak mampu menciptakan manusia baru yg lepas dari sifat liarnya.

Taurat tidak mampu mnyempurnakan HAKEKAT manusia, tp hanya menahan manusia dari bbuat dosa yg lebih parah.

Ibr. 7:19
–sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan–tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah.

Ibr. 10:1
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Krn Taurat tidak dapat mnyempurnakan dan tidak seorangpun manusia daging akan mampu mmenuhi sluruh tuntutan Taurat, maka tidak seorangpun dibenarkan krn mlakukan Taurat.

Gal. 2:16
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam KRISTUS YESUS. Sebab itu kamipun telah percaya kepada KRISTUS YESUS, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam KRISTUS dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

Tp Taurat tetap harus dbrikan.
Yaitu dg tujuan :

Gal. 3:19
Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran–sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu–dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.

1 Tim 1:8-9
Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan,
yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya,

Agar manusia tidak berlaku seenaknya dan mbuat dunia mjd lebih buruk.

Misalkan,
Jika tidak ada perintah ‘jangan membunuh’ maka manusia tidak akan berdosa dan tidak akan mrasa berdosa jika membunuh. Maka dalam waktu singkat, punahlah manusia.

Rm. 3:19
Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.

Sbg dasar Tuhan utk mhakimi manusia berdosa.

Rm. 5:20
Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Gal. 3:23
Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.

Supaya dari kegagalan dan frustasinya manusia dlm upaya memenuhi Taurat, mreka rindu kdatangan Mesias yg ssungguhnya, yaitu Mesias yg sanggup mematikan sifat liar dalam diri manusia dan mbangkitkan manusia baru yg diciptakan utk berbuat kebenaran.

Rm 8:3-4
Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Dengan dibaharuinya manusia mjd manusia rohani, maka patok itu tidak dperlukan lagi.
Patok harus diangkat shg skrg manusia itu bs mlayani Tuhan dg bebas tak terikat oleh sgala ragam printah harafiah yg (justru) mbatasi kerja Tuhan.

Rm. 7:6
Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.


Kpd kita yg beriman pd KRISTUS, maka kita dipandang oleh Bapa telah berhasil mmenuhi seluruh tuntutan Taurat sbgmn Tuhan YESUS telah mmenuhi seluruh tuntutan Taurat dengan tepat.

Kpd kita yg beriman pd KRISTUS, maka kita dipandang oleh Bapa telah mati bagi seluruh kutuk akibat pelanggaran Taurat sbgmn Tuhan YESUS telah mati karena planggaran Taurat.

Tp kita dbangkitkan sbgmn KRISTUS bangkit,
Kita mjd ciptaan baru agar kita mlakukan HUKUM KRISTUS.

Jangan dikira hukum KRISTUS itu lebih enteng drpd Taurat.
Hukum KRISTUS itu jauh lebih berat.

Siapa yg mbenci sudah mbunuh.
Siapa yg marah pd saudara sudah berstatus terdakwa.
Siapa yg mencela org lain sudah pantas dijebloskan ke neraka.
Siapa suami yg bernafsu pd wanita lain sudah berzinah.
Siapa bcerai dan kawin lagi sudah bzinah.
Siapa yg bbuat dosa saat itu juga sudah mlanggar kkudusan Sabat krn bagi kita stiap hari adl Sabat.

Amin! puji Tuhan! bro :afro:

YL, sekedar saran, untuk membuat diskusi jangan langsung membuat kesimpulan, belum tentu kesimpulan anda benar, cobalah memberikan sedikit clue untuk ditanggapi, mungkin ada opini yang lebih baik, kita semua juga sedang belajar :slight_smile:

Rite!
Hukum Taurat jika diperinci ada 613 perintah reff http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p424

10 Firman (Dasa Titah) hanyalah bagian dari Hukum Taurat. karena masih ada 600 lebih perintah2 lainnya.

sebagai contoh, Hukum Persepuluhan tidak terdapat dalam “Dasa Titah,” namun demikian Alkitab menulis bahwa “Persepuluhan” adalah ketentuan Hukum Taurat:

* Ibrani 7:5
Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.

TENTANG KORBAN, PERSEPULUHAN, DAN PAJAK, diperinsi dalam Mitsvot ke 402 s/d 425
Reff: http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p432

Masih banyak ayat2 lain yang menyebutkan ketentuan2 di luar Dasa Titah, dan ketentuan2 tsb dikategorikan sebagai ketentuan Hukum Taurat (misalnya dalam Yohanes 8:5; Ibrani 8:4, Ibrani 9:22; Ibrani 10:8) kita bahas 1 contoh lagi deh:

Orang tua YESUS KRISTUS, Maria dan Yusuf adalah orang Yahudi yang terikat pada hukum Taurat. Merekapun melakukan ketentuan Taurat untuk pentahiran Maria dan oenyerahan/ pengudusan Anak Sulung:

* Lukas 2:27
Ia datang ke Bait Allah oleh ROH KUDUS. [b]Ketika YESUS, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,

Pentahiran ibu dan penyerahan Anak Sulung, tidak terdapat dalam 10 Firman, bukan? Tetapi dalam ayat di atas ketentuan ini disebut ketentuan Hukum Taurat. Maka jelas bagi kita bahwa Hukum Taurat tidak terbatas pada 10 Firman (Dasa Titah).

Silahkan baca Lukas 2:22-24:
pengertian yg dapat kita ambil dalam keterkaitannya dengan Hukum Taurat:
YESUS lahir di Betlehem. Maria dinyatakan najis selama 7 hari, hari ke-8 kemungkinan penyunatan kepada bayi YESUS dilaksanakan di Betlehem.
Sesuai Taurat, Maria masih dalam masa ‘najis’ selama 33 hari. Selesai masa kenajisannya itu, kepada Maria dan bayinya; Yusuf mempersembahkan korban yaitu 2 ekor burung merpati (sesuai keuangan keluarga, Imamat 12:8 ).

Untuk menyajikan persembahan tersebut, dan (penyerahan anak) mereka pergi ke Yerusalem, yang hanya berjarak kira-kira 8 Km dari Betlehem. Alasan lain yang menguatkan bahwa Maria dan Yusuf membawa bayi YESUS, dalam masa setelah pentahiran ibu pergi ke Yerusalem, adalah undang-undang (hukum) dari “anak Sulung” yang harus diserahkan/dikuduskan bagi Allah.

Reff :
TENTANG HEWAN DAN ANAK SULUNG, Mitsvot ke 368 - 371, di http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p434

TENTANG KORBAN DAN PERSEMBAHAN, Mitsvot ke 459 - 560 , di http://www.sarapanpagi.org/613-mitsvot-vt218.html#p430

Rite!

Yesus sendiri menyebut orang yang memikul KUK TAURAT, adalah orang2 yang letih lesu dan berbeban berat, ini dapat kita pahami karena orang2 Yahudi harus sempurna melakukan 613 mitsvot itu, dan tentu hal tersebut amat berat. Oleh karenanya Yesus memberikan KUK yang baru, KUK Kristus yakni Hukum Kristus.

Kuk dalam arti harfiah adalah kerangka kayu yang dipikulkan atau tali kekang yang dipasangkan kepada binatang. Kuk dapat juga berarti pikulan.
Dalam arti metaforis, kuk adalah beban. Kuk juga bermakna kias sebagai “hukum” yang harus dipikul. Yesus Kristus mencanangkan “hukumNya” (Hukum Kasih sebagai penggenap Taurat) dikiaskan sebagai “kuk” dalam Matius 11:29.

Hukum Taurat digantikan dengan Hukum Kristus yang disebut juga HUKUM KASIH, baca keterangannya di http://www.sarapanpagi.org/pikullah-kuk-matius-11-28-30-vt39.html#p93

Dmikian juga di luar Taurat, ada banyak hukum-hukum lain yg dianut oleh dunia yg mkanismenya serupa dg Taurat (tp bukan Taurat).

Kserupaannya dg Taurat antara lain :

  • Sama-sama mngajarkan kebaikan
  • Sama-sama ‘hendak’ mnuntun manusia utk mcapai ksucian
  • Sama-sama terdiri dari perintah dan larangan
  • Sama-sama mngandung janji berkat dan sanksi
  • dll

Tp smua hukum-hukum (sejenis Taurat tp bukan Taurat) ini sama-sama tidak mampu mentransformasikan manusia mjd ciptaan baru.

Smua hukum-hukum ini juga hanya bisa mjd patok pembatas saja.

Hukum-hukum itu mngajar manusia ttg dosa dan mbrikan larangan utk bbuat dosa.
Tp justru krn hukum-hukum itulah manusia (yg masih daging) jatuh dlm dosa.

Hukum-hukum tsb tidak bs mbebaskan manusia dari dosa.


Kdg kl saya sedang ngobrol dg pnganut agama lain (sjenis Taurat yg bukan Taurat), saya kadang share kpd mreka :

Tuhan Yesus itu datang utk mbebaskan manusia dari DOSANYA shg mreka dibenarkan di hadapan Tuhan.

Jd manusia binasa ke neraka bukan SEMATA-MATA krn tidak percaya pd Tuhan Yesus, tp krn ia TIDAK MAMPU membebaskan diri dari DOSA.

Ptanyaan saya kpd smua orang :

Apakah kamu yakin seyakin-yakinnya bhw kamu TIDAK BERDOSA mnurut standar agama yg kamu anut?
Krn jika kamu tidak berdosa mnrt standar agama yg kamu anut, maka kamu PASTI dibenarkan oleh Allah dan masuk ke sorga.

Namun,
Krn Bapa tau TIDAK SEORANGPUN bisa lolos dari jerat dosa APAPUN AGAMANYA, maka diutuslah Tuhan Yesus utk mbuka jalan penebusan dari dosa, yaitu dg mhapuskan dosa krn darahNya, mciptakan manusia baru dalam batinnya dan memenuhi hatinya dg Roh Kudus Allah.

"DIET" Sudah terlalu banyak versi-versi diet atau pola makan yang membuat banyak orang pusing. Setiap versi selalu memproklamirkan kisah-kisah suksesnya yang seakan-akan menjadi "obat" untuk kondisi tertentu. Dampaknya? Begitu kondisi (sakit) itu hilang, versi diet itu akan ditinggalkan, dan orang akan kembali pada cara lama, kebiasaan tujuh turunannya.

Apabila Doa adalah SANTAPAN ROHANI, yang memelihara realitas spiritual manusia, maka makan adalah santapan tubuh, yang memelihara realitas ragawi.

Dalam hidup, ada orang-orang yang memperlakukan doa hanya sebagai “obat”, ketika kondisi spiritual sedang terpuruk, bukan sebagai bagian dari kehidupan berIMAN yang DISADARI (bukan tindakan otomatis).
Begitu pula mengenai pola makan.

Pola makan yang baik adalah yang membuat manusia mampu melalui fase tumbuh kembang menjadi optimal, mempertahankan kondisi bugar setinggi-tingginya, mempercepat proses penyembuhan dari keadaan sakit, bahkan tanpa intervensi obat.

Pola makan yang baik tidak akan menempatkan tubuh anda pada KETERGANTUNGAN terhadap sesuatu yang tidak alamiah berada dalam keselarasan hidup anda.

… hal 41. Saya pilih sehat dan sembuh. Dr.Tan Shot Yen

Dalam bahasa Indonesia, pengertian 'diet' tidak sama degan pemaknaan kata yang sama dalam bahasa Inggris. Bagi sebagian besar orang Indonesia, 'diet' dipahami sebagai pembatasan makan, bukan pola makan. Pembatasan makanpun tidak berangkat dari pemahaman sungguh sungguh dan merupakan pilihan si pelaku, melainkan atas ANJURAN, PERINTAH, atau PAKSAAN orang lain atau keadaan. Tidak mengherankan apa yang dijalankan itu tidak bertahan lama. Atau, hanya sebatas tren.

“Saya TIDAK BOLEH makan ini, itu” sangat berbeda dengan “Saya MEMILIH untuk tidak makan ini dan itu”.
Kalimat pertama mengandaikan ADA SESUATU diluar sana yang membuat saya untuk tidak makan sesuatu.
Dimana letak kekuatannya? TENTU MILIK SIPEMBUAT ATURAN.
Sedangkan pada kalimat kedua, dengan aktifnya saya membuat pilihan, maka sayalah sang penentu.
Kekuatan pilihan itu dijalankan ada pada saya.
Konsekuensinya, saya tidak lagi merasa sebagai KORBAN atas aturan yang dibuat oleh seseorang, namun saya bertanggung jawab atas pilihan saya itu, karena… saya PAHAM.

PEMAHAMAN adalah hal terpenting.
Pemahaman mengandaikan pula “saya sadar sepenuhnya akan tujuan-tujuan saya dan kecocokan antara niat dengan perbuatan yang saya lakukan”.

Kegigihan seseorang untuk mencari KEBENARAN sebagai landasannya untuk bertindak menimbulkan cara berpikir yang kritis, interaktif, dan tidak terbelenggu oleh salah satu bidang ilmu saja.

… hal 27 Saya pilih sehat dan sembuh. Dr.Tan Shot Yen

Suatu pandangan yang menarik dalam bidang Medis dimana untuk mencapai kesehatan tubuh, harus dimulai dengan kesadaran dari diri sendiri atas kebutuhan tubuh nya supaya selalu sehat, bukan paksaan.
hal ini sangat selaras dengan HUKUM KASIH, dimana seperti juga perbuatan sebagai wujud kasih kepada ALLAH karena Kasih Karunia, keinginan mengasihi cocok dengan perbuatan mengasihi, bukan atas dasar paksaan seperti pada taurat.

:coolsmiley:

Dokter yang bagus mencegah penyakit.
Dokter yang biasa-biasa saja mengawasi datangnya penyakit.
Dokter yang bodoh mengobati penyakit yang menyerang.
(Chinese Proverb)

Tujuan ilmu kedokteran adalah mencegah penyakit dan memperpanjang hidup.
Cita cita ilmu kedokteran adalah menghapus kebutuhan akan dokter.
(William J.Mayo, founder of the Mayo)

Salam damai sejahtera

Kristus Yesus menerima kematianNya karena dianggap bersalah dalam sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat.

Yang mampu menggenapi hukum Taurat adalah Dia yang menghidupi dua kasih terutama.
Lihat, meski telah sempurna dalam hukum Taurat, Dia akhirnya menemui kematian dan Allah membiarkanNya di Firdaus sampai kebangkitanNya; karena Dia menghidupi dua kasih terutama.

Itulah sebabnya kita mati dalam Dia supaya kita hidup dalam dua kasih terutamaNya.

Tetapi tentang sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat, tentulah mereka yang berusia tigabelas tahun sampai duapuluh tahun akan melakukannya.
Supaya mereka beroleh kebenaran dalam Kristus yaitu kebenaran dalam dua kasih terutama.

Dan setelah berusia diatas duapuluh tahun atau saat hendak memiliki pernikahan maka baptisan air akan membawa mereka keluar dari sepuluh perintah Allah menurut hukum Taurat menuju dua kasih terutama.

Melakukan sepuluh perintah menurut hukum Taurat adalah supaya setiap orang mengenal hukum Allah semasa remaja mereka.

Itulah sebabnya perjanjian sunat diberikan pada Abram, yaitu supaya Abram mengetahui bahwa mereka yang bersunat harus mentaati sepuluh perintah menurut hukum Taurat; demikianlah Abram tidak lagi bersetubuh dengan Hagar.

dan perjanjian sunat diberikan jauh hari setelah Abram bersetubuh dengan Hagar dan diberikannya perjanjian sunat pada saat Ismael berusia tigabelas tahun adalah supaya anak remaja itu mengenal hukum Allah; demikianlah Allah menjanjikan padanya bahwa Ismael akan memperanakkan dua belas raja.

Lebih sederhana lagi adalah apabila anda mengenal KASIH maka anda TIDAK MENGENAL TAURAT :slight_smile:

Contoh:

Kalo anda mengenal KASIH KRISTUS maka JANGANKAN MEMBUNUH, BERPIKIRAN TENTANG PEMBUNUHAN ITU SAJA TIDAK! :slight_smile:

Kenalilah Alkitab dengan baik dan benar :slight_smile: